Mikir Apa???!!!

“Lakukan/kerjakan!!! Dan jangan terlalu dipikirkan”.

Ya, kalimat itu yang menghiasi status fb saya pagi ini, entah nemu dimana kata-kata itu, yang jelas kemarin siang saat jalan-jalan tiba-tiba muncul kata-kata itu ditengah kekhawatiran atau lebih tepat kepikiran saya akan banyak hal yang terkait kerepotan.

Ya sudahlah, kalau repot jangan terlalu banyak mikir, langsung kerjakan saja, karena kadang yang membuat lelah itu mikirnya, daripada repotnya itu sendiri ^^

Sudah Tanggal 29

Sudah tanggal 29 ternyata, saya tidak terkejut karena saya memang menyadari kalau kemarin tanggal 28, ya efek kesibukan mendadak menjadikan saya hampir setiap hari melihat tanggal ^^, ada berapa minggu dalam bulan ini, ada berapa minggu dalam bulan besok… abaikan kenapa saya sampai segitunya, ini efek kesibukan sehari-hari ^^.

Beberapa hari ini postingan blog isinya begini-begini saja, pengen posting cerpen, atau kalau tambah kadar pedenya pengen posting cerbung (lha tapi cerbung yang mana juga???!!! Belum sampai segitunya dalam menulis cerita, karena kebanyakan terbengkalai, terbaring hanya dalam bentuk sinopsis saja, dan kerangka karangan yang belum juga sempurna).

Tapi, semangat nulis tidak hanya sampai di situ saja kan, karenanya saya pengen tetep posting apapun, sebisa saya 🙂 .

Sibuk [^^]

Sibuk…

Ya, saya sibuk… Memang bukan sibuk seperti ibu yang berkarir di dunia kerja… Tapi saya sibuk sebagai ibu rumah tangga, juga sebagai anak. Jadi kesibukannya lumayan menyita waktu, saya yang biasanya nyantai-nyantai tiba-tiba dihadapkan dengan banyak hal yang membuat saya sebenarnya juga banyak belajar menyadari betapa banyak hal yang masih belum saya bisa sebagai seorang yang sudah menikah…

Menikah membuat saya belajar banyak hal, dari yang tidak bisa masak menjadi bisa masak meski hanya sekedarnya, toh suami saya juga tidak begitu suka masakan yang ribet, cukup nasi goreng sebagai makanan favorit, dan ikan laut sebagai bagian dari makanan yang sangat dihindarinya, bukan dengan alasan alergi tapi lebih karena tidak suka dengan bau amisnya, hehehehe ^^, padahal saya seneng banget ikan laut.

Oke… Kembali pada kesibukan…

Sekali waktu memang kita perlu belajar banyak hal, terutama menyangkut gawe di rumah, acara hajatan di rumah yang membutuhkan banyak hal, saya kira sekarang sedang berada pada tahap belajar hal itu… Keribetan dan kesibukan itu memang menyita banyak hal, tenaga, waktu… Karena belum terbiasa jadi belum bisa mengefisienkan banyak hal, namanya juga masih belajar… Namun insyaAlloh semuanya bermanfaat ke depannya nanti… Aamiin…

[CERPEN] Terima Kasih Bunda

Cerpen yang pertama kali saya publikasikan ^^

—————————————-

Pulang sekolah Danu menaruh sepedanya di garasi rumahnya, sebelum masuk rumah tidak lupa ia mengucapkan salam. Melihat ayahnya yang sedang duduk di meja ruang tamu, menjawab salam, ia segera mencium tangannya.

“Mbak Kiran sudah pulang Yah???!!!”, tanyanya.

“Belum, katanya ada Les sepulang sekolah…, kenapa tumben-tumbennya nanya Mbak Kiran sudah pulang apa belum…???” Pak Harto, ayah Danu bertanya dengan heran.

Danu duduk di samping ayahnya dengan seragam yang sepertinya belum pengen segera diganti juga wajah masamnya, “Yah… Gak da yang masakin Danu donk… Padahal Danu pengen banget ayam goreng yah… Kapan Bunda datang Yah, tahu gitu Danu ikut Bunda ke rumah eyang saja…”

“Ya masak sendiri Nu, tuh ayamnya kan sudah beli tadi pagi Mbak Kirannya, tinggal goreng saja, wong bumbunya juga sudah ada…”, ayah dengan senyum-senyum memberi saran…

“Males ah Yah… Biasanya juga Danu tinggal makan, kenapa gak digoreng sekalian tadi pagi sichhh… Kan enak, pulang sekolah Danu tinggal makan… “, masih menggerutu, Danu menyampaikan protesnya ke Ayah.

“Biar anget pas makan, tadi juga Ayah yang nyuruh Mbak Kiran supaya daging ayamnya digoreng sebagian saja… Sebagian yang dibuat makan siang disimpan di kulkas, biar nggak sisa, jadi nggorengnya pas mau makan saja, Bunda sedang nggak di rumah gini, waktu buat kamu Nu, buat belajar mandiri, nggak dikit-dikit, bunda… Bunda…”, Ayah menasehati Danu sambil tersenyum, “Ya sudah sana Nu, kamu ganti baju, cuci tangan dan kaki, sudah sholat dzuhur kan tadi???!!! Ayah mau kembali ke toko sekarang, sudah ditunggu Kang Maman, jangan lupa Nu, bak kamar mandi dikuras, sama bersih-bersih rumah ya… Mbak Kiran agak sorean pulangnya, gantian ngerjain kerjaan rumahnya, kasihan kalau Mbak Kiran sendiri…” Pak Harto pergi keluar rumah meninggalkan Danu yang masih belum selesai dengan rasa kesalnya harus mengerjakan beberpa pekerjaan rumah, karena Bundanya yang biasanya mengerjakan hampir semua kerjaan rumah, sedang pergi ke rumah eyangnya di luar kota yang sedang mengadakan hajatan. Danu dan Kiran tidak turut serta karena memang pelajaran di sekolah tidak bisa ditinggal begitu saja.

…………………………………………

Waktu makan malam Pak Harto dan putra serta putrinya makan bersama di ruang makan rumah keluarga itu…

“Nu, daging ayamnya tadi jadi gak digoreng nichh ceritanya???” Kirana, kakak Danu, memecah keheningan yang disebabkan wajah masam Danu yang sepertinya masih ia pertahankan sedari pulang sekolah, tanda tingkat rasa sebelnya melampaui level-level yang pernah ada…

“Enggak, tadi beli rujak cingur di warung mbak Asih di perempatan jalan itu, padahal pengen banget ayam goreng tadi…”, timpal Danu, masih dengan wajah masam dan marahnya, “kalau gak karena lapar pasti Danu nggak bakalan makan sampai mbak Kiran datang, tapi karena ayah nyuruh nyapu, dan nguras bak kamar mandi, Danu jadi lapar, terpaksa dechh beli makanan yang tempatnya paling dekat, yaitu rujak cingurnya Mbak Asih…”

Kiran masih tenang-tenang saja menghadapi kemarahan Danu yang ternyata masih belum berakhir, ” makanya Nu, sekali-sekali bantuin Bunda nggerjain kerjaan rumah, biar gak manja, dikit-dikit Bunda ini… Bunda itu… Masak mau begitu terus sampai gedhe, sekarang kan Danu sudah SMP, jadi waktunya belajar tahu kerepotan Bunda di rumah, setidaknya kamu bisa ngerjain kerjaan yang ringan-ringan, kayak cuci baju seragam sendiri, sepatu sendiri, nyetrika sendiri… Jadi bisa meringankan kerjaan Bunda,,, iya kan Yah???!!!”, masih dengan senyuman Kirana meminta pendapat ayahnya.

“Betul sekali apa yang dikatakan Mbak Kiran Nu, kamu manjanya sudah sangat parah, dengan perginya Bunda sementara ke rumah eyang, mungkin bisa bikin kamu lebih mandiri dengan hal-hal yang memang harus bisa kamu lakukan…”

Danu hanya diam mendengarkan nasehat ayah juga kakaknya, dalam hatinya ia membenarkan semua yang disampaikan ayah juga kakaknya, selama ini ia sudah sangat manja pada Bundanya yang sangat sabar menghadapinya itu, seluruh keperluan sekolahnya ia pasrahkan pada bundanya, tanpa tahu sebenarnya pekerjaan Bunda di rumah sudah sangat banyak selain mengurusi tetek bengek kerpeluan Danu, iya benar sudah saatnya ia sekarang belajar mandiri, malah kalau bisa ia pengen membantu Bundanya mengerjakan pekerjaan rumah yang ia bisa kerjakan.

Bunda pasti sangat capek, aku saja yang nyapu-nyapu sekali dan menguras bak mandi sekali ini saja merasa sangat capek, padahal Bunda mengerjakan hampir seluruh pekerjaan rumah, belanja, memasak, mencuci, nyetrika, dan masih banyak lagi, sendirian, pasti sangat capek sekali, tapi bunda gak pernah ngeluh… Lagi pula akhir-akhir ini Kak Kiran sangat sibuk mempersiapkan UAN, dan itu membuatnya jarang bantu bunda seperti biasanya, harusnya sekarang Danu yang bantu Bunda, batinnya.

Malam Minggu, atau Sabtu Malam ^^

Dari dulu yang saya sukai dari Malam Minggu itu adalah karena besok adalah Hari Minggu, yang berarti hari libur suami dari kerjanya ^^, dan bisa jalan-jalan… Yeyeyeye…

Oke, kembali ke malam ini, Malam Minggu. Buat kopi susu untuk suami, nyantai-nyantai baca-baca, eh Nay, putriku, lakok kompakan sama ayahnya berpose tiduran sambil bilang…, “Lapeeer… Lapeeerrrr…” Hahahhahaa… Itu gegara sayanya keasyikan baca padahal suami sudah reques nasi goreng dari sehabis saya buat kopi susu, jadilah karena bacanya kurang dikit dari akhir bab, saya lanjutkan sampai akhir bab kemudian meluncur ke dapur, membuat telur goreng khas Nay (terur yang diaduk dengan garam dan digoreng sedikit-sedikit -satu sendok- ke dalam minyak goreng, seperti kalau sedang goreng dadar jagung, jadi telurnya kecil-kecil hasilnya), setelah itu telur orak-arik untuk campuran nasgornya, bumbu nasgor, lombok, dll. Itu semua membutuhkan waktu yang lumayan lama. Hasilnya lumayanlah, saya mah ya gitu-gitu saja bisa masaknya, tapi selalu saya ikutkan cinta di dalamnya ^^. Jadilah malam ini kami semua makan nasi goreng buatan sendiri. ^^

Lapang dada…

Lapang dada atau jembar atine kalau kata orang Jawa adalah salah satu sifat terpuji bagitu yang diajarkan pada mata pelajaran PKN saat sekolah dulu. Berbagai pengertian tentu sudah kita baca, meski mungkin saya secara detail tidak menjelaskan pengertiannya, hampir semua dari kita yang hidup akrab dengan istilah itu pastilah tahu apa itu “lapang dada”.

Sabtu Bersama Buku (Part 3)

Rasanya sudah lama tidak posting, kapan hari sempet rajin, eh sekarang balik lagi jadi sering lupa posting.

Dari kapan hari saya pasang status di fb yang isinya adalah keinginan untuk jalan-jalan ke toko buku. Dan benarlah terwujud keinginan itu, hari Sabtu kemarin saya jalan-jalan ke toko buku setelah sebelumnya membeli bensin terlebih dahulu dengan penuh perjuangan mengikuti antrean yang memanjang di pom bensin ^^.

Sebenarnya hari Sabtu kemarin tidak pengen beli buku apa-apa, karena mendadak daftar buku yang sudah saya susun jadi kacau, karena belum sempet merefresh apa saja buku yang saya inginkan sekarang. Beberapa buku yang sudah masuk daftar “akan dibeli” tiba-tiba pengen menggantinya dengan buku lain yang ternyata setelah mencari kesana kemari buku-buku itu tidak ada, stok kosong, atau memang tidak ada di toko, benar-benar tidak pernah ada, karena tidak masuk daftar katalog.

Setelah perjalanan panjang, yang harus dipercepat karena salah perkiraan mengenai jam, saya akhirnya membeli buku “Catatan Hati di Setiap Do’aku” nya Asma Nadia, ya meski awalnya tidak pengen beli buku, begitu tahu buku ini, jadi pengen beli, karena entah kapan, itu beberapa bulan lalu, saat jalan-jalan ke toko buku dan memang mencari buku ini, buku ini tidak ada, padahal dari beberapa bukunya Asma Nadia ini adalah salah satu yang pengen saya baca ^^, semoga bisa bertambah ilmu saya setelah membaca buku ini. Aamiin…

image

Oh iya, dan dari keseluruhan cerita yang amazing adalah lagi-lagi saya membeli buku ini di hari Sabtu, padahal saya bisa saja berangkat ke toko buku di hari lain karena saya bisa bawa sepeda sendiri, tapi beneran baru nyadar saat memberi tanggal buku sebelum membacanya bahwa saat saya beli harinya sama dengan dua buah buku sebelumnya yaitu Hari Sabtu di awal bulan…

image

Buku "Catatan Hati di Setiap Do'aku" halaman depan

image

Memberi nama buku saat pemadaman, tulisan acak-acakan ^^

image

TFiOS

Happy Weekend ^^

Esok sudah Senin ^^

Dalam Sebuah Tulisan

Menulis, sesuatu yang pasti bisa dilakukan seseorang yang bisa membaca tentunya, karena menulis dan membaca adalah hal yang saling terikat satu sama lain.

Banyak memang orang yang bisa membaca, dan seneng nulis, meski hanya sebait kalimat status di media sosial, tetap saja namanya menulis kan??? Kok mbicarain orang…

Oke… Ini adalah tentang menulis dan saya… Saya yang belakangan jarang nulis, saya yang belakangan jarang posting di blog…

Sebenarnya dibilang gak nulis, tidak sepenuhnya benar, hanya saja memang rasanya kurang afdhol jika tidak memposting tulisan di blog, serasa gak nulis saja kalau tidak posting di blog.