Kopi Dingin

Kopi adalah salah satu wedang atau minuman hangat yang sangat akrab dalam keseharian kita, meski beberapadari kita ada yang tidak sering mengkonsumsinya yang biasanya disebut bukan penikmat kopi, karena sepengetahuanku sebagian orang lebih suka teh sebagai minuman hangatnya dibanding kopi.

Kopi dingin

Kemarin aku mengobrol banyak hal dengan kakak iparku, lebih tepatnya mbak iparku, saat menuangkan kopi di tas lepek mbakku bercerita jika meminum kopi saat malam tidak akan mempengaruhi jam tidurnya, ia akan tetap ngantuk pada jamnya tidur, jadi minum kopi malam hari tidak akan membuatnya begadang karena tidak bisa tidur. Tapi hal ini tidak berlaku untuk kopi yang sudah dingin, minum kopi yang dingin justru malah akan membuatnya terjaga. Jadi, ketika ia memerlukan banyak waktu untuk terjaga ia akan mendinginkan kopinya (menunggu kopi panasnya menjadi dingin) baru kemudian meminumnya, ini sangat ampuh untuk menghalau kantuk versi mbakku. ^^

Tadi pagi setelah selesai masak aku kepengen sekali membuat kopi dan aku benar-benar membuatnya, setalah jadi aku menuagkannya ke atas lepek, sehingga kopi bisa dinikmati tatkala masih hangat. Aku meminum kopi itu sedikit demi sedikit, sampai tinggal separuh gelas kopi itu masih ada dan dingin,,, aku ingat efek kopi dingin versi mbakku, jadi kopi itu tetap ku minum, dan memang saat siang aku tidak mengantuk seperti hai biasanya…. tapi sepertinya bukan karena kopi dinginnya,tapi lebih kepada jumlah kopi yang ku minum,lebih banyak dari hari biasanya, biasanya aku hanya mencicipi satu sendok atau satu teguk saja, tapi hari ini aku minum satu gelas kopi.

Buku dan Pena

Buku dan pena atau bolpoin adalah benda-benda yang paling sering kubeli ketika berada di stasionary, karena keduanya adalah perlengkapan paling penting dalam menulis. Dengan kedua benda ini kita bisa menulis apa saja tanpa dibatasi oleh ada tidaknya listrik seperti pada laptop, ya karena sebelum zamannya komputer ada kedua benda inilah yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Menulis langsung di buku selalu memiliki rasa yang berbeda dengan menulis di laptop… seperti misalnya jikalau ada tulisan yang thypo, jika  di  komputer kita bisa langsung menghapusnya, namun jika di buku kita haruslah menyoretnya atau juga kita bisa menghapusnya dengan menggunakan tip ex… (ejaannya masih berantakan).

Menulis di buku juga bisa menjadi terapi, misalnya saja saat kita sedih atau juga marah, saat itu kita bisa menulis di buku supaya kemarahan kita bisa teredam, begitu pula ketika sedih, saat menuliskannya di buku biasanya perasaan kita bisa menjadi sedikit enteng…

Jadi, ayoo menulis teman-teman apa pun media yang paling nyaman untukmu, gunakan lah, semoga tulisan kita bisa memberi manfaat bagi yang membacanya, juga bagi diri kita sendiri tentunya.. ^^

keep writing…

“menulis adalah satu-satunya tempat aku bisa menjadi diriku sendiri dan tidak merasa dihakimi. dan aku senang berada di sana.”

“Sebuah cara untuk melihat, menyentuh, menikmati semua yang terjadi dalam hidup untuk membuat semuanya berarti dan tidak menganggap apa pun sebagai suatu yang sepantasnya terjadi.” (Sumber: Chicken Soup for The Writer’s Soul)

Aku “dulu”, “kapan hari”, dan “sekarang”

Apapun judulnya, yang paling penting ada isi postingannya ^^.

Atau juga bisa, “apapun postingannya yang penting ada (posting).”

“Sesuatu yang banyak tapi tidak kontinyu, pasti gak akan sebanding dengan sesuatu yang sedikit tapi dilakukan dengan kontinyu. Mengutip dari hadist Rasulullah SAW. :

Muhammad bin Ar’arah menuturkan kepadaku. Dia berkata; Syu’bah menuturkan kepada kami dari Sa’d bin Ibrahim dari Abu Salamah dari Aisyah radhiyallahu’anha, dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah?’. Maka beliau menjawab,”Yaitu yang paling kontinyu, meskipun hanya sedikit.” Beliau juga bersabda, “Bebanilah diri kalian dengan amal-amal yang mampu untuk kalian kerjakan.” (HR. Bukhari dalam Kitab ar-Riqaq)

Terus hubungannya dengan ngeblog, dan rajin posting???? What??? ^^

Jadi, begini aku akan masih dalam tahap belajar “ngeblog”, yang yakin banyak hal yang aku gak tahu, bahkan banyak itu bisa dikatakan hampir semua, kenapa hampir semua??? Karena aku hanya tahu sedikit tentang dunia blog, tapi sampai sekarang gak berhenti belajar, berharap bisa tambah pinter ke depannya. Aamiin…

………………

Jadi cerita sebenarnya itu adalah tentang aku yang belakangan banyak “vakum” ngeblog, alasannya banyak kalau mau dituliskan, tapi alasan tetap alasan kan??? seberapa dimakluminya ia tetap hanya “sebuah” alasan, sesuatu yang hanya bisa berperan sebagai “penyebab” suatu hal, bukan “merubah” sesuatu yang terjadi…

Ketika aku membuka blog-blog lama ku, aku baru nyadar saat aku dulu sangat semangat ngeblog, hasil posting meski gak memuaskan tapi ada semangat saat membacanya kembali… Itu seperti melihat sebagian diriku yang dulu sangat rajin posting review film apa aja yang habis ku tonton, rajin belajar atas apa-apa yang aku lihat, dan masih banyak lagi… Kenapa sekarang begitu berbeda??? Kesibukankah??? Atau ada hal lainnya… Entahlah, “bukankah kadang kita jarang/ bahkan tidak menyadari perubahan-perubahan kecil diri kita,” seperti dari rajin nulis di blog sehari- dua hari sekali, kemudian malas jadi seminggu sekali, jadi sebulan sekali… Dan pada akhirnya kita menyadari diri kita sudah berubah jauh… Misalnya saja “melupakan posting blog barang untuk sebulan sekali saja.” Hal sepele mungkin… (Beberapa orang mungkin berpikir begitu, beberpa mungkin tidak).

………………

Oh iya, selain itu aku juga mau menyampaikan tentang “senengnya punya blog”, ya meski isinya kalau kata suamiku “gak bakal masuk google search”, hehehehe (jangan parah-parah ngritiknya ya yah…) ^^, karena curhat doank isinya, tapi tetep seneng… Blog membuatku bisa melihat banyak hal, seperti bagaima tulisanku tahun atau bulan kemarin, apa yang telah ku posting, dan masih banyak lagi… Salah satunya adalah frekwensi aku posting, jadi aku bisa tahu saat aku yang penuh semangat, juga bisa tahu saat aku sedang tidak bersemangat, semuanya ada di blog.

Terima kasih untuk blog-blogku…

Kalian selalu ngingetin kalau aku beberapa hari ini jarang posting ^^

Nasi Goreng ^^

Nasi goreng…

Salah satu masakan kesukaan suamiku ^^, kalau masak nasgor pasti maemnya banyak, meski kadang rasanya menurutku kurang enak… (Maklum yang buat masih amatiran » tunjuk ke diri sendiri ^^).

Menghadapi masakan gak enak, suamiku biasanya gak banyak komentar, dia kadang cuma bilang, “kok gak kayak masak’annya emak ya??…” Tapi satu kalimat itu bikin aku tersinidir sangat… Dibandinkan kok sama emak, ya kalah jauh lah… Secara jam terbangnya emak dalam dunia masak memasak sudah sangat tinggi, lha aku… masih amatir.

Bicara tentang nasi goreng… Biasanya kalau sangat kepengen nasgor dan aku malas banget yang namanya ngulek bumbu, suamiku beli di temannya yang kebetulan jualan di deket rumah, rasanya ya mesti enak lah, lha jualan berarti kan sudah berani menjual rasa ke pelanggan. Tapi, beberapa hari ini jarang beli karena nasi gorengku rasanya sudah lumayan, dan ngomong2 malam ini untuk makan malamnya suamiku sudah 3 kali imbuh (ngambil nasi). Senengnya… Kalau masakan rasanya “lumayan” apalagi “enak” ^^.

Mau tahu cerita tentang nasi goreng buatanku…

Mbakku kadang nyaranin buat memakai bumbu instan yang kemasan itu… Aku nyoba sekali sendiri, dan rasanya beneran kayak banyak MSG itu… (*lebay). Ya kalau mbakku yang masak rasanya bisa enak, gak tahu kenapa, tapi pas aku yang masak bisa gitu rasanya… Padahal sudah ku turuti sarannya mbak, buat ngasi bawang puting dulu… (Yang dihancurkan). Jadi, karena nasi gorengku rasanya menurutku jadi makin aneh pakai tuh bumbu… Aku putuskan untuk ngulek sendiri… Ya meski harus sedikit melawan rasa malas… (Secara malam2 ngulek gitu… *biasasajagakusahlebay).

Kemari pas nasi tinggal dikit, ya memang sengaja masak nasinya gak banyak-banyak, biar gak banyak sisa pas malam (soale gak terbiasa memakai penghangat nasi, bahkan masak nasinya pakai dandang biasanya). Nah, suami pengen banget nasi goreng, saat mau mebuat nasi goreng eh tiba-tiba cabe merah besarnya gak ada… Hmmm dan akhire cuma pakai bawang merah putih (bawang merah dan bawang putih maksudku) saja, diulek pakai garam dan sedikir gula… Setelah halus, aku nyiapin wajang, mengorak-arik telur untuk campuran nasgor, habis itu meniriskannya. Dan masak nasi goreng seperti biasanya, dikasi kecap… Sama lombok yang diutuhkan (cabe kecil), kalau lomboknya dihaluskan anakku yang masih kecil gak mau, karena pasti pedas rasanya.

Nah, dengan bumbu seadanya itu, ternyata rasa nasi gorengku lumayan… Dan 2 hari kemudian juga 2 hari berturut-urut jadi pengen nasgor terus suamiku… ^^

Senengnya bisa masak nasgor enak… ^^

NB: pengen ngasi gambar, tapi lagi-lagi aplikasi WP di BB lagi gangguan…