Yang tak Terlupakan tentang Bali

Bali, dulu waktu masih kecil hanya bisa mendengar cerita tentangnya saja dari teman, saudara atau juga tetangga yang pernah berkunjung atau kerja di sana, dalam bayangan pasti banyak turis di sana, orang yang warna rambut dan kulitnya berbeda dengan kita.
Sampai lama, masih hanya bisa mendengar cerita tentang pulau Dewata itu, penasaran seperti apakah Bali itu , hingga kemudian ada acara family gathering kantor suami ke Bali , rasanya seperti mendapat durian runtuh, seneng banget, akhirnya bisa berkunjung ke pulau Dewata yang selama ini hanya saya dengar dari cerita.

Masih ingat sekali waktu kesana saat hamil muda, masih ada sedikit emesis dan ditambah kendaraan yang berguncang saat di jalan bikin mabuk perjalanan, Tapi waktu tiba di pelabuhan Ketapang rasanya lega banget, melihat laut perasaan campur aduk, sudah sampai di selat Bali sebentar lagi setelah naik kapal akan menginjakkan kaki di pulau Dewata, setelah sekian tahun (dari kecil pengen tahu seperti apa pulau Bali itu) akhirnya oh akhirnya.

Ayah dam Naylil melihat pemandangan dari atas kapal ^^

Setelah menyebarang dan melalui perjalanan darat sekitar 2 jam an, akhirnya kita berhenti untuk makan siang di salah satu restoran di Bali, menunya sudah disiapkan sepertinya, menunya adalah nasi campur bali, makanan yang ramah di perut saat laper karena perjalanan yang menguras tenaga ^^. Langsung isi tenaga, meski efek emesis masih sedikit ada tapi tetep doyan makan waktu itu, tidak boleh lemas karena perjalanan liburan masih panjang.


Setelah itu melanjutkan perjalanan lagi, tempat wisata yang pertama kali kami datangi adalah Pura Ulun Danu Beratan, Bedugul,  waktu kesana danaunya sedang surut jadi Pisa jalan-jalan di tepi danau yang surut, bahkan ada rumput yang tumbuh di bekas danau yang surut, sayang fotonya hilang beserta rusaknya hp saya (pengen nangis kalau ingat), saya lihat di foto liburan teman-teman jarang sekali yang pas danaunya surut kebanyakan waktu air danau memenuhi area sekitar Pura. 


Setelah puas jalan-jalan, kami melanjutkan perjalanan menuju hotel tempat kami menginap karena lokasinya yang agak jauh jadi harus segera berangkat, sebelum itu kami mampir makan sore menjelang Maghrib di daerah Bedugul juga, banyak pilihan menu yang disajikan tapi saya tetap saja milih nasi campur bali, masakan itu sepertinya yang akrab dengan perut saya, hingga rasanya tidak terlalu mual, Nay makan soto ayahnya juga. Tiba di hotel kita langsung istirahat , ternyata perjalannya cukup melelahkan padahal rasanya cuma duduk di atas bis saja.
Sarapan pagi di hotel , masakannya enak-enak, ada omlet, roti, sereal, bubur ayam, salad juga ada, dan masih banyak lagi tinggal milih, tapi sungguh saya tidak begitu akrab dengan masakan itu, jadi sarapan hanya sedikit saja, mungkin efek emesis juga jadi tidak bisa makan banyak waktu pagi. Untung pas jalan-jalan siangnya makanya di restoran biasanya yang menyediakan menu yang biasanya kita santap, ada sayur asem, juga nasi campur bali.

Nasi campur bali

Saya lebih akrab dengan nasi campur bali, daripada masakan hotel, lebih nyaman di lidah mungkin, atau karena saya sedang hamil dan rasanya aneh makan makanan yang jarang saya makan (saya jarang makan di restoran hotel, hehe..) jadi selama liburan di Bali, jika ada pilihan menu nasi campur bali saya akan memilihnya,urap-urapnya cocok disantap saat kondisi apapun bahkan saat hamil, ibu hamilnya lagi suka makan ceritanya.


Jadi, selama di bali yang tak terlupakan adalah soal makanan, saat kondisi hamil memang agak rewel mau makan ini itu, untung saja ada nasi campur bali, makanan yang bisa mudah kita temukan saat tidak cocok dengan menu yang disediakan pihak restoran atau rumah makan yang telah dipesan sebelumnya. Jauh-jauh ke Bali eh di sana cuma makan nasi campur bali saja, mungkin ada yang komentar begitu , jawabannya mudah saja, karna nasi campur bali memang enak, makanan yang saya rekomendasikan kepada siapa saja yang berkunjung ke Bali , nasi campur yang hanya dapat di Bali , karena telur bumbu Balinya rasanya beda sama yang biasanya kita buat , apalagi kalau yang memasak orang Balinya langsung pasti kerasa banget khas Balinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s