Anak Sekolah “Belajar” di Rumah

Selama masa pandemi ini kegiatan memang sudah lumayan balik normal, namun sekolah masih belum dilakukan dengan tatap muka. Hal ini membuat orang tua harus lebih aktif dari biasanya membantu anak dalam proses belajar.

Drama ketika belajar pastilah tidak dapat dihindarkan , yang paling sering dari yang sama alami selama menemani Mbak Nay belajar adalah tawar menawar dalam belajar, mamanya minta belajar sampai sini, dianya malah ingin sampai sini , terlalu banyak capek belajar, kalau di sekolah banyak teman jadi motivasinya belajar mungkin lebih besar.

Awal-awal acara sekolah dan belajar di rumah sempet kangen dengan teman-temannya sekarang wes hampit terbiasa di rumah saja.

Semoga bisa belajar banyak hal di tengah masa pandemi ini sebagai orang tua dari anak yang sekolah.

Menulis supaya tulisannya tambah rapi

Sempurna

Malam-malam begini paling enak memang mendengarkan musik tempo dulu, yang mengingatkan kita akan masa-masa dulu waktu dengerin musik ini. Salah satu lagu yang tidak lekang oleh waktu adalah “Sempurna” nya “Andra and The Backbone”.

Seneng banget dengernya serasa masih sangat muda seperti saat masih suka-sukanya dengerin lagu itu. Sekarang pengen dengerin aja, karena mengingatkan saya dengan MP3 player yang saya miliki jaman itu, karena belum punya hp yang bisa nyimpen lagu dalam jumlah banyak.

Saya dengerin pakai earphone baru, baru beli ^^. Setelah kemarin earphone yang saya miliki garansinya ruwet banget… Tidak sama dengan penjelasan penjualnya waktu mau beli dulu, dan akhirnya beli yang baru dan bisa dengerin musik dengan jelas…

Beberapa hari lalu saya juga upgrade OS hp saya ke versi Android 10 dari yang versi 9 dan setelahnya serasa pegang hp baru… Tampilannya berubah, dan entah apa hanya perasaan saya sepertinya gambar yang dihasilkan saat buka video juga lebih terang…

Ada drama Korea yang saya tonton Minggu ini pengen banget buat review, tapi masih belum jadi juga.

Selain yang tersebut di atas saya juga sedang belajar mengendalikan diri saya, saya ingin belajar mengolah rasa, misalkan saya ada hal yang tidak mengenakkan terjadi atau juga hal yang amat sangat mengesalkan, dan sebenarnya saya bisa saja marah, namun saya ingin belajar bisa melihat sesuatu dari sudut lain yang lebih positif, intinya saya ingin mengendalikan hal-hal dalam diri saya yang tidak atau kurang positif ke hal yang lebih positif … Hal kecil yang bisa saya lakukan sebisa mungkin menghindari gosipin orang.

Selamat belajar mengolah rasa…

Hanya Postingan Biasa

Sangat pengen posting malam ini, karena memang hanya pengen ngetik-ngetik seadanya saja, jadilah kali ini saya duduk anteng di depan laptop, baca postingan yang lalu dan belum juga saya posting, tepatnya tidak tahu akan diposting atau tidak. Saya mengetik di depan laptop sambil ditemani lagu-lagunya BTS.

Selama saya tidak posting sebenarnya sedang sangat sibuk pikiran, karena sesuatu dan berbagai hal. Apa yang teman blogger lakukan ketika penat? atau ketika bertemu hal yang menyesakkan?? pernah nggak ketemu hal yang begitu??

Saya sekarang juga sedang belajar banyak hal, belajar buat gek gampang ikut begunjing, belajar untuk lebih sabar dalam banyak hal, belajar untuk memandang sesuatu dengan positif. Selain itu saya juga sedang aktif nonton drama, bebrapa yang sudah saya selesaikan adalah My Love Enlighten Me, Good Casting, ya hanya itu saja sebenarnya. dan sekarang sedang noton dramanya Kim Soo Hyun, juga malam ini nungguin episode terbarunya Mystic Pop Up Bar, penasaran karena episode tadi malam tidak ada previewnya, padahal biasanya ada.

Awal bulan ini yang bikin lumayan menguras pikiran adalah anak kedua saya kena DB dan harus opname karena trombostinya turun lumayan banyak ketika dilab. Selalu saat anak sakit suami saya mengingatkan untuk menjadikan apa yanag terjadi pada anak sebagai bahan instropeksi diri, selama ini terutama sebelum sakit apa saja hal yang kurang kami perhatikan hingga anak samapai sakit.

Di masa seperti ini mari kita menjaga kesehatan, menjada daya tahan tubuh supaya tidak mudah sakit.

Mungkin itu saja yang saya tuliskan malam ini…

Hari ini 20 Februari 2020

Hari ini…

Hari ini ingin nulis, baca cerita, dan ngereview drama yang saya tonton tadi malam, setelah mengerjakan beberapa hal yang memang harus saya selesaikan sebagai istri juga ibu.

Karena ide nulisnya belum ada jadilah posting ini siapa tahu pas lagi ngetik muncul ide. Biar mengalir saja postingan kali ini.

Tadi malam sempet nonton film Jepang, padahal kapan hari ada Drama Korea yang belum selesai saya tonton. Entahlah sekarang tidak seperti dulu yang bisa nonton marathon beberapa episode drama, sekarang nonton 3 episode saja sudah rekor, dan kadang itu sudah bikin ngantuk pas pagi harinya gara-gara begadang.

Waktu nonton tadi malam sempat kejeda dan baru ngelanjutin sebentar tadi sambil nunggu cucian, sampai sekarang belum selesai nonton endingnya, padahal itu cuma film dengan durasi yang tidak begitu lama. Tadi malam sebenarnya sempat tidak bisa tidur padahal sudah lewat tengah malam, gara-gara sebelum nonton film itu buka YouTube nya cerita tentang hal mistis, dan pas mau tidur kaget gara-gara ngerasa di lorong dekat kamar ada mbak-mbak pakai baju putih jalan melayang lewat meski tidak sampai masuk kamar cukup bikin kaget … Dan pengen melek aja sepanjang malam itu, nonton jadi salah satu pilihan sampai ketiduran.

Cerita Masa Kecil

Ini pengalaman mistis saya yang pertama, atau awal-awal lebih tepatnya, karena ada beberapa cerita dalam cerita ini.

Waktu kecil, pas ngaji di langgar (mushola yang kecil lazim disebut langgar, dan “langgar” memang lebih familiar untuk menyebut tempat ngaji kala itu, sekarang juga masih kalau di daerah saya) sering banget cerita hantu dengan teman-teman, pengalaman ibu, bapak, adik, kakak, paman atau bibi sering di ceritakan dalam forum anak kecil kala itu, biasanya cerita setelah ngaji sebelum sholat isya’, sambil menunggu sholat Isya’ mulai. Jadi, meskipun banyak yang tidak mengalaminya langsung cerita hantu sangat menyenangkan untuk disimak juga diceritakan, gambaran hantu itu bagaimana sudah tergambar dalam pikiran meski tidak melihat langsung.

Suatu hari setelah Isya’ saya dan adik jalan berdua dari tempat ngajike rumah, jaraknya tidak begitu jauh tapi karena di desa jam segitu jaman dulu sudah sepi bingits, kebanyakan orang-orang nonton TV di dalam rumah dan lagi ada pekarangan yang harus saya lewati pas di samping rumah saya, jalannya gelap sekitar 30 meter an itu tidak ada lampunya , lampu jalan yang insiatif dipasang sendiri adanya di depan rumah. Jadi, bisa dibayangkan kalau sudah di dekat jalan pekarangan itu, saya dan adik pasti ancang-ancang lari, kadang bikin perjanjian dulu gak boleh lari karena kalau lari pasti ada salah satu yang ketinggalan .

Hari itu, saya sudah janjian sama adik untuk tidak lari, eh tahunya saya dengar dengan jelas ada suara menggema yang manggil nama saya, suaranya seperti dari atas pohon-pohon tinggi di pekarangan itu, sontak saya lari dan adik juga ikut lari. Dan sampai di depan rumah yang juga sepi banget ada yang nglempar batu yang bikin saya malah cepet-cepet ketuk pintu supaya ibuk segera membukakan pintu.

Kejadian itu terjadi waktu saya kecil, saya ingin menceritakannya karena sepertinya selalu melekat dengan ingatan.

Liburan ^^

Liburan sekolah barengan dengan liburan natal dan tahun baru, jadi bisa dipastikan ramai di hampir semua tempat rekreasi.

Seperti liburan-liburan sekolah yang dulu-dulu, saya dan anak-anak (Nay dan Ain) pergi ke Ambulu, ke rumah Mbah Utinya. Kalau sudah di rumah Utinya pasti anak-anak pasti seneng banget, bisa jajan di mbak yul, makan makanan yang dipengeni (apapun pengennya selalu diturut oleh MbahKungnya), dan bisa ke tempat rekreasi yang dipengeni. Kali ini ke tempat odong-odong juga mantai di pantai Watu Ulo, karena liburan kemarin sudah ke “Dira Water Park”, jadi tidak ada agenda ke Dira kali ini.

Dari hari pertama hanya di rumah saja karena memang capek setelah perjalanan Ambulu-Jember, hari kedua juga di rumah, anak-anak main di sekitar rumah saja, bijin rumah-rumahan dari kain di dalam rumah, main tenda-tendaan di rumah dan beli dawet serta cilok dengan Mbahkungnya,hari ketiga malamnya baru ke Glory Ambulu, adik naik odong-odong dan mewarnai sebisanya dan suka-sukanya dia juga memancing ikan-ikanan fovoritnya…

Setelah capek… Pulang dan istirahat, paginya siap-siap mantaiii, bawa nasi buat sarapan disana, sayurnya beli do tetangga yang jualan sayur dan dadar jagung yang enak bingits (ada pedes-pedesnya), di pantai Watu Ulo masih pagi sekali tapi sudah ramai pengunjung.

Adik kali ini agak takut dengan ombak karena lama tidak mantai jadilah hanya cuci kaki sebentar dan main pasir setelahnya, mbak Nay apalagi, liat ombaknya lumayan besar dia gak berani deket-deket pantai.

Ada insiden yang lumayan bikin lari-lari, waktu asyik main di pasir eh ada anjing di deket adik juga mbak, mereka lari dan sempet tidak mau balik ke pantai, tapi setelah ada orang yang mengusir anjing untuk menjauh dari anak-anak yang sedang main di pantai mereka mau balik lagi ke pantai.

Ada foto fovorit yang saya ambil pagi itu…

Hujan Deras di Sore Hari

Beberapa hari ini liburan di rumah Ibuk, nemenin anak-anak liburan.

Tempat paling pengen didatangi waktu liburan nomer pertama pasti rumahnya “Mbah Uti”, diajak jalan-jalan ke tempat yang diinginkan dengan Mbahkung, juga jajan yang mudah banget karena selalu diturut kalau pengen beli kue. Jadi, bisa dipastikan kalau pas liburan rumag mbah uti lah yang ada dalam list pertama tempat yang ingin dikunjungi.

Meski di rumah mbah uti main hujan-hujanan masih menjadi keinginan waktu hujan turun, seperti kemarin sore, setelah kemarin-kemarinnya tidak hujan deras, kemarin sore hujannya cukup deras dan kebetulan anak-anak belum mandi jadilah mereka main hujan-hujanan.

Awalnya, lari-lari kesana kemari dengan senang hati, sekitar 5 menit an pada lari ke dalam rumah karena ada petir, lumayan dekat seperti di atas pohon di depan rumah, jadilah acara hujan-hujanannya hanya sebentar, karena takut dengan petir.

Malam yang Bercerita

Saya kira awal cerita ini dimulai dengan rasa penasaran saya dengan cerita yang sedang viral belakangan ini, yaitu “KKN di Desa Penari, pertama kali tahu kalau cerita ini viral ya di tv pas malam hari, kemudian besoknya nyari tahu ceritanya di IG tapi belum sempet baca saat itu juga, baru besoknya lagi baca. Dari penulis yang menulisnya tujuannya sudah jelas bahwa agar pembacanya bisa mengambil pelajaran dari kisah itu. Cerita ini kemudian terus dibahas dalam beberapa acara tv bahkan buka youtube pun akan banyak yang membahas cerita ini…

Dan setelah itu saya jadi sering nonton acara serupa di youtube padahal biasanya hanya nontonin kpop atau juga kdrama. Jadi kemarin saya menceritakan pada orang rumah apa yang saya tonton di youtube pas waktu itu habis nontonin chanelnya Raditya Dika dan Kisah Tanah Jawa yang bahas tentang jenis-jenis pocong, pas menjelang malam suasana sudah seperti biasanya, nah… pas waktu tengah malam saya ketidihan, sebelum ketindihan saya sempet melihat pocong meniupkan udara di depan muka saya sebanyak 3 kali, dan benar setelahnya saya tidak bisa bangun, saya mancoba untuk membaca lafadz Alloh, dan juga mencoba memanggil suami setelah berhasil saya bangun dan pindah tempat tidur.

Setelah kejadian itu saya baru bisa tidur setelah 1 jam an. Saya memang kadang suka ketindihan, dan setiap ketindihan ada sosok astral yang ada di dekat saya, mungkin saya belum begitu siap nonton hal-hal demikian, karena kadang masih takut ketika dihampiri pas malam hari.

Bukan Hal yang Sederhana

Posting di blog adalah hal yang mudah dilakukan kalau sedang menemukan banyak ide, begitu sebaliknya. Dan kebaradaan smartphone sangat penting dalam proses ngeblog bagi saya yang lebih sering posting lewat hp dibanding dengan posting via laptop atau PC. Tapi, sekarang hal itu bukan hal yang sederhana lagi, karena untuk beberapa waktu saya akan posting via laptop dikarenakan hp saya error…

semoga semakin rajin posting saja meski harus buka laptop dulu… aamiin…

Yang Sedang Viral

Belakangan di medsos sedang viral kisah mahasiswa yang sedang KKN, dibahas di beberapa akun youtube dan banyak yang jadi trending, saya kira hampir setiap mahasiswa yang KKN mempunyai pengalaman yang tak terlupakan entah itu berhubungan dengan hal mistis atau juga tidak. Saya pun dulu begitu, ada cerita yang sepertinya akan selalu saya ingat.