Tentang Do’a

image

Mari membaca dan kita akan semakin yakin akan kekuatan do'a

Saya membeli buku ini bulan lalu, buku “Catatan Hati, di Setiap Do’aku”, karena bulan kemarin termasuk bulan tersibuk, bahkan awal bulan ini pun masih sibuk, saya baru membacanya beberapa hari yang lalu, meski sebenarnya bagian awal saya baca saat baru beli, kelanjutannya baru kapan hari membacanya.

Buku ini sangat bagus isinya, rekomendasi bagi siapa saja yang pengen belajar tentang “pentingnya sebuah do’a”.

Saat tiba di bab “Dalam Sukar, Ada yang Ingin Dikatakan Nya”, saya belajar bahwa perjalanan kita sampai pada titik ini adalah atas rencana Nya. Dan percayalah selama kita masih perpegang teguh pada Nya, semua akan indah pada waktunya, insyaAlloh.

Di bab ini diceritakan bagaimana tokohnya mendapatkan masalah dalam kerjaannya, berpindah-pindah kerja dari satu tempat ke tempat lain, hingga ia berpasrah dalam do’anya, dan ternyata ia diterima di sebuah perusahaan yang mempertemukannya dengan jodoh. Sudah jelas sekali, bahwa setiap langkah kita mendekatkan kita pada takdir kita, dan semuanya tidak akan lepas dari do’a kita, karena kita tidak akan pernah tahu seperti apa masa depan, hanya do’a kepada Nya lah yang akan menjadi pegangan kita melewati setiap masalah.

SubhanAlloh…


Rasulullah SAW bersabda:
“Alloh SWT berfirman:’Aku bersama hamba-Ku, selama dia mengingat-Ku, dan lidahnya terus bergerak menyebut nama-Ku”

Cerita dan Kutipan dari Buku

image

Dua novel dalam satu buku

Buku ini adalah buku yang saya beli tanggal 25 bulan 8 tahun 2011, sebulan lebih 12 hari setelah saya menikah… Sebenarnya saat itu saya pengen buku tafsir, tapi ternyata belum ada di toko buku di Jember, jadilah membeli buku itu sebagai hadiah yang diberikan suami, ya suami bilang saya boleh milih buku apa saja yang saya pengeni saat itu, sekarang juga begitu… Tapi, lagi-lagi kalau sudah menikah terlebih sudah punya anak, ada banyak hal lain yang jadi prioritas, apalagi jika banyak buku yang bisa dibaca tanpa dibeli, yaitu dengan meminjamnya di perpusda ^^. Buku ini juga sebenarnya ada di perpusda sichhh… Tapi, aku memang pengen mengoleksi tulisannya Andrea Hirata, setelah Sang Pemimpi yang berhasil saya beli, saya beli buku ini, yaitu buku dwilogi “Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas”, saat membelinya dua novel ini ada dalam satu buku ^^.

Dan ada satu kutipan yang sangat saya sukai… Tepatnya berada di halaman 10-11 novel “Cinta di Dalam Gelas”

“‘Ia adalah lelaki yang baik dengan cinta yang baik. Jika kami duduk di beranda, ayahmu mengambil antip dan memotong kuku-kukuku. Cinta seperti itu akan dibawa perempuan sampai mati.’

Syalimah sepertinya tak sanggup melanjutkan ceritanya.

‘Jika kuseduhkan kopi, ayahmu menghirup pelan-pelan lalu tersenyum padaku.’

Meski tak terkatakan, anak-anaknya tahu bahwa senyum itu adalah ucapan saling berterima kasih antara ayah dan ibu mereka untuk kasih sayang yang balas membalas, dan kopi itu adalah cinta di dalam gelas.'” (Cinta di Dalam Gelas, hal.10-11)

Setiap pagi saya selalu membuatkan kopi untuk suami, dan itu juga cinta di dalam gelas saya ^^.

Quotes dari Buku “Not A Perfect Wedding”

image

Buku NAPW (Not A Perfect Wedding)

Padahal sudah pengen ngreview dari pas buku ini sampai di tangan dan selesai membacanya dan itu adalah bulan April kemarin tapi baru mulai sekarang posting tentang buku NAPW nya, dimulai dari quotes dari buku ini:

Sambil berjabat tangan erat, Pram menatap lurus wajah, Gunawan. Meski di luar rencana, Pram menganggap peristiwa ini adalah peristiwa penting dalam hidupnya. Sekali berkomitmen, maka selamanya ia akan memegang teguh janji itu. Pram mengambil napas dalam sebelum melafalkan kalimat balasan kepada Gunawan.” (Hal.32)  

“Saya sadar, Raina bukan perempuan yang sempurna. Saya tidak akan meminta kamu untuk melakukan berbagai hal untuk dia. Saya hanya minta kamu bisa menjaga dan membahagiakannya.” Jelas Fara dengan mata berkaca-kaca. (Hal. 49)  

“Kamu istri saya, seseorang yang harus saya bahagiakan dan saya lindungi selamanya. Dan itu tidak akan berubah.” (Hal.87)  

“Pram menatap Raina yang duduk di sampingnya. Dan meraih tangan gadis itu, menggenggamnya erat.’ Karena dia istriku. Akulah yang menjaganya.'” (Hal. 145)  

“Cinta yang dirasakan Raina pada Pram, bukan cinta yang sama saat dia bersama Raka. Kehadiran Pram sebagai suaminya, membuatnya harus jatuh bangun untuk tahu apa yang dirasakan laki-laki itu. Satu yang tak akan pernah terbantahkan, Pram rela mengorbankan dirinya sendiri untuk membuat Raina bahagia. Meninggalkan kariernya dan membuang semua prinsip hidupnya tentang pernikahan.” (Hal. 166)

“Bukan Raina yang beradaptasi pada dirinya. Tapi justru Pram-lah yang berusaha mengimbanginya. Memainkan perannya secara total dengan sangat sempurna. Dan gadis itu selalu menjadi dirinya sendiri. Tersenyum dengan caranya dan memandang hidup dengan terbuka. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh Pram.” (Hal. 182)  

“…Tidak ada kebahagiaan yang instan itu memang benar, karena sejatinya harus ada pengorbanan dari tiap kebahagiaan.” (Hal. 195)  

Jangan Bersedih!

image

Judul Buku: La Tahzan, Jangan Bersedih!
Penulis: Dr. ‘Aidh al-Qarni
Penerjemah : Samson Rahman
Desain Sampul : Tim Qisthi Press
Penerbit: Qisthi Press
Cetakan : ke-56
ISBN : 979-3715-05-7
Harga: 105K

“Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita,
Dan wajah zaman berlumuran debu hitam,
Ku sebut nama- Mu dengan lantang di saat fajar menjelang,
Dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah
(hal.1)

“Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf,
Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah
Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna, akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabb-ku,
(hal.2)

Ya Alloh, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.(hal.3)

———————————————–

Buku La Tahzan yang ditulis oleh Dr. ‘Aidh al-Qarni adalah buku motivasi yang pertama kali saya baca juga yang pertama kali saya beli ^^, tepatnya ketika duduk di bangku SMA… dan buku itu sudah menjadi salah satu buku favorit ibu… setelah menikah dan tinggal dengan suami, saya membeli buku ini, supaya ketika ingin membaca tidak harus menunggu saat berkunjung ke rumah ibu. ^^

Isinya sangat-sangat bagus, dan benar-benar memotivasi siapa saja baik yang sedang sedih, galau atau yang memang sedang haus akan kata-kata motivasi.

Tiap babnya tidak terlalu panjang dan meski membaca langsung ke bab bagian tengah tetap saja kita akan mendapatkan motivasi yang kita inginkan.

Buku yang sangat “amazing” bagi saya pribadi, dan insyaAlloh bagi pembaca yang lain juga. Recomendasi bagi siapapun yang ingin tetep mendapatkan sejuknya embun pagi di tengah panasnya hiruk pikuk dunia, juga yang sedang dirundung kesedihan, ingatlah…

“La Tahzan, InnaAllaha ma’ana”

-jangan bersedih, sesungguhnya Alloh bersama kita- (Q.S.At-Taubah: 40)

Quotes dari Buku Assalamualaikum Beijing

%3D%3Futf-8%3FB%3FMjAxNTAyMjVfMDczNTMxLmpwZw%3D%3D%3F%3D-763176

Jangan membiarkan ketidakpastian memenjarakanmu pada kesedihan. Jangan membiarkan sesuatu yang sia-sia membebani hidupmu yang indah. (Hal. 27)


“Ya, menyenangkan jika bisa berbagi perjalanan spesial ini dengan seseorang. Berbagi momen istimewa dan botol minum serta kamera DSLR-nya yang beberapa kilo beratnya.” (Hal. 57)


“Congratulations! Kata pepatah Cina, dengan menaiki tembok besar, seseorang telah lulus dari ujian dan menjadi manusia sejati.” (Hal. 59)


“Manusia tempatnya khilaf, tetapi tidak berarti setiap orang bebas mengeliminasi tanggung jawab moral yang mesti ditanggungnya, lalu berbicara seolah-olah kesalahan adalah sesuatu yang lumrah dan dengan enteng dapat ditoleransi.” (Hal. 64)


“Tak perlu kau cari surga sebab ia tersembunyi dalam hatimu.” (Hal. 67)


“Patah hati perkara manusiawi, tetapi tidak boleh berlarut-larut. Sebab ketika seseorang berlama-lama dalam perasaan nelangsa, dia kehilangan fokus pada semesta kebaikan yang Allah limpahkan.” (Hal. 134)


“Berpikir begitu, dia mulai memberi deadline pada kesedihan. ……
…. Deadline ini, dia sendiri yang menentukan. Dia sendiri yang harus menyanggupi. Perlu latihan kedisiplinan, logika yang benar, hingga seseorang tahu kepala dan hatinya adalah dua bagian penting dan berharga yang tidak boleh dipenuhi apalagi dirusak oleh hal-hal tidak penting.” (Hal. 135)


“Sebab memberikan harapan kepada seorang gadis, sebelum lelaki tahu persis apa yang diinginkannya adalah sebuah kejahatan.” (Hal. 147)


“All these Chinese love stories show Chinese people seek for their love and how brave people are to fight for their love.” (Hal.203)… Ya. Seharusnya demikian. Setiap kita yang mencari cinta, setelah menemukan harus menyertainya dengan keberanian dalam memperjuangkan dan mempertahankan cinta yang ada. (Hal. 204).”


“Sebab getaran hati memilih frekuensinya sendiri. ” (Hal.204)


“Dan setiap gema yang dibawa angin, adalah bisikan cinta dari kekasihnya. Kebersamaan sederhana, tetapi cukup untuk menjaga lelaki itu tetap setia dengan satu cintanya, tanpa merasa perlu berpaling terhadap yang lain. ” (Hal. 205)


“Dan, satu penyakit tak seharusnya memadamkan semangat kehidupan. Begitu pula perasaan patah hati. Sebab begitu manusia mengangkat wajah dan melihat ke diri serta sekeliling, maka ada berlimpah karunia yang mustahil dihitung, dan tak seharusnya terluput dari rasa syukur.” (Hal. 210)


“Kita tidak bisa menghindari takdir yang Allah berikan, tetapi bisa memilih cara bagaimana menghadapinya.” (Hal. 242)


“Hidayah itu Allah yang memberi, dia tidak akan meletakkan hati pada daerah yang berbahaya, tidak dalam kondisi saat ini. Laki-laki itu akan dia titipkan kepada Allah, lewat pelukan do’a.” (Hal. 242)


“Kamu menutup pintu masa lalu tanpa berusaha membuka pintu ke masa depan. Padahal itu mungkin tiket untuk menjadi lebih bahagia.” (Hal.271)

“Seperti kemarin, pagi ini aku terbagung dan menemukan wajahnya di sisi pembaringan.

Seperti kemarin, dia mengejutkanku dengan senyum dan dengan nada yang nyaris sama ditikamnya rasa percayaku, “Saya suamimu!” Katanya.

Dan seperti kemarin, aku memandangnya dengan keraguan yang terus menggelepar. Jika benar laki-laki itu takdirku, kenapa potretnya tak berbekas dalam ingatan? ” (Hal. 313)

“I know, it’s beautiful. Tapi, kecuali kamu mau saya gendong ke sana, berdiri di sampingmu juga tak kalah indah.” (Hal. 326)

Kita Sering Menyebutnya “Kebetulan”

“… Dalam bahasa dan budaya komunikasi kita, “kebetulan” itu dipahami sebagai sesuatu yang tidak disengaja. Istilah Inggrisnya accidently– terjadi karena suatu ‘kecelakaan’. Aku ingin mengatakan kepadamu bahwa kejadian semacam itu benar tidak sengaja. Artinya, engkau tidak bisa menyengajanya, tetapi Alloh-lah yang sengaja menciptakannya. “

(buku “Tuhan pun Berpuasa” Emha Ainun Nadjib, hal: 120)