“Ini Cinta”

Sore itu adalah sore saat hujan pertama kali turun di bulan ini. Itu berarti beberapa hari yang lalu jika menilik postingan ini (baca juga: November Rain) , hari itu tepat tanggal 6 November 2015.

Sore itu Nay mungkin lumayan bosen, karena tv dimatikan (karena hujannya disertai petir) juga hp tidak dinyalakan, jadilah Nay mengisi sore itu bermain apa saja, dari satu permainan lanjut ke permainan lainnya. Tidak lama kemudian suami datang dengan kondisi lumayan basah kuyup, Nay tentu sangat senang, seperti biasanya saat sore ia akan bermain dengan ayahnya.

Sambil menunggu ayah mandi dan berganti baju, Nay bermain dengan saya, mamanya ^^. Ia memasang gendongan ke atas kepala saya juga di atas kepalanya (mirip kerudung yang dipakai saat orang ijab), tapi hanya sebentar kemudian ia beralih ke mainan lain, berlagak seperti fotografer yang memfoto saya yang masih memakai kerudung berupa gendongan itu, ia memotret saya (gaya memotret saja, tidak menggunakan kamera sungguhan, tapi kamera imajinasinya).

Saat ayahnya selesai mandi, dan ingin tiduran di kasur lantai di depan tv tempat saya dan Nay, putri saya, bermain, Nay tiba-tiba menyuruh ayahnya untuk duduk di depan meja kecil yang berarti di sebelah saya, setelah mengikuti instruksinya Nay, ternyata ayah juga dipasangi kerudung gendongan yang juga saya pakai, jadi saya dan suami dikerudungi seperti sepasang pengantin yang ijab kabul, kemudian Nay memotret saya dan suami, tentu masih menggunakan kamera imajinasinya, dan kemudian ia mengatakan sesuatu sambil menunjuk saya dan suami yang duduk di depan meja kecilnya, “Ini Cinta ini, ini Cinta…”. Dan saya bena-benar tertawa setelahnya, masih baru masuk usia 3 tahun 7 bulan, sudah tahu kata “Cinta”.

Beberapa hari setelahnya karena masih sangat benasaran dengan kata “Cinta” ala Nay, saya bertanya padanya.

Saya: “Nduk, apa sichh cinta itu?”
Nay: (dengan santainya ia menjawab saat saya gendong)”Cinta itu manten (pengantin) Ma…”

Jadi, waktu ia bilang cinta hari itu ia pengen bilang manten dengan bahasa lain, entah kenapa ia bisa menghubungkan antara pengantin dan cinta, hingga kemudian menggapnya punya arti yang sama… ^^

Nay… Nay… Putri kesayangan mama yang sedang belajar banyak kosa kata.

Hujan Siang ini…

Tadi pagi-pagi sekali aku sudah minta ijin pada suami untuk ke Bondowoso bersama keponakan, suami bilang iya boleh-boleh saja asal gak mendung… Kalau mendung biasanya kan hujan, dan kondisi ini tentu tidak baik untuk perjalanan bersama anakku yang masih kecil.

Lagi-lagi cuaca itu selalu fifty-fifty dalam prediksinya, tadi pagi sempat mendung, tapi menjelang siang mendung sepertinya memberi kesempatan pada sinar matahari untuk menghangatkan bumi, juga mengeringakan pakaian yang baru ku cuci ^^, tengah hari masih panas kaki ketika tanpa sandal menginjak ke jalan aspal, dan pas aku istirahat siang sebentar tiba-tiba bunyi tik…tik..tik… di atas genting semakin ramai, yang berarti sesuai lagu “tik…tik..tik.. Bunyi hujan” hujan mulai turun… Seketika aku ingat jemuran yang belum diangkat, dan setibanya di belakang ternyata jemurannya sudah berteduh rapi di bawang genteng… Terima kasih pada siapa pun yang telah ngangkat jemuranku ^^.

Hujan Deras dan Rumah

Beberapa hari ini cuaca sepertinya sedang pengen menunjukkan mendung, dan tidak lama setelahnya hampir selalu hujan. Memang kita sedang berada di musim hujan tahun ini, insyaAlloh penghujung musim hujan, karena matahari sudah mulai bertolak ke arah utara kalau kita melihatnya pada siang hari saat menjemur pakaian ^^ (meski pada kenyataannya bumi kitalah yang merubah posisinya terhadap matahari), dan itu berarti musim peralihan sudah dekat.

Kemarin lusa hujan sangat deras sekali dan karenanya putri saya sempet takut dengan petir yang menyertai kedatangan hujan sore itu. Dan pada suatu waktu saya merasa bersyukur mempunyai rumah, yang melindungi kami semua dari guyuran hujan sehingga kami bisa menikmati tiap tetes air hujan yang turun tanpa takut basah, terima kasih Ya Alloh…

Perasaan syukur mempunyai rumah juga sangat terasa saat saya berteduh di suatu gedung di pinggir jalan. Saat itu sungguh pengen cepat sampai di rumah, pakai selimut tebal di depan tv (meski tv mati) sambil menikmati hujan yang turun atau juga nunggu hujan reda biar ayah yang sudah waktunya pulang kerja tidak kehujanan saat perjalanan pulang.

Terima kasih Ya Alloh atas rumah ini, tidak mewah memang, tapi semoga kebahagiaan selalu hadir di tengah-tengah rumah kami, juga dalam hati kami tentunya… Aamiin…

^^

Hujan, di Musim Hujan ^^

Seperti kita tahu, bulan ini adalah bulan Desember, yang kata lainnya adalah bulan “gedhe-gedhene sumber”. Jadi, jangan heran kalau bulan ini hari-hari kita akan dihiasi dengan yang namanya hujan, cucian gak kering, dan jalanan becek, karena memang semua itu satu paket pada musim hujan.

Hampir tiap hari hujan, kita sudah tahu pasti itu, tapi toh terkadang si sela-sela hari-hari penuh hujan itu, Alloh masih menyelipkan hari-hari dengan sinar matahari yang tak terhalangi oleh mendung, hari dimana cucian diijinkan untuk menjadi kering. Terima kasih ya Alloh… Maaf, terkadang hal yang terlihat sepele seperti ini jarang ku sadari, hingga lupa bersyukur.