Bulan Baru ^^

Sudah awal bulan November, hujan juga sudah mulai turun, meski belum terlalu sering… Kemarin sore sudah gerimis hampir deres, meski sebentar banyak yang seneng sekali dengan kehadiran hujan ini, terlebih saudara-saudara kita yang terdampak kabut asap, pasti sangat berharap hujan turun, dan memadamkan titik-titik api yang menjadi sumber asap-asap itu…

Ya, semoga hujan segera turun…

November rain ^^

Sebuah Cerita

Mengutip salah satu kalimat yang saya temui di drama korea favorit saya, “Dream High”

“Kata orang ada 2 jenis kebahagiaan Di dunia ini. Satu Kebahagiaan yg kau sadari ketika sudah berlalu, dan yang kedua kebahagiaan yang kau rasakan saat itu juga.”

………….

2 bulan belakangan ini adalah hal yang luar biasa bagi saya. Jika dipikirkan entahlah rasanya tak terbayangkan melewati banyak hal, yah meskipun itu terdengar hal yang sangat berlebihan jika saya mengungkapkan begitu. Tapi, bagi saya tetep saja tidak biasa dan amazing bingit ^^.

Abah dan Ibuk berangkat ke tanah suci bulan Agustus akhir, dan di rumah diadakan pengajian di hari yang telah diberitahukan oleh Abah sebelumnya, yang berarti itu tidak setiap hari, 3 hari saat perjalanan berangkat ke tanah suci, 5 hari saat Idul Adha, dan 3 hari saat perjalanan pulang. Dan itu semua memiliki banyak cerita, yang sayang jika dilewatkan begitu saja ^^.

3 hari pertama saat Abah Ibu berangkat, pengajian hari pertama budhe yang masak, kare, saat malam sisa kare diangeti di atas wajan, dan paginya hal mengejutkan terjadi, daging ayam yang jadi isinya kare sudah berceceran di lantai, jadi santapan kucing liar yang masuk lewat lubang ventilasi rumah. Hari kedua ketiga ALHAMDULILLAH peristiwa serupa tidak terjadi, dan acaranya berlangsung lancar. Tapi, saya cukup sangat kecapek’an karena sehari sebelum Abah Ibu berangkat saya sempet begadang, hanya tidur satu jam’an, jadilah capek melanda setelahnya.

Pengajian saat Idul Adha juga punya banyak cerita, karena diadakan sejak Hari Arafah, 8 DZulhijah, maka saat Idul Adha saya masih ada di rumah Ibuk Abah, malam takbir suami belum bisa nemenin, setelah sholat Ied baru bisa datang, tapi ada adik-adik sepupu yang nemenin, it’s amazing, rumah yang biasanya hanya ada saya, Nay, Lek Nung, sama adik tercinta, Dani, jadi ramai dengan adik-adik kecil yang gak ada bosennya bermain ^^, karena sangat banyak dan sepeda motor hanya satu, jadilah malam takbiran di rumah saja, padahal di jalan besar ada acara takbir keliling ^^. Itu adalah malam takbir yang sangat istimewa, dimana kecerian terpancar di wajah kami semua, adik-adik yang ceria bermain-main, dan saya yang senang sekali melihat keceriaan mereka. ^^

5 hari itu saya jadi akrab sekali dengan rumah mbah putri, rumah budhe, pasar, memikirkan ide “masak apa hari ini???”. Ada peristiwa yang sangat melekat pada benak saya saat itu, ketika budhe ditanyai, enaknya esok hari masak apa? Biar yang ngaji gak bosen dengan masakan yang kita buat? Jawabanya itu lho membuat saya jadi ingat terus, “wes turu sek, sesok dipikir sesuk, wong turu ae durung wes mikir sesok…” (Sudah tidur dulu, besok dipikir besok, tidur saja belum sudah mikir besok). Ya, saya bisa mengambil pelajaran dari hal ini, “terkadang kita merisaukan apa yang akan terjadi besok, padahal hal itu hanya perlu dijalani.” ^^ #sokbijak

Setelang pengajian 5 hari itu beberapa hari kemudian pengajian lagi menjelang kepulangan ibu dari tanah suci. Dan dari sinilah saya merasakan apa itu punya “gawe”, ya meski sebenarnya sebagian besar telah diambil alih oleh Budhe juga Mbah Uti, tapi tetep saja saya jadi artis dadakan yang dicari banyak orang, untuk banyak hal ^^.

Saya banyak belajar dari ini semua, kebersamaan dengan saudara-saudara saat repot itulah kebahagian yang baru bisa saya rasakan setelahnya, ribet dan melelahkan memang tapi memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Sudah terbiasa dengan semua itu meski dalam waktu yang tidak lama, membuat saya kadang merindukan kebersamaan itu. Suatu kerepotan yang dikerjakan bersama terasa tidak terlalu berat.

Gebang, 12 Oktober 2015

Cerita dan Kutipan dari Buku

image

Dua novel dalam satu buku

Buku ini adalah buku yang saya beli tanggal 25 bulan 8 tahun 2011, sebulan lebih 12 hari setelah saya menikah… Sebenarnya saat itu saya pengen buku tafsir, tapi ternyata belum ada di toko buku di Jember, jadilah membeli buku itu sebagai hadiah yang diberikan suami, ya suami bilang saya boleh milih buku apa saja yang saya pengeni saat itu, sekarang juga begitu… Tapi, lagi-lagi kalau sudah menikah terlebih sudah punya anak, ada banyak hal lain yang jadi prioritas, apalagi jika banyak buku yang bisa dibaca tanpa dibeli, yaitu dengan meminjamnya di perpusda ^^. Buku ini juga sebenarnya ada di perpusda sichhh… Tapi, aku memang pengen mengoleksi tulisannya Andrea Hirata, setelah Sang Pemimpi yang berhasil saya beli, saya beli buku ini, yaitu buku dwilogi “Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas”, saat membelinya dua novel ini ada dalam satu buku ^^.

Dan ada satu kutipan yang sangat saya sukai… Tepatnya berada di halaman 10-11 novel “Cinta di Dalam Gelas”

“‘Ia adalah lelaki yang baik dengan cinta yang baik. Jika kami duduk di beranda, ayahmu mengambil antip dan memotong kuku-kukuku. Cinta seperti itu akan dibawa perempuan sampai mati.’

Syalimah sepertinya tak sanggup melanjutkan ceritanya.

‘Jika kuseduhkan kopi, ayahmu menghirup pelan-pelan lalu tersenyum padaku.’

Meski tak terkatakan, anak-anaknya tahu bahwa senyum itu adalah ucapan saling berterima kasih antara ayah dan ibu mereka untuk kasih sayang yang balas membalas, dan kopi itu adalah cinta di dalam gelas.'” (Cinta di Dalam Gelas, hal.10-11)

Setiap pagi saya selalu membuatkan kopi untuk suami, dan itu juga cinta di dalam gelas saya ^^.

Siang di Rabu 5 Agustus 2015

Setelah beberapa hari tidak posting hari ini pengen banget posting di blog ini, dan saat sedang asyik-asyiknya buka hp, betapa terkejutnya hatiku, ternyata aplikasi blognya masuk dalam daftar penghapusan si empunya hp alias suamiku, terus kalau sudah begitu mau bagaimana lagi???

Mungkin setelah bersabar beberapa waktu hpnya ketika hpnya lola karena banyak aplikasi yang bukan punyanya -punyaku dan punya Nay, putriku- akhirnya kemarin mungkin menjadi hari dimana batas kesabarannya mencapai garis batas yang ia buat mengenai kelolaan hp- , dan semua itu kurang pas jika tidak diakhiri dengan menghapus aplikasi yang menurutnya tidak begitu penting, dan menurutku kabar baik dari cerita itu adalah bahwa suamiku bukan seorang blogger, dan menganggap aplikasi blog tidak masuk dalam daftar aplikasi “PENTING” yang harus ada dalam hpnya, jadilah aplikasi kena hapus.

Akhirnya aku kembali lagi ke aplikasi yang ada di hpku sendiri dan kembali berkutat dengan tulisan/postingan tanpa foto lagi. ^^

Tapi, seneng bisa posting lagi, lagi, lagi dan lagi…

Nunggu besok pagi kalau pengen ngembalikan aplikasi blogku ke hp. ^^

Hanya Menulis Saja

Ini adalah postingan awal setelah kembali mendownload aplikasi wordpress di hp tercinta ^^, maklum hpnya belum update terbaru.

Kemarin-kemarin iseng buka appworld dan saat baca komentar tentang aplikasi blog ini, ternyata emang aplikasi ini sekarang tidak bisa menyisipkan foto seperti dulu, seperti saat pertama download dulu, bahkan sering error ketika ngepost, kapan hari bahkan sampai berkali-kali gagal posting, hingga akhirnya aku harus memakai hp lain untuk posting.

Mau cerita apa ya???

Nulis blog ditinggal-tinggal ya begini jadinya, lupa dengan apa yang mau ditulis pas awal nulis postingan ini, nulisnya sambil masak, dari nggoreng, nyambel, nyiapin di meja… Ilang wes idenya, ketutup lupa…

Semoga postingan kali ini berhasil terposting ^^

Berjuta Cerita, dan Aku Takjub

Aku sangat-sangat takjub dengan cerita yang baru saja selesai ku baca, bagus banget dari ide, jalan cerita, juga penggambarannya tentang banyak hal yang membuatku sangat benar-benar ikut terbawa secara emosi dengan tiap perasaan pada tokoh-tokohnya. Dan yang membuat aku makin syok adalah penulisnya masih SMA, SubhanaAlloh… Sejaka kapan mulai nulis??? Sampai bisa menghasilkan tulisan yang begitu bagusnya???!!!

kapan bisa buat cerita??!! Kapan??!! pertanyaan yang selalu hanya berhasil menjadi pertanyaan, tanpa sebuah jawaban yang jelas, karena aku sendiri masih sangat blank ketika berada di depan laptop, padahal untuk menghasilkan sebuah karya dalam bentuk cerita, haruslah “mau memulainya”, dan itu bagiku gak mudah…

Tapi, aku ingin tetep menulis, meski gak bagus, meski bukan dalam bentuk cerita, aku pengen terus nulis, terus nulis… Karena aku gak begitu berbakat dalam bidang sastra, juga gak kuliah di jurusan itu, jadinya rutin menulislah yang bisa jadi jalan untukku bisa menjadi seorang penulis, semoga…

Hari-Hari Sibuk

Lebaran,

Setelah melewati bulan Ramadhan (yang sebenarnya pengen tetep tidak berlalu alias pengen Ramadhan terus), pastilah masuk pada bulan Syawal, yang artinya Hari Raya Fitri… Di Indonesia banyak sekali tradisi selama IdulFitri (lebaran) dari mudik, silaturahmi ke sanak saudara, ketupatan, dan masih banyak lagi…

Tiap moment yang ku lewati selama Ramadhan juga IdulFitri tentulah sangat istimewa, banyak moment yang ingin kuabadikan dalam rangkaian kata di dalam blog, tapi sunggung karena mungkin lebih tertarik dengan dunia nyata, juga lebih sibuk dengan dunia nyata, beberapa waktu bener-bener gak bisa fokus pegang hp, melihat hp hanya sekedarnya… Dan “ngeblog” jadi tertunda, atau juga bisa ngeblog tapi hanya ngeblog sekedarnya…

Lebaran kali ini bener-bener sibuk… Hari pertama, kedua, ketiga dan seterusnya seperti sedikit jedanya… Jeda untuk sekedar ngeblog…

Novel dan Cerpen yang Belum “Pernah” Selesai

Menulis, kegiatan yang sangat aku sukai seperti juga membaca. Aku seneng sekali dengan cerita dalam buku atau media cerita online, dengan catatan ceritanya menarik dan tidak biasa, atau cerita biasa yang dikemas dengan sangat luar biasa. Tak jarang setelah membaca membuatku ingin menulis cerita juga.

Banyak ide tentang suatu cerita fiksi yang mucul, hanya beberapa yang akhirnya dituangkan dalam tulisan, dan semuanya mandeg di tengah cerita. Aku menerapkan metode “menulislah apa yang ingin kau tulis”, dan aku menulis apa-apa yang muncul sehubungan dengan ide cerita, belum selesai cerita satu kadang muncul ide lagi dan ide baru jika digabungkan dengan cerita sebelumnya terasa aneh, hingga lahirlah cerita baru… *makin aneh ceritanya* (penulis amatir yang belum berhasil menyelesaikan ceritanya).

Sampai sekarang sudah ada beberapa cerita dan semuanya belum rampung, semuanya masih tersimpan rapi dalam file-file hp, yang di komputer beberapa malah hilang. Saking lamanya gak diterusin, kadang ketika membacanya terasa aneh, dan muncul dalam benak, “beneran ini aku yang nulis…??? ^^

Menulis sunggung menyenangkan… Semoga bisa menyelesaikan satu saja cerita, kemudian cerita-cerita selanjutnya… ^^