lagi lagi

Lagi lagi salah klik dan ilang semua postingan, akhirnya nulis di blog satunya, tapi entahlah rasanya tetap beda sekali… Tapi seneng aja wes bisa posting tentang drama Temperature of Love, yes… Drama yang manis tahun ini… ^^

Advertisements

Janganlah Berganti

Dengarkan atau juga nonton lagu ini selalu seolah terbawa ke masa beberapa tahun silam, saat kebahagian rasanya cukup hanya dengan menghabiskan waktu bermain bersama teman teman, tak perlu berlibur ke banyak tempat cukup belajar berenang di kali atau juga menyeberang sungai kemudian naik ke atas bukit melihat panjangnya aliran sungai yang terlihat mengkilat dari atas bukit, belajar kelompok bareng yang berakhir rujak an seadanya, jambu air, mangga muda. Atau juga saat ke tegalan (ladang) sedang panen semangka dan kita memecah semangka di gubuk yang ada di sana dan dimakan bareng bareng, dan lagi kalau sudah musim hujan rasanya adalah surganya anak anak yang suka sekali dengan hujan, rasanya gak ada anak yang gak seneng kalau pas hujan deras, semua pengen hujan hujanan.
Kenangan masa kecil selalu membekas diingatan, kenangan adalah hal yang selalu kita simpan dan tidak akan berubah. Semoga saya bisa menjadi ibu yang baik untuk anak anak saya sehingga masa kecil mereka  pun bisa diisi dan  diwarnai dengam hal-hal yang menggembirakan, yang baik, dan yang membahagiakan. Aamiin…

Gus Jakfar

Cerpen paling berkesan… Dari baca pas jaman SMA sampai sekarang masih tetap ingat

MR ZHIEDZ

Oleh A. Mustofa Bisri

Di antara putera-putera Kiai Saleh, pengasuh pesantren “Sabilul Muttaqin” dan sesepuh di daerah kami, Gus Jakfar-lah yang paling menarik perhatian masyarakat. Mungkin Gus Jakfar tidak sealim dan sepandai saudara-saudaranya, tapi dia mempunyai keistimewaan yang membuat namanya tenar hingga ke luar daerah, malah konon beberapa pejabat tinggi dari pusat memerlukan sowan khusus ke rumahnya setelah mengunjungi Kiai Saleh. Kata Kang Solikin yang dekat dengan keluarga ndalem, bahkan Kiai Saleh sendiri segan dengan anaknya yang satu itu.

“Kata Kiai, Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri,” cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. “Saya sendiri tidak paham apa maksudnya.”

“Tapi, Gus Jakfar memang luar biasa,” kata Mas Bambang, pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian subuh Kiai Saleh. “Matanya itu lho. Sekilas saja mereka melihat kening orang, kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. Kalian ingat, Sumini yang anak penjual…

View original post 2,313 more words

Ibu Rumah Tangga Tulen

Menjadi ibu rumah  tangga seperti bukan sebuah profesi yang keren jika ditulis di kolom pekerjaan di KTP. Dalam kenyataan itu tidak masalah bagi sebagian orang. Setiap perempuan yang sudah menikah berhak menentukan arah perjalannya kemudian, ingin tetap berkarir atau memilih mengurus rumah dan anak anak juga suami di rumah. Setiap pilihan insyaAlloh baik. Karena tentu sudah dipertimbangkan sebelumnya, wanita berkarir atau menjadi ibu rumah tangga tulen tetap saja keren semua, yang berkarir insyaAlloh bisa memberikan manfaatnya lebih kepada orang lain, dan yang menjadi ibu rumah tangga saja bisa memberikan semua hal untuk keluarga secara maksimal. Jadi tetap bangga jadi istri, ibu atau juga wanita karir insyaAlloh selalu bisa bermanfaat bagi sesama.

Oh ya kapan hari sempet ngobrol banyak dengan teman teman kuliah di grup wa, ya bahas tentang karir juga beberapa cerita tentang pengalamannya jadi ibu rumah tangga tulen, yang bisa dipastikan meninggalkan karirnya , saat itu teman saya ada yang bilang kalau Rizki bukan hanya berupa materi seperti uang, tapi Rizki juga bisa berupa kesehatan, kelapangan untuk beribadah, kebahagian dengan hal yang sederhana, juga waktu luang bersama keluarga, dan karena itu misalnya seorang ibu rumah tangga tidak mendapat uang di waktu yang ia lewati ia mendapatkan waktu untuk bersama anak anaknya juga mengurus hal di rumah sendiri. Itu juga bisa disebut Rizki ^^.

Waktu Membaca

Saya suka sekali membaca, ya membaca buku tentunya , setahun yang lalu masih sering ke puasa pinjam buku yang ada di sana, selama beberapa tahun menjadi anggota ousda belum pernah nemuin buku buku yang lagi trending. Bukunya kebanyakan buku yang sudah trending di tahun sebelumnya, atau mungkin saya tidak tahu dan buku buku baru sudah dipinjam anggota lain yang lebih sering ke perpus… 

Dulu masih punya 1 anak rasanya waktu membaca masih lumayan banyak, sekarang juga masih sama, tapi entah kenapa sekarang belum menemukan semangat yang menggebu gebu untuk membaca seperti pada tahun sebelumnya, mungkin karena bacaan yang saya punya masih itu itu saja, akses ke buku bacaan baru juga masih sedikit, kalau mau membaca buku baru ya harus beli, dulu dulu masih bisa pinjam ke teman , ke toko buku sudah jarang bingit, baru kalau bener bener kepengen banget berangkatlah ke toko buku .
Oh iya saya pengen cerita tadi malam baca novel Dilan, senyum senyum sendiri pas baca, ada ya orang kayak Dilan… Pengen lanjut baca lagi pekerjaan rumah sudah manggil manggil, cepat selesaikan aku, katanya . 
Waktu membaca paling pas memang pas malam hari sepertinya, pas semua sudah pada bubuk, hanya ada saya dan buku ^^.

Ayo Semangat membaca lagi….

Setelah Perlahan Mulai Sehat Kembali

Beberapa hari ini adalah hari yang penuh cerita, berawal dari seminggu lalu saat pulang ke Ambulu dan Nay tidak diajak ikut serta (alasan dia gak diajak karena seperti mau turun hujan, dan lagi ke Ambulu nya juga tidak lama, hanya kondangan ke saudara), dan Nay nangis sampai saya dan suami mau balik lagi (maafkan Mama tahu gitu kan ikut sayang). Dan besok nya dia mulai sakit, demam, nyeri telan, pusing, dan mulai terlihat lemas, hati Seninnya akhirnya tidak masuk sekolah, malam selasa nya demamnya bahkan sampai menggigil, kondisi yang sangat bahaya, alarm panas tinggi kalau sampai menggigil, dan benar sampai 40,1 ° C , langsung saya siapkan kompres hangat dan mengompresnya , setelah itu memberinya obat penurun demam dan setelahnya suhu badannya mulai berangsur turun. 

Setelah Nay kondisi nya semakin membaik adiknya, Dek Ain gantian sakit… Kalau anak bayi sakit pilek plus batuk orang tua mah sedih banget. Karena kalauntidur selalu merasa tidak nyaman disebabkan hidung buntu, sedang sekret alias cairan lendir yang biasa disebut ingus itu tidak bisa keluar dari hidung … Alhasil beberapa hari saya lumayan begadang.

Semoga besok sudah sehat semua ya… Dek Ain juga… Aamiin…
NB: postingan kali ini saya buat seadanya sebagai obat kangen nulis di blog, setelah lama tidak posting  ^^

Begadang Part 2

Baru kapan hari cerita kalau saya sudah tidak akrab lagi dengan yang namanya begadang, dan karenanya saya juga tubuh saya sudah tidak terbiasa dengan itu.
Dan tadi malam benar-benar merasakan apa yang namanya begadang, karena Putri kedua saya, Adek Ain sedang flu, dan sebelumnya malam Jum’at manis tadi malam saya ajak keluar di depan gang, jalan-jalan, kalau kata para orang tua memang malam Jum’at manis agak mistis, bisa jadi anak kecil terlebih bagi yang belum punya gigi (katanya kalau belum lepas gigi susunya, anak kecil sering kelihatan mahkluk halus, nah apalagi yang gigi susu nya belum tumbuh). Jadi wes tadi malam Mama dan ayahnya begadang, saya baru tidur sekitar jam setengah 2 pagi, jam 4 an adik sudah bangun, total tidur sekitar 2,5 jam an, saya ngantuk pagi harinya, tapi karena bukan hari libur saya harus tetep bangun untuk masak buat yang kerja dan yang sekolah. Setelah kerjaan pagi hari selesai dari masak hingga mengantar anak sekolah saya akhirnya bisa ketiduran sebentar saat menidurkan si adik, badan rasanya capek semua, meriang, mau muntah seperti orang masuk angin. 
Kondisi badan yang terasa capek itu berlangsung hingga sekarang, mau tidur lagi dari si adik bangun sudah hampir gak bisa. Sudah di pejamkan mata ini, tetep aja susah tidur. Seperti itu rasanya jikalau tidak terbiasa begadang, terus begadang.
Lain kali insyaAlloh akan tidur lebih awal.

NB: sejak lahir hingga sekarang umur 5 bulan lebih Dek Ainayya, Putri kedua saya, memang hampir tidak pernah rewel. Saat masih baru lahir, kalau tidak saya bangun in untuk menyusu tiap 2 jam ya tetep tidur, kalau malam memang pules banget tidurnya, baru tadi malam perdana flu dan hidungnya buntu, jadilah rewel…

Begadang…

Begadang adalah hal yang memang sudah akrab bagi saya yang memang senang sekali melek an di malam hari (biar meski bahasanya mbulet).
Dulu belum nikah suka begadang, nonton film di televisi, film-film manca seperti Harry Potter biasanya memang tayang sampai malam. Setelah menikah juga masih suka begadang, kadang nungguin suami pulang lembur atau juga masih tetep nonton film di tv bareng suami, sudah punya anak juga masih suka, tapi lebih banyak karena anak bangun. Waktu anak sudah agak besar biasanya saya gunakan waktu begadang buat membaca buku.
Sekarang setelah anak kedua saya lahir pengen juga tetep bisa begadang membaca buku kesukaan, tapi sepertinya sudah tidak bisa sesering dulu, lebih banyak kebablasan an tidur, mungkin karena sekarang sudah lumayan capek dengan kerjaan bejibun saat siangnya, malam pengen baca-baca malah tidur. Alhasil saya sepertinya sekarang sudah tidak akrab lagi dengan yang namanya begadang.