Kadang Diam Lebih Baik

Pernah suatu ketika saat hari pengelot an arisan ibu ibu berkumpul untuk ngelot arisan, sambil menunggu jam pas nya kadang mereka berbincang bincang dari hal-hal yang remeh hingga kadang membicarakan orang ini orang itu… Dan akhirnya jadilah arisan yang bergosip… 

Waktu saya mendengar apa yang dibicarakan saya merasa hal itu benar benar tidak penting , membicarakan kejelekan orang yang sebenarnya gak ada sangkut pautnya dengan kita, dan meski seandainya hal itu tidak diomongkan yang ngomong juga tidak rugi, saya merasa hal seperti itu tidak penting, merasa seolah ada saja kejelekan orang , eh lupa sama diri sendiri tidak dikoreksi, sudah pantas belum berbicara begitu …
 Saya menilai orang yang seperti itu setelah membicarakan kejelekan orang dengan kita, jangan jangan saaat tidak ada kita, ia malah membicarakan kejelekan kita juga… Hmmmm…

Jadi, menurut hemat saya lebih baik diam, dan jika belum bisa mulai belajar untuk diam, diam untuk hal yang tidak penting seperti itu, bukan diam untuk sesuatu yang membutuhkan suara kita lho ya…

Lebih baik diam, dari pada bicara tapi yang keluar dari mulut kita adalah berbicara tentang kejelekan orang …

sabar atau tidak???

Ini cerita sudah lama pisan tersimpan di draft… Baru sempat meneruskan lagi lanjutannya, jadi begini kapan hari kira-kira sebulan yang lalu Putri saya sakit, lumayan sering dalam kurun kurang dari sebulan demam 3 kali, dan salah satunya demam waktu di rumah sedang ada acara. Alhasil saya ya hanya bantu bantu sebisanya, bayi sakit kadang memang butuh perhatian lebih, karena sakit dan rewelnya agak lama saya kadang juga ngeluh… “Kok gak sembuh-sembuh to nduk???” Kadang juga nangis, rasanya pengen gantiin sakit nya saja…
Dan siang itu ada tamu, Ibuk tetangga, di rumah, waktu saya gendong si adik, Ibuk itu bilang, “kok gendong???rewelll???” Karena kelihatan dan kedengaran waktu si adik nangis, “Iya buk. Ini agak gak enak badan,” jawab saya, “Yo arek emang kadang gt, pas ada acara di rumah malah sakit, itu menguji sabar tidaknya orang tua.” Itu membuat saya berpikir , benar juga wejangan ibuk tetangga itu, ketika anak sakit maka semua telunjuk mengarah pada kita sebagai orang tua, “wes sabar durung???” (Sudah sabar atau belum ???)
Semoga kita bisa menjadi orang tua yang diberikan kesabaran dalam mendidik dan mengasuh anak anak kita… Aamiin…