Visualisasi Tokoh Novel “Not A Perfect Wedding” (Versi Saya) 

Pengen nulis postingan kali ini sebenarnya sudah dari pertama dapat novelnya. Itu sudah setahun yang lalu bahkan lenih dari setahun kalau ingat dapatnya pas awal-awal tahun, sebelum diterbitkan saya sudah membaca sebagian cerita di novel ini di wattpad,penulisnya adalah salah satu penulis hebat yang posting karya-karyanya di wattpad, dan NAPW ini termasuk cerita yang selalu berada di atas paling sering dibaca dan dicari di wattpad kala itu. Nah pas konflik cerita di NAPWnya ternyata penulis dapat tawaran untuk diterbitin, jadilah cerita dalam novel ini tidak pernah tamat di wattpad, karena Mbak Asri menuliskan kelanjutan ceritanya di buku.

Sejak saat itu saya pengen banget baca novelnya, pengen beli jika sudah ada di toko buku di kota saya, karena pengen tahu kelanjutan kisah cinta Raina juga endingnya. Dan suatu ketika pas ada rangkaian blogtour NAPW dan giveaway yang hadiahnya novel ini, saya ikut dan dapat bukunya(sepertinya saya sudah posting tentang ini ini postingan saya yang dulu).

Jadi langsung balik ke topik, ke visualisasi tokoh novelnya menurut versi saya, ketika membaca ulang novel ini saya membayangkan mereka ini tokoh dalam dunia nyatanya, semoga kalau dibuat film bener-bener mereka yang meranin.

  • Nicholas Saputra sebagai Pram(Pramudya Eka Rahardi)

      

  • Andi Arsyil Rahman sebagai Raka (Prakarsa Dwi Rahardi) 

  

  • Citra Kirana sebagai Raina

Citra Kirana, cocok banget buat mewakilin tokoh Raina dalam bayangan saya

  • Vino G. Bastian sebagai Arman, kakak pertama Raina

  • Herjunot Ali sebagai Pasha, kakak kedua Raina

Demikianlah daftar visualisasi tokoh novel NAPW dalam bayangan saya, semoga suatu hari nanti bener diangkat ke layar lebar jadi sebuah film.

Tentang Do’a

image

Mari membaca dan kita akan semakin yakin akan kekuatan do'a

Saya membeli buku ini bulan lalu, buku “Catatan Hati, di Setiap Do’aku”, karena bulan kemarin termasuk bulan tersibuk, bahkan awal bulan ini pun masih sibuk, saya baru membacanya beberapa hari yang lalu, meski sebenarnya bagian awal saya baca saat baru beli, kelanjutannya baru kapan hari membacanya.

Buku ini sangat bagus isinya, rekomendasi bagi siapa saja yang pengen belajar tentang “pentingnya sebuah do’a”.

Saat tiba di bab “Dalam Sukar, Ada yang Ingin Dikatakan Nya”, saya belajar bahwa perjalanan kita sampai pada titik ini adalah atas rencana Nya. Dan percayalah selama kita masih perpegang teguh pada Nya, semua akan indah pada waktunya, insyaAlloh.

Di bab ini diceritakan bagaimana tokohnya mendapatkan masalah dalam kerjaannya, berpindah-pindah kerja dari satu tempat ke tempat lain, hingga ia berpasrah dalam do’anya, dan ternyata ia diterima di sebuah perusahaan yang mempertemukannya dengan jodoh. Sudah jelas sekali, bahwa setiap langkah kita mendekatkan kita pada takdir kita, dan semuanya tidak akan lepas dari do’a kita, karena kita tidak akan pernah tahu seperti apa masa depan, hanya do’a kepada Nya lah yang akan menjadi pegangan kita melewati setiap masalah.

SubhanAlloh…


Rasulullah SAW bersabda:
“Alloh SWT berfirman:’Aku bersama hamba-Ku, selama dia mengingat-Ku, dan lidahnya terus bergerak menyebut nama-Ku”

Cerita dan Kutipan dari Buku

image

Dua novel dalam satu buku

Buku ini adalah buku yang saya beli tanggal 25 bulan 8 tahun 2011, sebulan lebih 12 hari setelah saya menikah… Sebenarnya saat itu saya pengen buku tafsir, tapi ternyata belum ada di toko buku di Jember, jadilah membeli buku itu sebagai hadiah yang diberikan suami, ya suami bilang saya boleh milih buku apa saja yang saya pengeni saat itu, sekarang juga begitu… Tapi, lagi-lagi kalau sudah menikah terlebih sudah punya anak, ada banyak hal lain yang jadi prioritas, apalagi jika banyak buku yang bisa dibaca tanpa dibeli, yaitu dengan meminjamnya di perpusda ^^. Buku ini juga sebenarnya ada di perpusda sichhh… Tapi, aku memang pengen mengoleksi tulisannya Andrea Hirata, setelah Sang Pemimpi yang berhasil saya beli, saya beli buku ini, yaitu buku dwilogi “Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas”, saat membelinya dua novel ini ada dalam satu buku ^^.

Dan ada satu kutipan yang sangat saya sukai… Tepatnya berada di halaman 10-11 novel “Cinta di Dalam Gelas”

“‘Ia adalah lelaki yang baik dengan cinta yang baik. Jika kami duduk di beranda, ayahmu mengambil antip dan memotong kuku-kukuku. Cinta seperti itu akan dibawa perempuan sampai mati.’

Syalimah sepertinya tak sanggup melanjutkan ceritanya.

‘Jika kuseduhkan kopi, ayahmu menghirup pelan-pelan lalu tersenyum padaku.’

Meski tak terkatakan, anak-anaknya tahu bahwa senyum itu adalah ucapan saling berterima kasih antara ayah dan ibu mereka untuk kasih sayang yang balas membalas, dan kopi itu adalah cinta di dalam gelas.'” (Cinta di Dalam Gelas, hal.10-11)

Setiap pagi saya selalu membuatkan kopi untuk suami, dan itu juga cinta di dalam gelas saya ^^.

Teman Memerangi Kebosanan

Pernah merasa bosan???

Saya kira hampir setiap orang pernah merasa bosan, hanya frekuensi mungkin yang berbeda. Melakukan hal yang hampir sama tiap harinya (sebuah kerutinsn) kadang membuat diri merasa bosan. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memerangi atau juga menghilangkannya, dan menurut versi saya salah satunya adalah membaca buku favorit yang di dalamnya banyak kalimat yang kadang bikin tertawa, mungkin juga sedih… seperti 2 buku koleksi berikut.

image

Saya suka tulisan-tulisan John Green, meski baru beberapa waktu lalu saya membaca tulisanya, saya sangat menyukai tiap detail di dalm cerita yang ia gambarkan, sudut pandang yang ia pilih… saya suka  tokoh di dalam buku-bukunya… sekarang sedang sangat penasaran dengan Looking forAlaska nya.

Ya itulah salah satu cara saya memerangi kebosanan. ^^

Bagaimana cara kamu???

Quotes dari Buku “Not A Perfect Wedding”

image

Buku NAPW (Not A Perfect Wedding)

Padahal sudah pengen ngreview dari pas buku ini sampai di tangan dan selesai membacanya dan itu adalah bulan April kemarin tapi baru mulai sekarang posting tentang buku NAPW nya, dimulai dari quotes dari buku ini:

Sambil berjabat tangan erat, Pram menatap lurus wajah, Gunawan. Meski di luar rencana, Pram menganggap peristiwa ini adalah peristiwa penting dalam hidupnya. Sekali berkomitmen, maka selamanya ia akan memegang teguh janji itu. Pram mengambil napas dalam sebelum melafalkan kalimat balasan kepada Gunawan.” (Hal.32)  

“Saya sadar, Raina bukan perempuan yang sempurna. Saya tidak akan meminta kamu untuk melakukan berbagai hal untuk dia. Saya hanya minta kamu bisa menjaga dan membahagiakannya.” Jelas Fara dengan mata berkaca-kaca. (Hal. 49)  

“Kamu istri saya, seseorang yang harus saya bahagiakan dan saya lindungi selamanya. Dan itu tidak akan berubah.” (Hal.87)  

“Pram menatap Raina yang duduk di sampingnya. Dan meraih tangan gadis itu, menggenggamnya erat.’ Karena dia istriku. Akulah yang menjaganya.'” (Hal. 145)  

“Cinta yang dirasakan Raina pada Pram, bukan cinta yang sama saat dia bersama Raka. Kehadiran Pram sebagai suaminya, membuatnya harus jatuh bangun untuk tahu apa yang dirasakan laki-laki itu. Satu yang tak akan pernah terbantahkan, Pram rela mengorbankan dirinya sendiri untuk membuat Raina bahagia. Meninggalkan kariernya dan membuang semua prinsip hidupnya tentang pernikahan.” (Hal. 166)

“Bukan Raina yang beradaptasi pada dirinya. Tapi justru Pram-lah yang berusaha mengimbanginya. Memainkan perannya secara total dengan sangat sempurna. Dan gadis itu selalu menjadi dirinya sendiri. Tersenyum dengan caranya dan memandang hidup dengan terbuka. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh Pram.” (Hal. 182)  

“…Tidak ada kebahagiaan yang instan itu memang benar, karena sejatinya harus ada pengorbanan dari tiap kebahagiaan.” (Hal. 195)  

Hadiah GA yang Pertama

Sebelum-sebelumnya saya tidak pernah sekalipun menang GA, dan saat ikut GA dalam rangkaian  blog tour bukunya Mbak Asri Tahir inilah saya akhirnya untuk pertama kali menang GA, yang paling amazing hadiahnya adalah buku yang memang paling saya pengeni karena penasaran sangat dengan lanjutan kisah Pram dan Raina.

image

Buku dan souvenir cantiknya

image

Ini isinya souvenir cantiknya

Dan yang paling spesial bagi saya adalah ini

image

Tanda tangan dan quotes dari Mbak Asri

Terima kasih Mbak Asri, hadiahnya… ^^

Sabtu Bertemu Buku

Gus, akhirnya aku bisa bertemu denganmu dalam bentuk buku. Gus, ya Augustus Waters nama panjangmu, belakang aku memang pengen sekali membaca ceritamu dari buku. Dan Sabtu kemarin aku bener-bener membeli buku The Fault in Our Star, buku yang membuatmu jadi The Best Book Boyfriend 2012(baca di reviewnya mbak Sulis). Meski engkau tokoh fiksi yang hanya ada dalam rekaan penulismu, Mr. John Green, tapi banyak pembaca yang berharap bisa bertemu orang sepertimu yang sekeren kamu di dunia nyata ^^.

image

Penghuni baru rak buku ^^

………………………………………

Yang membuat saya sangat tertarik untuk membaca buku ini langsung sebenarnya adalah karena filmnya, ya saya sangat termehek-mehek alias nangis bombay nonton filmnya. Ramai (suasana ceria) di awal film, tapi makin ke belakang makin bikin mata berair, bukan karena ngiris bawang merah tentunya, tapi karena nangis… Untuk saat nonton filmnya kala itu saya sendirin, bisa dibayangkan kalau ada orang di sebelah saya, pasti malu sayanya…

Saya tertarik dengan banyak hal tentang Hazel yang mempunyai kepribadian menarik dan Augus yang mempunyai kekerenan luar biasa sebagai seorang cowok, dan karenanya pengen punya bukunya…

Belum selesai bacanya,

Sek baca dulu… ^^

Semangat!!! ^^

Belakangan ini, rasa-rasanya benar-benar sedang diuji segala sesuatu yang berhubungan dengan “Semangat!!!“, bagaimana tidak??? Saat rencana nulis blog yang sudah ada di dalam kepala, eh lakok jlintrungane kebanyakan mikirin sempurnanya tulisan ^^ (padahal sempurnya tulisan itu gak ada, seperti juga istilah “No body perfect, memang tidak ada tulisan yang sempurna).

Aku tidak berpikir terlalu lama lagi setelah itu, bagitu ada waktu dan pengen nulis, langsung ku tulis, masalah apa tulisannya itu nomer kesekian… ^^

Bagaiman pun semua ini harus diawali, lagi, dan lagi…

Semangat, where are you??? I’m fine thank you ^^

Penyejuk Saat Kita Haus akan Semangat Nulis ^^

image

Judul buku : Creative Wisdom for Writers
Penulis : Roland Fisherman
Penerjemah : Dorothea Rosa Herliany
Penerbit : Indonesia Tera
Cetakan pertama 2005
ISBN : 979-775-000-1

“We are all crative.”
“Semua orang memiliki daya cipta” (hal.4)

“Thinking about writing or talking about writing or worrying about writing is not writing”
“Berpikir tentang menulis atau hanya berbicara tentang menulis atau terlalu cemas tentang apa yang ditulis adalah tidak menulis sama sekali. (Hal. 6)

“Commit”
“Kerjakan sekarang juga.” (Hal.10)

“Writing is a way of life”
“Menulis adalah jalan hidup.” (Hal.12)

“Writing is a mood- canging activity”
“Menulis itu kegiatan mengubah suasana hati” (hal. 50)

—————————————-

Qoutes di atas adalah bagian dari isi buku ini. Di halaman genapnya ada qoutes yang menarik seperti di atas, dan di halaman ganjil buku ini ada quotes dari penulis-penulis juga tokoh dunia yang sudah tidak diragukan lagi tulisan-tulisan juga karya-karyanya.

Ernest Hemingway:
Kita semua adalah seseorang yang sedang belajar untuk menjadi ahli; tidak ada satu pun yang langsung menjadi pakar di bidangnya tanpa melalui proses belajar dan latihan. (Hal.107)

Henry Miller:
Selalu mulailah hidupmu dengan menulis. Sesudah itu, lakukan lainnya, melukis, musik, teman-teman dan nonton film. (Hal.151)

George Eliot:
Tidak pernah ada kata terlambat untuk mencapai apa yang sudah lama kamu impikan. (Hal. 179)

Albert Einstein:
Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. (Hal.205)

Anton Chekov:
Suatu saat kamu perlu untuk tidak memikirkan kesuksesan atau kegagalan. Jangan biarkan hal tersebut mengganggu dirimu. Yang harus kamu kerjakan adalah menulis dan menulis hari demi hari. Kamu harus siap mental menghadapi kesalahan dalam tulisanmu, yang sulit dihindari, dan siap menerima kegagalan. (Hal. 123)

—————————–

Banyak quotes yang bisa menjadi penyejuk dahaga bagi siapa saja yang sedang malas nulis, jadi sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin terus semangat menulis ^^. Yang sedang malas nulis ayuuukkk baca buku ini! 🙂