Kalimat-kalimat Galau

Galau hal yang pastinya pernah mampir dalam hidup kita, entah sekali atau berulang kali.

Saat-saat itu kadang menjadi saat yang sulit atau juga biasa saja.

Saya seneng sekali menuliskan hal-hal yang galau atau juga sedih (kondisi yang sangat emosional) dalam sebuah tulisan di buku atau di hp.

Ketika semua itu sudah terlewati, membaca tulisan tentang kegalauan juga kesedihan itu sangat menyenangkan, kadang saya merasa tidak percaya bisa menyusun kata sebegitunya… Ini namanya the power of galau.

Namun, sampai saat ini masih enggan menulis hal semacam itu dalam blog, karena pasti terkesan curhat habis-habisan…

Untuk sebuah “Rasa”, saya butuh… ^^

Pengalaman memang mahal harganya. Sebenarnya bisa kita dapat dengan gratis, dengan menanyai orang lain, atau juga dengan membaca buku untuk pengalaman yang kurang enak, semisal pengalaman tidak sengaja nyempung got pas lagi asyik-asyinya baca bbm, untuk pengalam ini mending nanya sama yang sudah merasakan, pastinya kita tidak mau mengalami hal serupa… Namun untuk beberapa pengalaman, apalagi jika itu suatu yang positif sepertinya akan lebih afdhol jika kita mendapatkannya sendiri, seperti cerita yang akan saya bagikan pada cerita ini.

Perdebatan tentang “mie ayam” mana yang paling enak masih terus berlangsung meski dalam diam, dan seperti di lupakan, tapi ketika obrolan yang sensitif mengenai mie ayam ini keluar pastilah masing-masing pihak akan kuekeh terhadap argumennya masing-masing, suami saya mengatakan mie ayam A yang paling enak, apalagi jika hanya dibandingkan dengan mie ayam B, tetep mie ayam B tidak bisa menandingi kelezatan mie ayam A. Mbak ipar saya sebaliknya… Ia akan dengan segala daya upaya mengungkapkan kalau mie ayam B tetap jadi fovoritnya. Ya dan perdebatan itu berakhir karena bunyi notofikasi hp, hehehe….

Saya sebagai penonton debat kusir itu hanya menyimpan rasa penasaran dalam hati, tidak bisa ikut serta membela salah satu pihak, karena saya hanya pernah merasakan rasa mie ayam A, belum pernah merasakan rasanya mie ayam B.

Jadi, tadi malam itu ceritanya saya dan keponakan ingin mengobati rasa penasaran itu dengan membeli dan merasakan lezatnya mie ayam B. Dan setelah perjalan panjang dari membelinya, kejadian tak terduga di tempat penjual mienya, sampai akhirnya pulang dengan membawa 6 bungkus mie siap santap, saya memakannya.

Dari mana mbak ipar saya bilang jika mie ayam B lebih enak??? Jawabannya saya tidak tahu, karena masing-masing orang memang punya pendapat yang berbeda untuk satu hal yang sama sekalipun, begitu pula mbak ipar saya. Tapi, sungguh mie ayam A tetep yang paling enak, karena dari 6 bungkus mie ayam yang ku beli yang menikmatinya mempunyai pendapat yang sama, mir ayam B belum bisa seenak dan selezat mie ayam A.

Dan untu pengalaman merasakan mie ayam B, saya butuh merogoh kecek sebesar …K, plus parkir kurang 100 rupiah…

Hujan Deras dan Rumah

Beberapa hari ini cuaca sepertinya sedang pengen menunjukkan mendung, dan tidak lama setelahnya hampir selalu hujan. Memang kita sedang berada di musim hujan tahun ini, insyaAlloh penghujung musim hujan, karena matahari sudah mulai bertolak ke arah utara kalau kita melihatnya pada siang hari saat menjemur pakaian ^^ (meski pada kenyataannya bumi kitalah yang merubah posisinya terhadap matahari), dan itu berarti musim peralihan sudah dekat.

Kemarin lusa hujan sangat deras sekali dan karenanya putri saya sempet takut dengan petir yang menyertai kedatangan hujan sore itu. Dan pada suatu waktu saya merasa bersyukur mempunyai rumah, yang melindungi kami semua dari guyuran hujan sehingga kami bisa menikmati tiap tetes air hujan yang turun tanpa takut basah, terima kasih Ya Alloh…

Perasaan syukur mempunyai rumah juga sangat terasa saat saya berteduh di suatu gedung di pinggir jalan. Saat itu sungguh pengen cepat sampai di rumah, pakai selimut tebal di depan tv (meski tv mati) sambil menikmati hujan yang turun atau juga nunggu hujan reda biar ayah yang sudah waktunya pulang kerja tidak kehujanan saat perjalanan pulang.

Terima kasih Ya Alloh atas rumah ini, tidak mewah memang, tapi semoga kebahagiaan selalu hadir di tengah-tengah rumah kami, juga dalam hati kami tentunya… Aamiin…

^^