Nilai Ujian

Sudah masuk bulan Desember, dan di Jember sudah mulai hujan beberapa hari ini, di beberapa tempat bahkan disertai angin, berita baiknya anak-anak bisa hujan-hujanan, dan hujannya biasanya sore jadi jemuran biasanya sudah kering.

Dua minggu yang lalu Nay ujian akhir semester dan dia belajar sendiri, hari pertama sampai terakhir dia belajar sendiri bareng dengan mbak-mbaknya (sepupunya), saya hanya menemani saat ia belajar buku temanya, juga saat pelajaran agama, dan belajar bahasa daerah jawa yang memang agak kesulitan karena bahasa sehari-harinya kebanyakan memakai Bahasa Indonesia, di Jember kebanyakan bahasa yang di gunakan adalah bahasa Madura beberapa Jawa, jadi anak-anak biasanya di sekolah atau juga di lingkungan yang kebanyakan campuran Jawa dan Madura bahasa yang digunakan Bahasa Indonesia.

Hari Selasa kemarin nilai ujiannya sudah keluar dan beberapa nilainya lumayan jelek, saat pulang sekolah ia cerita kalau nilainya tidak begitu bagus. Bagaimana saya menyikapinya? kurang belajarkah dia?

Dalam perjalannya saya ingin menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak saya, dan sekarang pun masih terus belajar, tiap kali dihadapkan dengan hal dimana saya harus bersikap, saya mencoba memposisikan diri saya menjadi anak juga, apa yang saya harapkan pada sikap orang tua ketika saya melakukan sesuatu (saya tidak mau menyebutnya kesalahan), seperti saat Nay mendapatkan nilai yang tidak begitu bagus, saya melihat beberapa soalnya, dalam keseharian saat ada PR biasanya ia bisa mengerjakknya dengan baik dengan nilai yang lebih banyak lumayan bagus, tapi selalu saat ujian sering tidak bisa mengerjakan di beberapa soal.

Apa kamu menikmati masa sekolahmu?” “apakah Nay menikmati masa sekolahnya?” bermain dengan teman dengan gembira juga bisa belajar dengan senang, mempelajari apa yang diajarkan di sekolah dengan baik juga enjoy. Bermain di rumah dengan riang.

Saya hanya orang tua yang ingin anak saya bisa menikmati masa kanak-kanaknya dengan baik juga bahagia tentunya, kadang perlu ditegur karena melakukan kesalahan tapi tidak apa-apa itu untuk melatih kebiasaan baik sehari-harinya, kadang juga dihukum saat mengaji karena tidak masuk tanpa ijin, saya bilang juga tidak apa-apa itu bagian dari tanggung jawabnya. Sebagai orang tua yang sedang belajar saya pun masih banyak kekurangan, tapi saya selalu ingin mengambil sikap yang tepat ketika menghadapi anak-anak, terkadang juga marah tapi kemudaian menyesalinya (marah khas emak-emak kalu manggil gak ada yang jawab).

Jika ia dapat nilai yang tidak terlalu bagus pun saya juga akan bilang gak apa-apa, mungkin memang kurang belajarnya atau memang dianya perlu belajar agak keras agar bisa, tapi saya sebagai orang tua juga tidak akan banyak menuntutnya untuk mendapat nilai yang bagus, meski senang menjadi orang tua dengan anak yang berprestasi, tapi menuntut anak untuk mendapat nilai yang bagus saya rasa itu hal yang kurang tepat, mensupportnya juga membantunya untuk tahu apa yang ia sukai juga di bidang apa keahliannya adalah tugas orang tua, jadi mari sama-sama belajar. Semoga anak-anak bisa menemukan keahlian yang ia senangi sehingga ia bisa menjadi seorang ahli di bidangnya. Untuk saat ini masih mencari-cari di bidan apa Nay paling ahli, jadi biarlah dia menikmati masa bermainnya sebagai anak-anak, juga menikmati masa sekolahnya, mungkin dia di sekolah banyak ngobrol dengan temannya, mengingat dia suka sekali bercerita.

Bagi mama belajar jadi anak yang baik dengan melakukan kebaikan adalah yang utama. Mengikutkannya les masih belum menjadi pilihan saya saat ini. Semoga ke depannya bisa terus menjadi anak yang bahagia dan bertanggung jawab tentunya. Aamiin…

Gara-gara Mimpi Buruk

Kemarin sore hujan disertai angin di Jember kota, hujannya deres banget, dan terjadinya pun cepet dari panas terik, mendung, kemudian turun hujan, itu hanya dalam hitungan menit, sehingga lumayan buat cepat-cepat mengangkat jemuran.

Waktu hujan kemarin itu Mbak Nay, anak saya yang pertama, sedang tidur, tumben sich… Biasanya sudah tidur siang kalau tidak benar-benar capek, kebiasaan yang memang kurang baik. Nah, pas sebelum hujan dia sudah tidur, wakru hujan juga tidak bangun, waktu saya tinggal untuk mengkat jemuran pun dianya tidak bangun, setelah ngangkat jemuran eh dianya sudah bangun, sudah pegang Al Qur’an dan pakai kerudung, juga sedang membaca Al Qur’an di kamarnya.

“Tumben kok tiba-tiba ngaji sehabis bangun tidur nduk?” tanya saya.

“Nay tadi habis mimpi buruk Ma, hujan juga, jadinya ngaji,” jawab Nay, jadi ini semua karena mimpi buruk di hari yang hujan angin…

Mengucapkan “Maaf” dan “Terima Kasih”

Tiap anak dalam perkembangannya pasti berbeda, saya melihat dan mengamati sendiri pada Nay dan Ain, dua putri saya. Nay dari kecil seneng bicara, jadi ia lebih dahulu bicaranya daripada bisa jalannya, cepet belajar nyanyi juga bicara, tapi biacaranya masih sesukanya waktu itu, jadi kadang banyak tidak jelasnya dalam pelafalan hurufnya.

Berbeda dengan adiknya Ain, Ain lebih pendiam tapi aktif sekali, dari umur 6 bulan ia bisa merangkak bareng dengan belajar berdiri pegangan kalau orang jawa bilang trantanan, jalan pun sudah bisa pada umur 1 tahun an (mbaknya baru bisa jalan di umur 16 bulan). Nah, kalau secara verbal, Ain lebih pendiam, dari bayi tidak banyak celoteh, ada tapi tidak sebanyak mbak nya dulu. Dan ternyata Ain lebih santai dalam perkembangan bahasanya tapi itu membuat dia malah lebih jelas dalam pelafalan hurufnya, saya kira ia tidak suka menyanyi seperlrti mbak nya, tapi ternyata sama saja sekarang malah mulai belajar nyanyi sendiri dari lagu-lagu di tv atau juga yang ia lihat dan dengar di hp.

Dalam hal mengucapkan maaf dan terima kasih Nay dar mulai bicara sudah mulai melakukannya sedang Ain kemarin-kemarin susah sekali diminta untuk meminta dan mengucapkan maaf juga terima kasih, setiap diingatkan selalu pergi begitu aja dengan senyum-senyum (tipe anaknya agak suka jahilin orang), saya kira ia akan cuek dengan hal itu, tapi ternyata saat sudah biasa diingtakan untuk minta maaf ia beneran minta maaf dan mengenai ucapan terima kasih sekarang malah ia selalu mengucapkannya kalau diberi sesuatu, ” imaatiiihhh” tidak lupa sambil nyelonong pergi dam senyum-senyum.

Intinya disini saya bukan mau membandingkan keduanya, karena memang tiap anak perkembangannya berbeda pun sifatnya.

Mbak Nay

Naylil adalah nama Putri pertama saya , biasanya saya manggil dia dengan mbak Nay, kalau kata orang Jawa bahasani adik e…membiasakan adiknya untuk memanggil mbak. Kapan hari ikut utinya wisata naik kereta api, dianya seneng banget , denger dari utinya diem terus selama perjalanan, eh nyampek-nyampek berubah jadi mbak mbak operator di stasiun, seisi rumah pada tertawa semua waktu mbak Nay menirukan operator di stasiun,”perhatian, perhatian … Kereta jurusan… Akan segera berangkat…” “Kereta telah sampai di stasiun….” Begitu terus dari habis ashar sampai Maghrib.

Waktu di stasiun main kincir angin

Ada lagi cerita waktu dianya tiba-tiba menangis saat nonton video nya ” Padi” sahabat selamanya yang dipakai sebagai ost. Ipin dan Upin , waktu ditanya kenapa, jawabnya karena matanya klilipen… Sakit katanya matanya …. Padahal jelas menangis, dan kemudian pengen sholat katanya, ditanyai alasannya kenapa masih belum mengaku. Besoknya kemudian saya tanya kenapa kok kemarin nangis, dianya baru jawab kalau dia kangen sama mbak-mbak mahasiswa yang kapan hari praktek ngajar di sekolahnya , yang ngajari drama. Pengen mbak-mbak nya ngajar lagi di sekolahnya, karena itu dia langsung pengen sholat soalnya pengen langsung berdoa meminta pada Alloh SWT. Supaya mbak-mbak itu ngajar lagi. 
Lagu Sahabat Selamanya itu adalah lagu pas dramanya dia yang pentas hari Minggu kemarin, dan memang pasca drama pentas mbak Nay tidak ketemu lagi sama mbak-mbak yang ngajari drama beberapa Minggu ini. Jadilah drama, ingat mbak-mbak….
Pernah suatu ketika terjadi pemadaman listrik, dan pas waktu Maghrib , nah ketika selesai sholat Maghrib dianya berdoa semoga listrik cepat menyala, dan mang setelahnya listrik beneran menyala, kakak sepupunya langsung ikut seneng , “Nay, Nay do’a mu dikabulkan, listriknya langsung menyala…” Dan setelah itu ia selalu bangga menceritakan kalau Alloh mendengar dan mengabulkan do’a nya.

Dan masih banyak cerita lainnya …
Nb: postingan untuk mengobati rindu menulis … Kangen karena lama tidak posting tulisan ^^

“Ini Cinta”

Sore itu adalah sore saat hujan pertama kali turun di bulan ini. Itu berarti beberapa hari yang lalu jika menilik postingan ini (baca juga: November Rain) , hari itu tepat tanggal 6 November 2015.

Sore itu Nay mungkin lumayan bosen, karena tv dimatikan (karena hujannya disertai petir) juga hp tidak dinyalakan, jadilah Nay mengisi sore itu bermain apa saja, dari satu permainan lanjut ke permainan lainnya. Tidak lama kemudian suami datang dengan kondisi lumayan basah kuyup, Nay tentu sangat senang, seperti biasanya saat sore ia akan bermain dengan ayahnya.

Sambil menunggu ayah mandi dan berganti baju, Nay bermain dengan saya, mamanya ^^. Ia memasang gendongan ke atas kepala saya juga di atas kepalanya (mirip kerudung yang dipakai saat orang ijab), tapi hanya sebentar kemudian ia beralih ke mainan lain, berlagak seperti fotografer yang memfoto saya yang masih memakai kerudung berupa gendongan itu, ia memotret saya (gaya memotret saja, tidak menggunakan kamera sungguhan, tapi kamera imajinasinya).

Saat ayahnya selesai mandi, dan ingin tiduran di kasur lantai di depan tv tempat saya dan Nay, putri saya, bermain, Nay tiba-tiba menyuruh ayahnya untuk duduk di depan meja kecil yang berarti di sebelah saya, setelah mengikuti instruksinya Nay, ternyata ayah juga dipasangi kerudung gendongan yang juga saya pakai, jadi saya dan suami dikerudungi seperti sepasang pengantin yang ijab kabul, kemudian Nay memotret saya dan suami, tentu masih menggunakan kamera imajinasinya, dan kemudian ia mengatakan sesuatu sambil menunjuk saya dan suami yang duduk di depan meja kecilnya, “Ini Cinta ini, ini Cinta…”. Dan saya bena-benar tertawa setelahnya, masih baru masuk usia 3 tahun 7 bulan, sudah tahu kata “Cinta”.

Beberapa hari setelahnya karena masih sangat benasaran dengan kata “Cinta” ala Nay, saya bertanya padanya.

Saya: “Nduk, apa sichh cinta itu?”
Nay: (dengan santainya ia menjawab saat saya gendong)”Cinta itu manten (pengantin) Ma…”

Jadi, waktu ia bilang cinta hari itu ia pengen bilang manten dengan bahasa lain, entah kenapa ia bisa menghubungkan antara pengantin dan cinta, hingga kemudian menggapnya punya arti yang sama… ^^

Nay… Nay… Putri kesayangan mama yang sedang belajar banyak kosa kata.

“Ketika Aku Jadi Besar”

Nay, putri saya tersayang sedang pilek dari kemarin, dari menjelang tidur tadi malam malah suaranya jadi serak karena sepertinya batuk juga. Namun itu semua tidak mengurangi keceriaannya, namanya juga anak kecil.

Ketika menunggu saya mencuci baju, Nay bermain air di pancuran sambil sesekali membantu memindahkan baju dari satu bak ke bak lainnya sebelum dibilas. Dan di sela-sela keceriaannya bermain air tiba-tiba ia mengatakan sesuatu yang amazing, “Ma, anti kalo Nay udah esal (besar) mama jadi ecil ya, anti Nay yang gendong Mama, “sambil tersenyum dengan penuh ketulusan dan wajah berbinar senang ia mengatakan itu…