Karena Meminta dan Menuntut Lebih Banyak

Saat masih kecil rasanya suatu yang disebut kebahagian itu sederhana sekali, diperbolehkan hujan hujanan, menang dalam permainan bekel, atau juga jalan jalan ke sawah kemudian mandi di sungai … Menghabiskan waktu itu dengan teman masa kecil rasanya sudah sangat senang , hati rasanya bahagia sekali, dan setelah melewati hari panjang sebagai anak kecil dalam benak kita hanya soal permainan apa lagi yang akan kita mainkan dengan teman, ya pikiran anak kecil sesederhana itu, kebahagiaan yang tidak muluk muluk.

Dan semakin usia bertambah hal hal yang lebih rumit masuk kedalam pikiran kita… Menjadi remaja kemudian masuk usia dewasa… Kebahagiaan kita sepertinya tak lagi sesederhana itu, atau sebenarnya kita sendiri yang membuatnya menjadi tidak sederhana… Untung saja kita tidak bisa kembali ke masa lalu, kalau bisa mungkin banyak orang yang ingin kembali ke masa kanak kanak mereka ^^, kalau bisa begitu jadi manusia mungkin tidak belajar ya, jadi ingat satu cuplikan kalimat di sebuah drama,

Kehidupan memang dirancang tidak selalu sesuai dengan keinginan kita.

Dengan begitu kita bisa belajar ^^ untuk mencari kebahagiaan kita ^^.

Advertisements

sabar atau tidak???

Ini cerita sudah lama pisan tersimpan di draft… Baru sempat meneruskan lagi lanjutannya, jadi begini kapan hari kira-kira sebulan yang lalu Putri saya sakit, lumayan sering dalam kurun kurang dari sebulan demam 3 kali, dan salah satunya demam waktu di rumah sedang ada acara. Alhasil saya ya hanya bantu bantu sebisanya, bayi sakit kadang memang butuh perhatian lebih, karena sakit dan rewelnya agak lama saya kadang juga ngeluh… “Kok gak sembuh-sembuh to nduk???” Kadang juga nangis, rasanya pengen gantiin sakit nya saja…
Dan siang itu ada tamu, Ibuk tetangga, di rumah, waktu saya gendong si adik, Ibuk itu bilang, “kok gendong???rewelll???” Karena kelihatan dan kedengaran waktu si adik nangis, “Iya buk. Ini agak gak enak badan,” jawab saya, “Yo arek emang kadang gt, pas ada acara di rumah malah sakit, itu menguji sabar tidaknya orang tua.” Itu membuat saya berpikir , benar juga wejangan ibuk tetangga itu, ketika anak sakit maka semua telunjuk mengarah pada kita sebagai orang tua, “wes sabar durung???” (Sudah sabar atau belum ???)
Semoga kita bisa menjadi orang tua yang diberikan kesabaran dalam mendidik dan mengasuh anak anak kita… Aamiin…

Janganlah Berganti

Dengarkan atau juga nonton lagu ini selalu seolah terbawa ke masa beberapa tahun silam, saat kebahagian rasanya cukup hanya dengan menghabiskan waktu bermain bersama teman teman, tak perlu berlibur ke banyak tempat cukup belajar berenang di kali atau juga menyeberang sungai kemudian naik ke atas bukit melihat panjangnya aliran sungai yang terlihat mengkilat dari atas bukit, belajar kelompok bareng yang berakhir rujak an seadanya, jambu air, mangga muda. Atau juga saat ke tegalan (ladang) sedang panen semangka dan kita memecah semangka di gubuk yang ada di sana dan dimakan bareng bareng, dan lagi kalau sudah musim hujan rasanya adalah surganya anak anak yang suka sekali dengan hujan, rasanya gak ada anak yang gak seneng kalau pas hujan deras, semua pengen hujan hujanan.
Kenangan masa kecil selalu membekas diingatan, kenangan adalah hal yang selalu kita simpan dan tidak akan berubah. Semoga saya bisa menjadi ibu yang baik untuk anak anak saya sehingga masa kecil mereka  pun bisa diisi dan  diwarnai dengam hal-hal yang menggembirakan, yang baik, dan yang membahagiakan. Aamiin…

Jalan-jalan ^^

“Yah, besok pas hari libur kita jalan-jalan yuk!” Ajak saya pada suami sebelum weekend kemarin… Eh ternyata hari Ahad kemarin ada acara di kantornya , sudahlah rasanya hari libur tak terasa libur kalau suami tidak libur…. Sampai nulis status bbm yang isinya kurang lebih begitu, dan dikomentari suami, seharusnya aku yang buat status begitu …. Hehehehe… Yang tidak libur kan aku… ^^
Tapi, beneran kok keluarga itu satu paket yang satu libur lainnya ikut merasa libur juga, yang satu senang yang lain juga, begitu seterusnya… 
Jadi, niat jalan jalan dan menghabiskan waktu di akhir pekan bersama sepertinya tidak sesuai rencana , ya sudahlah… InsyaAlloh tetap bisa seneng bareng kumpul di rumah ae tidak perlu jalan jalan, lagian juga masih tanggal tua ^^. Kalau sudah tanggal muda mungkin bisa terealisasi … Aamiin …

Nah , pas hari seninnya saya malah sibuk masak di dapur sampai siang, karena tanggal merah saya merasa nyantai aja, maklum yang  masuk sekolah kan libur, jadi saya tidak diburu waktu buat nyiapin sarapan, sempet ke pasar juga beli ikan laut rencana untuk dibakar dan berakhir dengan hanya dipanggang (males nyiapin arang buat bakar nya, kelupaan tidak beli waktu di pasar ), karena hasil panggangan ikan masih terasa amis suami tetep gak doyan sama ikan lautnya. Tahu gt kan saya masak sesuai rencana sayur bening plua pekedel jagung kesukaan suami. Namanya juga nyoba bikin menu baru yang tidak biasa ^^.

Saya selesai masak ternyata sudah jam 10 an. Untung sarapan beli lontong botok di pasar, jadi tinggal makan siang ^^. Belum nyuci baju, tapi masih ada tugas dari ibuk yang membuat saya dan suami jalan-jalan dengan keperluan bukan refresing… Hehehehe… 
Malam harinya jadinya kami baru keluar jalan-jalan berdua , iya berdua saja, kalau sudah malam anak-anak sudah tidur semua, niat hati ingin beli cilok fovorit yang ternyata penjualnya ikut liburan pisan… Karena pengen pulang bukan dengan tangan hampa, saya dan suami mampir ke minimarket untuk membeli indomie yang baru saya rasakan rasanya , gak penting banget sepertinya cuma beli indomie, ya kadang melakukan hal yang random gini lucu juga, kita milih mie Indomie dengan rasa yang belum pernah kita makan tapi dengan perkiraan rasanya enak…

Indomie yang rasa rasanya baru kami kenal ^^

Saya dan suami milih milih indomie. Yang kami beli diantaranya indomie goreng rasa sambel marah (sebelumnya suami pernah nyoba dan enak. Saya pengen nyoba juga), indomie goreng rasa sambal rica rica, dan satu lagi yang tidak kefoto karena keburu dimasak adalah indomie goreng pedas (rasanya kaya mie instan yang lagi tenar belakangan karena rasa pedasnya. Tapi pedasnya mie ini level biasa, lebih pedas sedikit dari indomie goreng biasanya. Jika pengen lebih pedas tambakan irisan cabai atau boncabe) . Rasa lainnya sebenarnya banyak banget yang belum kami coba tapi karena favorit mie goreng beli yang mie goreng saja.

   

Dari minimarket saya mampir sebentar ke toko aksesoris yang juga menjual sandal dan tas , saya ingat kapan hari janjiin Nay untuk membelikan sandal kuda poni kesukaan nya. Dan ternyata tinggal satu pasang sandal jepit kuda poninya , nomornya juga sesuai dengan kakinya Nay , langsung beli bungkus dan pulang ….
Yeee… Jalan jalan juga… Kan ini namanya ^^.

NB: padahal rencananya mau ngemall… ^^

Ternyata Bikin “Terang Bulan” tak Sesulit yang Saya Bayangkan ^^

Judulnya panjang benerrrr… Biar sudah lagi seneng nichhh si empunya blog ^^, setelah dari kemarin ini aplikasi blog tidak bisa membalas komentar akhirnya sekarang sudah bisa, masalahnya adalah karena saya belum upgrade ke versi wordpress terbaru (hahhahahaa… Males bingitsss acara download mendownload. Terlebih kadang gangguan sinyal internetnya).
Hal yang bikin seneng lainnya adalah karena saya berhasil bikin kue terang bulan, sebutan lainnya martabak manis… Saya coba bikin yang mini…

Terang bulan mini rasa keju, coklat, susu

Berawal dari perbincangan dengan ibuk mertua juga kakak ipar , ibuk bilang kalau paket cetak an kue nya itu ternyata di dalamnya ada cetak an untuk kue lumpur juga bisa untuk terang bulan, saya awalnya ngeyel kalau tidak ada karena kapan hari pas nyoba bikin brownies dengan memakai salah satu cetakan, sepertinya cetakan bulet bulet itu tidak ada, akhirnya dicek dan benar ternyata ada… Berarti waktu itu saya kurang fokus juga kurang perhatian dengan cetakan kuenya. ^^

Cetakan pasca dipakai bikin kue terang bulang ^^

Tahu ada cetakan untuk membuat terang bulan mini, jadilah saya pengen bikin, kebetulan ada keju yang tidak kepakai waktu kapan hari bikin kue. Cari resep duku di cookpad. Dan Nemu resep terang bulan mininya Mbak Diah Wulansari. Kurang lebih ini bahan bahannya:

  • 10 sdm tepung terigu
  • 4 sdm gula
  • 1 butir telur
  • 1 sdt bp
  • 1 sdt soda kue
  • 1 sdt fermipan
  • 1 sdm mertega cairkan
  • Vanilli secukupnya 
  • Air satu gelas yang ada pegangannya

Topping yang terserah , saya pakai messiss, keju, dan skm putih.

Cara bikinnya campur semua bahan hingga tercampur rata, tunggu 15-20 menit, sambil nunggu saya gunakan untuk menyiapkan cetakannya. Setalah itu cetak dan tungu matang, kalau sudah matang tinggal ngasi toppingnya sesuai selera. Hasil buatannya saya seperti foto terang bulan di atas, fotonya tidak banyak. Karena terlalu asyik makan mungkin baru teringat untuk menggambil foto saat kuenya tinggal 3 biji, heheeee… Satu resep di atas bisa jadi 10 bijian. Jadi malam kemarin kita makan terang bulan uenak bikinan saya (hahahaha *terlalu berlebihan memuji diri). Ya biasa kalau bikinan sendiri meski rasanya standart rasanya istimewa banget dan itu mungkin yang bikin tuh kue rasanya enak banget…
Terus siangnya, alias tadi siang masih penasaran kenapa seratnya yang waktu malam tidak bisa sebanyak terang bulan yang dijual jual itu, jadilah siang bikin setengah resep di atas tapi tanpa telur. Hasilnya enak pisan. Bahkan belum sampai di bawa pergi keluar dapur tuh terang bulan mau habis tinggal 2 biji an.
Rasanya saya senang sekali bisa bikin terang  bulan. Karena sebelumnya saya juga pernah bikin tapi jadinya hancur , gosongggg. Dan sekarang bisa dibilang lumayan sukses bikin terang bulan mininya. Jadi lain kali kalau Mbak Nay pengen terang bulan Mamanya siap bikinin… Yeee…
Ternyata bikin “terang bulan” tidak sesulit yang saya bayangkan ^^
Yes sukses ^^
 

Waspada

Judulnya biar itu saja wesss… ^^
Beberapa hari yang lalu saya tiba-tiba mendapat sms dari nomer asing

Awalnya tuh nomer (tifak tahu orangnya jadi bilang nomer saja, heheeee) tidak membalas pesan saya, hingga kemudian sehari setelahnya tuh nomer telepon saya dan mengatakan apa saya masih ingat suara siapa itu… Emang dasar saya ya polos mungkin, heheee… Malah mengganggap itu beneran saudara saya, karena memang ada saudara saya yang kerja di Kalimantan dan lama tidak bertemu , Dek Andrik namanya . Tuh orang di telepon mengiyakan saja.

Tanpa basa basi malah saya diajak bisnis pulsa untungnya gede… Ya awalnya saya tertarik , bilangnya mengisi pulsa untuk perusahaan tempatnya kerja, per pulsa dihargai lebih mahal dari harga normalnya. Setelah itu bilang kalau untuk menjamin tidak bohong bosnya akan mentransfer sekarang juga, kok gak bisa dilihat atau diambil sekarang transferannya , orang itu bilang masih ada penundaan transfer uang beda bank… Dan saya diberi sma bukti transfernya. Karena cuma sms saya gak percaya, saya minta foto bukti transfernya , malah mendesak terus minta diisikan pulsa sebesar 100k untuk 15 nomor, hellooo itu kalau benar ketipu saya bisa kehilangan uang 1,5 jt… 
Selama siang juga sore tuh nomer terus nerror supaya cepet diisi pulsanya karena sudah transfer… 
Waktu saya konfirmasi lagi siapa nama orang di tlpn itu sebenarnya, dia bilang “Andi” namanya , saya langsung ngakak aja… Dan bilang Anda salah sambung saya gak punya saudara yang namanya Andi , saudara saya namanya ANDRIK, dan tuh orang malah balas sms dengan balasan , ” Halah alesan, wong uang wes ditransfer”… Padahal gak ada transferan sama sekali, bechhh tuh orang wes nipu. Ketahuan, sek ngengkel…..
Ya begitulah cerita telpon nyasar yang niat banget nipu… Bilang wes transfer 37.800.000, yang 800k suruh buat ke bank buka rekening BCA dan disedekahkan… Bukti transfer malah cuma sms yang aneh. Bilangnya Bank nya dia BCA tp di sms Bank Permata. Dan sms nya nyebut Bank dan nomer rekeningnya gak sesuai… 
Di lain waktu jangan lagi mudah percaya dengan sms, tlpn, atau chat dengan orang asing, Untung waktu itu ada suami, juga lek-lek (adik-adiknya ibuk) yang yakin bener kalau itu pasti nipu.
Jadi ingat waktu lihat film kartun, ada percikan di dalamnya yang bilang, jika sesuatu terlihat sangat mudah mungkin itu bukan sesuatu yang baik. Seperti iming iming dapat untung berlipat besar dalam sehari dari jualan pulsa, yang rasanya hampir gak mungkin dan benar ternyata menipu. Kalau adegan di kartun saat ada banjir datang ada salah satu tokonya yang menangkapnya dengan menjatuhkan batu di atas tebing dan masalah selesai air banjir tidak mengalir di tempat tinggalnya, tapi ternyata saat volume air semakin besar bendungan batu dadakan itu pun roboh . 
Jadi intinya, nyari uang itu memang selalu tidak instan dapat banyak. Apalagi yang merintisnya dari nol. 
Dan lagi sekarang banyak modis penipuan jadi berhati hatilah …. Dan waspada…

Tulisan ini saya dedikasikan untuk suami saya, Lek Pupah , Lek ikoh, juga Lek Nur yang kapan hari menyadarkan saya kalau saya hampir kena tipu dengan telpon nyasar itu. Mutur sekalangkong Lek Lek ^^

Memasak Tempe dan Tahu Bacem

Tadi pagi pagi sekali saya bingung mau masak apa. Biasanya kalau hari Jum’at saya selalu memasak spesial sayur bening kesukaan suami, karena pas siang suami pulang untuk sholat Jum’at dan balik ke kantor lagi setelahnya, intinya sichhh tiap hari Jum’at suami makan siang di rumah. Karena kemarin sudah memasak sayur bayam, jadilah akhirnya saya putuskan untuk memasak sayur asem kacang panjang dan labu siang juga kecambah kedelai (campur campur tapi beneran segerrr banget). Sayur asem selalu paling cocok dimakan bareng dengan tempe bacem… 
Biasanya yang bikin bacem adalah emak. Hari ini pengen nyoba bikin sendiri , resepnya tanya sana sini, heheeee… Tanya ibu mertua, tanya mbak ipar, tanya emak juga, resep gabungan jadinya… Oke, langsung ke proses memasaknya ya ^^
Setelah menggoreng tahu setengah mateng saya kemuadian menyiapkan tempe untuk diiris sesuai selera, juga bumbu-bumbunya: 

  • Bawang merah 3 siung ukuran sedang
  • Bawang putih 3 siung ukuran sedang
  • Lengkuas secukupnya , 3 cm an saya pakainya 
  • Kencur sedikit
  • Ketumbar secukupnya 
  • Daun jeruk 1 lembar 
  • Daun salam 2 lembar
  • Garam secukupnya 
  • Gula merah secukupnya 
  • Minyak goreng secukupnya 

Semua bahan di atas dihaluskan kecuali daun salam dan minyak, minyak untuk menggoreng bumbunya , daun salam baru saya masukkan ketika bumbu matang dan sudah diberi air…

Setelah itu tumis bumbunya sampai harum kemudian masukkan air sedikit juga daun salamnya. Setelah mendidih baru masukkan tempe dan tahunya, tunggu hingga saat (airnya habis), kemudian tambahkan lagi minyak , setelah serasa cukup kecoklatan baru diangkat (tadi saya kurang coklat warnanya , tapi rasanya lumayan unik pemula… Heheee). Hidangkan bersama sayur asem… Hmmmmm…. 
Pas saya tanya suami juga ibu mertua komentarnya rasanya enak cuma ya itu kurang coklat warnanya…. Gt aja sudah sueeeneengggg… Lain kali pengen bikin lagi… Pengen bikin yang bisa seenak bikinan emak… ^^
NB: tidak ada foto , karena saya kelupaan menggambil foto hingga tempe dan tahu bacemnya habis…. ^^

*Postingan ini saya tulis spesial untuk Lek Nung juga adikku Roziq…. Hahaaaa…. Saya mau bilang , “aku bisa masak bacemmmmm”… #penting  ^^

Paling Enak Memang Masakan Sendiri

Judul di atas bukan untuk meremehkan masakan orang lain, karena masakan orang kadang lebih terasa enak, karena lidah kita merasakan hal yang tidak biasa. Mungkin begitu. Tapi saya bukan mau cerita itu.
Kadang memang kita perlu bereksperimen dengan hal yang sederhana dalam keseharian kita, seperti saya pagi tadi, dari pagi sudah belanja, tapi tidak sempat memasak karena waktu memasak saya gunakan untuk pergi keluar membeli nasi pecel. Karena sejak 2 hari yang lalu suami pengen banget nasi pecel yang di jual di dekat jalan raya. 

Karena sudah siang saya tidak sempat memasak. Biasanya sempat saja memasak. Tapi hari ini ada acara keluar rumah, dan lagi karena tadi malam lembur nyetrika saya jadi ngantuk berat, wes akhirnya beneran tidak jadi masak sampai sore, dan di meja makan tidak ada apa-apa kecuali nasi dan sayur yang dimasak emak karena nunggu saya tidak masak sampai siang. Tapi lainnya tidak ada sama sekali, di situ saya merasa kalau tempe dan tahu goreng rasanya sangat berharga.

Ayo Semangat Memberi Asi!!!^^

Waktu buka Instagram eh ketemu postingan di atas, jadi ingat kapan hari pengen nulis pengalaman saya memberikan ASI.
Sudah baca artikel tentang partikel ASI yang ternyata berbeda dengan susu formula? partikel ASI ternyata hidup. Yang belum baca artikel tentang ini monggo silakan browsing ^^.

Tahun kemarin di tahun 2016 Saya melahirkan putri kedua saya , yang istimewa adalah bb alias berat badan Putri kedua saya berada di bawah normal, jika biasanya bayi lahir dengan berat normal itu ada di atas berat 2500 gr, maak Putri saya lahir dengan berat 2400 gr, padahal kehamilan kedua saya merasa lebih banyak den seneng makan daripada kehamilan pertama saya, tapi tetep saja Puteri saya kecil di dalam kandungan.

Setelah lahir sempet was was karena biasane bayi dengan berat kurang dari normal rentan kuning, karenanya saya menolak tawaran dibantu sufor bermerek ketika ASI saya belum keluar, yang keluar masih kolostrum dan itu sedikit, mungkin ada ibu yang khawatir dengan nutrisi yang didapat bayi ketika ASI belum keluar, kemudian memutuskan untuk dibantu sufor dan ASI malah tidak jadi keluar, anaknya akhirnya tergantung pada sufor . Sebuah mata rantai yang harus diputus.

Sejak hamil putuskan dan yakinkan diri untuk memberikan ASI ketika anak lahir nanti, nutrisi yang  ada d ASI benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan anak. Kembali ke cerita saya, setelah saya pulang kerumah bersama adik bayi, ASI saya belum keluar masih kolostrum yang keluar, sedikit, tapi Puteri saya semangat netek. Meskipun (maaf) payudara tidak ngrengsemi (seperti mau memproduksi ASI) sampai keesokan harinya saya tetap menetek i Puteri saya tiap 2 jam sekali masih was was akan resiko kuning atau dalam istilah lainnya ikterus, selain itu saya juga menjemurnya tiap pagi . 

Di hari kedua itu pun malam hari ASI mulai keluar dan semakin lama semakin berlimpah, terbukti kan, kalau produksi ASI semakin banyak ketika kita terus menetek i bayi.

Intinya selama sebulan perjuangan menaikkan bb si adik, BB-nya adik naik semakin baik tiap bulannya, sekarang bahkan ia bisa dikatakan cukup gemol, agak bulet, sampai kadang tidak membayangkan bisa gini, dulunya pas baru lahir kelihatan kecil banget.

Terima kasih Ya Alloh telah menciptakan ASI.

Dapat Bonus Kuota Internet

Saya adalah pelanggan setia Axis, sejak pegang hp Android dan setelah sempat mencoba membeli paket kuota internet di beberapa operator seluler saya, saya akhirnya memakai paket kuota internet dari Axis tepatnya sejak setahun yang lalu. Paket kuota internet Axis tergolong murah meriah.

Axis selalu punya Rabu Rawit. Rawit kepanjangan dari Rabu wajib irit ^^. Jadi setiap hari Rabu selalu ada promo paketan yang harganya WOW banget, nyenengin bagi para pemburu paket Internet murah .

Oh iya kembali ke gratisan paket Internet kemarin, saya kemarin dapat sms dari Axis yang begini isinya

Dan saya beli saja pulsa, bisa buat jaga-jaga untuk besok ^^. Dan beneran setelahnya dapat balasan dari operator Axis 

Saya sebelumya juga pernah dapat waktu ikut paket Rabu Rawit kapan hari. Jadi yang kedua kalinya saya coba lagi dan bisa lagi ^^.

Kuota internet yang beli belum berkurang sama sekali. Persiapan nonton geet dan drama kalau sempat.  

Paket belum berkurang sama sekali^^

Yang mencari paketan murah mungkin bisa jadi salah satu referensi , yang perlu di perhatikan kalau paketan Axis ya hari daftar paketan internet harus hari rabu kalau ingin irit, karena itu adalah hari promo produk nya Axis, kuota paketan internet ^^.