Liburan ^^

Liburan sekolah barengan dengan liburan natal dan tahun baru, jadi bisa dipastikan ramai di hampir semua tempat rekreasi.

Seperti liburan-liburan sekolah yang dulu-dulu, saya dan anak-anak (Nay dan Ain) pergi ke Ambulu, ke rumah Mbah Utinya. Kalau sudah di rumah Utinya pasti anak-anak pasti seneng banget, bisa jajan di mbak yul, makan makanan yang dipengeni (apapun pengennya selalu diturut oleh MbahKungnya), dan bisa ke tempat rekreasi yang dipengeni. Kali ini ke tempat odong-odong juga mantai di pantai Watu Ulo, karena liburan kemarin sudah ke “Dira Water Park”, jadi tidak ada agenda ke Dira kali ini.

Dari hari pertama hanya di rumah saja karena memang capek setelah perjalanan Ambulu-Jember, hari kedua juga di rumah, anak-anak main di sekitar rumah saja, bijin rumah-rumahan dari kain di dalam rumah, main tenda-tendaan di rumah dan beli dawet serta cilok dengan Mbahkungnya,hari ketiga malamnya baru ke Glory Ambulu, adik naik odong-odong dan mewarnai sebisanya dan suka-sukanya dia juga memancing ikan-ikanan fovoritnya…

Setelah capek… Pulang dan istirahat, paginya siap-siap mantaiii, bawa nasi buat sarapan disana, sayurnya beli do tetangga yang jualan sayur dan dadar jagung yang enak bingits (ada pedes-pedesnya), di pantai Watu Ulo masih pagi sekali tapi sudah ramai pengunjung.

Adik kali ini agak takut dengan ombak karena lama tidak mantai jadilah hanya cuci kaki sebentar dan main pasir setelahnya, mbak Nay apalagi, liat ombaknya lumayan besar dia gak berani deket-deket pantai.

Ada insiden yang lumayan bikin lari-lari, waktu asyik main di pasir eh ada anjing di deket adik juga mbak, mereka lari dan sempet tidak mau balik ke pantai, tapi setelah ada orang yang mengusir anjing untuk menjauh dari anak-anak yang sedang main di pantai mereka mau balik lagi ke pantai.

Ada foto fovorit yang saya ambil pagi itu…

Hujan Deras di Sore Hari

Beberapa hari ini liburan di rumah Ibuk, nemenin anak-anak liburan.

Tempat paling pengen didatangi waktu liburan nomer pertama pasti rumahnya “Mbah Uti”, diajak jalan-jalan ke tempat yang diinginkan dengan Mbahkung, juga jajan yang mudah banget karena selalu diturut kalau pengen beli kue. Jadi, bisa dipastikan kalau pas liburan rumag mbah uti lah yang ada dalam list pertama tempat yang ingin dikunjungi.

Meski di rumah mbah uti main hujan-hujanan masih menjadi keinginan waktu hujan turun, seperti kemarin sore, setelah kemarin-kemarinnya tidak hujan deras, kemarin sore hujannya cukup deras dan kebetulan anak-anak belum mandi jadilah mereka main hujan-hujanan.

Awalnya, lari-lari kesana kemari dengan senang hati, sekitar 5 menit an pada lari ke dalam rumah karena ada petir, lumayan dekat seperti di atas pohon di depan rumah, jadilah acara hujan-hujanannya hanya sebentar, karena takut dengan petir.

Kenapa Boleh “Hujan-Hujanan” ?

Tadi saya dapat chat dan mengementari foto yang saya posting, foto anak-anak sedang hujan-hujanan, dan chatnya tanya,” kok dibolehin hujan-hujanan? Gak kasihan nanti flu?”

Saya tentu tidak ingin anak saya sakit, tapi tidak mengijinkannya hujan-hujanan adalah opsi yang tidak saya pilih, bagi saya itu bukan sekedar hujan, hujan adalah bagian dari masa kecil yang harus dinikmati anak di masa kecilnya, karena mereka senang dam ceria jadi tidak masalah bagi saya juga bagi anak-anak, saya akan melarangnya ketika kondisi tubuhnya kurang fit dan berpotensi sakit, atau saat belum makan, selain dua alasan itu saya selalu mengijinkannya.

Dulu waktu ke rumah mbah utinya dan hujan deras di sana saya malah memanggil anak-anak, “apa mau hujan-hujanan?” dan tentu saja langsung lari ke luar rumah, ibuk (mbah utinya) juga tidak menegur saya ketika saya memperbolehkan anak-anak main hujan, padahal dulu saya selalu dilarang, dan itu juga menjadi salah satu alasan saya mengijinkan anak-anak untuk mainhujan. Saya tidak menyalahkan ibuk karena melarang saya hujan-hujanan dulu, karena memang kondisi tubuh saya saat kecil ringkih gampang sakit, jadi tidak baik jika hujan-hujanan.

Jadi, menurut saya tidak apa-apa hujan-hujanan itu adalah keceriaan masa kecil yang memang sewajarnya ada di masa kecil kita…

Ayo hujan-hujanan lagi besok, kalau hujannya deres!! ^^

Nilai Ujian

Sudah masuk bulan Desember, dan di Jember sudah mulai hujan beberapa hari ini, di beberapa tempat bahkan disertai angin, berita baiknya anak-anak bisa hujan-hujanan, dan hujannya biasanya sore jadi jemuran biasanya sudah kering.

Dua minggu yang lalu Nay ujian akhir semester dan dia belajar sendiri, hari pertama sampai terakhir dia belajar sendiri bareng dengan mbak-mbaknya (sepupunya), saya hanya menemani saat ia belajar buku temanya, juga saat pelajaran agama, dan belajar bahasa daerah jawa yang memang agak kesulitan karena bahasa sehari-harinya kebanyakan memakai Bahasa Indonesia, di Jember kebanyakan bahasa yang di gunakan adalah bahasa Madura beberapa Jawa, jadi anak-anak biasanya di sekolah atau juga di lingkungan yang kebanyakan campuran Jawa dan Madura bahasa yang digunakan Bahasa Indonesia.

Hari Selasa kemarin nilai ujiannya sudah keluar dan beberapa nilainya lumayan jelek, saat pulang sekolah ia cerita kalau nilainya tidak begitu bagus. Bagaimana saya menyikapinya? kurang belajarkah dia?

Dalam perjalannya saya ingin menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak saya, dan sekarang pun masih terus belajar, tiap kali dihadapkan dengan hal dimana saya harus bersikap, saya mencoba memposisikan diri saya menjadi anak juga, apa yang saya harapkan pada sikap orang tua ketika saya melakukan sesuatu (saya tidak mau menyebutnya kesalahan), seperti saat Nay mendapatkan nilai yang tidak begitu bagus, saya melihat beberapa soalnya, dalam keseharian saat ada PR biasanya ia bisa mengerjakknya dengan baik dengan nilai yang lebih banyak lumayan bagus, tapi selalu saat ujian sering tidak bisa mengerjakan di beberapa soal.

Apa kamu menikmati masa sekolahmu?” “apakah Nay menikmati masa sekolahnya?” bermain dengan teman dengan gembira juga bisa belajar dengan senang, mempelajari apa yang diajarkan di sekolah dengan baik juga enjoy. Bermain di rumah dengan riang.

Saya hanya orang tua yang ingin anak saya bisa menikmati masa kanak-kanaknya dengan baik juga bahagia tentunya, kadang perlu ditegur karena melakukan kesalahan tapi tidak apa-apa itu untuk melatih kebiasaan baik sehari-harinya, kadang juga dihukum saat mengaji karena tidak masuk tanpa ijin, saya bilang juga tidak apa-apa itu bagian dari tanggung jawabnya. Sebagai orang tua yang sedang belajar saya pun masih banyak kekurangan, tapi saya selalu ingin mengambil sikap yang tepat ketika menghadapi anak-anak, terkadang juga marah tapi kemudaian menyesalinya (marah khas emak-emak kalu manggil gak ada yang jawab).

Jika ia dapat nilai yang tidak terlalu bagus pun saya juga akan bilang gak apa-apa, mungkin memang kurang belajarnya atau memang dianya perlu belajar agak keras agar bisa, tapi saya sebagai orang tua juga tidak akan banyak menuntutnya untuk mendapat nilai yang bagus, meski senang menjadi orang tua dengan anak yang berprestasi, tapi menuntut anak untuk mendapat nilai yang bagus saya rasa itu hal yang kurang tepat, mensupportnya juga membantunya untuk tahu apa yang ia sukai juga di bidang apa keahliannya adalah tugas orang tua, jadi mari sama-sama belajar. Semoga anak-anak bisa menemukan keahlian yang ia senangi sehingga ia bisa menjadi seorang ahli di bidangnya. Untuk saat ini masih mencari-cari di bidan apa Nay paling ahli, jadi biarlah dia menikmati masa bermainnya sebagai anak-anak, juga menikmati masa sekolahnya, mungkin dia di sekolah banyak ngobrol dengan temannya, mengingat dia suka sekali bercerita.

Bagi mama belajar jadi anak yang baik dengan melakukan kebaikan adalah yang utama. Mengikutkannya les masih belum menjadi pilihan saya saat ini. Semoga ke depannya bisa terus menjadi anak yang bahagia dan bertanggung jawab tentunya. Aamiin…

Gara-gara Mimpi Buruk

Kemarin sore hujan disertai angin di Jember kota, hujannya deres banget, dan terjadinya pun cepet dari panas terik, mendung, kemudian turun hujan, itu hanya dalam hitungan menit, sehingga lumayan buat cepat-cepat mengangkat jemuran.

Waktu hujan kemarin itu Mbak Nay, anak saya yang pertama, sedang tidur, tumben sich… Biasanya sudah tidur siang kalau tidak benar-benar capek, kebiasaan yang memang kurang baik. Nah, pas sebelum hujan dia sudah tidur, wakru hujan juga tidak bangun, waktu saya tinggal untuk mengkat jemuran pun dianya tidak bangun, setelah ngangkat jemuran eh dianya sudah bangun, sudah pegang Al Qur’an dan pakai kerudung, juga sedang membaca Al Qur’an di kamarnya.

“Tumben kok tiba-tiba ngaji sehabis bangun tidur nduk?” tanya saya.

“Nay tadi habis mimpi buruk Ma, hujan juga, jadinya ngaji,” jawab Nay, jadi ini semua karena mimpi buruk di hari yang hujan angin…