Biasa yang Jadi Istimewa

Hari ini sebenarnya sama dengan hari-hari lain, hari biasa, sampai kemudian kita menjadikannya hari istimewa, lalu apa yang membuat hari menjadi istimewa??? Masing-masing dari kita akan mempunyai hal yang berbeda untuk menjadikan sebuah hari menjadi istimewa…

Panjang banget prolog tulisannya.

Hari ini masih sibuk, meski tidak sesibuk kemarin-kemarin… Pagi-pagi belanja ke pasar yang ternyata sedang sangat ramai, siang dikit ke Ambulu, jalan-jalan ^^ sambil membelikan beberapa titipan ibuk. Waktu bersama Nay jalan-jalan keliling swalayan, eh ternyata hanya keluar toko membawa mainan ^^.

Saat sore yang jadikan hari ini menjadi istimewa… (*lebay), saat tidak sengaja lewat kanal di dekat rumah mbah putri ada orang ramai-ramai menangkap ikan kutuk di kanal yang sudah mulai surut dan hampir habis airnya, seru banget… Yang nonton ikut panik saat ikannya terlepas dari tangkapan. Keseruan orang-orang itu entahlah seakan membuat orang yang tidak saling kenal jadi dekat, hanya karena ikut fokus pada apa yang ditangkap…

Pulang kesorean…

Malam ini ^^

Malam ini malam Jum’at, tiba-tiba kepikiran untuk nulis cerita serem, tapi akhirnya saya urungkan, karena tadi habis minum kopi… *lho apa hubungannya minum kopi dan cerita seram. Mungkin bagi sebagian orang tidak ada hubungannya, tapi bagiku itu satu paket hal yang harus dihendle saat malam.
image

Jika minum kopi, maka siap-siap untuk tidak tidur di awal waktu, karena meskipun kopi tidak begitu berefek pada kondisi kengantuk’an mata, tetap saja jika tidak terlalu capek bisa benar-benar tidak ngantuk saat tiba waktu tidur. Dan kopi juga pasti mempengaruhi frekuansi BAK saat malam hari, saat minum kopi artinya sudah siap untuk beberapa kali ke kamar mandi saat waktu tidur, bisa tengah malam atau juga menjelang pagi.

Jadi, jelaslah menulis kisah seram dengan balutan faktor yang akan membuatku terbangun dan pergi ke kamar mandi saat tengah malam bukanlah sebuah kombinasi yang bagus… ^^

Dan sekarang malah tersesat dunia K-Drama, bukan malah bubuk ^^. Hehehe…

Niat hati mau nulis di blog, tapi apalah daya, lewat laptop salurannya tidak tersedia, berkali-kali masuk ke link blog, gagal terus… Jadilah liat Ost. Drama korea saja ^^, penting gak penting… Gak penting banget…

Dan postingan ini pun aku ketik via hpku tercinta, yang tadi juga sempet error ^^.

Aku “dulu”, “kapan hari”, dan “sekarang”

Apapun judulnya, yang paling penting ada isi postingannya ^^.

Atau juga bisa, “apapun postingannya yang penting ada (posting).”

“Sesuatu yang banyak tapi tidak kontinyu, pasti gak akan sebanding dengan sesuatu yang sedikit tapi dilakukan dengan kontinyu. Mengutip dari hadist Rasulullah SAW. :

Muhammad bin Ar’arah menuturkan kepadaku. Dia berkata; Syu’bah menuturkan kepada kami dari Sa’d bin Ibrahim dari Abu Salamah dari Aisyah radhiyallahu’anha, dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah?’. Maka beliau menjawab,”Yaitu yang paling kontinyu, meskipun hanya sedikit.” Beliau juga bersabda, “Bebanilah diri kalian dengan amal-amal yang mampu untuk kalian kerjakan.” (HR. Bukhari dalam Kitab ar-Riqaq)

Terus hubungannya dengan ngeblog, dan rajin posting???? What??? ^^

Jadi, begini aku akan masih dalam tahap belajar “ngeblog”, yang yakin banyak hal yang aku gak tahu, bahkan banyak itu bisa dikatakan hampir semua, kenapa hampir semua??? Karena aku hanya tahu sedikit tentang dunia blog, tapi sampai sekarang gak berhenti belajar, berharap bisa tambah pinter ke depannya. Aamiin…

………………

Jadi cerita sebenarnya itu adalah tentang aku yang belakangan banyak “vakum” ngeblog, alasannya banyak kalau mau dituliskan, tapi alasan tetap alasan kan??? seberapa dimakluminya ia tetap hanya “sebuah” alasan, sesuatu yang hanya bisa berperan sebagai “penyebab” suatu hal, bukan “merubah” sesuatu yang terjadi…

Ketika aku membuka blog-blog lama ku, aku baru nyadar saat aku dulu sangat semangat ngeblog, hasil posting meski gak memuaskan tapi ada semangat saat membacanya kembali… Itu seperti melihat sebagian diriku yang dulu sangat rajin posting review film apa aja yang habis ku tonton, rajin belajar atas apa-apa yang aku lihat, dan masih banyak lagi… Kenapa sekarang begitu berbeda??? Kesibukankah??? Atau ada hal lainnya… Entahlah, “bukankah kadang kita jarang/ bahkan tidak menyadari perubahan-perubahan kecil diri kita,” seperti dari rajin nulis di blog sehari- dua hari sekali, kemudian malas jadi seminggu sekali, jadi sebulan sekali… Dan pada akhirnya kita menyadari diri kita sudah berubah jauh… Misalnya saja “melupakan posting blog barang untuk sebulan sekali saja.” Hal sepele mungkin… (Beberapa orang mungkin berpikir begitu, beberpa mungkin tidak).

………………

Oh iya, selain itu aku juga mau menyampaikan tentang “senengnya punya blog”, ya meski isinya kalau kata suamiku “gak bakal masuk google search”, hehehehe (jangan parah-parah ngritiknya ya yah…) ^^, karena curhat doank isinya, tapi tetep seneng… Blog membuatku bisa melihat banyak hal, seperti bagaima tulisanku tahun atau bulan kemarin, apa yang telah ku posting, dan masih banyak lagi… Salah satunya adalah frekwensi aku posting, jadi aku bisa tahu saat aku yang penuh semangat, juga bisa tahu saat aku sedang tidak bersemangat, semuanya ada di blog.

Terima kasih untuk blog-blogku…

Kalian selalu ngingetin kalau aku beberapa hari ini jarang posting ^^

Waktu

Hari Juma’at, entahlah aku merasa begitu cepat hari-hari berlalu, ku kira masih kapan hari “hari Juma’at’ itu, tapi toh sekarang sudah Hari Juma’at lagi. Menjalani hari dengan penuh kesibukan mungkin jadi salah satu faktor penyebab “mengapa hari-hari cepat berlalu”, atau ternyata aku sedang mengalami “dilatasi waktu”, hmmmmm… Entahlah???!!!

Katanya, jaman sekarang waktu sehari, seminggu, sebulan, bahkan setahun dan selanjutnya, terasa begitu singkat, tak heran kenapa aku merasa begitu juga… Rasanya baru kemarin menghabiskan waktu di masa kecil kita dengan bermain gotri, ontong2 golong, gobak sodor, kasti, benteng-bentengan (dll), tapi tiba-tiba sekarang jika kita memainkan permainan itu akan terasa aneh, karena hanya anak kecil yang memainkannya.

Hari yang Cerah

Hari yang cerah di bulan Oktober.

Sinar matahari dengan telatennya menyelinap diantara dedaunan, cahanyanya yang menyelimuti hari ini membuat hari begitu cerah, tak tampak akan adanya awan.

Hari yang cerah, apakah secerah hatiku…??? Entahlah… Bukankah memang dalam hidup kita tidak hanya dipertemukan dengan mood yang baik, terkadang mood yang kurang baik pun senang menghampiri, hmmmmmm… Dan sepertinya mood yang kurang baik itu sedang betah bertahan…