SibukĀ 

Iya sibuk… ^^

Sampai rasanya pegang hp aja hal yang lumayan jarang jika dibanding dulu. Tidak sesering dulu, sehari cukup nge-charge satu kali saja rasanya cukup, bahkan hp masih hidup untuk besok paginya lagi. Padahal hp yang saya miliki baterainya kapasitasnya tidak terlalu besar . 
Momong 2 anak memang sesuatu rasanya ^^, Mbak yang 5 tahun sekolah RA dan sorenya ngaji, membantu menyiapkan semua keperluannya, selain itu saya juga mengurus adiknya yang masih bayi yang mulai aktif kemana-mana, semua itu bener bener membuat saya kadang lupa dengan hp ^^, dan sekarang malah mulai tidak begitu merasa aneh  ketika tidak memegang dan memakai hp dalam waktu yang lama, saya mulai menikmati aktifitas di dunia nyata dibanding di dunia maya mungkin, atau juga saya sudah mulai bosan dengan keseringan update status di medsos.
Jadi , kesibukan saya yang bertambah mungkin ada hikmahnya juga, saya jadi tidak begitu ngereken dengan dunia maya ^^.
Semoga bisa selalu menikmati kesibukan sebagai nikmat dari Alloh SWT. Aamiin…

Jalan-jalan ^^

“Yah, besok pas hari libur kita jalan-jalan yuk!” Ajak saya pada suami sebelum weekend kemarin… Eh ternyata hari Ahad kemarin ada acara di kantornya , sudahlah rasanya hari libur tak terasa libur kalau suami tidak libur…. Sampai nulis status bbm yang isinya kurang lebih begitu, dan dikomentari suami, seharusnya aku yang buat status begitu …. Hehehehe… Yang tidak libur kan aku… ^^
Tapi, beneran kok keluarga itu satu paket yang satu libur lainnya ikut merasa libur juga, yang satu senang yang lain juga, begitu seterusnya… 
Jadi, niat jalan jalan dan menghabiskan waktu di akhir pekan bersama sepertinya tidak sesuai rencana , ya sudahlah… InsyaAlloh tetap bisa seneng bareng kumpul di rumah ae tidak perlu jalan jalan, lagian juga masih tanggal tua ^^. Kalau sudah tanggal muda mungkin bisa terealisasi … Aamiin …

Nah , pas hari seninnya saya malah sibuk masak di dapur sampai siang, karena tanggal merah saya merasa nyantai aja, maklum yang  masuk sekolah kan libur, jadi saya tidak diburu waktu buat nyiapin sarapan, sempet ke pasar juga beli ikan laut rencana untuk dibakar dan berakhir dengan hanya dipanggang (males nyiapin arang buat bakar nya, kelupaan tidak beli waktu di pasar ), karena hasil panggangan ikan masih terasa amis suami tetep gak doyan sama ikan lautnya. Tahu gt kan saya masak sesuai rencana sayur bening plua pekedel jagung kesukaan suami. Namanya juga nyoba bikin menu baru yang tidak biasa ^^.

Saya selesai masak ternyata sudah jam 10 an. Untung sarapan beli lontong botok di pasar, jadi tinggal makan siang ^^. Belum nyuci baju, tapi masih ada tugas dari ibuk yang membuat saya dan suami jalan-jalan dengan keperluan bukan refresing… Hehehehe… 
Malam harinya jadinya kami baru keluar jalan-jalan berdua , iya berdua saja, kalau sudah malam anak-anak sudah tidur semua, niat hati ingin beli cilok fovorit yang ternyata penjualnya ikut liburan pisan… Karena pengen pulang bukan dengan tangan hampa, saya dan suami mampir ke minimarket untuk membeli indomie yang baru saya rasakan rasanya , gak penting banget sepertinya cuma beli indomie, ya kadang melakukan hal yang random gini lucu juga, kita milih mie Indomie dengan rasa yang belum pernah kita makan tapi dengan perkiraan rasanya enak…

Indomie yang rasa rasanya baru kami kenal ^^

Saya dan suami milih milih indomie. Yang kami beli diantaranya indomie goreng rasa sambel marah (sebelumnya suami pernah nyoba dan enak. Saya pengen nyoba juga), indomie goreng rasa sambal rica rica, dan satu lagi yang tidak kefoto karena keburu dimasak adalah indomie goreng pedas (rasanya kaya mie instan yang lagi tenar belakangan karena rasa pedasnya. Tapi pedasnya mie ini level biasa, lebih pedas sedikit dari indomie goreng biasanya. Jika pengen lebih pedas tambakan irisan cabai atau boncabe) . Rasa lainnya sebenarnya banyak banget yang belum kami coba tapi karena favorit mie goreng beli yang mie goreng saja.

   

Dari minimarket saya mampir sebentar ke toko aksesoris yang juga menjual sandal dan tas , saya ingat kapan hari janjiin Nay untuk membelikan sandal kuda poni kesukaan nya. Dan ternyata tinggal satu pasang sandal jepit kuda poninya , nomornya juga sesuai dengan kakinya Nay , langsung beli bungkus dan pulang ….
Yeee… Jalan jalan juga… Kan ini namanya ^^.

NB: padahal rencananya mau ngemall… ^^

Waspada

Judulnya biar itu saja wesss… ^^
Beberapa hari yang lalu saya tiba-tiba mendapat sms dari nomer asing

Awalnya tuh nomer (tifak tahu orangnya jadi bilang nomer saja, heheeee) tidak membalas pesan saya, hingga kemudian sehari setelahnya tuh nomer telepon saya dan mengatakan apa saya masih ingat suara siapa itu… Emang dasar saya ya polos mungkin, heheee… Malah mengganggap itu beneran saudara saya, karena memang ada saudara saya yang kerja di Kalimantan dan lama tidak bertemu , Dek Andrik namanya . Tuh orang di telepon mengiyakan saja.

Tanpa basa basi malah saya diajak bisnis pulsa untungnya gede… Ya awalnya saya tertarik , bilangnya mengisi pulsa untuk perusahaan tempatnya kerja, per pulsa dihargai lebih mahal dari harga normalnya. Setelah itu bilang kalau untuk menjamin tidak bohong bosnya akan mentransfer sekarang juga, kok gak bisa dilihat atau diambil sekarang transferannya , orang itu bilang masih ada penundaan transfer uang beda bank… Dan saya diberi sma bukti transfernya. Karena cuma sms saya gak percaya, saya minta foto bukti transfernya , malah mendesak terus minta diisikan pulsa sebesar 100k untuk 15 nomor, hellooo itu kalau benar ketipu saya bisa kehilangan uang 1,5 jt… 
Selama siang juga sore tuh nomer terus nerror supaya cepet diisi pulsanya karena sudah transfer… 
Waktu saya konfirmasi lagi siapa nama orang di tlpn itu sebenarnya, dia bilang “Andi” namanya , saya langsung ngakak aja… Dan bilang Anda salah sambung saya gak punya saudara yang namanya Andi , saudara saya namanya ANDRIK, dan tuh orang malah balas sms dengan balasan , ” Halah alesan, wong uang wes ditransfer”… Padahal gak ada transferan sama sekali, bechhh tuh orang wes nipu. Ketahuan, sek ngengkel…..
Ya begitulah cerita telpon nyasar yang niat banget nipu… Bilang wes transfer 37.800.000, yang 800k suruh buat ke bank buka rekening BCA dan disedekahkan… Bukti transfer malah cuma sms yang aneh. Bilangnya Bank nya dia BCA tp di sms Bank Permata. Dan sms nya nyebut Bank dan nomer rekeningnya gak sesuai… 
Di lain waktu jangan lagi mudah percaya dengan sms, tlpn, atau chat dengan orang asing, Untung waktu itu ada suami, juga lek-lek (adik-adiknya ibuk) yang yakin bener kalau itu pasti nipu.
Jadi ingat waktu lihat film kartun, ada percikan di dalamnya yang bilang, jika sesuatu terlihat sangat mudah mungkin itu bukan sesuatu yang baik. Seperti iming iming dapat untung berlipat besar dalam sehari dari jualan pulsa, yang rasanya hampir gak mungkin dan benar ternyata menipu. Kalau adegan di kartun saat ada banjir datang ada salah satu tokonya yang menangkapnya dengan menjatuhkan batu di atas tebing dan masalah selesai air banjir tidak mengalir di tempat tinggalnya, tapi ternyata saat volume air semakin besar bendungan batu dadakan itu pun roboh . 
Jadi intinya, nyari uang itu memang selalu tidak instan dapat banyak. Apalagi yang merintisnya dari nol. 
Dan lagi sekarang banyak modis penipuan jadi berhati hatilah …. Dan waspada…

Tulisan ini saya dedikasikan untuk suami saya, Lek Pupah , Lek ikoh, juga Lek Nur yang kapan hari menyadarkan saya kalau saya hampir kena tipu dengan telpon nyasar itu. Mutur sekalangkong Lek Lek ^^

Paling Enak Memang Masakan Sendiri

Judul di atas bukan untuk meremehkan masakan orang lain, karena masakan orang kadang lebih terasa enak, karena lidah kita merasakan hal yang tidak biasa. Mungkin begitu. Tapi saya bukan mau cerita itu.
Kadang memang kita perlu bereksperimen dengan hal yang sederhana dalam keseharian kita, seperti saya pagi tadi, dari pagi sudah belanja, tapi tidak sempat memasak karena waktu memasak saya gunakan untuk pergi keluar membeli nasi pecel. Karena sejak 2 hari yang lalu suami pengen banget nasi pecel yang di jual di dekat jalan raya. 

Karena sudah siang saya tidak sempat memasak. Biasanya sempat saja memasak. Tapi hari ini ada acara keluar rumah, dan lagi karena tadi malam lembur nyetrika saya jadi ngantuk berat, wes akhirnya beneran tidak jadi masak sampai sore, dan di meja makan tidak ada apa-apa kecuali nasi dan sayur yang dimasak emak karena nunggu saya tidak masak sampai siang. Tapi lainnya tidak ada sama sekali, di situ saya merasa kalau tempe dan tahu goreng rasanya sangat berharga.

Ayo Semangat Memberi Asi!!!^^

Waktu buka Instagram eh ketemu postingan di atas, jadi ingat kapan hari pengen nulis pengalaman saya memberikan ASI.
Sudah baca artikel tentang partikel ASI yang ternyata berbeda dengan susu formula? partikel ASI ternyata hidup. Yang belum baca artikel tentang ini monggo silakan browsing ^^.

Tahun kemarin di tahun 2016 Saya melahirkan putri kedua saya , yang istimewa adalah bb alias berat badan Putri kedua saya berada di bawah normal, jika biasanya bayi lahir dengan berat normal itu ada di atas berat 2500 gr, maak Putri saya lahir dengan berat 2400 gr, padahal kehamilan kedua saya merasa lebih banyak den seneng makan daripada kehamilan pertama saya, tapi tetep saja Puteri saya kecil di dalam kandungan.

Setelah lahir sempet was was karena biasane bayi dengan berat kurang dari normal rentan kuning, karenanya saya menolak tawaran dibantu sufor bermerek ketika ASI saya belum keluar, yang keluar masih kolostrum dan itu sedikit, mungkin ada ibu yang khawatir dengan nutrisi yang didapat bayi ketika ASI belum keluar, kemudian memutuskan untuk dibantu sufor dan ASI malah tidak jadi keluar, anaknya akhirnya tergantung pada sufor . Sebuah mata rantai yang harus diputus.

Sejak hamil putuskan dan yakinkan diri untuk memberikan ASI ketika anak lahir nanti, nutrisi yang  ada d ASI benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan anak. Kembali ke cerita saya, setelah saya pulang kerumah bersama adik bayi, ASI saya belum keluar masih kolostrum yang keluar, sedikit, tapi Puteri saya semangat netek. Meskipun (maaf) payudara tidak ngrengsemi (seperti mau memproduksi ASI) sampai keesokan harinya saya tetap menetek i Puteri saya tiap 2 jam sekali masih was was akan resiko kuning atau dalam istilah lainnya ikterus, selain itu saya juga menjemurnya tiap pagi . 

Di hari kedua itu pun malam hari ASI mulai keluar dan semakin lama semakin berlimpah, terbukti kan, kalau produksi ASI semakin banyak ketika kita terus menetek i bayi.

Intinya selama sebulan perjuangan menaikkan bb si adik, BB-nya adik naik semakin baik tiap bulannya, sekarang bahkan ia bisa dikatakan cukup gemol, agak bulet, sampai kadang tidak membayangkan bisa gini, dulunya pas baru lahir kelihatan kecil banget.

Terima kasih Ya Alloh telah menciptakan ASI.

Dapat Bonus Kuota Internet

Saya adalah pelanggan setia Axis, sejak pegang hp Android dan setelah sempat mencoba membeli paket kuota internet di beberapa operator seluler saya, saya akhirnya memakai paket kuota internet dari Axis tepatnya sejak setahun yang lalu. Paket kuota internet Axis tergolong murah meriah.

Axis selalu punya Rabu Rawit. Rawit kepanjangan dari Rabu wajib irit ^^. Jadi setiap hari Rabu selalu ada promo paketan yang harganya WOW banget, nyenengin bagi para pemburu paket Internet murah .

Oh iya kembali ke gratisan paket Internet kemarin, saya kemarin dapat sms dari Axis yang begini isinya

Dan saya beli saja pulsa, bisa buat jaga-jaga untuk besok ^^. Dan beneran setelahnya dapat balasan dari operator Axis 

Saya sebelumya juga pernah dapat waktu ikut paket Rabu Rawit kapan hari. Jadi yang kedua kalinya saya coba lagi dan bisa lagi ^^.

Kuota internet yang beli belum berkurang sama sekali. Persiapan nonton geet dan drama kalau sempat.  

Paket belum berkurang sama sekali^^

Yang mencari paketan murah mungkin bisa jadi salah satu referensi , yang perlu di perhatikan kalau paketan Axis ya hari daftar paketan internet harus hari rabu kalau ingin irit, karena itu adalah hari promo produk nya Axis, kuota paketan internet ^^.

Cerita tentang Persalinan Putri Kedua Saya

Pengen nulis ini sejak Si Adik lahir, tapi karena sibuk banget jadi ibu dua putri kecil, jadilah baru sempat posting.
Cerita tentang proses kelahiran puteri pertama kami, mungkin akan saya posting setelah ini, saya akan memposting ini dulu karena mungkin cerita tentang persalinan anak saya yang pertama juga akan muncul di sini.
Kahamilan kedua memang sudah saya rencanakan dengan suami, dan memang saya tidak memakai alat kontrasepsi apa pun sejak menikah sampai anak saya yang pertama lahirpun, jadi memang yang kedua kapan pun Allah memberi titipan insyaAlloh siap,  dan akhir tahun tahun kemarin saya benar-benar hamil. 

Hamil yang kedua ini pun tidak begitu rewel, hanya saja saya agak sensitif dengan bau parfum, biasanya jika menghirup aroma itu langsung mual. Dari makan dan lain-lain saya tidak pilih-pilih, hanya terkadang ngidam ingin sesuatu, yang paling saya ingat itu pas ngidam wedang ronde, suami langsung tanya teman-temannya juga saudara kira-kira di wilayah Jember mana yang jual wedang ronde. Dapat rekomendasi dari seorang temannya ada yang jual wedang ronde di daerah ini (tidak saya sebutkan tempatnya karena ini bukan iklan, hehehe…) dan waktu beneran beli rasanya tidak seperti yang saya bayangkan, enak tapi tidak seperti wedang ronde yang saya mau, wedang ronde yang saya mau itu wedang ronde yang pernah saya makan pas masih di Bogor dulu, rasanya khas bangettt… Kangen Bogor mungkin jadi pengen yang rasa Bogor masakannya.

Kembali lagi ke cerita proses persalinan, dari menghadapi proses persalinan anak pertama dulu saya belajar bahwa yang paling penting dalam mempersiapkan proses persalinan ada keadaan psikologis ibu, persiapan lain juga penting tapi itu yang paling penting menurut saya. 
Perkiraan persalinan saya kemarin adalah akhir bulan Juli, karena perut saya kecil dan hasil USG perkiraannya awal Agustus saya tenang-tenang saja waktu tanggal sudah masuk angka pikiran (20 an ke atas), sampai kemudian waktu hari Senin pagi mulai keluar bloodslim (lendir bercampur darah) setelah sebelumnya waktu malam terasa kontraksi meski tidak sering. Saya ke bidan, dan waktu diperiksa sudah buka 2, saya pulang saja karena kontraksi masih jarang, detak jantung janinnya juga bagus. Pengalaman anak pertama dulu dari mulai buka 2 di hari Jum’at baru lahir pada hari Rabu, maka saya tenang saja saat itu. Sambil menunggu kontraksinya semakin sering saya tetap melakukan aktifitas seperti biasa, mencuci baju, masak, dll, hingga kemudian Rabu malam terasa semakin sering kontraksi, ketika di periksa sudah buka 3, saya tidak pulang dan menunggu di tempat persalinan (bidan) karena dengan pertimbangan kemungkinan saya akan melahirkan malam itu, jadi malam itu saya Melawati malam yang terasa sangat panjang, lewat jam 12 malam masih belum lengkap juga pembukaan, sekitar pukul 01.00 dini hari masih pembukaan 5. 
Oh iya malam hari sambil nunggu lahiran itu, menikmati kontraksi saya masih sempet minum es jus, bahkan cemilan masuk daftar hal yang harus saya bawa dalam persiapan persalinan bareng dengan peralatan bayi. Biar tidak tegang dan terasa santai menunggu proses persalinannya, saya hanya berdua saja dengan suami, ya sambil ngobrol makan cemilan serta es jus ^^, serasa kayak piknik menjelang persalinan, hehheee… Apapun namanya yang penting mengurangi rasa sakit dan tegang menjelang persalinan.

Dan pagi harinya Putri saya Alhamdulillah lahir dengan normal dan sehat. Barulah kemudian keluarga datang, sambil jemput siang harinya . 
Demikianlah sedikit cerita dari saya saat proses persalinan kemarin, saya selalu punya anggapan bahwa dari ibu mengandung, menjelang persalinan, sampai menyusui haruslah dalam kondisi yang nyaman, dan itu tentu harus dipersiapkan, dalam hal ini saya juga masih belajar . 

Semoga bermanfaat ^^.

Belajar Memasak

Tadi pagi waktu nyapu-nyapu, tiba-tiba kepikiran blog, entah kenapa muncul keinginan untuk bisa rutin mulis lagi, mempunyai target untuk bisa menulis rutin paling tidak seminggu sekali, syukur-syukur kalau bisa nulis setiap hari.
Kali ini pengen mulis tentang belajar memasak, katanya tiap perempuan sebagai kodratnya jaruslah bisa memasak, terutama kalau sudah menikah. Dan kalau pun tidak bisa hal ini janganlah menjadi sebuah hal yang menyebabkan ditundanya menikah (ingat drama Gopi enaknya kalau pas nikah, sudah bisa masak banyak hal). Saya bukan mau bahas Gopi, dan lagi saya juga bukan tipe seperti Gopi yang pandai banget dengan banyak kerjaan rumah, menantuable banget lah kalau Gopi, dari masak, nyuci dan ngerjain segala jenis pekerjaan rumah dia ahli, bahkan sebelum menikah.  

Pas awal nikah saya belum punya kemampuan memasak yang mumpuni (sekarang juga belum, tapi sudah lumayanlah), saya mungkin hanya bisa masak air, mie instan, telur, dan tumisan, serta masak nasi dengan apa saja saya bisa, dengan alat masak yang pakai listrik, ataupun dengan  dandang yang pakai tumang (kalau masak nasi sudah diajari dari pas duduk di SD sama ibuk).
Saat ikut merantau dan hanya tinggal berdua dengan suami pun saya masih belum begitu bisa memasak, jadi tiap hari masaknya masakan yang hanya saya bisa ngolahnya seperti tahu tempe dan dadar jagung, sayurnya bayam atau kangkung, kadang juga terung dipotong dan digoreng, terus sambalnya sambal tomat, sempet diajarin tetangga waktu itu masak sayur asam jakarta yang rasanya manis asam asin pedes dan enak rasanya  ^^. Masak selain masakan di atas saya masih kesulitan, pernah juga bikin sate pakai bumbu kacang dan nganterin ke tetangga katanya enak banget rasanya, karena tetangga bisanya kalau masak sate hanya dibumbui kecap, irisan bawang dan lombok saja.
Saya baru benar-benar belajar masak saat suami resign dari kerjaannya, masa merantau telah usai, dan saya kembali ke kota tercinta tinggal bareng sama ibu mertua. Di rumah biasanya emak yang memasak, saya hanya membantu saja, bantu mengiris dan mengupas bumbu, (emak adalah mbahnya suami) karena ibuk sibuk di toko jadi semua urusan dapur dipegang emak, saya akan melakukan apa yang disuruh emak, dan saya belum juga belajar karenan memang bekum hafal bumbu ini untuk ini,dll. Sampai kemudian emak sakit dan harus bedrest total, dari situ mau tidak mau saya yang harus masak, saya belajar pelan-pelan. Awalnya ya hanya bikin tempe penyet, tahu goreng, oseng-oseng kangkung, memasak ayam saya belum bisa, tapi saya tetep belajar, bertanya pada kakak ipar juga ibuk, saya baru tahu kalau ternyata untuk mengjasilkan ayam goreng yang rasanya enak, ayam biasanya sebelum digoreng terlebih dahulu harus diungkep, bumbu yang dipakai untuk mengungkep bisa bikin sendiri atau juga beli, kalau beli tetep perlu ditambahi daun salam dan gula sedikit. Dan masih banyak lagi yang saya pelajari, cara membuat dadar jagung, bumbu oseng-0oseng biar kebih lezatozzz rasanya, naymbek yang bener, masak soup, perkedel kentang, dan masih banyak lagi, ya meski saya belum sepenuhnya bisa masak, saya lebih berani untuk banyak mencoba, saat lebaran pun sudah langganan bikin nastar sendiri, juga bikin kue kering dengan resep-resep baru, saat ultah anak juga bikin kue tart sendiri.
Bagi teman-taman yang belum bisa masak monggo silakan pelan-pelan belajar masak, ketrampilan masak sungguh akan bermanfaat.
Sampai di sini dulu cerita tentang belajar memasak ya… ^^

Naylil, hmmmm… ^^

Naylil adalah nama putri kecil saya, biasa dipanggil Nay, anaknya tipe gak mau diem alias aktif banget, ya balita memang begitu… ^^
Pengen nulis tentang Nay dan hal-hal yang jadi lucu kalau dia yang melakukan. Seperti, saat kemarin diajak budhenya ke pasar jalan kaki, yang jaraknya luamayan jauh untuk ukuran anak kecil jalan kaki, nah pas pulangnya dari pasar dijemput mbaknya (putri sulung budhenya), mbanya sempet keget dan bilang, “lho Nay ikut juga ke pasar, tadi jalan???.” dan Nay langsung jawab, ” iya mbak ,ini sampai kakiku mau patah.” langsung saja budhe dan mbaknya yertawa dengar jawaban Nay.
Dan siang ini waktu ada pak es tutung lewat, Nay tiba-tiba minta langsung tutup pintunya, tidak seperti biasa yang langsung panggil paknya, ia seperti menahan keinginannya untuk beli es tutung. Waktu ditanya pak yang jual es, dia hanya menjawab kalau hari ini ia absen beli es tungtung, besok lagi mungkin ia akan beli.

Dapat Hp Baru itu…

Dapat hp baru itu rasanya sangat menyenangkan, bukan benar-benar baru semua, tapi dapat hp minus baterai dan cashing belakang, sulit menyebut bagian apa itu namanya.

Jadi ceritanya hp yang baru saya beli beberapa bulan lalu tiba-tiba layarnya tidak bisa disentuh sama sekali, ya touchscreen hp saya bermasalah, jadilah saya hanya bisa diam, karena diutak atik seperti apapun tetap saja hasilnya nihil, bukan saya bongkar utak atik yang saya maksud, utak atik di sini saya mencobq untuk terus menyentuh layarnya tapibtetep saja gak berfungsi. Suami sangat perhatian kalau masalah ini, gak ingin lihat saya bersedih gara-gara hp, akhirnya saya diajak ke bengkel hp, dan di sana katanya saya harus mengganti layar touchscreennya yang harganya mencapai harga 600 ribu (mahal bingits, kayak harga hp baru), akhirnya disaranin sama mbaknya kalau masih garansi mending dibawa ke tokonya biar dapat garansi. Nah, pas pergi ke tempat membeli hp dulu (salah satu counter hp yang besar di kota saya), dikasi tahu sama mbaknya kalau hari sabtu bagian servisnya tidak ada sift sorenya, jadilah saya baru bisa balik hari seninnya, si mbak yang jaga counter juga bilang kalau garansi hp biasanya makan waktu lumayan lama, karena service centrenya tidak ada di kota ini, itu berarti hp saya akan dikirim ke Surabaya, dan akan memakan waktu minimal 2 bulan.
Pulang ke rumah dengan hasil nihil, suami saya memberi pilihan pada saya terserah saya pengen gimana, ke bengkel hp atau digaransikan, kalu di bengkel hp mungkin akan lebih cepat tapi bayar 600 ribu, gak apa apa juga bayar segitu, karena hp baru dengan spect (gak tahu tulisan benarnya gimana, lagi meles nyari di google) segitu akan lebih dari 600 ribu harganya. Kalau digaransikan ya harus sabar selama itu gak pakai hp seperti biasa.
Besoknya balik lagi ke bengkel hp, eh yang jaga bukan mbak yang jaga pas saya pertama kesini, nah kata mbak jaga saya harus lebih dulu beli lcd nich hp meski belun diketahui apa kerusakan hp saya, waduhh kok beda lagi, padahal saya datang dengan harapan hp saya diperiksa kerusakannya baru mutusin beli lcd apa gak… Eh ini malah suruh beli dulu lcdnya baru diperiksa kerusakannya, nah iya kalau lcdnya yang rusak kalau ternyata bagian lain yang rusak, saya akan membuangbuang segitu berarti, saya kemudian berpikir mungkin memang hp ini tidak mau ke bengkel hp maunya digaransikan, oke akhirnya saya garansikan dan itu berarti saya harus berjauhan dengan hp saya sekitar 2 bulanan.
Dan setelah hampir 2 bulan saya lihat tanggalan di dinding, masih tanggal 20 an baru bisa balik ke counter hp buat nanyakan kabr hp saya, tapi kemarin dapat sms kalau hp saya sudah bisa diambil, langsung saja saya ambil hanya dengan membayar ganti ongkir, ongkos kirim, saya dapat hp baru, hp saya ditukar dengan hp baru dari proses garansi, seneng sekali rasanya.
Dan dari sini saya dapat memgambil pelajaran kalau saya ingin dapat sesuatu yang baik, saya harus bersabar, ya seperti hp saya sekarang, mendapatkannya dengan penantian selama satu bulan lebih ^^. 
NB: kalau punya barang rusak yang masih garansi mending digaraniskan, meski kadang memakan waktu yang tidak sebentar, karena barang harus dikirim ke service centre nya. ^^