Nonton “Fall in Love” Movie 

Sepertinya malam ini mood Ngeblog lagi sangat bangus. Jadi, bisa posting 2 postingan sekaligus , padahal beberapa kali anak kedua saya yang masih 7 bulan bangun, biasane kalau sudah begitu ikutan tidur, eh ini mata masih saja tidak mau terpejam.^^

Postingan kedua saya malam ini masih tentang film, 2 hari yang lalu, malam Jum’at kemarin saya nonton tv dan ketemu sama film ini, awalnya biasa juga karena lama banget tidak nonton film romantis, jadi tidak ngeh awalnya kalau film ini romantis bangettt… 

Beberapa dialog di film ini mengingatkan saya  pas masa SMA dulu, pernah berfikir tentang seperti apa ya jodoh saya, jangan jangan kita pernah bertemu atau paling tidak pernah berpapasan namun tidak saling sapa karena memang tidak saling kenal.
Ya, di film ini ceritanya flashback, saya nonton serius waktu adegan si cewek patah hati karena cowok yang dikira jodohnya ternyata bertemu dengan cewek lain yang selama ini ia cari, terus ia ke dokter gigi buat nyabut giginya, gak nyambung kan??? Nah biar nyambung dari sini dilanjut ke kisah cowoknya… 

Penasaran???

Saya menemukan link filmnya , kapan hari Nemu di YouTube tapi hanya bisa ditonton dengan buka YouTube di UC Browser.

Nonton Film Pendek “Surat Cinta untuk Starla”

Pertama tahu dengan lagu “surat cinta untuk Starla” itu dari suami, waktu itu suami pinjam hp saya untuk streaming karena hpnya masih di-charge. Saya hanya tanya lagu apa itu yah. Ya dia bilang lagunya bagus yang nyanyi vokalisnya Last Child, Virgoun (jadi ingat adik kelas pas SD namanya sama. Heheeee ^^) tapi karena saya belum pernah dengar ya biasa saja, sampai kemudian saya dikirimi kutipan lagu itu oleh suami

Barulah kemudian saya penasaran dengan lagu itu, lanjut nyari di YouTube

Bagus banget liriknya, dan secara nggak sengaja (bahasanya “gak sengaja”) Nemu juga film pendeknya, yang meranin jadi tokoh utamanya aka Hema adalah Jefri Nichol… Jadilah tertarik untuk nonton film ini ^^,

Saya sudah nonton sampai chapter 7, ^^
Jadi temanya hari ini malam Minggu nonton film pendek “Surat Cinta untuk Starla”. 

Ibu Rumah Tangga Tulen

Menjadi ibu rumah  tangga seperti bukan sebuah profesi yang keren jika ditulis di kolom pekerjaan di KTP. Dalam kenyataan itu tidak masalah bagi sebagian orang. Setiap perempuan yang sudah menikah berhak menentukan arah perjalannya kemudian, ingin tetap berkarir atau memilih mengurus rumah dan anak anak juga suami di rumah. Setiap pilihan insyaAlloh baik. Karena tentu sudah dipertimbangkan sebelumnya, wanita berkarir atau menjadi ibu rumah tangga tulen tetap saja keren semua, yang berkarir insyaAlloh bisa memberikan manfaatnya lebih kepada orang lain, dan yang menjadi ibu rumah tangga saja bisa memberikan semua hal untuk keluarga secara maksimal. Jadi tetap bangga jadi istri, ibu atau juga wanita karir insyaAlloh selalu bisa bermanfaat bagi sesama.

Oh ya kapan hari sempet ngobrol banyak dengan teman teman kuliah di grup wa, ya bahas tentang karir juga beberapa cerita tentang pengalamannya jadi ibu rumah tangga tulen, yang bisa dipastikan meninggalkan karirnya , saat itu teman saya ada yang bilang kalau Rizki bukan hanya berupa materi seperti uang, tapi Rizki juga bisa berupa kesehatan, kelapangan untuk beribadah, kebahagian dengan hal yang sederhana, juga waktu luang bersama keluarga, dan karena itu misalnya seorang ibu rumah tangga tidak mendapat uang di waktu yang ia lewati ia mendapatkan waktu untuk bersama anak anaknya juga mengurus hal di rumah sendiri. Itu juga bisa disebut Rizki ^^.

Waktu Membaca

Saya suka sekali membaca, ya membaca buku tentunya , setahun yang lalu masih sering ke puasa pinjam buku yang ada di sana, selama beberapa tahun menjadi anggota ousda belum pernah nemuin buku buku yang lagi trending. Bukunya kebanyakan buku yang sudah trending di tahun sebelumnya, atau mungkin saya tidak tahu dan buku buku baru sudah dipinjam anggota lain yang lebih sering ke perpus… 

Dulu masih punya 1 anak rasanya waktu membaca masih lumayan banyak, sekarang juga masih sama, tapi entah kenapa sekarang belum menemukan semangat yang menggebu gebu untuk membaca seperti pada tahun sebelumnya, mungkin karena bacaan yang saya punya masih itu itu saja, akses ke buku bacaan baru juga masih sedikit, kalau mau membaca buku baru ya harus beli, dulu dulu masih bisa pinjam ke teman , ke toko buku sudah jarang bingit, baru kalau bener bener kepengen banget berangkatlah ke toko buku .
Oh iya saya pengen cerita tadi malam baca novel Dilan, senyum senyum sendiri pas baca, ada ya orang kayak Dilan… Pengen lanjut baca lagi pekerjaan rumah sudah manggil manggil, cepat selesaikan aku, katanya . 
Waktu membaca paling pas memang pas malam hari sepertinya, pas semua sudah pada bubuk, hanya ada saya dan buku ^^.

Ayo Semangat membaca lagi….

Setelah Perlahan Mulai Sehat Kembali

Beberapa hari ini adalah hari yang penuh cerita, berawal dari seminggu lalu saat pulang ke Ambulu dan Nay tidak diajak ikut serta (alasan dia gak diajak karena seperti mau turun hujan, dan lagi ke Ambulu nya juga tidak lama, hanya kondangan ke saudara), dan Nay nangis sampai saya dan suami mau balik lagi (maafkan Mama tahu gitu kan ikut sayang). Dan besok nya dia mulai sakit, demam, nyeri telan, pusing, dan mulai terlihat lemas, hati Seninnya akhirnya tidak masuk sekolah, malam selasa nya demamnya bahkan sampai menggigil, kondisi yang sangat bahaya, alarm panas tinggi kalau sampai menggigil, dan benar sampai 40,1 ° C , langsung saya siapkan kompres hangat dan mengompresnya , setelah itu memberinya obat penurun demam dan setelahnya suhu badannya mulai berangsur turun. 

Setelah Nay kondisi nya semakin membaik adiknya, Dek Ain gantian sakit… Kalau anak bayi sakit pilek plus batuk orang tua mah sedih banget. Karena kalauntidur selalu merasa tidak nyaman disebabkan hidung buntu, sedang sekret alias cairan lendir yang biasa disebut ingus itu tidak bisa keluar dari hidung … Alhasil beberapa hari saya lumayan begadang.

Semoga besok sudah sehat semua ya… Dek Ain juga… Aamiin…
NB: postingan kali ini saya buat seadanya sebagai obat kangen nulis di blog, setelah lama tidak posting  ^^

Ayo Semangat Memberi Asi!!!^^

Waktu buka Instagram eh ketemu postingan di atas, jadi ingat kapan hari pengen nulis pengalaman saya memberikan ASI.
Sudah baca artikel tentang partikel ASI yang ternyata berbeda dengan susu formula? partikel ASI ternyata hidup. Yang belum baca artikel tentang ini monggo silakan browsing ^^.

Tahun kemarin di tahun 2016 Saya melahirkan putri kedua saya , yang istimewa adalah bb alias berat badan Putri kedua saya berada di bawah normal, jika biasanya bayi lahir dengan berat normal itu ada di atas berat 2500 gr, maak Putri saya lahir dengan berat 2400 gr, padahal kehamilan kedua saya merasa lebih banyak den seneng makan daripada kehamilan pertama saya, tapi tetep saja Puteri saya kecil di dalam kandungan.

Setelah lahir sempet was was karena biasane bayi dengan berat kurang dari normal rentan kuning, karenanya saya menolak tawaran dibantu sufor bermerek ketika ASI saya belum keluar, yang keluar masih kolostrum dan itu sedikit, mungkin ada ibu yang khawatir dengan nutrisi yang didapat bayi ketika ASI belum keluar, kemudian memutuskan untuk dibantu sufor dan ASI malah tidak jadi keluar, anaknya akhirnya tergantung pada sufor . Sebuah mata rantai yang harus diputus.

Sejak hamil putuskan dan yakinkan diri untuk memberikan ASI ketika anak lahir nanti, nutrisi yang  ada d ASI benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan anak. Kembali ke cerita saya, setelah saya pulang kerumah bersama adik bayi, ASI saya belum keluar masih kolostrum yang keluar, sedikit, tapi Puteri saya semangat netek. Meskipun (maaf) payudara tidak ngrengsemi (seperti mau memproduksi ASI) sampai keesokan harinya saya tetap menetek i Puteri saya tiap 2 jam sekali masih was was akan resiko kuning atau dalam istilah lainnya ikterus, selain itu saya juga menjemurnya tiap pagi . 

Di hari kedua itu pun malam hari ASI mulai keluar dan semakin lama semakin berlimpah, terbukti kan, kalau produksi ASI semakin banyak ketika kita terus menetek i bayi.

Intinya selama sebulan perjuangan menaikkan bb si adik, BB-nya adik naik semakin baik tiap bulannya, sekarang bahkan ia bisa dikatakan cukup gemol, agak bulet, sampai kadang tidak membayangkan bisa gini, dulunya pas baru lahir kelihatan kecil banget.

Terima kasih Ya Alloh telah menciptakan ASI.

Dapat Bonus Kuota Internet

Saya adalah pelanggan setia Axis, sejak pegang hp Android dan setelah sempat mencoba membeli paket kuota internet di beberapa operator seluler saya, saya akhirnya memakai paket kuota internet dari Axis tepatnya sejak setahun yang lalu. Paket kuota internet Axis tergolong murah meriah.

Axis selalu punya Rabu Rawit. Rawit kepanjangan dari Rabu wajib irit ^^. Jadi setiap hari Rabu selalu ada promo paketan yang harganya WOW banget, nyenengin bagi para pemburu paket Internet murah .

Oh iya kembali ke gratisan paket Internet kemarin, saya kemarin dapat sms dari Axis yang begini isinya

Dan saya beli saja pulsa, bisa buat jaga-jaga untuk besok ^^. Dan beneran setelahnya dapat balasan dari operator Axis 

Saya sebelumya juga pernah dapat waktu ikut paket Rabu Rawit kapan hari. Jadi yang kedua kalinya saya coba lagi dan bisa lagi ^^.

Kuota internet yang beli belum berkurang sama sekali. Persiapan nonton geet dan drama kalau sempat.  

Paket belum berkurang sama sekali^^

Yang mencari paketan murah mungkin bisa jadi salah satu referensi , yang perlu di perhatikan kalau paketan Axis ya hari daftar paketan internet harus hari rabu kalau ingin irit, karena itu adalah hari promo produk nya Axis, kuota paketan internet ^^.

Memasak “Jangan Santen” untuk Pertama Kalinya ^^

Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dalam dunia memasak saya, seperti judul di atas , hari ini saya berhasil memasak “jangan santen” untuk pertama kalinya.
Tahu “jangan santen”??? Ini adalah masakan yang memakai santan untuk kuahnya, isinya tergantung yang masak, bisa pepaya muda, tahu, tempe, dan masih banyak lagi, kalau orang jawa biasanya menyebutnya “jangan santen”. Santen itu santan ^^.
Jangan santen adalah masakan yang tidak pernah saya masak, selain ribet, masih harus mmemarut dan memeras kelapa, saya juga belum pd alias percaya diri membuat bumbunya, hingga tadi pagi memberanikan diri untuk mencoba, dan hasilnya cukup lumayan rasanya bagi seorang pemula seperti saya, besok-besok masak lagi, ye…. Akhirnya “jangan santen” bisa saya takhlukkan ^^.

Bumbunya saya tidak pakai ribet kok, atas saran ibu mertua saya, bumbunya hanya bawang merah, bawang putih, cabai merah, lengkuas, kunir, cabai rawit tidak usah diuleg dibiarkan utuh saja biar bisa jadi options yang pengen pedes, dan daun jeruk atau daun salam , ya jangan lupa bahan yang mau dimasak bisa tempe atau tahu, minyak goreng buat menumis bumbu, dan air santan hasil perasan dari kelapa yang diparut, kalau tidak ada bisa pakai santan instan ^^.
Selamat mencoba 🙂

Cerita tentang Persalinan Putri Kedua Saya

Pengen nulis ini sejak Si Adik lahir, tapi karena sibuk banget jadi ibu dua putri kecil, jadilah baru sempat posting.
Cerita tentang proses kelahiran puteri pertama kami, mungkin akan saya posting setelah ini, saya akan memposting ini dulu karena mungkin cerita tentang persalinan anak saya yang pertama juga akan muncul di sini.
Kahamilan kedua memang sudah saya rencanakan dengan suami, dan memang saya tidak memakai alat kontrasepsi apa pun sejak menikah sampai anak saya yang pertama lahirpun, jadi memang yang kedua kapan pun Allah memberi titipan insyaAlloh siap,  dan akhir tahun tahun kemarin saya benar-benar hamil. 

Hamil yang kedua ini pun tidak begitu rewel, hanya saja saya agak sensitif dengan bau parfum, biasanya jika menghirup aroma itu langsung mual. Dari makan dan lain-lain saya tidak pilih-pilih, hanya terkadang ngidam ingin sesuatu, yang paling saya ingat itu pas ngidam wedang ronde, suami langsung tanya teman-temannya juga saudara kira-kira di wilayah Jember mana yang jual wedang ronde. Dapat rekomendasi dari seorang temannya ada yang jual wedang ronde di daerah ini (tidak saya sebutkan tempatnya karena ini bukan iklan, hehehe…) dan waktu beneran beli rasanya tidak seperti yang saya bayangkan, enak tapi tidak seperti wedang ronde yang saya mau, wedang ronde yang saya mau itu wedang ronde yang pernah saya makan pas masih di Bogor dulu, rasanya khas bangettt… Kangen Bogor mungkin jadi pengen yang rasa Bogor masakannya.

Kembali lagi ke cerita proses persalinan, dari menghadapi proses persalinan anak pertama dulu saya belajar bahwa yang paling penting dalam mempersiapkan proses persalinan ada keadaan psikologis ibu, persiapan lain juga penting tapi itu yang paling penting menurut saya. 
Perkiraan persalinan saya kemarin adalah akhir bulan Juli, karena perut saya kecil dan hasil USG perkiraannya awal Agustus saya tenang-tenang saja waktu tanggal sudah masuk angka pikiran (20 an ke atas), sampai kemudian waktu hari Senin pagi mulai keluar bloodslim (lendir bercampur darah) setelah sebelumnya waktu malam terasa kontraksi meski tidak sering. Saya ke bidan, dan waktu diperiksa sudah buka 2, saya pulang saja karena kontraksi masih jarang, detak jantung janinnya juga bagus. Pengalaman anak pertama dulu dari mulai buka 2 di hari Jum’at baru lahir pada hari Rabu, maka saya tenang saja saat itu. Sambil menunggu kontraksinya semakin sering saya tetap melakukan aktifitas seperti biasa, mencuci baju, masak, dll, hingga kemudian Rabu malam terasa semakin sering kontraksi, ketika di periksa sudah buka 3, saya tidak pulang dan menunggu di tempat persalinan (bidan) karena dengan pertimbangan kemungkinan saya akan melahirkan malam itu, jadi malam itu saya Melawati malam yang terasa sangat panjang, lewat jam 12 malam masih belum lengkap juga pembukaan, sekitar pukul 01.00 dini hari masih pembukaan 5. 
Oh iya malam hari sambil nunggu lahiran itu, menikmati kontraksi saya masih sempet minum es jus, bahkan cemilan masuk daftar hal yang harus saya bawa dalam persiapan persalinan bareng dengan peralatan bayi. Biar tidak tegang dan terasa santai menunggu proses persalinannya, saya hanya berdua saja dengan suami, ya sambil ngobrol makan cemilan serta es jus ^^, serasa kayak piknik menjelang persalinan, hehheee… Apapun namanya yang penting mengurangi rasa sakit dan tegang menjelang persalinan.

Dan pagi harinya Putri saya Alhamdulillah lahir dengan normal dan sehat. Barulah kemudian keluarga datang, sambil jemput siang harinya . 
Demikianlah sedikit cerita dari saya saat proses persalinan kemarin, saya selalu punya anggapan bahwa dari ibu mengandung, menjelang persalinan, sampai menyusui haruslah dalam kondisi yang nyaman, dan itu tentu harus dipersiapkan, dalam hal ini saya juga masih belajar . 

Semoga bermanfaat ^^.

Begadang Part 2

Baru kapan hari cerita kalau saya sudah tidak akrab lagi dengan yang namanya begadang, dan karenanya saya juga tubuh saya sudah tidak terbiasa dengan itu.
Dan tadi malam benar-benar merasakan apa yang namanya begadang, karena Putri kedua saya, Adek Ain sedang flu, dan sebelumnya malam Jum’at manis tadi malam saya ajak keluar di depan gang, jalan-jalan, kalau kata para orang tua memang malam Jum’at manis agak mistis, bisa jadi anak kecil terlebih bagi yang belum punya gigi (katanya kalau belum lepas gigi susunya, anak kecil sering kelihatan mahkluk halus, nah apalagi yang gigi susu nya belum tumbuh). Jadi wes tadi malam Mama dan ayahnya begadang, saya baru tidur sekitar jam setengah 2 pagi, jam 4 an adik sudah bangun, total tidur sekitar 2,5 jam an, saya ngantuk pagi harinya, tapi karena bukan hari libur saya harus tetep bangun untuk masak buat yang kerja dan yang sekolah. Setelah kerjaan pagi hari selesai dari masak hingga mengantar anak sekolah saya akhirnya bisa ketiduran sebentar saat menidurkan si adik, badan rasanya capek semua, meriang, mau muntah seperti orang masuk angin. 
Kondisi badan yang terasa capek itu berlangsung hingga sekarang, mau tidur lagi dari si adik bangun sudah hampir gak bisa. Sudah di pejamkan mata ini, tetep aja susah tidur. Seperti itu rasanya jikalau tidak terbiasa begadang, terus begadang.
Lain kali insyaAlloh akan tidur lebih awal.

NB: sejak lahir hingga sekarang umur 5 bulan lebih Dek Ainayya, Putri kedua saya, memang hampir tidak pernah rewel. Saat masih baru lahir, kalau tidak saya bangun in untuk menyusu tiap 2 jam ya tetep tidur, kalau malam memang pules banget tidurnya, baru tadi malam perdana flu dan hidungnya buntu, jadilah rewel…