Belajar Memasak

Tadi pagi waktu nyapu-nyapu, tiba-tiba kepikiran blog, entah kenapa muncul keinginan untuk bisa rutin mulis lagi, mempunyai target untuk bisa menulis rutin paling tidak seminggu sekali, syukur-syukur kalau bisa nulis setiap hari.
Kali ini pengen mulis tentang belajar memasak, katanya tiap perempuan sebagai kodratnya jaruslah bisa memasak, terutama kalau sudah menikah. Dan kalau pun tidak bisa hal ini janganlah menjadi sebuah hal yang menyebabkan ditundanya menikah (ingat drama Gopi enaknya kalau pas nikah, sudah bisa masak banyak hal). Saya bukan mau bahas Gopi, dan lagi saya juga bukan tipe seperti Gopi yang pandai banget dengan banyak kerjaan rumah, menantuable banget lah kalau Gopi, dari masak, nyuci dan ngerjain segala jenis pekerjaan rumah dia ahli, bahkan sebelum menikah.  

Pas awal nikah saya belum punya kemampuan memasak yang mumpuni (sekarang juga belum, tapi sudah lumayanlah), saya mungkin hanya bisa masak air, mie instan, telur, dan tumisan, serta masak nasi dengan apa saja saya bisa, dengan alat masak yang pakai listrik, ataupun dengan  dandang yang pakai tumang (kalau masak nasi sudah diajari dari pas duduk di SD sama ibuk).
Saat ikut merantau dan hanya tinggal berdua dengan suami pun saya masih belum begitu bisa memasak, jadi tiap hari masaknya masakan yang hanya saya bisa ngolahnya seperti tahu tempe dan dadar jagung, sayurnya bayam atau kangkung, kadang juga terung dipotong dan digoreng, terus sambalnya sambal tomat, sempet diajarin tetangga waktu itu masak sayur asam jakarta yang rasanya manis asam asin pedes dan enak rasanya  ^^. Masak selain masakan di atas saya masih kesulitan, pernah juga bikin sate pakai bumbu kacang dan nganterin ke tetangga katanya enak banget rasanya, karena tetangga bisanya kalau masak sate hanya dibumbui kecap, irisan bawang dan lombok saja.
Saya baru benar-benar belajar masak saat suami resign dari kerjaannya, masa merantau telah usai, dan saya kembali ke kota tercinta tinggal bareng sama ibu mertua. Di rumah biasanya emak yang memasak, saya hanya membantu saja, bantu mengiris dan mengupas bumbu, (emak adalah mbahnya suami) karena ibuk sibuk di toko jadi semua urusan dapur dipegang emak, saya akan melakukan apa yang disuruh emak, dan saya belum juga belajar karenan memang bekum hafal bumbu ini untuk ini,dll. Sampai kemudian emak sakit dan harus bedrest total, dari situ mau tidak mau saya yang harus masak, saya belajar pelan-pelan. Awalnya ya hanya bikin tempe penyet, tahu goreng, oseng-oseng kangkung, memasak ayam saya belum bisa, tapi saya tetep belajar, bertanya pada kakak ipar juga ibuk, saya baru tahu kalau ternyata untuk mengjasilkan ayam goreng yang rasanya enak, ayam biasanya sebelum digoreng terlebih dahulu harus diungkep, bumbu yang dipakai untuk mengungkep bisa bikin sendiri atau juga beli, kalau beli tetep perlu ditambahi daun salam dan gula sedikit. Dan masih banyak lagi yang saya pelajari, cara membuat dadar jagung, bumbu oseng-0oseng biar kebih lezatozzz rasanya, naymbek yang bener, masak soup, perkedel kentang, dan masih banyak lagi, ya meski saya belum sepenuhnya bisa masak, saya lebih berani untuk banyak mencoba, saat lebaran pun sudah langganan bikin nastar sendiri, juga bikin kue kering dengan resep-resep baru, saat ultah anak juga bikin kue tart sendiri.
Bagi teman-taman yang belum bisa masak monggo silakan pelan-pelan belajar masak, ketrampilan masak sungguh akan bermanfaat.
Sampai di sini dulu cerita tentang belajar memasak ya… ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s