Mencari Teman Kopi

Meminum kopi pagi sebagian orang adalah hal wajib, karena ia adalah penggemar atau penikmat kopi, tapi bagi sebagian orang biasa saja, minum atau tidak minum kopi tidak akan berpengaruh besar pada hari-harinya. Keluarga suami saya adalah penikmat kopi, tidak kami tidak gemar ke kafe kopi lalu minta barista membuatkan kopi… Kami penikmat kopi rumahan, kopi yang dibuat sendiri di rumah, saya ikut jadi penikmat kopi gara-gara tiap pagi dan sore bikinin suami kopi, dari yang awalnya cuma nyobain jadi malah ikutan suka kopi hitam bikinan rumah, bubuk kopinya ibuk sendiri yang menyangrai, dan kopinya saya bikin sendiri dengan takaran yang saya buat sendiri sesuai selera suami, tidak terlalu manis, hingga rasa pahitnya masih terasa kuat dibanding manisnya.

Musim hujan begini paling seneng kalau menyediakan kopi dengan sesuatu yang hangat dan manis untuk menemani menikmati kopi, jadi biasanya kalau beruntung dan hujan tidak turun saya bisa cari jajanan di sepanjang jalan depan gang, banyak jajanan yang dijual di sana, ada roti bakar, gorengan, terang bulan Bangka, terang bulan mini, martabak telor, dan masih banyak lagi. Tapi kali ini pengen banget dengan yang manis dan hangat seperti pisang goreng nugget  , jajanan yang baru-baru ini saya tahu dari internet tentunya, sepertinya  sebentar lagi akan booming, atau sudah booming??? ^^

Pisang goreng nugget

Jika dilihat sekilas hampir mirip pisang goreng pasir, tapi kok namanya pisang goreng nugget  ya??? Padahal kalau denger kata nugget dalam benak kita yang terpikir adalah nugget ayam, tahu yang identik dengan rasa gurih dan biasanya dibuat untuk lauk makan. Bagaimana dengan rasa pisang goreng nugget? Rasanya dijamin manis dengan topping beraneka macam rasa dari coklat, orea, greentea, dan dari bahan dasarnya ternyata bukan hanya pisang tapi ada tepung juga susu, makanya namanya pisang goreng nugget, cara buatnya hampir sama dengan nugget pada umumnya, yaitu menghaluskan bahan utama, dan mencampurnya dengan bahan pelengkap lainnya. Bedanya dengan pisang goreng pasir ya dari perlakuan pada pisangnya, pisang goreng pasir pisangnya tidak dihaluskan, hanya luarnya saja dibalut dengan tepung roti , sehingga tampilannya menawan.

Pisang goreng nugget

Pisang goreng pasir

Bagi penggemar berat pisang, kehadiran pisang goreng nugget adalah inovasi baru, baik dalam bisnis atau dalam dunia perdapuran. Selama ini kita mengenal pisang biasanya hanya untuk kripik, digoreng langsung , dibikin cake, buat kolak, dan sekarang mulai dibuat nugget. Tentu ini menarik bagi siapa saja, baik penggemar berat pisang atau yang biasa saja dengan pisang, semua pasti penasaran dengan rasa pisang goreng nugget.

Beberapa hari yang lalu karena penasaran dengan resep pisang goreng nugget , saya cari tahu, dan waktu membuka Instagram ada yang posting resepnya, rasanya kebetulan sekali saya pengen memcoba membuatnya, karena belum ada yang jual di daerah Jember. Coba di Jember ada yang buka delivery order pisang goreng nugget  ini, pasti saya langsung pesen, saya penggemar berat pisang, dari pisangnya yang langsung dimakan, kue pisan, pisang coklat, pisang goreng, semuanya sudah saya cobain, eh ini ada pisang goreng nungget yang sangat memikat dan menggiurkan saya malah belum pernah coba, masih pantaskah saya disebut penggemar berat pisang??? Entahlah, kalau besok pas keluar nyari-nyari di Jember belum juga ada, saya sepertinya akan mencoba membuatnya sendiri, sudah lama tidak mengeksekusi jajanan enak nichhhh… Siapa tahu suami juga anak-anak juga suka nanti dengan pisang goreng nugget buatan saya.

Sebelum itu semoga dalam waktu dekat saya bisa menemukan yang menjual pisang goreng nugget. Aamiin… Pengen segera nyamil pisang goreng nugget sambil menikmati kopi di sore hari… Hmmmmmmm…. Makanan manis dan hangat memang sangat cocok untuk pelengkap atau teman minum kopi menurut versi saya. Menurut kamu bagaimana ? Sudah menemukan jajanan yang bisa disantap sambil menikmati kopi apa belum? Apa jajanan fovoritmu????

Pic pisang goreng pasir dari sini.

Iklan

Kopi Pahit

image

Kopi pahit kemarin malam

Pagi-pagi ngepost minuman, pas puasa pisan ^^. Sebenarnya pengen posting tentang ini pasca menyeduh kopi, tapi lupa keasyikan ngobrol ngalor ngidul.

Kopi ini ku buat dengan ilmu kira-kira, dan ternyata kebanyakan komposisi kopinya daripada gula yang berakhir dengan rasa kopi pahit… saat suamiku meminumnya, aku meminta maaf karena rasanya sedikit pahit, eh ternyata tanggapan suami di luar perkiraan, ia malah bilang, “Mending pahit kopinya daripada kemanisan…” sambil santai ia ngomong… dan dari situ mslah pikiran saja jadi keingat pas buat kopi kemanisan dulu… he ^^

Ya sudah begitu saja ^^ postingannya…

Selamat berpuasa….

Kopi ^^

Kopi, memang adalah elemen penting dalam hidup bagi siapapun yang mengaku dirinya sebagai penikmat juga pecinta si hitam pahit ini (tambah gula biar manis, atau liat saya aja yang sudah manis, hihhihihi :D). Tidak minum kopi rasanya ada yang kurang bahkan jiwa levelnya sudah cinta mati sama kopi bisa beneran uring-uring’an ketika si kopi di dalam wadahnya kosong waktu pagi hari yang notabene hampir toko-toko yang menjual bubuk kopi masih tutup.

Punya cerita tentang si hitam pahit manis harum ini ^^????

Saya punya…. ^^

Beberapa hari yang lalu kakanda tiba-tiba bercerita kalau pagi tadi dia sempet muntah pasca minum kopi, dan ternyata kejadiaanya sudah 2 hari dengan kemarin tepatnya. Usut punya usut, dan juga katanya orang rumah penyebabnya adalah karena kakanda sedang bermasalah dengan lambungnya yang tidak kuat konsumsi kopi “asli”. Lho emang ada kopi “tidak asli”???

Bubuk kopi itu ada 2 (kalau di rumah), ada yang terbuat dari bijih kopi semua (yang kalau sudah diselep alias dihaluskan disebut kopi asli), dan satunya lagi dari kopi yang sudah dicampuri dengan beras juga beras jagung (ini biasanya kalau sudah dalam bentuk bubuk disebut kopi campuran). Kopi campuran inilah opsi bagi yang tidak kuat dengan kopi asli. Penikmat kopi campuran biasanya adalah orang-orang dengan masalah lambung.

Jadi, ketika suamiku bercerita kalau dia muntah sehabis minum kopi, saya membuatkan kopi campuran di hari berikutnya, dan hanya diminum sedikit dari satu mug. Beberapa hari begitu terus, selalu ada sisa di gelas kopinya ketika sudah berangkat kerja. Hingga pagi tadi, saat masih dini hari saya mebuatkannya kopi, karena di dalam wadah kopi, kopi campurannya sedang kosong, jadilah saya membuatkannya kopi asli dengan gelas biasa, bukan mug, dan ketika suami sudah berangkat kerja, ternyata si kopi sudah ludes dari dalam gelas… Mungkin karena rasanya beda dengan kopi campuran, hingga dia habis segelas, entah tahu atau tidak kalau tuh kopi bukan kopi campuran. ^^Sudah tidak bermasalah mungkin lambungnya ^^. Alhamdulillah

Kopi Dingin

Kopi adalah salah satu wedang atau minuman hangat yang sangat akrab dalam keseharian kita, meski beberapadari kita ada yang tidak sering mengkonsumsinya yang biasanya disebut bukan penikmat kopi, karena sepengetahuanku sebagian orang lebih suka teh sebagai minuman hangatnya dibanding kopi.

Kopi dingin

Kemarin aku mengobrol banyak hal dengan kakak iparku, lebih tepatnya mbak iparku, saat menuangkan kopi di tas lepek mbakku bercerita jika meminum kopi saat malam tidak akan mempengaruhi jam tidurnya, ia akan tetap ngantuk pada jamnya tidur, jadi minum kopi malam hari tidak akan membuatnya begadang karena tidak bisa tidur. Tapi hal ini tidak berlaku untuk kopi yang sudah dingin, minum kopi yang dingin justru malah akan membuatnya terjaga. Jadi, ketika ia memerlukan banyak waktu untuk terjaga ia akan mendinginkan kopinya (menunggu kopi panasnya menjadi dingin) baru kemudian meminumnya, ini sangat ampuh untuk menghalau kantuk versi mbakku. ^^

Tadi pagi setelah selesai masak aku kepengen sekali membuat kopi dan aku benar-benar membuatnya, setalah jadi aku menuagkannya ke atas lepek, sehingga kopi bisa dinikmati tatkala masih hangat. Aku meminum kopi itu sedikit demi sedikit, sampai tinggal separuh gelas kopi itu masih ada dan dingin,,, aku ingat efek kopi dingin versi mbakku, jadi kopi itu tetap ku minum, dan memang saat siang aku tidak mengantuk seperti hai biasanya…. tapi sepertinya bukan karena kopi dinginnya,tapi lebih kepada jumlah kopi yang ku minum,lebih banyak dari hari biasanya, biasanya aku hanya mencicipi satu sendok atau satu teguk saja, tapi hari ini aku minum satu gelas kopi.

Kopi dan Kopi

Kopi, mengenalnya, dan menyadari adanya.

Sejak menikah, aku ingin belajar membuat kopi yang enak… Karena suamiku adalah seorang penikmat kopi.

Oh iya sebenarnya hari ini, kenapa menjadi semacam “Hari Kopi” untukku karena dari pagi aku sudah dihadapkan dengan perbincangan mengenai “kopi”, saat membuatkan kopi suami, emak (neneknya suami, yang berarti nenekku juga yang lebih sering dipanggil emak), yang saat menyeduh kopi mengungkapkan kekecewaannya atas rasa kopi “sekarang” yang tidak sama dengan dulu-dulu. Aku yang tidak begitu mengerti kopi, hanya menyimpan tanya dalam hati, “apa iya??? mungkin saja iya, karena aku bukan penikmat kopi sejati seperti emak, jadi aku gak tahu, atau lebih tepatnya gak menyadarinya.

Tiap pagi selepas sholat Subuh, aku biasanya menyalakan kompor untuk memasak air, sambil menunggu air mendidih aku mengambil beras untuk ditanak, membersihkannya kemudian menanaknya di di dalam dandang, setalah itu meracik gula dan kopi untuk diseduh dengan air… Tanpa ukuran yang pasti tentunya, aku suka bagian ini, terkadang racikan kopi dan gulanya terasa sedikit pahit, terkadang juga terlampau manis, aku suka meraciknya dengan ilmu kira-kira, karena tiap hari ada kopi dengan rasa berbeda dengan cinta di dalamnya… Bagian yang terakhirlah yang tetep sama, cinta dalam racikan kopi di pagi hari… ^^ untuk suami…

Cerita tentang kopi masih berlanjut hingga siang, saat aku hampir putus asa karena gak ada orang yang bisa nganter ke perpusda, ternyata ada keponakanku ngajak servis sepeda, dan juga mau nganter aku ke pusda, di sanalah aku ketemu dengan “kopi” selanjutnya dalam bentuk buku, ya aku ketemu dengan buku “Filosofi Kopi” nya Dee.

Aku merasa hari ini benar-benar “hari yang penuh dengan kopi dan kopi” ^^.

Di hari penuh kopi,
Gebang, 7 Januari 2015