Patutkah dijadikan Alasan

Belakangan ini memang kelihatan sangat-sangat sibuk, sayanya ^^, kelihatan bisa berarti lebih dari sekedar sibuk, atau memang benar-benar hanya kelihatan sibuk saja.

Tapi, bener kok saya memang sedang sangat-sangat sibuk beberapa hari ini dan insyaAlloh beberapa hari ke depan. Seperti yang pernah ditulis seorang teman pada status bbmnya, “pekerjaan ibu rumah tangga tidak pernah ada habisnya.” Dan saya sebagai bagian dari seorang wanita yang menjadi ibu rumah tangga, tentu sangat setuju pakai bingit…

Saya mendapat banyak pelajaran di tengah kesibukan yang mendadak itu, saya merasakan bagaimana repotnya ibu mengurus semuanya sendiri, saat ada acara di rumah, meski saya tidak mengerjakannya sendirian tetap saja saya merepotkan, padahal kesibukan serupa sering terjadi pada Ibu, dan beliau mengerjakan semuanya sendiri, betapa hebatnya Ibu.

Saya jadi lebih agak tidak malas lagi dengan kesibukan-kesibukan itu, ya ada banyak hal yang memang sudah melekat pada seorang ibu rumah tangga, pekerjaan rumah, semua harus diselesaikan satu persatu, mau tidak mau.

Sudah, sekian posting ala kadarnya dari saya, semoga bisa lebih sering posting, karena saya tahu setiap apa yang saya tulis, insyaAlloh bisa membuat tulisan saya semakin rapi dan teratur.

Iklan

Selalu Ada Banyak Jalan ^^

Blogging, kegiatan yang pasti sangat kita senangi (sebagai seorang blogger itu kegiatan wajib ^^), dan tentunya hal tersebut membutuhkan media untuk posting.

Jaman sekarang segala sesuatu ada digenggaman, dengan hp semua bisa dilakukan, mulai dari pesan makanan, bayar tagihan listrik, belanja sepatu, baju, jualan, foto-foto, dan termasuk tidak ketinggalan, ngeblog. Banyak aplikasi blog di hp Android yang sebagian besar sudah pada pegang (punya), aku tapi belum ^^.

Namun, banya blogger yang lebih nyaman posting lewat PC, lebih lega rasanya. Hanya sebagian saja yang milih pakai ponsel, seperti saya. Banyak alasan juga sich kenapa seneng posting lewat ponsel, salah satunya lebih efisien dan bisa nulis kapan saja dimana saja. Kekurangannya cuma di bagian editing, tidak bisa maksimal tampilan blog kalau posting lewat hp, terlebih hpnya seperti punya saya sering error aplikasi blognya, bahkan sampai sekarang tidak bisa upload foto, dan itu membuat blogku sepi foto ^^. Semua itu sebenarnya bisa disiasati dengan mengedit postingan ketika sudah berada di depan PC.

Selalu ada banyak jalan untuk posting di blog, dengan syarat jika ada kemauan. Seperti kata pepatah, “jika ada kemauan pasti ada jalan” ^^.

Berkunjung ke Blog Dulu

Pagi hari di bulan puasa hawanya dingin banget, dan mendukung untuk tidur-tiduran. Kalau gak ingat sama tanggung jawab kerjaan yang harus diselesaikan pastilah lebih uenak tarik selimut, rebahan di kasur, tidur-tiduran, sambil baca-baca cerita yang gak ada habisnya, atau kalau bosan, nulis-nulis apa aja. Jadi ingat ayat 13 di Surat Ar Rohman yang terjemahannya:

“Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan?” (QS. Ar Rohman: 13)

Nah kan… Apa yang bisa tidak kita syukuri kalau begitu…?

………………………………

Pagi yang dingin, pengen tiduran tapi Nay, putriku, tidak setuju, karena sudah pagi seperti hari biasanya saat tidak puasa ia menyuruh bangun semua orang, karena ia pengen main seperti biasanya. Yah, jadilah karena masih sangat dingin, aku mengambil cucian dan merendamnya saja, jadi ketika matahari mulai menampakkan sinarnya dengan sempurna aku tinggal nyuci…

Bikin kue, mikirin masak apa buat buka nanti, makanan apa buat sahur nanti, kok jadi ingat bahsan ILK (Indonesia Lawak Klub) tadi malam, puasa itu pengeluaran tambah boros apa tambah hemat???

Jawabannya tiap orang beda, kalau pas puasaan digunakan untuk belanja baju hari raya, dll pasti puasa makin boros jadinya, tapi kalau diatur sedemikian rupa hingga bisa menekan pengeluaran, ya bisa hemat ^^ (*halahngomongopoiki)

#NB: tulisan ini dibuat untuk latihan menulis ^^

Happy blogging 🙂

Ketika Kemalasan Melanda

Belakangan lagi rame sekali kata “malas” diutarakan (dalam dunia saya ^^), dan “malas” tidak perlu dicarakan kata pengganti yang menghaluskannya seperti “writer’s block”, karena “malas” ya tetep saja “malas” entah apa pun alasannya.

Saya menyadari kapan mulainya saya tidak rajin posting, pertengahan bulan lalu, dan akhir bulan lalu sebenarnya sudah mau memulai rajin lagi, tapi ada sebuah kejadian yang berpengaruh entah secara langsung atau tidak, yaitu nasi yang saya tanak tidak matang sempurna, malah jadi bubur. Sebagai orang yang pernah mendengarkan lagu “firasat” juga banyak mendengar hal yang jadi “firasat” saya ingin menjadikan moment itu bukan sebuah “firasat” untuk suatu kejadian, saya ingin menjadikan peristiwa itu sebuah pertanda juga pengingat bahwa saya kadang juga salah perhitungan, bahkan ketika merasa sangat mahir mengukur perbandingan air di dalam dandang, air di dalam wadah beras, dan beras yang saya tanak. Mungkin ada sedikit kesombongan yang menjelma menjadi keyakinan bahwa nasinya akan baik-baik saja, sampai kemudian saat jam 06.00 WIB, saya buka malah bubur yang saya jumpai. Dan bagi yang belum sepenuhnya percaya arti dari pribahasa “nasi sudah menjadi bubur” adalah sesuatu yang mustahil untuk dirubah, setelah tahu dan merasakan apa arti “nasi sudah menjadi menjadi bubur”, percayalah ada hal-hal yang memang mustahil untuk dirubah, karena pasca kejadian itu akhirny si bubur nasi malah berakhir menjadi lontong, karena sekeras apa pun usaha saya, si bubur nasi sudah kepalang jadi lembek.

Ya, sejak peristiwa itu saya jadi lebih hati-hati ketika menanak nasi, tidak lagi kebanyakan airnya, yang awalnya itu semua didasari alasan saya agar supaya tidak asat air di dandang, sekarang semua harus saya usahakan tidak terlalu banyak airnya, baik yang di dandang atau juga yang ditempat ngetim nasi. ^^

Malah cerita nasi, padahal judulnya saja “Ketika Kemalasan Melanda”, ^^

Hehehe…

Comeback ^^

Lihat terakhir kali posting adalah tanggal 9 April 2015, itu berarti 3 hari yang lalu. Padahal pengen posting satu tulisan tiap hari, ya apalah daya tangan tak sampai kalau kata pepatah.

Tanggal 11 April kemarin adalah ulang tahun putriku, tepat pada tanggal itu putriku sudah berada di usia 3 tahun, semoga ke depan tambah berkah semuanya sayank… ^^ aamiin…

Dari beberapa bulan sebelumnya sebenarnya memang tidak mau merayakan ulang tahun, bukan budaya kita begitu kata orang-orang, ya budaya orang Jawa biasanya selametan membuat urap-urap pas hari lahir di bulan Jawa, nah hayooo pada tanggal berapa penanggalan Jawa ulang tahunmu??? ^^ beberapa orang tidak tahu pastinya, ya termasuk saya.

Meskipun awalnya memang tidak pengen ngerayain karena beberapa alasan, tetep saja saya pengen membuatkan suatu yang spesial seperti kue, biar waktu hari ulang tahunnya putriku merasakan hari yang spesial, berbeda dari hari lainnya. Pada bulan sebelum bulan ini ada saudara yang acara ultahnya dirayakan besar-besaran, dan putriku ingin sekali acara ulang tahun seperti itu, tapi saya dan suami sepakat untuk memberi tahu bahwa ulang tahun tidak harus dirayakan dengan mewan, spesial itu tidak harus mewah ^^.

Jadi ceritanya saya beberapa hari ini sibuk membuat kue tart ulang tahun ^^, bagi yang sudah biasa membuat kue pastilah tidak akan kesulitan membuatnya, nah masalahnya saya baru kali ini membuat kue tart, dan pengen nyoba versi yang kupelajari di internet, pengen yang cake nya brownies, dan cream untuk menghiasnya lembut buatan sendiri. Dari hari Jum’at saya sudah sibuk ke toko bahan kue, sempet terpikat dengan cetakan cokelat blok hingga cetakan kue tart lingkaran.

Saya yang biasanya sangat malas memulai membuat kue, entah hari itu sangat semangat, yah padahal kuenya juga baru pertama kali buat brownies panggang ^^, sempat was-was saat awal, “bagaimana kalau gagal???” Tapi dengan tekat bulat, jika gagal besok akan membuat cake biasa bukan brownies, akhirnya sore itu saya memulai membuat brownis panggang… Dan baru jadi saat menjelang tidur, jam 20.30 malam, karena saat maghrib saya meletakkannya di dalam oven, saya tidak tahu jika oven belum tertutup sempurna, dan baru tahu waktu jam sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, saat ibu melihat kondisi brownies di dalam oven, yang ternyata masih belum ngembang dan masih tetep cair ^^. Tapi, ketika diangkat pukul 20.30 WIB kuenya sudah matang ^^.

Kesibukan menyiapakan ultah putriku tidak berhenti di situ, karena pembuat buttercream nya jauh lebih harus berjuang… ^^