Cerita dan Kutipan dari Buku

image

Dua novel dalam satu buku

Buku ini adalah buku yang saya beli tanggal 25 bulan 8 tahun 2011, sebulan lebih 12 hari setelah saya menikah… Sebenarnya saat itu saya pengen buku tafsir, tapi ternyata belum ada di toko buku di Jember, jadilah membeli buku itu sebagai hadiah yang diberikan suami, ya suami bilang saya boleh milih buku apa saja yang saya pengeni saat itu, sekarang juga begitu… Tapi, lagi-lagi kalau sudah menikah terlebih sudah punya anak, ada banyak hal lain yang jadi prioritas, apalagi jika banyak buku yang bisa dibaca tanpa dibeli, yaitu dengan meminjamnya di perpusda ^^. Buku ini juga sebenarnya ada di perpusda sichhh… Tapi, aku memang pengen mengoleksi tulisannya Andrea Hirata, setelah Sang Pemimpi yang berhasil saya beli, saya beli buku ini, yaitu buku dwilogi “Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas”, saat membelinya dua novel ini ada dalam satu buku ^^.

Dan ada satu kutipan yang sangat saya sukai… Tepatnya berada di halaman 10-11 novel “Cinta di Dalam Gelas”

“‘Ia adalah lelaki yang baik dengan cinta yang baik. Jika kami duduk di beranda, ayahmu mengambil antip dan memotong kuku-kukuku. Cinta seperti itu akan dibawa perempuan sampai mati.’

Syalimah sepertinya tak sanggup melanjutkan ceritanya.

‘Jika kuseduhkan kopi, ayahmu menghirup pelan-pelan lalu tersenyum padaku.’

Meski tak terkatakan, anak-anaknya tahu bahwa senyum itu adalah ucapan saling berterima kasih antara ayah dan ibu mereka untuk kasih sayang yang balas membalas, dan kopi itu adalah cinta di dalam gelas.'” (Cinta di Dalam Gelas, hal.10-11)

Setiap pagi saya selalu membuatkan kopi untuk suami, dan itu juga cinta di dalam gelas saya ^^.

Iklan

Sabtu Bersama Buku (Part 3)

Rasanya sudah lama tidak posting, kapan hari sempet rajin, eh sekarang balik lagi jadi sering lupa posting.

Dari kapan hari saya pasang status di fb yang isinya adalah keinginan untuk jalan-jalan ke toko buku. Dan benarlah terwujud keinginan itu, hari Sabtu kemarin saya jalan-jalan ke toko buku setelah sebelumnya membeli bensin terlebih dahulu dengan penuh perjuangan mengikuti antrean yang memanjang di pom bensin ^^.

Sebenarnya hari Sabtu kemarin tidak pengen beli buku apa-apa, karena mendadak daftar buku yang sudah saya susun jadi kacau, karena belum sempet merefresh apa saja buku yang saya inginkan sekarang. Beberapa buku yang sudah masuk daftar “akan dibeli” tiba-tiba pengen menggantinya dengan buku lain yang ternyata setelah mencari kesana kemari buku-buku itu tidak ada, stok kosong, atau memang tidak ada di toko, benar-benar tidak pernah ada, karena tidak masuk daftar katalog.

Setelah perjalanan panjang, yang harus dipercepat karena salah perkiraan mengenai jam, saya akhirnya membeli buku “Catatan Hati di Setiap Do’aku” nya Asma Nadia, ya meski awalnya tidak pengen beli buku, begitu tahu buku ini, jadi pengen beli, karena entah kapan, itu beberapa bulan lalu, saat jalan-jalan ke toko buku dan memang mencari buku ini, buku ini tidak ada, padahal dari beberapa bukunya Asma Nadia ini adalah salah satu yang pengen saya baca ^^, semoga bisa bertambah ilmu saya setelah membaca buku ini. Aamiin…

image

Oh iya, dan dari keseluruhan cerita yang amazing adalah lagi-lagi saya membeli buku ini di hari Sabtu, padahal saya bisa saja berangkat ke toko buku di hari lain karena saya bisa bawa sepeda sendiri, tapi beneran baru nyadar saat memberi tanggal buku sebelum membacanya bahwa saat saya beli harinya sama dengan dua buah buku sebelumnya yaitu Hari Sabtu di awal bulan…

image

Buku "Catatan Hati di Setiap Do'aku" halaman depan

image

Memberi nama buku saat pemadaman, tulisan acak-acakan ^^

image

TFiOS

Happy Weekend ^^

Esok sudah Senin ^^

Teman Memerangi Kebosanan

Pernah merasa bosan???

Saya kira hampir setiap orang pernah merasa bosan, hanya frekuensi mungkin yang berbeda. Melakukan hal yang hampir sama tiap harinya (sebuah kerutinsn) kadang membuat diri merasa bosan. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memerangi atau juga menghilangkannya, dan menurut versi saya salah satunya adalah membaca buku favorit yang di dalamnya banyak kalimat yang kadang bikin tertawa, mungkin juga sedih… seperti 2 buku koleksi berikut.

image

Saya suka tulisan-tulisan John Green, meski baru beberapa waktu lalu saya membaca tulisanya, saya sangat menyukai tiap detail di dalm cerita yang ia gambarkan, sudut pandang yang ia pilih… saya suka  tokoh di dalam buku-bukunya… sekarang sedang sangat penasaran dengan Looking forAlaska nya.

Ya itulah salah satu cara saya memerangi kebosanan. ^^

Bagaimana cara kamu???

Quotes dari Buku “Not A Perfect Wedding”

image

Buku NAPW (Not A Perfect Wedding)

Padahal sudah pengen ngreview dari pas buku ini sampai di tangan dan selesai membacanya dan itu adalah bulan April kemarin tapi baru mulai sekarang posting tentang buku NAPW nya, dimulai dari quotes dari buku ini:

Sambil berjabat tangan erat, Pram menatap lurus wajah, Gunawan. Meski di luar rencana, Pram menganggap peristiwa ini adalah peristiwa penting dalam hidupnya. Sekali berkomitmen, maka selamanya ia akan memegang teguh janji itu. Pram mengambil napas dalam sebelum melafalkan kalimat balasan kepada Gunawan.” (Hal.32)  

“Saya sadar, Raina bukan perempuan yang sempurna. Saya tidak akan meminta kamu untuk melakukan berbagai hal untuk dia. Saya hanya minta kamu bisa menjaga dan membahagiakannya.” Jelas Fara dengan mata berkaca-kaca. (Hal. 49)  

“Kamu istri saya, seseorang yang harus saya bahagiakan dan saya lindungi selamanya. Dan itu tidak akan berubah.” (Hal.87)  

“Pram menatap Raina yang duduk di sampingnya. Dan meraih tangan gadis itu, menggenggamnya erat.’ Karena dia istriku. Akulah yang menjaganya.'” (Hal. 145)  

“Cinta yang dirasakan Raina pada Pram, bukan cinta yang sama saat dia bersama Raka. Kehadiran Pram sebagai suaminya, membuatnya harus jatuh bangun untuk tahu apa yang dirasakan laki-laki itu. Satu yang tak akan pernah terbantahkan, Pram rela mengorbankan dirinya sendiri untuk membuat Raina bahagia. Meninggalkan kariernya dan membuang semua prinsip hidupnya tentang pernikahan.” (Hal. 166)

“Bukan Raina yang beradaptasi pada dirinya. Tapi justru Pram-lah yang berusaha mengimbanginya. Memainkan perannya secara total dengan sangat sempurna. Dan gadis itu selalu menjadi dirinya sendiri. Tersenyum dengan caranya dan memandang hidup dengan terbuka. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh Pram.” (Hal. 182)  

“…Tidak ada kebahagiaan yang instan itu memang benar, karena sejatinya harus ada pengorbanan dari tiap kebahagiaan.” (Hal. 195)  

Sabtu Bertemu Buku

Gus, akhirnya aku bisa bertemu denganmu dalam bentuk buku. Gus, ya Augustus Waters nama panjangmu, belakang aku memang pengen sekali membaca ceritamu dari buku. Dan Sabtu kemarin aku bener-bener membeli buku The Fault in Our Star, buku yang membuatmu jadi The Best Book Boyfriend 2012(baca di reviewnya mbak Sulis). Meski engkau tokoh fiksi yang hanya ada dalam rekaan penulismu, Mr. John Green, tapi banyak pembaca yang berharap bisa bertemu orang sepertimu yang sekeren kamu di dunia nyata ^^.

image

Penghuni baru rak buku ^^

………………………………………

Yang membuat saya sangat tertarik untuk membaca buku ini langsung sebenarnya adalah karena filmnya, ya saya sangat termehek-mehek alias nangis bombay nonton filmnya. Ramai (suasana ceria) di awal film, tapi makin ke belakang makin bikin mata berair, bukan karena ngiris bawang merah tentunya, tapi karena nangis… Untuk saat nonton filmnya kala itu saya sendirin, bisa dibayangkan kalau ada orang di sebelah saya, pasti malu sayanya…

Saya tertarik dengan banyak hal tentang Hazel yang mempunyai kepribadian menarik dan Augus yang mempunyai kekerenan luar biasa sebagai seorang cowok, dan karenanya pengen punya bukunya…

Belum selesai bacanya,

Sek baca dulu… ^^

Ketika Membaca

Membaca adalah suatu kegiatan yang sangat tidak bisa dipisahkan dalam keseharian kita, membaca tulisan lucu-lucu di area kosong belakang truk atau membaca hal-hal yang kita temui di jalan adalah contoh kecil dari membaca ^^.

Membaca sebuah cerita adalah salah satu hobiku, malah sudah seperti addicted alias kecanduan buat baca-baca, rasanya gak enak kalau tidak baca ^^, tapi saya mah pembaca yang sangat suka gretongan alias gratisan, jadi lebih sering baca cerita dari buku perpus juga internet, beli buku adalah hal langka ^^.

Oh iya meski suka baca saya bukanlah seorang kutu buku, karena saya selalu memilih cerita yang saya baca yang bukan hanya konflik saja, alias sudah tamat (jika itu cerbung), tapi juga sudah penyelesaian alias sudah ending, padahal sebuah cerbung itu kadang munculnya lanjutan cerita setelah berapa hari (kalau beruntung bisa tiap hari ada, kalau belum beruntung alias penulisnya sedang tidak ingin cerita segera diakhiri atau memang sedang ada kendala bisa tahunan nunggu lanjutan ceritanya). Meski begitu, cerita-cerita itu sangat menghibur para pembacanya termasuk aku.

Kadang pengen banget bisa membaca yang tidak serta merta selalu membubuhkan/mengikutkan perasaan ketika membaca, sehingga aku bisa hanya membacaa saja tidak sampai kepikiran lanjutannya karena penasaran dengan cerita yang bersambung…

Saya hanya ingin membaca saja, tapi kadang saya dibuat kesengsem dengan jalan ceritanya, dan ketika itu saya merasa gimana gitu, rasanya seperti nontok drama kolosal di tv yang gak ada habisnya, penonton hanya akan mendapatkan satu kesan, “yah… Penasaran dechhhh.”

NB: ngantuk ^^

Ketika Bukuku Ketinggalan

Dari jauh hari aku memang sudah berencana untuk pulang ke Ambulu, pengen puasa pertama di Ambulu.

Dan aku juga sudah berencana untuk membawa buku yang nantinya akan ku baca saat berada di rumah Ambulu, namun rencana tinggallah rencana karena bukunya tidak jadi ku bawa, lebih tepatnya lupa saat kemas-kemas dan tidak terbawa, yachhhh alhasil tidak jadi baca membacanya.

Membaca, Membaca dan Membaca

Niat hati menulis cerita, tapi apalah daya idenya lagi madek di tengah jalan cerita.

Saya selalu pengen bisa menyelesaikan cerita yang saya tulis. Namun, dari beberapa cerita yang saya tulis, bisa dihitung dengan jari cerita yang telah selesai mencapai ending. Karena itu, sejak tiba-tiba belum nemu lagi ide nulis cerita, saya putuskan untuk banyak membaca bacaan dari cerpen cerpen sampai novel, yang kebanyakan memang isinya cerita fiksi. Saya akan membaca sebanyak-banyaknya hingga saya gregetan dengan jalan cerita dari buku yang saya baca, dan berharap melampiaskannya dengan menuliskan cerita versi diri sendiri.

Mesin Waktu

Mesin waktu, dalam pengertian ilmiahnya bisa dicari di Google. Mesin waktu yang akan saya bahas kali ini adalah mesin waktu yang hanya bisa bekerja di dalam diri kita, di dalam pikiran kita akan masa lalu, dan semua itu ada dalam bentuk kenangan. Jadi mesin waktu yang akan membuat kita kembali mengenang masa lalu kita ^^ lah yang akan saya bahas.

Sangat canggih kan otak manusia itu, juga segala yang ada di dalam tubuhnya itu sangat amazing, SUBHANALLOH…

—————————————-

Ada banyak hal dalam hidup yang bisa menjadi mesin waktu, ada musik, buku, lukisan, tempat, makanan, dan masih banyak lagi. Dan semua bisa kita gunakan ketika kita ingin menengok kenangan kita saat di masa lalu.

Tulisan ini sebenarnya saya tulis karena akhir-akhir ini saya sering menemui sesuatu yang berbau Harry Potter, dari buku sampai filmnya di TV. Dan itu mengingatkan saya akan sebuah masa dimana hari-hari hampir dihiasi dengan cerita-cerita seputar si ganteng berkacamata itu, ya si Harry Potter ^^, masa SMA. Ini benar-benar tentang Harry Potter, bukan tentang teman sekolah yang mirip Harry, bukan, karena satupun teman-teman SMA saya memang tidak ada yang punya kemiripan dengan Harry Potter.

Buku Harry Potter lah yang menjadi bagian kenangan saat masa SMA, pernah mengantar teman nyewa bukunya, dan mengantre setelahnya untuk baca ^^, tapi sampai lama gak baca keseluruhan juga, karena hanya boleh dibaca pas di kelas, sudah harus dikembalikan beberapa hari kemudian ^^. Jaman dulu masih ada tempat penyewaan buku di kota kecilku, Ambulu, sekarang sepertinya sudah tidak ada.

Berselang lama barulah saya bisa membaca buku Harry Potter, 3 buku sekaligus, bukan hasil dari menyewa, tapi dari teman ngaji yang baik hati meminjamkan ke teman sekolahnya yang punya buku-buku itu. Saat itu seneng sekali, meski harus lembur karena lagi-lagi dikejar dengan DL hari pengembalian buku. Ya, wajar sichhh meminjamkan buku Harry Potter ke teman memang harus begitu, kalau misalnya temannya lupa tidak segera mengembalikannya, lumayan lah kalau beli lagi ^^.

Dari situ kemudian, malah jadi tambah ketagihan pengen baca buku seri Harry Potter berikutnya. Dan beneran bisa baca buku keseluruhannya waktu masih duduk di bangku SMA, meski yang buku terakhir belum secara keseluruhan membacanya.

NB: tulisan ini ditulis sambil mendengarkan musik, dan benar sepertinya tidak bisa membagi konsentrasi dengan musik, apalagi jika musiknya memang tidak berhubungan dengan tulisan ^^. Lanjut kapan2, tulisan ini dibuat untuk belajar nulis, jadi mungkin masih ada kurang nyambung, harap maklum.

Penyejuk Saat Kita Haus akan Semangat Nulis ^^

image

Judul buku : Creative Wisdom for Writers
Penulis : Roland Fisherman
Penerjemah : Dorothea Rosa Herliany
Penerbit : Indonesia Tera
Cetakan pertama 2005
ISBN : 979-775-000-1

“We are all crative.”
“Semua orang memiliki daya cipta” (hal.4)

“Thinking about writing or talking about writing or worrying about writing is not writing”
“Berpikir tentang menulis atau hanya berbicara tentang menulis atau terlalu cemas tentang apa yang ditulis adalah tidak menulis sama sekali. (Hal. 6)

“Commit”
“Kerjakan sekarang juga.” (Hal.10)

“Writing is a way of life”
“Menulis adalah jalan hidup.” (Hal.12)

“Writing is a mood- canging activity”
“Menulis itu kegiatan mengubah suasana hati” (hal. 50)

—————————————-

Qoutes di atas adalah bagian dari isi buku ini. Di halaman genapnya ada qoutes yang menarik seperti di atas, dan di halaman ganjil buku ini ada quotes dari penulis-penulis juga tokoh dunia yang sudah tidak diragukan lagi tulisan-tulisan juga karya-karyanya.

Ernest Hemingway:
Kita semua adalah seseorang yang sedang belajar untuk menjadi ahli; tidak ada satu pun yang langsung menjadi pakar di bidangnya tanpa melalui proses belajar dan latihan. (Hal.107)

Henry Miller:
Selalu mulailah hidupmu dengan menulis. Sesudah itu, lakukan lainnya, melukis, musik, teman-teman dan nonton film. (Hal.151)

George Eliot:
Tidak pernah ada kata terlambat untuk mencapai apa yang sudah lama kamu impikan. (Hal. 179)

Albert Einstein:
Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. (Hal.205)

Anton Chekov:
Suatu saat kamu perlu untuk tidak memikirkan kesuksesan atau kegagalan. Jangan biarkan hal tersebut mengganggu dirimu. Yang harus kamu kerjakan adalah menulis dan menulis hari demi hari. Kamu harus siap mental menghadapi kesalahan dalam tulisanmu, yang sulit dihindari, dan siap menerima kegagalan. (Hal. 123)

—————————–

Banyak quotes yang bisa menjadi penyejuk dahaga bagi siapa saja yang sedang malas nulis, jadi sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin terus semangat menulis ^^. Yang sedang malas nulis ayuuukkk baca buku ini! 🙂