Januari 2020

Sudah berada di penghujung bulan Januari, sudah di tanggal 26 hari ini, apa saja yang sudah terjadi belakangan ini… Kali ini pengen nulis aja, tanpa tema tulisan karena memang rasanya sudah lama sekali tidak posing, bulan ini sepertinya hanya posting sekali saat BTS comeback, ya begitulah… Sebenarnya tidak sibuk sekali, hanya saja sedang dalam tahap tidak pengen nulis, ada yang pengen ditulis tapi terkadang saat suda di depan media untuk ngetik, ide-ide itu ilang begitu saja.

Karena saya belum bisa bener-bener meluangkan waktu untuk menulis ya bagitulah, menulis sekedarnya hanya jika benar-benar ada ide dan benar-benar bisa menulis saat itu juga.

Beberapa postingan yang tertunda dan mungkin akan saya tulis atau juga mungkin tidak adalah tentang musim hujan kapan hari di bulan Desember, saya kira setelah mengambil fotonya di bulan Desember kemarin saya bisa posting di bulan Januari, dan ternyata pas Januari tidak ada hujan, alias hujan jarang sekali turun, kalau dihitung bulan ini gerimis sekitar 3 kali, dan hujan deresnya 2 kali. Jadi postingan dan foto hujan belum atau bahkan mungkin tidak saya posting…

Oh iya kemarin notebook di rumah tiba-tiba enak dipakai, padahal sudah sebulanan males banget buka gara-gara error yang cukup mengganggu, tapo sekarang sudah enak semua, bisa nonton youtube dan buka web untuk nyari info…. Yeeeee… Senengnya….

Januari 2020 punya banyak cerita, bagi para ARMY (penggemar BTS) bulan ini dan bulan bulan depan adalah bulannya menunggu comeback BTS. Bulan depan Album dan MV nya dirilis. Senengnya…..

Di Awal Tahun 2020

Sudah di tahun 2020, tahun 2019 rasanya cepat sekali berlalu, rasanya masih kemarin ada di Januari 2019 eh sekarang sudah di 2020, apa-apa saja yang berkesan di 2019 dan apa-apa saja yang menjadi harapan di 2020.

Di tahun 2020 semoga semakin baik dalam segala hal, suhu tiap hari juga semoga tidak semakin panas, entahlah akhir-akhir ini terutama di bulan-bulan yang tidak ada hujan sama sekali (di musim kemarau kemarin) saya merasa suhu tiap siang hari sangat panas, hingga kadang selalu pengen berada di dekat kipas angin.

Terimakasih 2019, tahun di mana saya mendengarkan musil-musik yang bagus dan indah, juga tahun di mana saya mendapatkan hal yang sangat berharga hingga saya sadar bahwa apapun yang saya hadapi tidak akan lepas dari bantuan dari Alloh SWT., jadi saya harap ke depan saya bisa menjadi tidak terlalu khawatir terhadap segala sesuatu. Dan juga di tahun ini saya bertemu dengan orang-orang yang amazing yang mengatakan pada saya bahwa saya masih muda (cocok jadi anak kuliahan/20 thn an), pertama anak sekolah yang mengatakan bahwa suami saya menikahi cewek yang terlihat masih sangat muda (dikira jarak umurnya jauh padahal cuma 2 tahun,wkwkwkwkwk…), terus yang kedua waktu mbak-mbak nyalin biodata saya untuk membuat surat, mbaknya sampai tanya, “Bener mbak ini tahun lahirnya??? gak salah???”, saya jawab,” Bener mbak, memangnya kenapa???,”… “Mbak kelihatan masih muda….” pengen ketawa kenceng dalam hati… 2019 juga tahun saya mengenal banyak hal, yan tentu tidak bisa saya rinci satu-satu, salah satunya sichhh… ketemu drama dan film yang bagus-bagus yang belum sempet satu persatu saya review.

Terima kasih 2019…

Selamat datang 2020… ^^

Kenapa Boleh “Hujan-Hujanan” ?

Tadi saya dapat chat dan mengementari foto yang saya posting, foto anak-anak sedang hujan-hujanan, dan chatnya tanya,” kok dibolehin hujan-hujanan? Gak kasihan nanti flu?”

Saya tentu tidak ingin anak saya sakit, tapi tidak mengijinkannya hujan-hujanan adalah opsi yang tidak saya pilih, bagi saya itu bukan sekedar hujan, hujan adalah bagian dari masa kecil yang harus dinikmati anak di masa kecilnya, karena mereka senang dam ceria jadi tidak masalah bagi saya juga bagi anak-anak, saya akan melarangnya ketika kondisi tubuhnya kurang fit dan berpotensi sakit, atau saat belum makan, selain dua alasan itu saya selalu mengijinkannya.

Dulu waktu ke rumah mbah utinya dan hujan deras di sana saya malah memanggil anak-anak, “apa mau hujan-hujanan?” dan tentu saja langsung lari ke luar rumah, ibuk (mbah utinya) juga tidak menegur saya ketika saya memperbolehkan anak-anak main hujan, padahal dulu saya selalu dilarang, dan itu juga menjadi salah satu alasan saya mengijinkan anak-anak untuk mainhujan. Saya tidak menyalahkan ibuk karena melarang saya hujan-hujanan dulu, karena memang kondisi tubuh saya saat kecil ringkih gampang sakit, jadi tidak baik jika hujan-hujanan.

Jadi, menurut saya tidak apa-apa hujan-hujanan itu adalah keceriaan masa kecil yang memang sewajarnya ada di masa kecil kita…

Ayo hujan-hujanan lagi besok, kalau hujannya deres!! ^^

Nilai Ujian

Sudah masuk bulan Desember, dan di Jember sudah mulai hujan beberapa hari ini, di beberapa tempat bahkan disertai angin, berita baiknya anak-anak bisa hujan-hujanan, dan hujannya biasanya sore jadi jemuran biasanya sudah kering.

Dua minggu yang lalu Nay ujian akhir semester dan dia belajar sendiri, hari pertama sampai terakhir dia belajar sendiri bareng dengan mbak-mbaknya (sepupunya), saya hanya menemani saat ia belajar buku temanya, juga saat pelajaran agama, dan belajar bahasa daerah jawa yang memang agak kesulitan karena bahasa sehari-harinya kebanyakan memakai Bahasa Indonesia, di Jember kebanyakan bahasa yang di gunakan adalah bahasa Madura beberapa Jawa, jadi anak-anak biasanya di sekolah atau juga di lingkungan yang kebanyakan campuran Jawa dan Madura bahasa yang digunakan Bahasa Indonesia.

Hari Selasa kemarin nilai ujiannya sudah keluar dan beberapa nilainya lumayan jelek, saat pulang sekolah ia cerita kalau nilainya tidak begitu bagus. Bagaimana saya menyikapinya? kurang belajarkah dia?

Dalam perjalannya saya ingin menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak saya, dan sekarang pun masih terus belajar, tiap kali dihadapkan dengan hal dimana saya harus bersikap, saya mencoba memposisikan diri saya menjadi anak juga, apa yang saya harapkan pada sikap orang tua ketika saya melakukan sesuatu (saya tidak mau menyebutnya kesalahan), seperti saat Nay mendapatkan nilai yang tidak begitu bagus, saya melihat beberapa soalnya, dalam keseharian saat ada PR biasanya ia bisa mengerjakknya dengan baik dengan nilai yang lebih banyak lumayan bagus, tapi selalu saat ujian sering tidak bisa mengerjakan di beberapa soal.

Apa kamu menikmati masa sekolahmu?” “apakah Nay menikmati masa sekolahnya?” bermain dengan teman dengan gembira juga bisa belajar dengan senang, mempelajari apa yang diajarkan di sekolah dengan baik juga enjoy. Bermain di rumah dengan riang.

Saya hanya orang tua yang ingin anak saya bisa menikmati masa kanak-kanaknya dengan baik juga bahagia tentunya, kadang perlu ditegur karena melakukan kesalahan tapi tidak apa-apa itu untuk melatih kebiasaan baik sehari-harinya, kadang juga dihukum saat mengaji karena tidak masuk tanpa ijin, saya bilang juga tidak apa-apa itu bagian dari tanggung jawabnya. Sebagai orang tua yang sedang belajar saya pun masih banyak kekurangan, tapi saya selalu ingin mengambil sikap yang tepat ketika menghadapi anak-anak, terkadang juga marah tapi kemudaian menyesalinya (marah khas emak-emak kalu manggil gak ada yang jawab).

Jika ia dapat nilai yang tidak terlalu bagus pun saya juga akan bilang gak apa-apa, mungkin memang kurang belajarnya atau memang dianya perlu belajar agak keras agar bisa, tapi saya sebagai orang tua juga tidak akan banyak menuntutnya untuk mendapat nilai yang bagus, meski senang menjadi orang tua dengan anak yang berprestasi, tapi menuntut anak untuk mendapat nilai yang bagus saya rasa itu hal yang kurang tepat, mensupportnya juga membantunya untuk tahu apa yang ia sukai juga di bidang apa keahliannya adalah tugas orang tua, jadi mari sama-sama belajar. Semoga anak-anak bisa menemukan keahlian yang ia senangi sehingga ia bisa menjadi seorang ahli di bidangnya. Untuk saat ini masih mencari-cari di bidan apa Nay paling ahli, jadi biarlah dia menikmati masa bermainnya sebagai anak-anak, juga menikmati masa sekolahnya, mungkin dia di sekolah banyak ngobrol dengan temannya, mengingat dia suka sekali bercerita.

Bagi mama belajar jadi anak yang baik dengan melakukan kebaikan adalah yang utama. Mengikutkannya les masih belum menjadi pilihan saya saat ini. Semoga ke depannya bisa terus menjadi anak yang bahagia dan bertanggung jawab tentunya. Aamiin…

Selama Vakum Ngeblog

Apa kesibukan selama tidak ngeblog??

Beberapa bulan ini atau setahun belakangan rasanya memang semakin jarang ngeblog, kalau mau huat alasan banyak sekali. Sebenarnya kalau ide ada saja, pas mau menuliskan ke blog tidak jadi kadang lupa sampai keesokan harinya dan sudah disambut dengan kesibukan lain.

Bulan lalu adalah bulan yang sangat super sibuk, akhir bulan September sampai semingguan di awal bulan suami kena demam berdarah dan tifus, awalanya pulang kerja badan greges, dan minum obat sampai keesokan harinya demamnya tidak turun, dari Kamis sore hingga puncaknya malam Minggu demamnya mencapai 40°C menggigil, karena menunggu 3 hari sekalian cek kadar trombosit keesokan harinya baru rencana ke dokter kalau demamnya tidak turun, di Malam Minggu itu selain demam juga muntah-muntah, jadilah istirahatnta tidak maksimal.

Waktu hari Minggunya rencana ke dokter batal karena dari pagi demam sudah turun, kalau demam berdarah menurut perkiraan biasanya masih panas, pengalaman kena demam berdarah di tahun 2016 kemarin (suami juga yang kena). Waktu ditanyai badan masih tetep lemas meski tidak demam dan akhirnya memutuskan untuk cek lab di hari Seninnya, dan benar ternyata trombositnya turun, juga positif kena tifus. Kadar trombosit meski turun banyak masih bisa dirawat di rumah, dan dari hari itu proses pemulihan untuk mengembalikan kadar trombosit dimulai…

Di hari-hari suami mau pulih, si bungsu demam batuk pilek… Jadi dua orang yang sakit, lumayan cukup menyita pikiran. Alhamdulillah, petengahan bulan kemarin sudah sehat semua, akhir bulannya si bungsu sakit lagi, sakit perut yang mendadak, kalau malam rewel banget tapi waktu pagi dianya bisa main kayak biasa, itu berlangsung selama dua hari, sampai curhat ke ibuk(mbah utinya) di rumah, dan ibuk bilang itu memang saya banget, dulu waktu kecil saya juga sering begitu, dikasi saran mengurangi sakitnya.

Saat ada anggota keluarga yang sakit yang paling terkuras selain tenaga sebenarnya adalah pikiran, menurut saya, karena rasanya tidak enak sekali saat ada keluarga sakit.

Selama vakum ngeblog sebenarnya ada lebih banyak hal yang saya lakukan, tapi hanya ini mungkin yang saya ceritakan, karena rasa-rasanya masih kaku ngeblog setelag sekian lama tidak ngeblog. ^^

Campur-campur

Semakin kesini semakin jarang update blog sepertinya, sebenarnya punya banyak hal yang ingin saya posting terkait hal-hal yang saya kerjakan belakangan ini, tapi entahlah ada beberapa hal yang bikin saya batal posting…

Beberapa minggu ini saya memang sangat sibuk, untuk menghibur diri biasanya nonton youtube buka-buka medsos di sela-sela waktu istirahat. Dan saya jadi nonton banyak drama juga film, yang akhirnya pengen saya review di blog, tujuan utamanya untuk diri sendiri supaya ingat ceritanya kalau pernah nonton, dan mungkin ada yang membaca postingan saya juga tertarik dengan drama/film yang saya tonton.

Yang saya tonton drama juga filmnya kebanyakan gendre romantis juga kadang drama keluarga… Sangat menghibur saat istirahat di tengah kesibukan…

Keliling Nyari Diskon

Saya kira jadi seorang Ibu pasti akan sangat berhati-hati dalam mengatur keuangan, dan pastilah kebanyakan buk-ibuk suka sekali dengan yang namanya diskonan.

Tadi siang mampir ke indo***t, siapa tahu susu yang kapan hari hari dijual diskon masih ada, dan ternyata waktu sampai di tokonya, tuh susu sudah balik ke harga awal, jadi nyari roti aja wes seperti niat awal pas keluar, eh rotinya juga bekum datang… ahasil tidak jadi beli apa-apa.

Malamnya saya balik lagi, untuk membeli roti yang katanya sudah datang waktu sore harinya. Selain nyari roti saya juga cek ulang barang apa saja yang masih didiskon, hanya ada sedikit yang didiskon di hari-hari ini, mungkin akhir pekan diskonnya ada lagi.

Hari yang … “Lumayan Sibuk”

Malam ini saya mempunyai waktu untuk buka blog lagi seperti kemarin, dan saya bisa sedikit posting. Hari ini sebenarnya seperti hari Ahad biasanya, “sibuk” menyelesaikan tugas rumah, memasak spesial saban Hari Minggu, tapi ternyata ingat kalau hari ini Ain, putri kedua saya, Ulang Tahun. Pagi hari masih sibuk masak, siang hari sibuk browsing pengen bikin kue ulang tahun apa dan memutuskan untuk “brownies kukus’ sebagai kue dasarnya. Setelah dzuhur mulai sibuk bikin kue, resep nyari-nyari juga, maklum kalau bukan pas ulang tahun anak-anak jarang banget bikin kue.

 

Menjelang sore kue sudah masak, dan siap dihias, suami bantuin untuk mengias, saya sudah menyiapakan jelly buat cemilannya, juga terang bulan mini yang ternyata habis pasca dibikin, belum sampai acara ulang tahunnya sudah habis tuh terang bulan mini.

 

Lumayan sibuk hari ini, karena menjelang Isya’ kita bru makan-makan bareng, tapi seneng karena sudah bisa bikin kue buat Ain…

 

Selamat Ulang Tahun Ainayya… :*

 

Belajar untuk Mengatakan “Tidak”

Dulu waktu masih kuliah ada seorang sahabat mengajak saya keluar ketika saya baru datang kuliah dan merasa sangat capek, saya menjawab, “Iya, bentar lagi habis ganti baju aku nemenin kamu keluar.” Eh dianya malah ketawa dan bilang, “kalau capek bilang aja nggak bisa nemenin keluar, aku lho cuma ngetest, pasti kamu gak akan nolak kalau diajak, merasa gak enak kan? mulai sekarang Kamu harus belajar untuk mengatakan “TIDAK” kalau Kamu memang gak ingin. Berusahalah untuk jujur pada diri sendiri.”

 

Dan sejak saat itu saya mulai bisa untuk mengatakan “TIDAK” pada sesuatu yang memang harus saya tolak. Itu mengajarkan saya untuk sedikit lebih berani.

 

 

Hmmm…

Kemarin-kemarin sempat galau pengen mindahin sekolahnya Nay ke sekolah yang lebih dekat, itu semua gara-gara teman deketnya Nay pindah dan juga proses pindah sekolah dengan alasan yang jelas (ke sekolah yang lebih dekat) juga mudah, tapi kemudian setelah bertanya pada Nay, apa dia sedih waktu teman dekatnya pindah, dia bilang sedih tapi tidak apa-apa masih ada temannya sekelasnya yang bia diajak bermain bersama, “asal tidak dipindah kelas, ia tidak mau pindah sekolah, karena sudah senang dengan lingkungannya juga guru-gurunya.”

Setalah itu saya jadi berpikir ulang untuk memindahkan sekolahnya. Jika bukan karena keinginannya sendiri untuk pindah sekolah, kalau Nay minta pindah ke sekolahnya yang lama bagaimana? Ya sudalah, sepertinya saya tidak perlu galau lagi soal itu.