Belajar Mereview Buku

Bagi sebagian orang mungkin mudah menuliskan apa yang ada di kepalanya, tapi bagi sebagian lain lumayan butuh latihan, saya termasuk yang tipe kedua, kadang apa yang saya tuliskan tidak sama persis dengan apa yang saya pikirkan, pengennya nulis gini malah yang ditulis begini, saya selalu butuh belajar dan latihan supaya bisa menuliskan apa yang ada di pikiran saya, apa yang menjadi ide menulis saya, kali ini saya belajar meriview sebuah novel… di sini saya mempostingnya.

Dari Buku “Mengikat Makna”

Saya membeli buku ini sekitar 10 tahun yang lalu, sudah lama sekali ya. Ini adalah buku yang lumayan sering saya baca ulang, kalau sedang butuh motivasi nulis atau juga motivasi membaca.

Di awal buku ada halaman yang isinya adalah tentang “Bagaimana Buku ini Mengubah Hidupmu” :

  • Perkayalah dirimu dengan membaca
  • Jaga dan sebarkan kekayaanmu dengan menulis
  • Rumuskan AMBaK sebelum membaca dan menulis
  • Pilihlah buku-buku yang menggerakkan pikiranmu
  • Bersungguh-sungguhlah menuliskan pikiranmu
  • Biasakanlah membaca dan menuliskan dirimu setiap hari
  • Baca dan ikatlah makna
  • Temukan kehidupan menarikmu

Itu adalah garis besar isi buku ini, dan bagi siapapun yang ingin membaca buku motivasi menulis dan membaca buku ini sangat saya rekomendasikan, meskipun di sampul depannya ada tambahan judul “untuk remaja” , buku ini tetap cocok dibaca untuk semua usia. ^^

Membaca Buku

Dulu saat pertama kali hidup jauh dari orang tua , di asrama, Abah memberikanku sebuah kamus, kamus bahasa Indonesia, dan berpesan kalau-kalau aku rindu rumah, cobalah untuk membaca kamus yang tebal itu, bisa sedikit menghibur. Jadi, pesannya membacalah kalau sedang butuh penghiburan .

Lama sekali rasanya tidak membaca buku, karena kalau pengen baca apa, kebanyakan sudah tersedia di smartphone, berbagai macam e book sudah tersedia, jadi jarang lah saya beli buku , sudah setahunan sepertinya terakhir kali beli buku. Padahal rasanya emang beda banget baca di hp dengan membaca di buku versi cetaknya, atas yang suka menanadai quotes-quotes cantik tentu lebih suka buku yang versi cetak. Jika pengen nyari quote yang kita sukai tinggal mencarinya dengan tanda yang sudah kita sematkan.

Dunia Orange

Dunia orang-orang adalah sebutan untuk wattpad, media sosial tempat berbagi cerita … Media sosial tempat bertemunya para penulis dan pembacanya, media sosial tempat para penggemar cerita yang ingin bacaan gratis, tempat para penulis menyalurkan semua ide menulisnya , awal ketemu tahun berapa ya, saya lupa, saat itu hp masih BAB alias BlackBerry, dunia orange ini menjadi hiburan saya saat di rumah dan suami kerja, saat anak tidur biasanya saya baca-baca, sering ketemu cerita bagus dan selalu menunggu update nya.
Dari beberapa tahun ke belakang banyak sekali penulis wattpad yang akhirnya menerbitkan bukunya sendiri, dan banyak penerbit besar di belakangnya. Namanya hobi yang menghasilkan. Ada sisi yang bikin pembaca kecewa kadang , pasca diterbitkannya buku, biasanya penulis jarang ngepost cerita sampai selesai, atau bahkan yang vakum sama sekali, karena kebanyakan tulisannya langsung masuk ke penerbit, dan tak jarang mereka juga mempromosikan buku-buku itu di wattpad. Karya memang harus dihargai, tapi beneran kadang pembaca pun jadi kecewa, tapi apalah daya namanya juga gratisan, kalau pengen yang lengkap ya harus mengoleksi versi tanya yang berarti harus beli.
Selain karena diterbitkan ada beberapa penulis yang menghapus caritanya karena diplagiat oleh penulisan lain yang tidak bertanggung jawab, nyesek lho rasanya karya kita diambil oleh orang lain dan diakui sebagai hasil tulisannya, saya pernah sekali waktu masih rajin nulis di blog saya ini, tulisan saya dan juga gambar nya di copy paste di blog lain , dan tanpa nyantumin sumber atau juga backlink, rasanya tidak enak sama sekali, padahal ini tulisan biasa. Nah apalagi kalau yang dijiplak karya yang mikirnya pakai menguras otak, bisa dibayangkan bertapa jengkelnya, pengen berbagi cerita tapi tidak ingin diambil karyanya  mungkin itulah dilema yang  dialami oleh penulis wattpad.
Tapi, saya tetap salut dengan para penulis-penulis itu, karena tulisan tulisannya selalu bisa menghibur ibuk ibuk seperti saya, ketika penat melanda… tetep berkarya ya para penulis – penulis … Cerita-ceritanya akan selalu kami tunggu .  

Salah satu buku yang diterbitkan dari tulisan di wattpad


Saya punya satu buku yang sebelumnya oleh penulisnga di-posting di dunia orange alias wattpad, buku itu adalah buku yang berjudul “Not A Perfect Wedding” karya Mbak Asri Tahir. Ceritanya memangsa elalusaya tunggu update annya, dan waktu belum sampai ending sudah distop publish karena proses penerbitan jadilah saya penasaran , dan Alhamdulillah dapat juga yang bertanda tangan penulisnya . 

Visualisasi Tokoh Novel “Not A Perfect Wedding” (Versi Saya) 

Pengen nulis postingan kali ini sebenarnya sudah dari pertama dapat novelnya. Itu sudah setahun yang lalu bahkan lenih dari setahun kalau ingat dapatnya pas awal-awal tahun, sebelum diterbitkan saya sudah membaca sebagian cerita di novel ini di wattpad,penulisnya adalah salah satu penulis hebat yang posting karya-karyanya di wattpad, dan NAPW ini termasuk cerita yang selalu berada di atas paling sering dibaca dan dicari di wattpad kala itu. Nah pas konflik cerita di NAPWnya ternyata penulis dapat tawaran untuk diterbitin, jadilah cerita dalam novel ini tidak pernah tamat di wattpad, karena Mbak Asri menuliskan kelanjutan ceritanya di buku.

Sejak saat itu saya pengen banget baca novelnya, pengen beli jika sudah ada di toko buku di kota saya, karena pengen tahu kelanjutan kisah cinta Raina juga endingnya. Dan suatu ketika pas ada rangkaian blogtour NAPW dan giveaway yang hadiahnya novel ini, saya ikut dan dapat bukunya(sepertinya saya sudah posting tentang ini ini postingan saya yang dulu).

Jadi langsung balik ke topik, ke visualisasi tokoh novelnya menurut versi saya, ketika membaca ulang novel ini saya membayangkan mereka ini tokoh dalam dunia nyatanya, semoga kalau dibuat film bener-bener mereka yang meranin.

  • Nicholas Saputra sebagai Pram(Pramudya Eka Rahardi)

      

  • Andi Arsyil Rahman sebagai Raka (Prakarsa Dwi Rahardi) 

  

  • Citra Kirana sebagai Raina

Citra Kirana, cocok banget buat mewakilin tokoh Raina dalam bayangan saya

  • Vino G. Bastian sebagai Arman, kakak pertama Raina

  • Herjunot Ali sebagai Pasha, kakak kedua Raina

Demikianlah daftar visualisasi tokoh novel NAPW dalam bayangan saya, semoga suatu hari nanti bener diangkat ke layar lebar jadi sebuah film.

Tentang Do’a

image

Mari membaca dan kita akan semakin yakin akan kekuatan do'a

Saya membeli buku ini bulan lalu, buku “Catatan Hati, di Setiap Do’aku”, karena bulan kemarin termasuk bulan tersibuk, bahkan awal bulan ini pun masih sibuk, saya baru membacanya beberapa hari yang lalu, meski sebenarnya bagian awal saya baca saat baru beli, kelanjutannya baru kapan hari membacanya.

Buku ini sangat bagus isinya, rekomendasi bagi siapa saja yang pengen belajar tentang “pentingnya sebuah do’a”.

Saat tiba di bab “Dalam Sukar, Ada yang Ingin Dikatakan Nya”, saya belajar bahwa perjalanan kita sampai pada titik ini adalah atas rencana Nya. Dan percayalah selama kita masih perpegang teguh pada Nya, semua akan indah pada waktunya, insyaAlloh.

Di bab ini diceritakan bagaimana tokohnya mendapatkan masalah dalam kerjaannya, berpindah-pindah kerja dari satu tempat ke tempat lain, hingga ia berpasrah dalam do’anya, dan ternyata ia diterima di sebuah perusahaan yang mempertemukannya dengan jodoh. Sudah jelas sekali, bahwa setiap langkah kita mendekatkan kita pada takdir kita, dan semuanya tidak akan lepas dari do’a kita, karena kita tidak akan pernah tahu seperti apa masa depan, hanya do’a kepada Nya lah yang akan menjadi pegangan kita melewati setiap masalah.

SubhanAlloh…


Rasulullah SAW bersabda:
“Alloh SWT berfirman:’Aku bersama hamba-Ku, selama dia mengingat-Ku, dan lidahnya terus bergerak menyebut nama-Ku”

Cerita dan Kutipan dari Buku

image

Dua novel dalam satu buku

Buku ini adalah buku yang saya beli tanggal 25 bulan 8 tahun 2011, sebulan lebih 12 hari setelah saya menikah… Sebenarnya saat itu saya pengen buku tafsir, tapi ternyata belum ada di toko buku di Jember, jadilah membeli buku itu sebagai hadiah yang diberikan suami, ya suami bilang saya boleh milih buku apa saja yang saya pengeni saat itu, sekarang juga begitu… Tapi, lagi-lagi kalau sudah menikah terlebih sudah punya anak, ada banyak hal lain yang jadi prioritas, apalagi jika banyak buku yang bisa dibaca tanpa dibeli, yaitu dengan meminjamnya di perpusda ^^. Buku ini juga sebenarnya ada di perpusda sichhh… Tapi, aku memang pengen mengoleksi tulisannya Andrea Hirata, setelah Sang Pemimpi yang berhasil saya beli, saya beli buku ini, yaitu buku dwilogi “Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas”, saat membelinya dua novel ini ada dalam satu buku ^^.

Dan ada satu kutipan yang sangat saya sukai… Tepatnya berada di halaman 10-11 novel “Cinta di Dalam Gelas”

“‘Ia adalah lelaki yang baik dengan cinta yang baik. Jika kami duduk di beranda, ayahmu mengambil antip dan memotong kuku-kukuku. Cinta seperti itu akan dibawa perempuan sampai mati.’

Syalimah sepertinya tak sanggup melanjutkan ceritanya.

‘Jika kuseduhkan kopi, ayahmu menghirup pelan-pelan lalu tersenyum padaku.’

Meski tak terkatakan, anak-anaknya tahu bahwa senyum itu adalah ucapan saling berterima kasih antara ayah dan ibu mereka untuk kasih sayang yang balas membalas, dan kopi itu adalah cinta di dalam gelas.'” (Cinta di Dalam Gelas, hal.10-11)

Setiap pagi saya selalu membuatkan kopi untuk suami, dan itu juga cinta di dalam gelas saya ^^.

Teman Memerangi Kebosanan

Pernah merasa bosan???

Saya kira hampir setiap orang pernah merasa bosan, hanya frekuensi mungkin yang berbeda. Melakukan hal yang hampir sama tiap harinya (sebuah kerutinsn) kadang membuat diri merasa bosan. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memerangi atau juga menghilangkannya, dan menurut versi saya salah satunya adalah membaca buku favorit yang di dalamnya banyak kalimat yang kadang bikin tertawa, mungkin juga sedih… seperti 2 buku koleksi berikut.

image

Saya suka tulisan-tulisan John Green, meski baru beberapa waktu lalu saya membaca tulisanya, saya sangat menyukai tiap detail di dalm cerita yang ia gambarkan, sudut pandang yang ia pilih… saya suka  tokoh di dalam buku-bukunya… sekarang sedang sangat penasaran dengan Looking forAlaska nya.

Ya itulah salah satu cara saya memerangi kebosanan. ^^

Bagaimana cara kamu???

Quotes dari Buku “Not A Perfect Wedding”

image

Buku NAPW (Not A Perfect Wedding)

Padahal sudah pengen ngreview dari pas buku ini sampai di tangan dan selesai membacanya dan itu adalah bulan April kemarin tapi baru mulai sekarang posting tentang buku NAPW nya, dimulai dari quotes dari buku ini:

Sambil berjabat tangan erat, Pram menatap lurus wajah, Gunawan. Meski di luar rencana, Pram menganggap peristiwa ini adalah peristiwa penting dalam hidupnya. Sekali berkomitmen, maka selamanya ia akan memegang teguh janji itu. Pram mengambil napas dalam sebelum melafalkan kalimat balasan kepada Gunawan.” (Hal.32)  

“Saya sadar, Raina bukan perempuan yang sempurna. Saya tidak akan meminta kamu untuk melakukan berbagai hal untuk dia. Saya hanya minta kamu bisa menjaga dan membahagiakannya.” Jelas Fara dengan mata berkaca-kaca. (Hal. 49)  

“Kamu istri saya, seseorang yang harus saya bahagiakan dan saya lindungi selamanya. Dan itu tidak akan berubah.” (Hal.87)  

“Pram menatap Raina yang duduk di sampingnya. Dan meraih tangan gadis itu, menggenggamnya erat.’ Karena dia istriku. Akulah yang menjaganya.'” (Hal. 145)  

“Cinta yang dirasakan Raina pada Pram, bukan cinta yang sama saat dia bersama Raka. Kehadiran Pram sebagai suaminya, membuatnya harus jatuh bangun untuk tahu apa yang dirasakan laki-laki itu. Satu yang tak akan pernah terbantahkan, Pram rela mengorbankan dirinya sendiri untuk membuat Raina bahagia. Meninggalkan kariernya dan membuang semua prinsip hidupnya tentang pernikahan.” (Hal. 166)

“Bukan Raina yang beradaptasi pada dirinya. Tapi justru Pram-lah yang berusaha mengimbanginya. Memainkan perannya secara total dengan sangat sempurna. Dan gadis itu selalu menjadi dirinya sendiri. Tersenyum dengan caranya dan memandang hidup dengan terbuka. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh Pram.” (Hal. 182)  

“…Tidak ada kebahagiaan yang instan itu memang benar, karena sejatinya harus ada pengorbanan dari tiap kebahagiaan.” (Hal. 195)