Menu Buka Puasa 

Alhamdulillah sudah masuk hari keempat puasa Ramadhan, baru bikin blogpost, padahal rencananya pengen pas puasa bikin blogpost tiap hari, tapi apalah daya dunia nyata sangat menyibukkan, Alhamdulillah.
Sejak awal puasa penfgn sekali posting tulisan tentang menu buka tiap hari, dan akan saya rapel sekarang menu berbuka dari 3 hari kemarin, siapa tahu bisa bantu nyari ide bagia yang bingung mau masak apa. 
Karena saya hanya ibu rumah tangga biasa yang masih dalam proses belajar memasak, masakan saya pun masih sangat sederhana , langsung saja ya…
Puasa hari pertama, saya membuat sayur bayam kemangi jagung manis, sayur bening kami biasanya menyebutnya, lauknya perkedel jagung, tahu dan tempe. Jangan lupa sambel terasi dan tomatnya. Esnya, buat es blewah sendiri, suegeeer bingit pakai gula putih dan air saja… Kalau pakai sirup kadang aroma buahnya ilang tertutupi dengan aroma sirup rasa-rasa.
Puasa hari kedua, saya bikin rawon daging dikasi labu Siem, hmmmm gak tahu kenapa kok bisa enak banget tuh rawon, seger bangettt… Nay sampai nambah beberapa kali, padahal biasanya makannya gak banyak ^^. Lauknya pakai tempe goreng, rawon emang paling enak disantap dengan tempe juga nasi tentunya. Es nya bikin es cincau. Pakai air putih dan gula biasa juga, rasanya segerrr bingitsss. Kayak es cincau kalengan yang biasa dijual di toko-toko. 
Puasa hari ketiga alias kemarin, saya memasak sayur sop, perkedel kentang , tahu goreng juga sambel tomat , es nya balik lagi sama dengan yang hari Senin es blewahhhh … Yang segernya gak ngebosenin … Bikin pengen nambah terus… Kalau pas buka lho ya… ^^
Demikianlah menu buka puasa versi saya, sederhana saja ^^, oh iya kalau ada yang tanya cara bikin es blewah dan es cincau seger pakai bingitsss langsung bisa hubungi saya lewat komentar ya… ^^

Sibuk 

Iya sibuk… ^^

Sampai rasanya pegang hp aja hal yang lumayan jarang jika dibanding dulu. Tidak sesering dulu, sehari cukup nge-charge satu kali saja rasanya cukup, bahkan hp masih hidup untuk besok paginya lagi. Padahal hp yang saya miliki baterainya kapasitasnya tidak terlalu besar . 
Momong 2 anak memang sesuatu rasanya ^^, Mbak yang 5 tahun sekolah RA dan sorenya ngaji, membantu menyiapkan semua keperluannya, selain itu saya juga mengurus adiknya yang masih bayi yang mulai aktif kemana-mana, semua itu bener bener membuat saya kadang lupa dengan hp ^^, dan sekarang malah mulai tidak begitu merasa aneh  ketika tidak memegang dan memakai hp dalam waktu yang lama, saya mulai menikmati aktifitas di dunia nyata dibanding di dunia maya mungkin, atau juga saya sudah mulai bosan dengan keseringan update status di medsos.
Jadi , kesibukan saya yang bertambah mungkin ada hikmahnya juga, saya jadi tidak begitu ngereken dengan dunia maya ^^.
Semoga bisa selalu menikmati kesibukan sebagai nikmat dari Alloh SWT. Aamiin…

Ayo Semangat Memberi Asi!!!^^

Waktu buka Instagram eh ketemu postingan di atas, jadi ingat kapan hari pengen nulis pengalaman saya memberikan ASI.
Sudah baca artikel tentang partikel ASI yang ternyata berbeda dengan susu formula? partikel ASI ternyata hidup. Yang belum baca artikel tentang ini monggo silakan browsing ^^.

Tahun kemarin di tahun 2016 Saya melahirkan putri kedua saya , yang istimewa adalah bb alias berat badan Putri kedua saya berada di bawah normal, jika biasanya bayi lahir dengan berat normal itu ada di atas berat 2500 gr, maak Putri saya lahir dengan berat 2400 gr, padahal kehamilan kedua saya merasa lebih banyak den seneng makan daripada kehamilan pertama saya, tapi tetep saja Puteri saya kecil di dalam kandungan.

Setelah lahir sempet was was karena biasane bayi dengan berat kurang dari normal rentan kuning, karenanya saya menolak tawaran dibantu sufor bermerek ketika ASI saya belum keluar, yang keluar masih kolostrum dan itu sedikit, mungkin ada ibu yang khawatir dengan nutrisi yang didapat bayi ketika ASI belum keluar, kemudian memutuskan untuk dibantu sufor dan ASI malah tidak jadi keluar, anaknya akhirnya tergantung pada sufor . Sebuah mata rantai yang harus diputus.

Sejak hamil putuskan dan yakinkan diri untuk memberikan ASI ketika anak lahir nanti, nutrisi yang  ada d ASI benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan anak. Kembali ke cerita saya, setelah saya pulang kerumah bersama adik bayi, ASI saya belum keluar masih kolostrum yang keluar, sedikit, tapi Puteri saya semangat netek. Meskipun (maaf) payudara tidak ngrengsemi (seperti mau memproduksi ASI) sampai keesokan harinya saya tetap menetek i Puteri saya tiap 2 jam sekali masih was was akan resiko kuning atau dalam istilah lainnya ikterus, selain itu saya juga menjemurnya tiap pagi . 

Di hari kedua itu pun malam hari ASI mulai keluar dan semakin lama semakin berlimpah, terbukti kan, kalau produksi ASI semakin banyak ketika kita terus menetek i bayi.

Intinya selama sebulan perjuangan menaikkan bb si adik, BB-nya adik naik semakin baik tiap bulannya, sekarang bahkan ia bisa dikatakan cukup gemol, agak bulet, sampai kadang tidak membayangkan bisa gini, dulunya pas baru lahir kelihatan kecil banget.

Terima kasih Ya Alloh telah menciptakan ASI.

Dapat Bonus Kuota Internet

Saya adalah pelanggan setia Axis, sejak pegang hp Android dan setelah sempat mencoba membeli paket kuota internet di beberapa operator seluler saya, saya akhirnya memakai paket kuota internet dari Axis tepatnya sejak setahun yang lalu. Paket kuota internet Axis tergolong murah meriah.

Axis selalu punya Rabu Rawit. Rawit kepanjangan dari Rabu wajib irit ^^. Jadi setiap hari Rabu selalu ada promo paketan yang harganya WOW banget, nyenengin bagi para pemburu paket Internet murah .

Oh iya kembali ke gratisan paket Internet kemarin, saya kemarin dapat sms dari Axis yang begini isinya

Dan saya beli saja pulsa, bisa buat jaga-jaga untuk besok ^^. Dan beneran setelahnya dapat balasan dari operator Axis 

Saya sebelumya juga pernah dapat waktu ikut paket Rabu Rawit kapan hari. Jadi yang kedua kalinya saya coba lagi dan bisa lagi ^^.

Kuota internet yang beli belum berkurang sama sekali. Persiapan nonton geet dan drama kalau sempat.  

Paket belum berkurang sama sekali^^

Yang mencari paketan murah mungkin bisa jadi salah satu referensi , yang perlu di perhatikan kalau paketan Axis ya hari daftar paketan internet harus hari rabu kalau ingin irit, karena itu adalah hari promo produk nya Axis, kuota paketan internet ^^.

Memasak “Jangan Santen” untuk Pertama Kalinya ^^

Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dalam dunia memasak saya, seperti judul di atas , hari ini saya berhasil memasak “jangan santen” untuk pertama kalinya.
Tahu “jangan santen”??? Ini adalah masakan yang memakai santan untuk kuahnya, isinya tergantung yang masak, bisa pepaya muda, tahu, tempe, dan masih banyak lagi, kalau orang jawa biasanya menyebutnya “jangan santen”. Santen itu santan ^^.
Jangan santen adalah masakan yang tidak pernah saya masak, selain ribet, masih harus mmemarut dan memeras kelapa, saya juga belum pd alias percaya diri membuat bumbunya, hingga tadi pagi memberanikan diri untuk mencoba, dan hasilnya cukup lumayan rasanya bagi seorang pemula seperti saya, besok-besok masak lagi, ye…. Akhirnya “jangan santen” bisa saya takhlukkan ^^.

Bumbunya saya tidak pakai ribet kok, atas saran ibu mertua saya, bumbunya hanya bawang merah, bawang putih, cabai merah, lengkuas, kunir, cabai rawit tidak usah diuleg dibiarkan utuh saja biar bisa jadi options yang pengen pedes, dan daun jeruk atau daun salam , ya jangan lupa bahan yang mau dimasak bisa tempe atau tahu, minyak goreng buat menumis bumbu, dan air santan hasil perasan dari kelapa yang diparut, kalau tidak ada bisa pakai santan instan ^^.
Selamat mencoba 🙂

Cerita tentang Persalinan Putri Kedua Saya

Pengen nulis ini sejak Si Adik lahir, tapi karena sibuk banget jadi ibu dua putri kecil, jadilah baru sempat posting.
Cerita tentang proses kelahiran puteri pertama kami, mungkin akan saya posting setelah ini, saya akan memposting ini dulu karena mungkin cerita tentang persalinan anak saya yang pertama juga akan muncul di sini.
Kahamilan kedua memang sudah saya rencanakan dengan suami, dan memang saya tidak memakai alat kontrasepsi apa pun sejak menikah sampai anak saya yang pertama lahirpun, jadi memang yang kedua kapan pun Allah memberi titipan insyaAlloh siap,  dan akhir tahun tahun kemarin saya benar-benar hamil. 

Hamil yang kedua ini pun tidak begitu rewel, hanya saja saya agak sensitif dengan bau parfum, biasanya jika menghirup aroma itu langsung mual. Dari makan dan lain-lain saya tidak pilih-pilih, hanya terkadang ngidam ingin sesuatu, yang paling saya ingat itu pas ngidam wedang ronde, suami langsung tanya teman-temannya juga saudara kira-kira di wilayah Jember mana yang jual wedang ronde. Dapat rekomendasi dari seorang temannya ada yang jual wedang ronde di daerah ini (tidak saya sebutkan tempatnya karena ini bukan iklan, hehehe…) dan waktu beneran beli rasanya tidak seperti yang saya bayangkan, enak tapi tidak seperti wedang ronde yang saya mau, wedang ronde yang saya mau itu wedang ronde yang pernah saya makan pas masih di Bogor dulu, rasanya khas bangettt… Kangen Bogor mungkin jadi pengen yang rasa Bogor masakannya.

Kembali lagi ke cerita proses persalinan, dari menghadapi proses persalinan anak pertama dulu saya belajar bahwa yang paling penting dalam mempersiapkan proses persalinan ada keadaan psikologis ibu, persiapan lain juga penting tapi itu yang paling penting menurut saya. 
Perkiraan persalinan saya kemarin adalah akhir bulan Juli, karena perut saya kecil dan hasil USG perkiraannya awal Agustus saya tenang-tenang saja waktu tanggal sudah masuk angka pikiran (20 an ke atas), sampai kemudian waktu hari Senin pagi mulai keluar bloodslim (lendir bercampur darah) setelah sebelumnya waktu malam terasa kontraksi meski tidak sering. Saya ke bidan, dan waktu diperiksa sudah buka 2, saya pulang saja karena kontraksi masih jarang, detak jantung janinnya juga bagus. Pengalaman anak pertama dulu dari mulai buka 2 di hari Jum’at baru lahir pada hari Rabu, maka saya tenang saja saat itu. Sambil menunggu kontraksinya semakin sering saya tetap melakukan aktifitas seperti biasa, mencuci baju, masak, dll, hingga kemudian Rabu malam terasa semakin sering kontraksi, ketika di periksa sudah buka 3, saya tidak pulang dan menunggu di tempat persalinan (bidan) karena dengan pertimbangan kemungkinan saya akan melahirkan malam itu, jadi malam itu saya Melawati malam yang terasa sangat panjang, lewat jam 12 malam masih belum lengkap juga pembukaan, sekitar pukul 01.00 dini hari masih pembukaan 5. 
Oh iya malam hari sambil nunggu lahiran itu, menikmati kontraksi saya masih sempet minum es jus, bahkan cemilan masuk daftar hal yang harus saya bawa dalam persiapan persalinan bareng dengan peralatan bayi. Biar tidak tegang dan terasa santai menunggu proses persalinannya, saya hanya berdua saja dengan suami, ya sambil ngobrol makan cemilan serta es jus ^^, serasa kayak piknik menjelang persalinan, hehheee… Apapun namanya yang penting mengurangi rasa sakit dan tegang menjelang persalinan.

Dan pagi harinya Putri saya Alhamdulillah lahir dengan normal dan sehat. Barulah kemudian keluarga datang, sambil jemput siang harinya . 
Demikianlah sedikit cerita dari saya saat proses persalinan kemarin, saya selalu punya anggapan bahwa dari ibu mengandung, menjelang persalinan, sampai menyusui haruslah dalam kondisi yang nyaman, dan itu tentu harus dipersiapkan, dalam hal ini saya juga masih belajar . 

Semoga bermanfaat ^^.

Menulis!!!

Menulis adalah hal yang sebenarnya mudah dilakukan, tinggal menulis saja sebenarnya, tapi ya itu kadang mau posting masih selalu ada kendala, ide adalah salah satunya, merasa ragu dengan apa yang ingin diposting di blog, merasa tulisan belum negitu pantas untuk dibaca ulang, merasa tulisan belum negito berbobot dan banyak alasan lainnya, dan yang paling jitu untuk menghadapi itu semua adalah mulai menulis, ya demgan memulai menulis apa saja, seperti saya sekarang, saat ide untuk posting tidak aegera muncul saya menukis apa saja. ^^
Jadi mulailah menulis ^^!!!

Belajar Memasak

Tadi pagi waktu nyapu-nyapu, tiba-tiba kepikiran blog, entah kenapa muncul keinginan untuk bisa rutin mulis lagi, mempunyai target untuk bisa menulis rutin paling tidak seminggu sekali, syukur-syukur kalau bisa nulis setiap hari.
Kali ini pengen mulis tentang belajar memasak, katanya tiap perempuan sebagai kodratnya jaruslah bisa memasak, terutama kalau sudah menikah. Dan kalau pun tidak bisa hal ini janganlah menjadi sebuah hal yang menyebabkan ditundanya menikah (ingat drama Gopi enaknya kalau pas nikah, sudah bisa masak banyak hal). Saya bukan mau bahas Gopi, dan lagi saya juga bukan tipe seperti Gopi yang pandai banget dengan banyak kerjaan rumah, menantuable banget lah kalau Gopi, dari masak, nyuci dan ngerjain segala jenis pekerjaan rumah dia ahli, bahkan sebelum menikah.  

Pas awal nikah saya belum punya kemampuan memasak yang mumpuni (sekarang juga belum, tapi sudah lumayanlah), saya mungkin hanya bisa masak air, mie instan, telur, dan tumisan, serta masak nasi dengan apa saja saya bisa, dengan alat masak yang pakai listrik, ataupun dengan  dandang yang pakai tumang (kalau masak nasi sudah diajari dari pas duduk di SD sama ibuk).
Saat ikut merantau dan hanya tinggal berdua dengan suami pun saya masih belum begitu bisa memasak, jadi tiap hari masaknya masakan yang hanya saya bisa ngolahnya seperti tahu tempe dan dadar jagung, sayurnya bayam atau kangkung, kadang juga terung dipotong dan digoreng, terus sambalnya sambal tomat, sempet diajarin tetangga waktu itu masak sayur asam jakarta yang rasanya manis asam asin pedes dan enak rasanya  ^^. Masak selain masakan di atas saya masih kesulitan, pernah juga bikin sate pakai bumbu kacang dan nganterin ke tetangga katanya enak banget rasanya, karena tetangga bisanya kalau masak sate hanya dibumbui kecap, irisan bawang dan lombok saja.
Saya baru benar-benar belajar masak saat suami resign dari kerjaannya, masa merantau telah usai, dan saya kembali ke kota tercinta tinggal bareng sama ibu mertua. Di rumah biasanya emak yang memasak, saya hanya membantu saja, bantu mengiris dan mengupas bumbu, (emak adalah mbahnya suami) karena ibuk sibuk di toko jadi semua urusan dapur dipegang emak, saya akan melakukan apa yang disuruh emak, dan saya belum juga belajar karenan memang bekum hafal bumbu ini untuk ini,dll. Sampai kemudian emak sakit dan harus bedrest total, dari situ mau tidak mau saya yang harus masak, saya belajar pelan-pelan. Awalnya ya hanya bikin tempe penyet, tahu goreng, oseng-oseng kangkung, memasak ayam saya belum bisa, tapi saya tetep belajar, bertanya pada kakak ipar juga ibuk, saya baru tahu kalau ternyata untuk mengjasilkan ayam goreng yang rasanya enak, ayam biasanya sebelum digoreng terlebih dahulu harus diungkep, bumbu yang dipakai untuk mengungkep bisa bikin sendiri atau juga beli, kalau beli tetep perlu ditambahi daun salam dan gula sedikit. Dan masih banyak lagi yang saya pelajari, cara membuat dadar jagung, bumbu oseng-0oseng biar kebih lezatozzz rasanya, naymbek yang bener, masak soup, perkedel kentang, dan masih banyak lagi, ya meski saya belum sepenuhnya bisa masak, saya lebih berani untuk banyak mencoba, saat lebaran pun sudah langganan bikin nastar sendiri, juga bikin kue kering dengan resep-resep baru, saat ultah anak juga bikin kue tart sendiri.
Bagi teman-taman yang belum bisa masak monggo silakan pelan-pelan belajar masak, ketrampilan masak sungguh akan bermanfaat.
Sampai di sini dulu cerita tentang belajar memasak ya… ^^

Ngeblog untuk Hiburan

Saya tidak akan menjelaskan definisi hiburan, karena definisi lengkapnya bisa dibaca di KBBI ^^. Dan lagi kali ini aaya hanya ingin menulis, jadi mungkin banyaj tulisan yang gak sesuai EYD harap maklum.

Ngeblog bagi saya bisa menjadi semacam hiburan, ya karena biasanya setelah nulis di blog ada perasaan senang, juga mood yang kurang baik bisa jadi lebih baik ^^… Bersyukur sudah diberi kemudahan dalam ngeblog, bisa posting lewat hp, bisa baca blog-blog yang bagus… tapi saya masih sering gak rutin posting, alasannya banyak… tapi yang paling sering karena males, males ngetik pakai hp touchscreen, males buka laptop karena menurut saya agak ribet kalau ditinggal pas anak nangis, alasan ada aja.  
Terelepas apapun alasan saya gak rutin posting, sampai saat ini saya masih seneng sekali ngeblog, semoga bisa terus menyempatkan mengisi rumah ini (blog ini) meski berada di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga. aamiin….

“Ini Cinta”

Sore itu adalah sore saat hujan pertama kali turun di bulan ini. Itu berarti beberapa hari yang lalu jika menilik postingan ini (baca juga: November Rain) , hari itu tepat tanggal 6 November 2015.

Sore itu Nay mungkin lumayan bosen, karena tv dimatikan (karena hujannya disertai petir) juga hp tidak dinyalakan, jadilah Nay mengisi sore itu bermain apa saja, dari satu permainan lanjut ke permainan lainnya. Tidak lama kemudian suami datang dengan kondisi lumayan basah kuyup, Nay tentu sangat senang, seperti biasanya saat sore ia akan bermain dengan ayahnya.

Sambil menunggu ayah mandi dan berganti baju, Nay bermain dengan saya, mamanya ^^. Ia memasang gendongan ke atas kepala saya juga di atas kepalanya (mirip kerudung yang dipakai saat orang ijab), tapi hanya sebentar kemudian ia beralih ke mainan lain, berlagak seperti fotografer yang memfoto saya yang masih memakai kerudung berupa gendongan itu, ia memotret saya (gaya memotret saja, tidak menggunakan kamera sungguhan, tapi kamera imajinasinya).

Saat ayahnya selesai mandi, dan ingin tiduran di kasur lantai di depan tv tempat saya dan Nay, putri saya, bermain, Nay tiba-tiba menyuruh ayahnya untuk duduk di depan meja kecil yang berarti di sebelah saya, setelah mengikuti instruksinya Nay, ternyata ayah juga dipasangi kerudung gendongan yang juga saya pakai, jadi saya dan suami dikerudungi seperti sepasang pengantin yang ijab kabul, kemudian Nay memotret saya dan suami, tentu masih menggunakan kamera imajinasinya, dan kemudian ia mengatakan sesuatu sambil menunjuk saya dan suami yang duduk di depan meja kecilnya, “Ini Cinta ini, ini Cinta…”. Dan saya bena-benar tertawa setelahnya, masih baru masuk usia 3 tahun 7 bulan, sudah tahu kata “Cinta”.

Beberapa hari setelahnya karena masih sangat benasaran dengan kata “Cinta” ala Nay, saya bertanya padanya.

Saya: “Nduk, apa sichh cinta itu?”
Nay: (dengan santainya ia menjawab saat saya gendong)”Cinta itu manten (pengantin) Ma…”

Jadi, waktu ia bilang cinta hari itu ia pengen bilang manten dengan bahasa lain, entah kenapa ia bisa menghubungkan antara pengantin dan cinta, hingga kemudian menggapnya punya arti yang sama… ^^

Nay… Nay… Putri kesayangan mama yang sedang belajar banyak kosa kata.