Menulis Pagi ini

Menulis lagi pagi ini, awalnya saya sama sekali tidak semangat beraktifitas efek PMS mungkin, mood sedang kurang baik, bawaannya pengen marah-marah, tapi ya sudahlah dibawa diam saja ^^.

Buka hp nyari aplikasi blog, nulis apa saja. Di depan mata ada buku yang dari kemarin belum selesai baca juga… Padahal sudah berencana menuliskan satu dan lain hal tentang buku itu.

Nemenin Nay main sambil ngeblog ketika sempet, buka buku, atau juga nulis di kertas. Semoga bisa kembali semangat dengan semuanya ^^.

[Musik Hari ini] Ruang Rindu – Letto

Berawal dari ikutan GA di sini jadi ingat akan sesuatu tentang salah satu lagunya Letto yang pengen saya tulis ^^.

Giveaway yang diadakan oleh Mbak Luckty di blognya memberikan bertanyaan “jika diberi kesempatan menulis buku dari judul lagu, judul lagu apakah yang diambil? Mengapa?

Pertanyaan itu mengingatkan saya akan lagu Ruang Rindu nya Letto, ya meski sudah dibuat buku oleh seorang penulis, tetep saja saya pengan banget menulis buku dari lagu itu, liriknya sudah tidak usah diragukan lagi, sarat makna meski terkesan sederhana…

Selain dari lirik, video klipnya juga sangat menarik bukan… Kalau dari lirik kita bisa menerjemahakan rasa rindu yang ada di dalamnya kepada siapa saja, bahkan kepada Sang Pencipta, Alloh SWT. Lagi-lagi saya ingat seorang musisi dalam sebuah artikel ia menyebutkan bahwa sebuah karya ketika berada di tangan para penikmatnya (pembaca, pendengar, penonton, dls) maka karya itu menjadi milik mereka (bukan hak milik yang dimaksud disini), dalam artian bagaimana seseorang mengartikan karya itu, bagaimana seseorang menerima dan menerjemahkan karya itu sesuai dengan diri masing-masing.

Jadi, apa arti lagu Ruang Rindu bagi yang suka dengan lagu ini? (Masing-masing orang pasti punya perbedaan memaknainya…)

Ruang Rindu – Letto

“Di daun yang ikut mengalir lembut
Terbawa sungai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta,
Mengirup rindu yang sesakkan dada…

Jalanku hampa dan ku sentuh dia,
Terasa hangat oh di dalam hati,
Kupegang erat dan ku halangi waktu,
Tak urung jua ku lihatnya pergi,

Tak pernah ku ragu dan selalu ku ingat,
Kerlingan matamu dan sentuhan hangat,
Ku saat itu takut mencari makna,
Tumbuhkan rasa yang sesakkan dada,

Kau datang dan pergi oh begitu saja,
Semua ku terima apa adanya,
Mata terpejam dan hati menggumam
Di ruang rindu kita bertemu…”

Gado-gado

Gado-gado adalah sejenis makanan, tapi gado-gado yang ku tulis bukan makanan ^^, ini hanya sebuah keisengan belaka, tentang tulisan yang campur-campur isinya, jika ada nama, tempat, kejadian yang mirip adalah unsur dari ketidak sengajaan semata… (Lakok mirip opening FTV :D).

Sehari tidak menulis itu rasanya akan berbuntut panjang pada hari-hari berikutnya, yaitu mendekatkan diri pada Writer’s block, haha ^^ istilah keren dari malas nulis, ini kalau bagiku, entah bagaimana dengan penulis lain (emang aku penulis…??? Hehehe… Blogger saja sudah cukup, Penulis itu menurutku adalah seseorang yang sudah bisa menuangkan idenya dalam bentuk tulisan alias buku (menghasilkan sebuah karya), lha aku…??? *lupakan bahasan tentang ini ^^

Tadi malam terang bulan, ya tanggal 16 bulan Jawa kalau orang di sekitar rumah bilang, itu berarti semalam setelah peristiwa gerhana bulan terjadi, ya kemarin malam terjadi gerhana bulan, waktu aku baru ingat berita di internet dan melihat bentuknya bulan menjadi seperti cincin (gerhana bulan cincin), sudah lumayan malam melihatnya langsung, sekitar pukul 19.30 WIB.

Meski sudah lewat peristiwa gerhana bulan, entahlah tadi malam terasa bagaimana gt suasananya, apa perasaanku saja ya??? Mendung ketika sore, anginnya itu membawa suatu yang terasa aneh… Itu membuat suasana sedikit mencekam (dan pada fase ini, aku terkesan lebay). Apa karena sepi ya??? Ya effek hujan, membuat orang-orang malas keluar rumah, dan itu menjadikan jalan kecil di gang menjadi sepi. Ketika keluar dari gang, suasana berbeda malah terjadi, ramai sekali kendaraan berlalu lalang, seolah tidak ada yang menyadari suasana seram di atas sana (pada bulan).

Ketika pulang dari membeli mie ayam, di jalan aku melihat bulan yang tertutup sebagian oleh awan hitam, persis ketika scene film mistis dimulai… Yang biasanya disertai lolongan srigala *dalamfilm… (jadi aku cerita berdasarkan film-film ini). Tapi, tadi malam tidak ada lolongan srigala yang ada malah suara mesin motor kendaraan yang berlalu lalang, juga sayup-sayup percakapan orang di pinggir jalan… Serta suara riak air selokan yang deras pasca hujan.

Tema Hari ini

Hari ini temanya adalah krompyang-krompyang (bunyi benda yang terbuat dari seng jatuh).

Hari padahal di rumah pas giliran mengadakan pengajian, harusnya itu yang jadi tema utama… ^^ tapi, ternyata yang menhebohkan adalah krompyang-krompyang itu, karena krompyangan pertama saat ibu menjatuhkan tutup panci, suamiku kaget dan sulit tidur lagi, itu membuatnya sedikit bad mood. Dan krompyangan kedua terjadi saat aku menyenggol asbak di atas meja, aku yang memang mau meletakkan gelas air putih secara tak sengaja menyenggol asbak, bunyi krompyangannya sampai berhasil membuat putriku bangun dan nangis keras…

Jelaslah bunyi krompyangan ini sangat mengganngu. Jadi, selalu berhati-hatilah memegang jg meletakkan peralatan di rumah ^^

NB: nulisnya malam, tapi baru bisa posting pagi, ketiduran waktu nulis ^^

Hari ini, Selasa di 18 November 2014

Hari ini mungkin bukan hari spesial bagi sebagian orang, tapi bagi sebagian yang lain bisa jadi hari ini hari yang spesial, spesial karena banyak hal.

Hari ini untuk pertama kalinya aku merasakan bahwa harga tiap menit begitu berharga, dan semua itu berasal dari kesalahanku memperkirakan lama perjalananku ke kotanya Minak Jonggo, ya ke Bumi Blambangan, Banyuwangi. Jadilah aku telat mengikuti test cpns, ya untuk pelajaran, itulah hikmah yang bisa ku ambil dari perjalanan hari ini.

Orang tua sempet marah dan kecewa, karena aku tidak bisa memperkirakan kapan harusnya aku berangkat. Tapi, kalau sudah terjadi, apa yang bisa kulakukan.

Kata suami, ya dengan menikmati perjalanan ke Kota Blambangan ini, mungkin bisa sedikit terhibur, meski gak menghapus rasa sedihku.

Aku tahu peluang untuk bisa lolos di test cpns ini mungkin tidak besar, mengingat betapa banyak kontestannya, tapi mencoba kan tidak ada salahnya. Entahlah, saat ini aku merasa kalah sebelum berperang, tapi jika menengok ke belakang lagi, selama perjalanan ini, ini sudahlah bagian dari mengikuti test, meski telat, ya ini bagian dari usahaku yang sudah maksimal sebisaku. Bukankah setelah berusaha maksimal kita akan menyerahkan hasilnya pada Alloh.

Perjalanan kali ini mungkin salah satu cara Alloh menunjukkan padaku akan jalan ke depan yang masih harus aku lalui dengan penuh semangat. Ya, satu kegagalan hendaknya tak menyurutkan semangat kita untuk terus maju…

Semangat…