Sesuatu yang “Positif”

Tadi malam Ayah (suamiku) juga Nay (putriku) kompakan minta nasi goreng, ketika di dapur dengan segenap hati aku ngupas bawang putih… Entahlah karena kepikiran sesuatu, aku menghentikan aktifitasku untuk melihat banyaknya nasi yang ada… Dan benar ternyata nasinya masih sedikit ^^, sebenarnya pas sorenya sudah diingatkan sama emak buat masak nasi lagi, tapi aku berdalih lebih baik beli nasinya saja daripada masak, karena kalau masak biasanya sisa banyak nasinya.

Aku memasak tidak memakai rice cooker, dan setelah masak juga tidak menaruhnya dalam magic jar (penghangat nasi), kecuali pada keadaan darurat, seperti keburu-buru ^^, atau lagi pengen masak pakai itu ^^.

Akhirnya keputusan diambil (kayak opo wae???), memberi nasi gorengnya langsung saja ^^, jadi gak perlu repot-repot buat nasi goreng, karena keburu laper semua.

Berangkat beli nasi goreng… Di sinilah cerita sebenarnya dimulai.

Niat hati pengen punya foto suasana malam lingkungan Gebang, aku membawa hp untuk memfoto tentunya. Saat berhenti mau menyebrang aku mengeluarkan hpku, sampai sempet ditanyai keponakan yang mbonceng aku, “opo ae Te, moto-moto.” Yang ku balas dengan, “hehehe… ”

Setelah pesen nasi goreng langganan, sambil nunggu kami (aku dan keponakanku juga putriku kecilku yang ikut serta) langsung menuju ke tempat penjual gorengan andalan (karena rasanya lebih enak dibanding gorengan yang di jual di tempat lainnya). Di sana biasanya rame, dan saat aku sampai pun masih rame dan antri… Kabar baiknya tempe gorengnya baru mateng, itu artinya kalau antrian yang ada belinya gak sampai banyak, aku masih kebagian tempe goreng… Dan benar aku masih kebagian ^^, itu pun pas jumlahnya dengan pesananku, hingga pembeli yang datang setelahku harus menunggu lagi gorengan yang masih ada di atas wajan. Kalau seandainya aku datang 2 menit lebih lambat, mungkin aku yang akan gak kebagian gorengannya, batinku… Ya, aku termasuk penunggu setia gorengan, pernah suatu ketika pas baru datang, gorengannya baru dimasukkan dalam wajan dan itu berarti harus nunggu agak lama sampai gorengan mateng, bisa 15 menitan, karena jumlah yang digoreng lumayan banyak… Demi gorengan enak kesukaan semua anggota keluarga di rumah, tak tunggu… Hehehe… ^^ tapi harus ada yang nemeni biar gak sepi ^^.

Okelah, intinya misi kedua (membeli gorengan selesai), karena menurut perkiraan kami nasi gorengnya mungkin belum matang, keponakanku ngajak ke pom untuk membeli bensin. Dan hal yang mengejutkan adalah keponakanku kenal dengan beberapa pegawainya, saat kutanya kok iso kenal??? (Maklum letak pomnya kan jauh dari rumah, kenal dengan pegawai pom itu hal langka, kecuali mereka teman kita sekolah ^^), keponakanku bilang, “teman bbm te…” “Bechhh kok sepertinya akeh men (banyak sekali) kenalanmu brooo, calon bupati ya??? kenal banyak orang dari banyak kalangan ^^,” celetukku sambil ketawa… Keponanku menanggapi juga dengan ketawa (mengisi kesepian di antara banyaknya antrian pembeli bbm ceritanya). Tiba giliran keponakanku, dan saat membayar di senyum-senyum… “Kenapa senyum-senyum, ” aku bertanya karena penasaran, “itu te… Masak pegawainya barusan pas aku bayar tanya, ‘mbak yang di Wechat itu ya…'”… Gubrakkkk… “Serasa artis dirimu brooo…” Kami tertawa bersama ^^.

Sesaat sebelum nyebrang lagi-lagi aku mengeluarkan hpku untuk mengambil foto jalanan, dan hasilnya kurang bagus aku memasukkannya kembali ke saku jaketku.

Tiba di tempat bang Denny, nasi goreng pesanan sudah selesai dibungkusi, dan ketika membeyar aku terkejut… Uangku gak ada…????? Whatttttt… Piye iki…??? Saat aku merogoh saku jaket hasilnya nihil, saku jaket kanan kira tetep aja kosong gak ada isinya… “Kemana uangku???” Sunggu ilang di saat kurang tepat, saat mau buat bayar… Untuk keponakanku bawa uang, jadi bisa tenang…

Sampai di rumah aku berencana untuk menyusuri tempat yang ku lewati tadi untuk mencari uang yang hilang tadi, tapi karena hujan kuurungkan, dan lagi sepertinya jatuh di tempat yang belum pasti, bukan rejeki namanya, mungkin jatuh saat aku mengambil hp di saku jaket dan tidak menutup resletingnya lagi, dan positifnya adalah untung saja yang jatuh uangnya, gimana kalau hpku yang jatuh pasti gak bisa posting tulisan ini sekarang… ^^

*brooo: panggilan yang biasanya aku dan keponakanku gunakan, ^^

so sweet ^^

So sweet, ungkapan untuk suatu ketakjuban bagiku… Bisa sangat romantis, bisa sangat mencengangkan, mengejutkan…

Seperti saat tadi pagi belanja di deket rumah, pengen banget sama krupuk tempe yang dipajang di jajaran barang dagangan, tapi karena suasananya sangat ramai, jadilah ku tunda membeli krupuk itu, hanya membeli beberapa kuenya Nay, putriku.

Eh, saat mau sarapan krupuk itu sudah ada di toples… Ibuku yang membelikannya, padahal aku gak bilang pengen krupuk tempe, dan di sana banyak jenis krupuk, tapi ternyata ibuku membeli krupuk yang kupengeni itu, benar-benar gak terduga.

Aku tiba-tiba jadi teringat pada suatu waktu, itu dulu, saat masa mp3 masih langka, dan hp yang bisa memutar musik juga masih langka, hpku saat itu masih hitam putih, dan gak bisa buat dengerin musik tentunya. Saat liat mp3 pengen banget punya, walkman yang biasanya buat mutar kaset kebetulan juga lagi rusak, harus dipegangi sepanjang memutar kaset. Aku hanya bisa menyimpan keinginan itu dalam angan. Dan tiba-tiba sang kekasih hati(suamiku) tiba-tiba ngasi kado tidak lama setelah itu, padahal bukan pas ultahku, juga bukan pas hari-hari penting, aku gak tahu awalnya apa kadonya, tapi tiba-tiba pas duduk-duduk dia masangin headset di telingaku, dan menyuruhku mendengarkan lagu yang diputarnya.

Setelah itu ia memberikan seperangkat mp3 beserta headsetnya, katanya supaya aku bisa sedikit terhibur saat suntuk dengan mendengarkan musik lewat mp3.

Ya, Alloh memang Maha Keren, saat hatiku berdo’a Dia menyambutnya, dengan banyak cara yang sangat tak terduga Dia mengabulkannya, terkadang ditunda, mungkin Dia ingin kita sedikit lebih lama bermanja-manja dengan Nya, dan tak jarang kita mendapatkan jawaban atas do’a-do’a kita dengan keinginan yang terwujud. SubhanAlloh…

Something about this “Saturday”

Tanggal 20 Desember 2014, hari Sabtu, itu berarti Senin besok adalah “Hari Ibu” ^^

Siang ini gerimis, dan itu tampak seperti menjelang maghrib, padahal jam masih menunjukkan pul 12.25 WIB. Hari ini rencana nyuci gatot, karena hujan, dan sibuk wira wiri sampai siang.hmmmmm…
Padahal bisanya jadwal nyuci 2 hari sekali, tapi karena musim hujan harus tiap hari nyuci, karena hampir selalu cucian gak bisa kering dalam satu hari, itu berarti harus pateng (rajin) nyuci.

Kejadian tak terduga yang terjadi hari ini itu adalah saat aku menduduki kue, beneran gak sengaja, sebenarnya aku juga sich yang naruh tuh kue di kursi saat bersih-bersih meja… Eh belakangan lupa gak naruh tuh kue kembali ke atas meja, gini serasa dikerjain oleh “rasa lupa”, baju yang jelas kotor, dan terpaksa ganti (musih hujan harus hemat baju ^^).

Oh iya hal menarik yang terjadi adalah saat aku iseng-iseng streaming Ost.nya “A Crazy Little Things Called Love”, itu tuh Filmnya Shone sama Nam, aku lakok ingat pas jaman-jaman masih sekolah dulu ya…

Pas jaman masih SMP malah, karena jaman SMA aku malah sepi dari kisah falling in love. Haduhhhh kok malah curcol di blog ini… Abaikan wes…

Sudah dulu untuk hari ini… (Seperti diary saja, pasti dikritik kalau suami baca ^^), “Diary kok ditaruh blog”. Hehehhe… ^^

NB: tulisan ini dibuat untuk melawan rasa malas nulis, jadi mungkin banyak curhatnya ^^