Siang di Selasa, 11 Agustus 2015

Rasanya lagi-lagi tidak mudah untuk memulai kembali nulis, sudah diawali dengan postingan-postingan terdahulu tapi masih saja belum posting hingga pada postingan kali ini.

Seperti yang sudah-sudah, saya seneng memberi judul postingan dengan tanggal ketika saya menulis sesuatu secara spontan, lebih tepatnya saaat saya ingin menulis saja, menulis apa saja, sesuatu yang lebih pada tidak bertema ^^, sering sekali tulisan di blog ini yang begitu, terlebih saat lama tidak posting.

Hari ini rasanya campur aduk, setelah radah tenggorokan masih belum bisa ilang dengan tablet Vit. C kemarin dan hari ini, juga sebungkus larutan pereda panas dalam, sekarang rasanya pengen rebahan saja, berharap dengan istirahat semua menjadi lebih baik, semoga tidak hanya sedikit tapi banyak ^^.

Bulan ini saya punya banyak sekali harapan dan pasti do’a juga, bulan lalu juga… Hehehe… Karena tiap hari do’a menjadi bagian hidup kita yang paling penting, kekeuatan seorang mukmin (seseorang yang beriman) adalah do’a begitu yang saya pelajari dari pelajaran SKI (Sejaran Kebudayaan Islam) saat di Madrasah dulu, juga saat kemarin membeca sebuah tulisan.

Jadi ingat tentang banyak hal mengenai do’a…

“Berdo’alah sebanyak-banyaknya, karena do’a itu gratis, dan mengenai dikabulkan atau tidaknya, itu merupakan hak preogratif Alloh SWT., jadi berdo’alah. InsyaAlloh setiap do’a bisa menjadikan kita lebih dekat pada Nya, dan tentu do’a itu dibarengi ikhtiar.”

Hujan Siang ini…

Tadi pagi-pagi sekali aku sudah minta ijin pada suami untuk ke Bondowoso bersama keponakan, suami bilang iya boleh-boleh saja asal gak mendung… Kalau mendung biasanya kan hujan, dan kondisi ini tentu tidak baik untuk perjalanan bersama anakku yang masih kecil.

Lagi-lagi cuaca itu selalu fifty-fifty dalam prediksinya, tadi pagi sempat mendung, tapi menjelang siang mendung sepertinya memberi kesempatan pada sinar matahari untuk menghangatkan bumi, juga mengeringakan pakaian yang baru ku cuci ^^, tengah hari masih panas kaki ketika tanpa sandal menginjak ke jalan aspal, dan pas aku istirahat siang sebentar tiba-tiba bunyi tik…tik..tik… di atas genting semakin ramai, yang berarti sesuai lagu “tik…tik..tik.. Bunyi hujan” hujan mulai turun… Seketika aku ingat jemuran yang belum diangkat, dan setibanya di belakang ternyata jemurannya sudah berteduh rapi di bawang genteng… Terima kasih pada siapa pun yang telah ngangkat jemuranku ^^.