Dapat Hp Baru itu…

Dapat hp baru itu rasanya sangat menyenangkan, bukan benar-benar baru semua, tapi dapat hp minus baterai dan cashing belakang, sulit menyebut bagian apa itu namanya.

Jadi ceritanya hp yang baru saya beli beberapa bulan lalu tiba-tiba layarnya tidak bisa disentuh sama sekali, ya touchscreen hp saya bermasalah, jadilah saya hanya bisa diam, karena diutak atik seperti apapun tetap saja hasilnya nihil, bukan saya bongkar utak atik yang saya maksud, utak atik di sini saya mencobq untuk terus menyentuh layarnya tapibtetep saja gak berfungsi. Suami sangat perhatian kalau masalah ini, gak ingin lihat saya bersedih gara-gara hp, akhirnya saya diajak ke bengkel hp, dan di sana katanya saya harus mengganti layar touchscreennya yang harganya mencapai harga 600 ribu (mahal bingits, kayak harga hp baru), akhirnya disaranin sama mbaknya kalau masih garansi mending dibawa ke tokonya biar dapat garansi. Nah, pas pergi ke tempat membeli hp dulu (salah satu counter hp yang besar di kota saya), dikasi tahu sama mbaknya kalau hari sabtu bagian servisnya tidak ada sift sorenya, jadilah saya baru bisa balik hari seninnya, si mbak yang jaga counter juga bilang kalau garansi hp biasanya makan waktu lumayan lama, karena service centrenya tidak ada di kota ini, itu berarti hp saya akan dikirim ke Surabaya, dan akan memakan waktu minimal 2 bulan.
Pulang ke rumah dengan hasil nihil, suami saya memberi pilihan pada saya terserah saya pengen gimana, ke bengkel hp atau digaransikan, kalu di bengkel hp mungkin akan lebih cepat tapi bayar 600 ribu, gak apa apa juga bayar segitu, karena hp baru dengan spect (gak tahu tulisan benarnya gimana, lagi meles nyari di google) segitu akan lebih dari 600 ribu harganya. Kalau digaransikan ya harus sabar selama itu gak pakai hp seperti biasa.
Besoknya balik lagi ke bengkel hp, eh yang jaga bukan mbak yang jaga pas saya pertama kesini, nah kata mbak jaga saya harus lebih dulu beli lcd nich hp meski belun diketahui apa kerusakan hp saya, waduhh kok beda lagi, padahal saya datang dengan harapan hp saya diperiksa kerusakannya baru mutusin beli lcd apa gak… Eh ini malah suruh beli dulu lcdnya baru diperiksa kerusakannya, nah iya kalau lcdnya yang rusak kalau ternyata bagian lain yang rusak, saya akan membuangbuang segitu berarti, saya kemudian berpikir mungkin memang hp ini tidak mau ke bengkel hp maunya digaransikan, oke akhirnya saya garansikan dan itu berarti saya harus berjauhan dengan hp saya sekitar 2 bulanan.
Dan setelah hampir 2 bulan saya lihat tanggalan di dinding, masih tanggal 20 an baru bisa balik ke counter hp buat nanyakan kabr hp saya, tapi kemarin dapat sms kalau hp saya sudah bisa diambil, langsung saja saya ambil hanya dengan membayar ganti ongkir, ongkos kirim, saya dapat hp baru, hp saya ditukar dengan hp baru dari proses garansi, seneng sekali rasanya.
Dan dari sini saya dapat memgambil pelajaran kalau saya ingin dapat sesuatu yang baik, saya harus bersabar, ya seperti hp saya sekarang, mendapatkannya dengan penantian selama satu bulan lebih ^^. 
NB: kalau punya barang rusak yang masih garansi mending digaraniskan, meski kadang memakan waktu yang tidak sebentar, karena barang harus dikirim ke service centre nya. ^^

Tips Mengatasi Rasa Bosan pada Hp yang Kita Punya

Bosan dengan hp yang dipunya dan pengen ganti hp keluaran terbaru yang sebenarnya “TIDAK PERLU”, berikut tipsnya:

1. Gantilah jenis font di hp, membuat suasana hp jadi baru…

2. Ganti tema,

3. Jika puyeng dengan harga paketan internet yang hampir selalu naik mengikuti kenaikan harga BBM, sekali-sekali abaikan sms operator yang menyarankan untuk isi ulang pulsa dan perpanjang paketan, maksimalkan fitur-fitur di hp, yang tidak kalah menarik dari internetan (yang sepertinya sudah bersatu dengan aliran darah kita, juga udara yang kita hirup *abaikankelebayan ini ^^), fitur itu seperti game sudoku, wordmole, breakbraker, game download’an bagi yang seneng ngegame, dan bagi yang suka nulis masih ada docoments to go yang siapa diorat-oret, dimodal-model dengan berbagai font yang bikin pemakainya insyaAlloh gak bosen, yang hpnya tidak mempunyai aplikasi itu, bisa memanfaatkan pojok memo di hp untuk mencatat tulisan-tulisannya.

image

Documents to go

4. Dengerkan musik fovorite di hp, sambil baca buku ^^

image

Media pemutar musij

5. Syukurilah hp yang ada sekarang selama masih bisa dipakai untuk telpon, sms, dan internetan (kalau bisa), meski terkadang terlena untuk memperbaruinya, karena bukankah sesuatu yang berlebihan itu dilarang,

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.(QS. Al A`raaf :31)

Ternyata Ada… ^^

Pernah merasa dalam seharian merasa “lumayan sial”, saya jadi teringat ketika duduk di bangku SMA, hari itu hari Senin, tanggal tepatnya saya lupa ^^, tiap Senin pasti ada upacara bendera, dan di sekolahku dulu jam masuk lebih awal ketika ada upacara, yang biasanya pukul 07.00 WIB berubah menjadi 06.45 WIB. Hari itu saat akan berangkat saya mencarai sepeda ontel mini saya, dan tidak ketemu, setelah tanya ke sana ke mari, ternyata ada yang pinjam, hampir pukul 07.00 WIB yang minjam belum datang, saya dan mbak (kakak kelas yang kebetulan tinggal bersama saya) langsung saja pinjam ke tetangga dan ketemu dengan anak tetangga yang kebetulan masuk siang…

Hari itu saya juga mbak berangkat ke sekolah dengan tergesa berboncengan, kami sudah sepakat akan gantian membonceng, tapi karena keburu saya saja akhirnya yang bonceng, di perjalanan terasa sangat berat mengayuh, dan begitu saya ngecek ealah sepedanya kempes, tapi tetap kami lanjutkan bersepada dengan ban yang kempes meski berat saat mengayuh, karena bayang-bayang wajah Pak Guru yang siap menghukum siapa saja siswa yang telat muncul begitu saja…

Sampai di dekat sekolah ada mobil lewat di samping sepeda dan tidak sengaja menyenggol setir depan, itu sukses membuat saya oleng dan hampir jatuh… setelahnya saya masih tetap semangat mengayuh hingga sampai di sekolah pas sekali dengan bel masuk, itu berarti belum telat. Saat diparkiran saya membuka sepatu karena sedari berangkat saya merasa ada jarum yang menusuk dan rasanya lumayan sakit. Begitu saya lepas ternyata benar ada jarum di sepatu yang berdiri dan itu sukses menusuk tumit kaki. Hari itu saya merasa lumayan penuh hal yang tak terlupakan, meski ada kesan “kurang beruntung”. ^^

Dan kemarin sepertinya saya juga mengalami hal serupa, saat pagi saya mencari buku catatan yang biasanya saya sering tulisi, dari hal yang penting sampai sepele, buku itu tidak ada, padahal hampir diberbagai sudut sudah ku otak atik, tapi tetap tidak ada… Di pagi yang sama saat saya pengen minjam handphone suami, hpnya ternyata rusak tidak bisa diapa-apakan… Tema hari itu kutulis di status fb “buku hilang bertepatan dengan hp yang rusak…” Tapi, sepertinya saya terlalu buru-buru menilai hari itu karena sorenya hp yang rusak malah dapat instalan yang lebih bagus dari sebelumya… Dan buku yang kusangka hilang, tadi itu ketemu majang di antara buku-bukuku, kemarin masih kurang teliti ^^.

Semua hari inyaAlloh selalu mempunyai kebaikannya sendiri ^^

Kapan Semangat Ngeblog??? ^^

Kapan kamu semangat ngeblog???

Tiap masing-masing blogger pasti mempunyai jawaban yang berbeda-beda,

Kalau saya biasanya tiap selesai membuka blog, entah itu blog saya atau blog milik blogger lain (baca: blogwalking). Membaca blog sendiri adalah kegiatan yang sangat menarik sekali waktu karena kadang saat membaca postingan yang sudah dulu-dulu rasanya seperti dibawa jalan-jalan ke dalam pikiran kita pada masa itu ^^, jadi bisa mengingatkan hal atau peristiwa yang terjadi pada waktu itu.

Blogwalking di blognya blogger lain sangat memberikan banyak manfaat juga semangat untuk tetep nulis di blog ketika rasa malas ngeblog melanda… ^^

Dan satu lagi saat paling semangat untuk ngeblog adalah saat pasca membeli paketan internet… Harga paketan yang naik, terus memacu saya untuk lebih giat ngeblog, karena supaya apa yang saya dapatkan bisa lebih banyak dari harga paketan internet yang saya beli, dan itu dengan memanfaat semaksimal mungkin fasilitas hp yang ada di tangan ini, salah satunya adalah dengan nulis di blog, ajang untuk mengasah kemampuan menulis saban hari jika bisa ^^.

Happy blogging ^^.

Sesuatu yang “Positif”

Tadi malam Ayah (suamiku) juga Nay (putriku) kompakan minta nasi goreng, ketika di dapur dengan segenap hati aku ngupas bawang putih… Entahlah karena kepikiran sesuatu, aku menghentikan aktifitasku untuk melihat banyaknya nasi yang ada… Dan benar ternyata nasinya masih sedikit ^^, sebenarnya pas sorenya sudah diingatkan sama emak buat masak nasi lagi, tapi aku berdalih lebih baik beli nasinya saja daripada masak, karena kalau masak biasanya sisa banyak nasinya.

Aku memasak tidak memakai rice cooker, dan setelah masak juga tidak menaruhnya dalam magic jar (penghangat nasi), kecuali pada keadaan darurat, seperti keburu-buru ^^, atau lagi pengen masak pakai itu ^^.

Akhirnya keputusan diambil (kayak opo wae???), memberi nasi gorengnya langsung saja ^^, jadi gak perlu repot-repot buat nasi goreng, karena keburu laper semua.

Berangkat beli nasi goreng… Di sinilah cerita sebenarnya dimulai.

Niat hati pengen punya foto suasana malam lingkungan Gebang, aku membawa hp untuk memfoto tentunya. Saat berhenti mau menyebrang aku mengeluarkan hpku, sampai sempet ditanyai keponakan yang mbonceng aku, “opo ae Te, moto-moto.” Yang ku balas dengan, “hehehe… ”

Setelah pesen nasi goreng langganan, sambil nunggu kami (aku dan keponakanku juga putriku kecilku yang ikut serta) langsung menuju ke tempat penjual gorengan andalan (karena rasanya lebih enak dibanding gorengan yang di jual di tempat lainnya). Di sana biasanya rame, dan saat aku sampai pun masih rame dan antri… Kabar baiknya tempe gorengnya baru mateng, itu artinya kalau antrian yang ada belinya gak sampai banyak, aku masih kebagian tempe goreng… Dan benar aku masih kebagian ^^, itu pun pas jumlahnya dengan pesananku, hingga pembeli yang datang setelahku harus menunggu lagi gorengan yang masih ada di atas wajan. Kalau seandainya aku datang 2 menit lebih lambat, mungkin aku yang akan gak kebagian gorengannya, batinku… Ya, aku termasuk penunggu setia gorengan, pernah suatu ketika pas baru datang, gorengannya baru dimasukkan dalam wajan dan itu berarti harus nunggu agak lama sampai gorengan mateng, bisa 15 menitan, karena jumlah yang digoreng lumayan banyak… Demi gorengan enak kesukaan semua anggota keluarga di rumah, tak tunggu… Hehehe… ^^ tapi harus ada yang nemeni biar gak sepi ^^.

Okelah, intinya misi kedua (membeli gorengan selesai), karena menurut perkiraan kami nasi gorengnya mungkin belum matang, keponakanku ngajak ke pom untuk membeli bensin. Dan hal yang mengejutkan adalah keponakanku kenal dengan beberapa pegawainya, saat kutanya kok iso kenal??? (Maklum letak pomnya kan jauh dari rumah, kenal dengan pegawai pom itu hal langka, kecuali mereka teman kita sekolah ^^), keponakanku bilang, “teman bbm te…” “Bechhh kok sepertinya akeh men (banyak sekali) kenalanmu brooo, calon bupati ya??? kenal banyak orang dari banyak kalangan ^^,” celetukku sambil ketawa… Keponanku menanggapi juga dengan ketawa (mengisi kesepian di antara banyaknya antrian pembeli bbm ceritanya). Tiba giliran keponakanku, dan saat membayar di senyum-senyum… “Kenapa senyum-senyum, ” aku bertanya karena penasaran, “itu te… Masak pegawainya barusan pas aku bayar tanya, ‘mbak yang di Wechat itu ya…'”… Gubrakkkk… “Serasa artis dirimu brooo…” Kami tertawa bersama ^^.

Sesaat sebelum nyebrang lagi-lagi aku mengeluarkan hpku untuk mengambil foto jalanan, dan hasilnya kurang bagus aku memasukkannya kembali ke saku jaketku.

Tiba di tempat bang Denny, nasi goreng pesanan sudah selesai dibungkusi, dan ketika membeyar aku terkejut… Uangku gak ada…????? Whatttttt… Piye iki…??? Saat aku merogoh saku jaket hasilnya nihil, saku jaket kanan kira tetep aja kosong gak ada isinya… “Kemana uangku???” Sunggu ilang di saat kurang tepat, saat mau buat bayar… Untuk keponakanku bawa uang, jadi bisa tenang…

Sampai di rumah aku berencana untuk menyusuri tempat yang ku lewati tadi untuk mencari uang yang hilang tadi, tapi karena hujan kuurungkan, dan lagi sepertinya jatuh di tempat yang belum pasti, bukan rejeki namanya, mungkin jatuh saat aku mengambil hp di saku jaket dan tidak menutup resletingnya lagi, dan positifnya adalah untung saja yang jatuh uangnya, gimana kalau hpku yang jatuh pasti gak bisa posting tulisan ini sekarang… ^^

*brooo: panggilan yang biasanya aku dan keponakanku gunakan, ^^