Mbak Nay

Naylil adalah nama Putri pertama saya , biasanya saya manggil dia dengan mbak Nay, kalau kata orang Jawa bahasani adik e…membiasakan adiknya untuk memanggil mbak. Kapan hari ikut utinya wisata naik kereta api, dianya seneng banget , denger dari utinya diem terus selama perjalanan, eh nyampek-nyampek berubah jadi mbak mbak operator di stasiun, seisi rumah pada tertawa semua waktu mbak Nay menirukan operator di stasiun,”perhatian, perhatian … Kereta jurusan… Akan segera berangkat…” “Kereta telah sampai di stasiun….” Begitu terus dari habis ashar sampai Maghrib.

Waktu di stasiun main kincir angin

Ada lagi cerita waktu dianya tiba-tiba menangis saat nonton video nya ” Padi” sahabat selamanya yang dipakai sebagai ost. Ipin dan Upin , waktu ditanya kenapa, jawabnya karena matanya klilipen… Sakit katanya matanya …. Padahal jelas menangis, dan kemudian pengen sholat katanya, ditanyai alasannya kenapa masih belum mengaku. Besoknya kemudian saya tanya kenapa kok kemarin nangis, dianya baru jawab kalau dia kangen sama mbak-mbak mahasiswa yang kapan hari praktek ngajar di sekolahnya , yang ngajari drama. Pengen mbak-mbak nya ngajar lagi di sekolahnya, karena itu dia langsung pengen sholat soalnya pengen langsung berdoa meminta pada Alloh SWT. Supaya mbak-mbak itu ngajar lagi. 
Lagu Sahabat Selamanya itu adalah lagu pas dramanya dia yang pentas hari Minggu kemarin, dan memang pasca drama pentas mbak Nay tidak ketemu lagi sama mbak-mbak yang ngajari drama beberapa Minggu ini. Jadilah drama, ingat mbak-mbak….
Pernah suatu ketika terjadi pemadaman listrik, dan pas waktu Maghrib , nah ketika selesai sholat Maghrib dianya berdoa semoga listrik cepat menyala, dan mang setelahnya listrik beneran menyala, kakak sepupunya langsung ikut seneng , “Nay, Nay do’a mu dikabulkan, listriknya langsung menyala…” Dan setelah itu ia selalu bangga menceritakan kalau Alloh mendengar dan mengabulkan do’a nya.

Dan masih banyak cerita lainnya …
Nb: postingan untuk mengobati rindu menulis … Kangen karena lama tidak posting tulisan ^^

Iklan

“Ini Cinta”

Sore itu adalah sore saat hujan pertama kali turun di bulan ini. Itu berarti beberapa hari yang lalu jika menilik postingan ini (baca juga: November Rain) , hari itu tepat tanggal 6 November 2015.

Sore itu Nay mungkin lumayan bosen, karena tv dimatikan (karena hujannya disertai petir) juga hp tidak dinyalakan, jadilah Nay mengisi sore itu bermain apa saja, dari satu permainan lanjut ke permainan lainnya. Tidak lama kemudian suami datang dengan kondisi lumayan basah kuyup, Nay tentu sangat senang, seperti biasanya saat sore ia akan bermain dengan ayahnya.

Sambil menunggu ayah mandi dan berganti baju, Nay bermain dengan saya, mamanya ^^. Ia memasang gendongan ke atas kepala saya juga di atas kepalanya (mirip kerudung yang dipakai saat orang ijab), tapi hanya sebentar kemudian ia beralih ke mainan lain, berlagak seperti fotografer yang memfoto saya yang masih memakai kerudung berupa gendongan itu, ia memotret saya (gaya memotret saja, tidak menggunakan kamera sungguhan, tapi kamera imajinasinya).

Saat ayahnya selesai mandi, dan ingin tiduran di kasur lantai di depan tv tempat saya dan Nay, putri saya, bermain, Nay tiba-tiba menyuruh ayahnya untuk duduk di depan meja kecil yang berarti di sebelah saya, setelah mengikuti instruksinya Nay, ternyata ayah juga dipasangi kerudung gendongan yang juga saya pakai, jadi saya dan suami dikerudungi seperti sepasang pengantin yang ijab kabul, kemudian Nay memotret saya dan suami, tentu masih menggunakan kamera imajinasinya, dan kemudian ia mengatakan sesuatu sambil menunjuk saya dan suami yang duduk di depan meja kecilnya, “Ini Cinta ini, ini Cinta…”. Dan saya bena-benar tertawa setelahnya, masih baru masuk usia 3 tahun 7 bulan, sudah tahu kata “Cinta”.

Beberapa hari setelahnya karena masih sangat benasaran dengan kata “Cinta” ala Nay, saya bertanya padanya.

Saya: “Nduk, apa sichh cinta itu?”
Nay: (dengan santainya ia menjawab saat saya gendong)”Cinta itu manten (pengantin) Ma…”

Jadi, waktu ia bilang cinta hari itu ia pengen bilang manten dengan bahasa lain, entah kenapa ia bisa menghubungkan antara pengantin dan cinta, hingga kemudian menggapnya punya arti yang sama… ^^

Nay… Nay… Putri kesayangan mama yang sedang belajar banyak kosa kata.

“Ketika Aku Jadi Besar”

Nay, putri saya tersayang sedang pilek dari kemarin, dari menjelang tidur tadi malam malah suaranya jadi serak karena sepertinya batuk juga. Namun itu semua tidak mengurangi keceriaannya, namanya juga anak kecil.

Ketika menunggu saya mencuci baju, Nay bermain air di pancuran sambil sesekali membantu memindahkan baju dari satu bak ke bak lainnya sebelum dibilas. Dan di sela-sela keceriaannya bermain air tiba-tiba ia mengatakan sesuatu yang amazing, “Ma, anti kalo Nay udah esal (besar) mama jadi ecil ya, anti Nay yang gendong Mama, “sambil tersenyum dengan penuh ketulusan dan wajah berbinar senang ia mengatakan itu…