Ketika Kemalasan Melanda

Belakangan lagi rame sekali kata “malas” diutarakan (dalam dunia saya ^^), dan “malas” tidak perlu dicarakan kata pengganti yang menghaluskannya seperti “writer’s block”, karena “malas” ya tetep saja “malas” entah apa pun alasannya.

Saya menyadari kapan mulainya saya tidak rajin posting, pertengahan bulan lalu, dan akhir bulan lalu sebenarnya sudah mau memulai rajin lagi, tapi ada sebuah kejadian yang berpengaruh entah secara langsung atau tidak, yaitu nasi yang saya tanak tidak matang sempurna, malah jadi bubur. Sebagai orang yang pernah mendengarkan lagu “firasat” juga banyak mendengar hal yang jadi “firasat” saya ingin menjadikan moment itu bukan sebuah “firasat” untuk suatu kejadian, saya ingin menjadikan peristiwa itu sebuah pertanda juga pengingat bahwa saya kadang juga salah perhitungan, bahkan ketika merasa sangat mahir mengukur perbandingan air di dalam dandang, air di dalam wadah beras, dan beras yang saya tanak. Mungkin ada sedikit kesombongan yang menjelma menjadi keyakinan bahwa nasinya akan baik-baik saja, sampai kemudian saat jam 06.00 WIB, saya buka malah bubur yang saya jumpai. Dan bagi yang belum sepenuhnya percaya arti dari pribahasa “nasi sudah menjadi bubur” adalah sesuatu yang mustahil untuk dirubah, setelah tahu dan merasakan apa arti “nasi sudah menjadi menjadi bubur”, percayalah ada hal-hal yang memang mustahil untuk dirubah, karena pasca kejadian itu akhirny si bubur nasi malah berakhir menjadi lontong, karena sekeras apa pun usaha saya, si bubur nasi sudah kepalang jadi lembek.

Ya, sejak peristiwa itu saya jadi lebih hati-hati ketika menanak nasi, tidak lagi kebanyakan airnya, yang awalnya itu semua didasari alasan saya agar supaya tidak asat air di dandang, sekarang semua harus saya usahakan tidak terlalu banyak airnya, baik yang di dandang atau juga yang ditempat ngetim nasi. ^^

Malah cerita nasi, padahal judulnya saja “Ketika Kemalasan Melanda”, ^^

Hehehe…

Mandek Sedilut

Mandek sedilut dalam Bahasa Indonesia artinya adalah “berhenti sebentar”, dan saya pengen sekali membahas ini “berhenti sebentar” menulis.

Pada postingan blog sebelum ini saya sudah sering sekali membahas tentang absen ngeblog atau juga absen menulis. Hal yang sangat enteng untuk saya lakukan dan beberapa teman blogger mungkin, terlebih yang sedang dilanda kesibukan seabreg di dunia nyata, dan banyak alasan lain yang terkadang membuat kita membenarkan diri untuk absen sejenak posting/ menulis.

Ketika sekali saja tidak posting dalam satu hari bagi saya akan membuka pintu untuk tidak posting di hari-hari berikutnya, karena itu penting bagi saya untuk memulai lagi “posting” setelah beberapa hari tidak posting, yang kadang terasa susah, ide yang pengen ditulis belum ada dan masih banyak alasan lainnya.

Ayoooo mulai posting lagi, setelah absen beberapa hari ^^.