Kuota Internet

Sekarang ngeblog sudah sangat dimudahkan dengan adanya aplikasi blog di hp. Jadi kesulitan mau posting dimana dan kapan saja sudah jarang terjadi.

Karena posting tulisan di blog melalui telepone genggam lebih mudah bagi saya yang suka spontan nulis dimana dan kapan saja, tentulah keberadaan kuota internet sangatlah penting, menggandalkan wifi yang jelas tidak selalu ada di tempat saya berada tentu bukan solusi untuk bisa posting kapan saja dan di mana saja.

Oleh sebab itulah saya secara alamiah menjadi seorng pemburu kuota internet. Prinsip saya kalau bisa dapat harga yang lebih murah, kenapa enggak?! Dari satu operator pindah ke operator lainnya, membandingkan kuota yang didpat dengan harga yang kita dapat, bagi yang punya kesibukan lain dalam kesehariaannya tentu hal ini ribet, bagi saya seru saja… ^^

Tidak enaknya dari pencarian paket internet termurah adalah nomer kita akan berganti-ganti. Atau kalau bisa ngatur dengan menggunakan hp dengan  2 simcard, itu sepertinya mudah. Saya suka ini, saya yang sudah kadung alias terlanjur jatuh cinta dengan paketan internet 2 GB an lebih dengan harga 20k an, masih bisa mengatur kuota untuk sore dan malem yang kadang hanya dapat 200MB dengan ikut paket 24 jamn di kartu satunya. Ya, dengan begitu bisa menghemat uang pengeluaran belanja pulsa tiap bulannya ^^.

Buku dan Pena

Buku dan pena atau bolpoin adalah benda-benda yang paling sering kubeli ketika berada di stasionary, karena keduanya adalah perlengkapan paling penting dalam menulis. Dengan kedua benda ini kita bisa menulis apa saja tanpa dibatasi oleh ada tidaknya listrik seperti pada laptop, ya karena sebelum zamannya komputer ada kedua benda inilah yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Menulis langsung di buku selalu memiliki rasa yang berbeda dengan menulis di laptop… seperti misalnya jikalau ada tulisan yang thypo, jika  di  komputer kita bisa langsung menghapusnya, namun jika di buku kita haruslah menyoretnya atau juga kita bisa menghapusnya dengan menggunakan tip ex… (ejaannya masih berantakan).

Menulis di buku juga bisa menjadi terapi, misalnya saja saat kita sedih atau juga marah, saat itu kita bisa menulis di buku supaya kemarahan kita bisa teredam, begitu pula ketika sedih, saat menuliskannya di buku biasanya perasaan kita bisa menjadi sedikit enteng…

Jadi, ayoo menulis teman-teman apa pun media yang paling nyaman untukmu, gunakan lah, semoga tulisan kita bisa memberi manfaat bagi yang membacanya, juga bagi diri kita sendiri tentunya.. ^^

keep writing…

“menulis adalah satu-satunya tempat aku bisa menjadi diriku sendiri dan tidak merasa dihakimi. dan aku senang berada di sana.”

“Sebuah cara untuk melihat, menyentuh, menikmati semua yang terjadi dalam hidup untuk membuat semuanya berarti dan tidak menganggap apa pun sebagai suatu yang sepantasnya terjadi.” (Sumber: Chicken Soup for The Writer’s Soul)

“Tanpa Jejak… hoooooo “

“Sad”
“Campur aduk”

Itulah perasaan yang kurasakan saat aku lagi-lagi kehilangan tulisanku, dan parahnya tanpa jejak.

Pengen ngeposting tulisan di blog langsung dari PC, jadilah aku nulis langsung di tempat postingan blog, bukan di Ms. Word, hmmmm hal seperti ini mungkin bisa disebut sembrono, karena harusnya dari awal aku memprediksi jika jariku salah klik saja, bisa-bisa tulisan yang susah payah ku ketik (sambil belajar ngetik dengan sepuluh jari) hilang tanpa jejak. Tapi, aku dengan PD nya langsung nulis di tempat postingan, supaya bisa langsung di upload maksudku, gak repot-repot mindah, dan apa yang terjadi “tulisanku” hilaaaannggggg… 😦

“dimana, dimana, dimana, ku harus mencari dimana??? (Dinyanyikan dengan nada lagu “alamat palsu” nya Ayu Ting-Ting”)

Kemana pun ku mencari sepertinya tuh tulisan gak bakal ketemu, karena aku memang belum menyimpannya di draft blogku. Ya sudah ikhlaskan, insyaAlloh kalau nulis lagi lebih bagus plus rapi (versiku dewe). Ambil hikmahnya *opowaeiki sampai ke hikmah segala ^^.

Semangat nulis lagi ^^

Ayuuuukkkkk… Nulis ^^

corat-coret ^^

Ku buka dengan sedikit curhat, entahlah aku merasa sudah sangat lama gak nulis (ngeblog), padahal baru kemarin tanggal 1an bulan ini ngeblog (kalau tidak salah). Mungkin ini karena sudah lama sekali rasanya menjadi seneng sekali ngisi blog, pas hari-hari kemarin memang terasa banget seperti lagi berjauhan sama dunia blogging, dengan sebab dan alasan yang kadang kurang bisa kupahami juga, seperti “gak mood”.

Padahal aku sudah berusaha melaju ke niat awal “kenapa nulis??”, ya untuk belajar… Belajar nulis, juga belajar mengetahui dan lebih mengenal diri (katanya). Tapi, entahlah setelah liat statisktik blog, aku kok jadi gimana gt ^^, ternyata blogku yang “geje” ini ada juga yang baca… Ya meski hanya 2 atau bahkan 1 dan kadang bahkan 0, tapi itu cukup “mengagetkan“, karena tahu diri lah tulisanku isinya cenderung curcol ngalor ngidul…

Absen Ngeblog

Lagi-lagi, beberapa waktu gak posting tulisan di blog. Bukan tidak ada waktu atau juga gak ada ide, tapi entahlah untuk beberapa saat ketika akan memposting tiba-tiba gagal, tulisan yang sudah diketik dengan banyak kata harus urung diposting karena si penyusun kata tiba-tiba blank dan merasa tidak ingin memposting tulisan itu. Alhasil, berkali-kali niat hati ingin posting tapi dalam perjalanannya batal.

Semoga ke depan bisa lebih konsisten lagi memposting hal-hal yang lebih bagus dan baik isinya. ^^