Janganlah Berganti

Dengarkan atau juga nonton lagu ini selalu seolah terbawa ke masa beberapa tahun silam, saat kebahagian rasanya cukup hanya dengan menghabiskan waktu bermain bersama teman teman, tak perlu berlibur ke banyak tempat cukup belajar berenang di kali atau juga menyeberang sungai kemudian naik ke atas bukit melihat panjangnya aliran sungai yang terlihat mengkilat dari atas bukit, belajar kelompok bareng yang berakhir rujak an seadanya, jambu air, mangga muda. Atau juga saat ke tegalan (ladang) sedang panen semangka dan kita memecah semangka di gubuk yang ada di sana dan dimakan bareng bareng, dan lagi kalau sudah musim hujan rasanya adalah surganya anak anak yang suka sekali dengan hujan, rasanya gak ada anak yang gak seneng kalau pas hujan deras, semua pengen hujan hujanan.
Kenangan masa kecil selalu membekas diingatan, kenangan adalah hal yang selalu kita simpan dan tidak akan berubah. Semoga saya bisa menjadi ibu yang baik untuk anak anak saya sehingga masa kecil mereka  pun bisa diisi dan  diwarnai dengam hal-hal yang menggembirakan, yang baik, dan yang membahagiakan. Aamiin…

Iklan

Jalan-jalan ^^

“Yah, besok pas hari libur kita jalan-jalan yuk!” Ajak saya pada suami sebelum weekend kemarin… Eh ternyata hari Ahad kemarin ada acara di kantornya , sudahlah rasanya hari libur tak terasa libur kalau suami tidak libur…. Sampai nulis status bbm yang isinya kurang lebih begitu, dan dikomentari suami, seharusnya aku yang buat status begitu …. Hehehehe… Yang tidak libur kan aku… ^^
Tapi, beneran kok keluarga itu satu paket yang satu libur lainnya ikut merasa libur juga, yang satu senang yang lain juga, begitu seterusnya… 
Jadi, niat jalan jalan dan menghabiskan waktu di akhir pekan bersama sepertinya tidak sesuai rencana , ya sudahlah… InsyaAlloh tetap bisa seneng bareng kumpul di rumah ae tidak perlu jalan jalan, lagian juga masih tanggal tua ^^. Kalau sudah tanggal muda mungkin bisa terealisasi … Aamiin …

Nah , pas hari seninnya saya malah sibuk masak di dapur sampai siang, karena tanggal merah saya merasa nyantai aja, maklum yang  masuk sekolah kan libur, jadi saya tidak diburu waktu buat nyiapin sarapan, sempet ke pasar juga beli ikan laut rencana untuk dibakar dan berakhir dengan hanya dipanggang (males nyiapin arang buat bakar nya, kelupaan tidak beli waktu di pasar ), karena hasil panggangan ikan masih terasa amis suami tetep gak doyan sama ikan lautnya. Tahu gt kan saya masak sesuai rencana sayur bening plua pekedel jagung kesukaan suami. Namanya juga nyoba bikin menu baru yang tidak biasa ^^.

Saya selesai masak ternyata sudah jam 10 an. Untung sarapan beli lontong botok di pasar, jadi tinggal makan siang ^^. Belum nyuci baju, tapi masih ada tugas dari ibuk yang membuat saya dan suami jalan-jalan dengan keperluan bukan refresing… Hehehehe… 
Malam harinya jadinya kami baru keluar jalan-jalan berdua , iya berdua saja, kalau sudah malam anak-anak sudah tidur semua, niat hati ingin beli cilok fovorit yang ternyata penjualnya ikut liburan pisan… Karena pengen pulang bukan dengan tangan hampa, saya dan suami mampir ke minimarket untuk membeli indomie yang baru saya rasakan rasanya , gak penting banget sepertinya cuma beli indomie, ya kadang melakukan hal yang random gini lucu juga, kita milih mie Indomie dengan rasa yang belum pernah kita makan tapi dengan perkiraan rasanya enak…

Indomie yang rasa rasanya baru kami kenal ^^

Saya dan suami milih milih indomie. Yang kami beli diantaranya indomie goreng rasa sambel marah (sebelumnya suami pernah nyoba dan enak. Saya pengen nyoba juga), indomie goreng rasa sambal rica rica, dan satu lagi yang tidak kefoto karena keburu dimasak adalah indomie goreng pedas (rasanya kaya mie instan yang lagi tenar belakangan karena rasa pedasnya. Tapi pedasnya mie ini level biasa, lebih pedas sedikit dari indomie goreng biasanya. Jika pengen lebih pedas tambakan irisan cabai atau boncabe) . Rasa lainnya sebenarnya banyak banget yang belum kami coba tapi karena favorit mie goreng beli yang mie goreng saja.

   

Dari minimarket saya mampir sebentar ke toko aksesoris yang juga menjual sandal dan tas , saya ingat kapan hari janjiin Nay untuk membelikan sandal kuda poni kesukaan nya. Dan ternyata tinggal satu pasang sandal jepit kuda poninya , nomornya juga sesuai dengan kakinya Nay , langsung beli bungkus dan pulang ….
Yeee… Jalan jalan juga… Kan ini namanya ^^.

NB: padahal rencananya mau ngemall… ^^

Ternyata Bikin “Terang Bulan” tak Sesulit yang Saya Bayangkan ^^

Judulnya panjang benerrrr… Biar sudah lagi seneng nichhh si empunya blog ^^, setelah dari kemarin ini aplikasi blog tidak bisa membalas komentar akhirnya sekarang sudah bisa, masalahnya adalah karena saya belum upgrade ke versi wordpress terbaru (hahhahahaa… Males bingitsss acara download mendownload. Terlebih kadang gangguan sinyal internetnya).
Hal yang bikin seneng lainnya adalah karena saya berhasil bikin kue terang bulan, sebutan lainnya martabak manis… Saya coba bikin yang mini…

Terang bulan mini rasa keju, coklat, susu

Berawal dari perbincangan dengan ibuk mertua juga kakak ipar , ibuk bilang kalau paket cetak an kue nya itu ternyata di dalamnya ada cetak an untuk kue lumpur juga bisa untuk terang bulan, saya awalnya ngeyel kalau tidak ada karena kapan hari pas nyoba bikin brownies dengan memakai salah satu cetakan, sepertinya cetakan bulet bulet itu tidak ada, akhirnya dicek dan benar ternyata ada… Berarti waktu itu saya kurang fokus juga kurang perhatian dengan cetakan kuenya. ^^

Cetakan pasca dipakai bikin kue terang bulang ^^

Tahu ada cetakan untuk membuat terang bulan mini, jadilah saya pengen bikin, kebetulan ada keju yang tidak kepakai waktu kapan hari bikin kue. Cari resep duku di cookpad. Dan Nemu resep terang bulan mininya Mbak Diah Wulansari. Kurang lebih ini bahan bahannya:

  • 10 sdm tepung terigu
  • 4 sdm gula
  • 1 butir telur
  • 1 sdt bp
  • 1 sdt soda kue
  • 1 sdt fermipan
  • 1 sdm mertega cairkan
  • Vanilli secukupnya 
  • Air satu gelas yang ada pegangannya

Topping yang terserah , saya pakai messiss, keju, dan skm putih.

Cara bikinnya campur semua bahan hingga tercampur rata, tunggu 15-20 menit, sambil nunggu saya gunakan untuk menyiapkan cetakannya. Setalah itu cetak dan tungu matang, kalau sudah matang tinggal ngasi toppingnya sesuai selera. Hasil buatannya saya seperti foto terang bulan di atas, fotonya tidak banyak. Karena terlalu asyik makan mungkin baru teringat untuk menggambil foto saat kuenya tinggal 3 biji, heheeee… Satu resep di atas bisa jadi 10 bijian. Jadi malam kemarin kita makan terang bulan uenak bikinan saya (hahahaha *terlalu berlebihan memuji diri). Ya biasa kalau bikinan sendiri meski rasanya standart rasanya istimewa banget dan itu mungkin yang bikin tuh kue rasanya enak banget…
Terus siangnya, alias tadi siang masih penasaran kenapa seratnya yang waktu malam tidak bisa sebanyak terang bulan yang dijual jual itu, jadilah siang bikin setengah resep di atas tapi tanpa telur. Hasilnya enak pisan. Bahkan belum sampai di bawa pergi keluar dapur tuh terang bulan mau habis tinggal 2 biji an.
Rasanya saya senang sekali bisa bikin terang  bulan. Karena sebelumnya saya juga pernah bikin tapi jadinya hancur , gosongggg. Dan sekarang bisa dibilang lumayan sukses bikin terang bulan mininya. Jadi lain kali kalau Mbak Nay pengen terang bulan Mamanya siap bikinin… Yeee…
Ternyata bikin “terang bulan” tidak sesulit yang saya bayangkan ^^
Yes sukses ^^
 

Waspada

Judulnya biar itu saja wesss… ^^
Beberapa hari yang lalu saya tiba-tiba mendapat sms dari nomer asing

Awalnya tuh nomer (tifak tahu orangnya jadi bilang nomer saja, heheeee) tidak membalas pesan saya, hingga kemudian sehari setelahnya tuh nomer telepon saya dan mengatakan apa saya masih ingat suara siapa itu… Emang dasar saya ya polos mungkin, heheee… Malah mengganggap itu beneran saudara saya, karena memang ada saudara saya yang kerja di Kalimantan dan lama tidak bertemu , Dek Andrik namanya . Tuh orang di telepon mengiyakan saja.

Tanpa basa basi malah saya diajak bisnis pulsa untungnya gede… Ya awalnya saya tertarik , bilangnya mengisi pulsa untuk perusahaan tempatnya kerja, per pulsa dihargai lebih mahal dari harga normalnya. Setelah itu bilang kalau untuk menjamin tidak bohong bosnya akan mentransfer sekarang juga, kok gak bisa dilihat atau diambil sekarang transferannya , orang itu bilang masih ada penundaan transfer uang beda bank… Dan saya diberi sma bukti transfernya. Karena cuma sms saya gak percaya, saya minta foto bukti transfernya , malah mendesak terus minta diisikan pulsa sebesar 100k untuk 15 nomor, hellooo itu kalau benar ketipu saya bisa kehilangan uang 1,5 jt… 
Selama siang juga sore tuh nomer terus nerror supaya cepet diisi pulsanya karena sudah transfer… 
Waktu saya konfirmasi lagi siapa nama orang di tlpn itu sebenarnya, dia bilang “Andi” namanya , saya langsung ngakak aja… Dan bilang Anda salah sambung saya gak punya saudara yang namanya Andi , saudara saya namanya ANDRIK, dan tuh orang malah balas sms dengan balasan , ” Halah alesan, wong uang wes ditransfer”… Padahal gak ada transferan sama sekali, bechhh tuh orang wes nipu. Ketahuan, sek ngengkel…..
Ya begitulah cerita telpon nyasar yang niat banget nipu… Bilang wes transfer 37.800.000, yang 800k suruh buat ke bank buka rekening BCA dan disedekahkan… Bukti transfer malah cuma sms yang aneh. Bilangnya Bank nya dia BCA tp di sms Bank Permata. Dan sms nya nyebut Bank dan nomer rekeningnya gak sesuai… 
Di lain waktu jangan lagi mudah percaya dengan sms, tlpn, atau chat dengan orang asing, Untung waktu itu ada suami, juga lek-lek (adik-adiknya ibuk) yang yakin bener kalau itu pasti nipu.
Jadi ingat waktu lihat film kartun, ada percikan di dalamnya yang bilang, jika sesuatu terlihat sangat mudah mungkin itu bukan sesuatu yang baik. Seperti iming iming dapat untung berlipat besar dalam sehari dari jualan pulsa, yang rasanya hampir gak mungkin dan benar ternyata menipu. Kalau adegan di kartun saat ada banjir datang ada salah satu tokonya yang menangkapnya dengan menjatuhkan batu di atas tebing dan masalah selesai air banjir tidak mengalir di tempat tinggalnya, tapi ternyata saat volume air semakin besar bendungan batu dadakan itu pun roboh . 
Jadi intinya, nyari uang itu memang selalu tidak instan dapat banyak. Apalagi yang merintisnya dari nol. 
Dan lagi sekarang banyak modis penipuan jadi berhati hatilah …. Dan waspada…

Tulisan ini saya dedikasikan untuk suami saya, Lek Pupah , Lek ikoh, juga Lek Nur yang kapan hari menyadarkan saya kalau saya hampir kena tipu dengan telpon nyasar itu. Mutur sekalangkong Lek Lek ^^