Apa yang Berkesan?

Apa yang Berkesan dari hari ini??

Saya batal ikut webinar karena sesuatu hal, tapi saya dapat pelajaran dari itu. Anak-anak lagi seneng-senengnya main di kolam ikan ayah e yang baru jadi, belum ada ikannya masih uji joba kebocoran jadilah kolam renang dadakan…

Saya masih sakit kepala, dan ingat beberapa hari ini saya mimpi buruk yang temanya hampir sama, berbau mistis, saya bertanya-tanya, kenapa ya? Karena mimpi buruk berulang jarang terjadi pada saya, sesekali pernah mimpi buruk tapi tidak berulang di hari berikutnya, ini malah sudah beberapa hari berturut-turut. Saya sudah baca do’a sebelum tidur juga, ada yang tahu kenapa? Mungkin ada teman yang kebetulan membaca postingan saya mau berbagi pengalaman tentang mimpi buruk berbau mistis.

Hari ini tentu sangat berkesan, ada hal-hal yang harus saya hadapi, terlepas itu hal yang saya inginkan atau juga tidak saya inginkan. Itu semua adalah bagian dari cerita hidup saya, kesibukan setiap hari mungkin hal yang biasa tapi di dalamnya ada Rizki waktu dan kesehatan yang dianugerahkan Allah SWT. Kepada kita untuk mengisi bagian hidup kita.

Sepeda modifikasinya Mbak Nay sudah hampir selesai, Alhamdulillah…

Sakit Kepala

Saya harus memilih judul postingan ini dari dua judul yang muncul di kepala saya, “Drama Korea” dan “Sakit Kepala”, dan saya milih judul di atas karena memang 2 hari ini itu yang terjadi pada saya.

Hari Senin kemarin karena posisi tangan salah waktu tidur lengan tangan saya jadi nyeri banget kalau buat muter, dan ini berlangsung sampai sekarang meski agak mendingan setelah dibobok i beras kencur dan dipijit ibuk. Setelah tangan hari Selasa mulai sakit kepala, dari bangun tidur kepala sakit banget. Jadi, saya tiduran seharian sambil nonton drama Korea, meski diselingi tidur …

Seneng banget dengan soundtrack yang ini…

Selamat Idul Fitri 1441 H

Selamat hari raya Fitri 1441 H mohon maaf lahir batin teman-teman blogger semua, maaf juga telat mengucapkannya.

Idul Fitri kali ini suasananya pasti berbeda jika dibanding hari raya sebelum-sebelumnya. Tapi, semoga dalam hati kita tetap mempunyai semangat yang sama.

Semoga pandemi ini segera menemui jalan keluar dan titik terangnya… Aamiin…

Malam ke 22 di Bulan Ramadhan

Sudah melakukan apa selama bulan Ramadhan??

Pengan Ramadhan terus… Capat sekali sudah di malam ke 22 Ramadhan, baru kemarin rasanya ada di awal bulan Ramadhan… Bingung menu buka dan menu sahur, pengen yang spesial. Sekarang sudah back to normal , buka dan sahur ya dengan menu sehari-hari seperti sebelum puasa.

Banyak yang sibuk mempersiapkan lebaran Minggu depan , saya belum tahu akan seperti apa lebaran di tengah pandemi seperti sekarang. Ibuk cerita lebaran kali ini mau ke toko keluar rumah aja takut. Jadi benar benar menjaga, adik yang ada di Malang juga tidak akan pulang kali ini, pasti lebaran kali ini terasa beda sekali… Silaturahmi via wa.

Semoga pandemi ini cepat berakhir… Semoga kita di beri kekuatan untuk bangkit kembali… Aamiin…

Kisah Sedih

Di belahan dunia manapun pastilah setiap manusia pernah merasakan perasaan sedih, bisa dibilang ini adalah hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, suka duka, sedih bahagia, semua berjalan beriringan, kalau kata salah seorang bijak kadang kita harus merasakan gelap untuk bisa mensyukuri nikmat terang.

Orang hidup pasti punya masalah , dan tiap orang pasti beda beda masalah yang dihadapi, berat tidaknya tidak bisa kita ukur secara rata, suatu masalah bisa menjadi kecil di mata satu orang tapi berat di yang lain. Jadi, jangan pernah meremehkan masalah orang lain, dalam artian jangan menyepelekan masalah orang lain… Biar itu jadi masalah nya, kalau bisa membantu ya dibantu, kalau tidak bisa bantu yang diam (jangan berkomentar tidak baik) dan beri semangat.

Semoga kita bisa menghadapinya, itu adalah pengharapan yang sering kita panjatkan ketika menghadapi suatu masalah.

Terlepas masalah apa yang kita hadapi, mari saling menguatkan…

Puasa Hari Ketujuh

Belanja seperti biasa saja, awal-awal sempat ayam terus makannya pas buka , kemarin menunya gak ada ikannya, saya kira hari ini juga masih setia dengan tahu tempe sayur sama sambel, ternyata ada ayam sama udang juga… Jangan membayangkan masak apa nanti?

Pengen bikin terong balado dengan teri, lauknya tahu tempe. Alhamdulillah… Tapi sepertinya akan berbeda menunya yang akan di masak nanti karena ada sawi pahit juga, jadi sambelnya lebih enak jika sambel bajak…

Postingan ini seperti acara masak di tv saat pagi hari, bercerita tentang makanan saat puasa… Hmmmmm

Marhaban Ya Ramadhan

SubhanaAlloh malam Ramadhan pertama di bulan Ramadhan kali ini bertepatan dengan malam Jum’at. Sholat tarawih dan besoknya dilanjut makan sahur, kemudian puasa hari pertama .

Bulan Ramadhan selalu menjadi bulan yang spesial dan istimewa, rasanya selalu seperti ada hal yang khas, hal yang dinanti-nantikan. Dulu waktu masih kecil seneng sekali dengan bulan Ramadhan karena berarti hari raya semakin dekat, sekarang rasanya Justru malah di Bulan Ramadhan yang terasa istimewa, Idul Fitri juga pasti istimewa , karena hari raya ^^.

Mbak Nay mulai menata jadwalnya, semoga bisa Istiqomah, ngajinya juga belajarnya , sempat belakangan dalam mood males banget dianya .Semoga bisa puasa full besok, karena ia termasuk gampang tergoda dengan makanan, ya namanya juga anak kecil.

Nostalgia

Apa sich kenangan bulan Ramadhan masa anak-anak yang masih terus melekat? Yang masih akan selalu kita ingat ?

Dulu waktu ngaji di TPA/TPQ biasanya bulan Ramadhan full libur dan diganti dengan acara anjangsana yaitu tadarus bergiliran di rumah santri, jadi kita bisa tahu rumah teman-teman kita, dan bisanya pulangnya diberi cemilan, lumayan bisa buat buka.

Saat Ramadhan juga mengingatkan saya saat dulu bantuin ibuk setiap habis dhuhur mempersiapkan makanan untuk berbuka, membuat gorengan dari ketela, bikin es dawet, bikin es setrub, bikin kolak, bergiliran tiap hari.

Dulu awal-awal puasa juga saat masih kecil sukanya ngumpulin cemilan, beli pas siangnya dikumpulin sampai banyak untuk berbuka. Beli kembang api buat dinyalakan setelah tarawih. Berburu tanda tangan imam sholat tarawih, tadarusan, ikut ngaji kitab kuning khas waktu bulan puasa. Masih banyak lagi nostalgia waktu puasa.

Saya kadang berharap Nay juga punya hal manis saat bulan Ramadhan, hal yang juga akan menjadi ceritanya sendiri di bulan Ramadhan. Melaksanakan puasa di tengah pandemi covid 19 mungkin akan menjadi ceritanya nanti setalah kemarin ia bercerita tentang kunyit, jahe dan temulawak yang bisa buat obat Corona katanya, ia mungkin akan ingat bahwa di masa kecilnya ada pandemi yang membuatnya harus belajar di rumah dan tidak bertemu teman-teman sekolahnya.

Semoga kita bersama bisa menghadapi pandemi ini… Aamiin…

Bermain Tanah ^^

Bermain di halaman rumah ^^

Kondisi seperti sekarang, ruang gerak sepertinya terbatas, sebisa mungkin tetap di rumah saja. Hanya jika berkepentingan baru keluar, anak-anak paling mainnya di sekitar rumah saja, di ruang tamu, di depan tv, di halaman belakang, di halaman depan… Ya seputar itu saja bermainnya tiap hari. Bahkan ke Indomaret hanya nitip mamanya saja, gak ikut ke indomart yang penting dibelikan es krim atau susu.

Lakukan Sebisa Mungkin

Kondisi seperti sekarang tidak tahu sampai kapan akan berakhir. Do’a kita pasti semoga dalam waktu dekat. Tapi, kita juga tahu mungkin kondisi seperti sekrang bisa berlangsung satu bulan atau mungkin lebih, kita sebagai masyarat biasa hanya bisa ikut membantu dengan mengikuti himbauan pemerintah sebisa mungkin, seperti tidak keluar rumah jika bukan untuk kepentingan mendesak, cuci tangan atau pakai hand sanitizer jika cuci tangan tidak memungkinkan, memakai masker jika keluar rumah, dan masih banyak lagi.

Banyak yang terdampak karena kondisi ini, semoga sesama anggota masyarakat bisa saling bantu membantu, dan juga tidak menyalahgunakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Semoga bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran hingga tidak tumpang tindih atau juga mungkin yang harusnya mendapat bantuan malah tidak kebagian.

Semoga kita bersama-sama bisa menghadapi ini semua… Aamiin……..

Hal yang Bikin Hati “Ayem”

“Ayem” itu apa? Entah bagaimana menjelaskannya saat saya bikin judul saya ingin mendiskripsikan hati yang “adem” atau menghangat secara bersamaan, atau lebih ke tenang, tapi jika kata “tenang” yang saya pilih jadinya agak kurang pas saja, jadi saya pilih “ayem”.

Suasana yang bikin betah di sini ^^

Kemarin pagi-pagi sekali saya dianter suami, dan sekitar jam 6 an saya sampai di rumah Ibuk dan Abah. Siang dihabiskan dengan menemani anak-anak main sambil nunggu adik sepupunya datang, waktu ashar adik sepupu dan tantenya datang, senanglah hati anak-anak karena semakin ramai, meski cuma bertiga ^^.

Waktu sholat Ashar saya sholat di mushola, dan suasana di mushola ini yang bikin hati saya terasa ayem banget (dingin dalam artian tenang banget), saya sangat senang suasananya. Waktu sebelum sholat diumumukan kalau setelah sholat jangan pulang dulu karena ada “genduren”, selametan sebutan lainnya. Sudah jadi tradisi di desa terlebih di daerah sekitar rumah jika panen akan mengadakan tasyakuran dalam bentuk “genduren”, selain karena panen biasanya karena beli kendaraan atau waktu dapat rejeki berlebih pasti akan tasyakuran, dan saya sering menemuinya , sampai kadang bisa tiap hari ada saja yang mengadakan tasyakurannya.

Suasana sederhana, kebahagian berkumpul yang sederhana di desa itu yang bikin ati adem banget.

Semoga masyarakat Indonesia semua mampu manghadapi ujian virus covid 19 ini… Aamiin… Mari saling memberi semangat dan saling menguatkan…