Hanya Menulis Saja

Ini adalah postingan awal setelah kembali mendownload aplikasi wordpress di hp tercinta ^^, maklum hpnya belum update terbaru.

Kemarin-kemarin iseng buka appworld dan saat baca komentar tentang aplikasi blog ini, ternyata emang aplikasi ini sekarang tidak bisa menyisipkan foto seperti dulu, seperti saat pertama download dulu, bahkan sering error ketika ngepost, kapan hari bahkan sampai berkali-kali gagal posting, hingga akhirnya aku harus memakai hp lain untuk posting.

Mau cerita apa ya???

Nulis blog ditinggal-tinggal ya begini jadinya, lupa dengan apa yang mau ditulis pas awal nulis postingan ini, nulisnya sambil masak, dari nggoreng, nyambel, nyiapin di meja… Ilang wes idenya, ketutup lupa…

Semoga postingan kali ini berhasil terposting ^^

Iklan

Masak Apa Hari ini???? ^^

Tadi nyampek di tempat belanja bingung mau masak apa hari ini, hingga kemuduan kelihatan kecambah dan tahu goreng, seketika itu muncul ide untuk madak oseng2 tahu dan kecambah yang dibumbu pedas pkus kecap… seperti madakan ibu di rumah.

Jadi hari ini masak ini

image

Quotes dari Buku “Not A Perfect Wedding”

image

Buku NAPW (Not A Perfect Wedding)

Padahal sudah pengen ngreview dari pas buku ini sampai di tangan dan selesai membacanya dan itu adalah bulan April kemarin tapi baru mulai sekarang posting tentang buku NAPW nya, dimulai dari quotes dari buku ini:

Sambil berjabat tangan erat, Pram menatap lurus wajah, Gunawan. Meski di luar rencana, Pram menganggap peristiwa ini adalah peristiwa penting dalam hidupnya. Sekali berkomitmen, maka selamanya ia akan memegang teguh janji itu. Pram mengambil napas dalam sebelum melafalkan kalimat balasan kepada Gunawan.” (Hal.32)  

“Saya sadar, Raina bukan perempuan yang sempurna. Saya tidak akan meminta kamu untuk melakukan berbagai hal untuk dia. Saya hanya minta kamu bisa menjaga dan membahagiakannya.” Jelas Fara dengan mata berkaca-kaca. (Hal. 49)  

“Kamu istri saya, seseorang yang harus saya bahagiakan dan saya lindungi selamanya. Dan itu tidak akan berubah.” (Hal.87)  

“Pram menatap Raina yang duduk di sampingnya. Dan meraih tangan gadis itu, menggenggamnya erat.’ Karena dia istriku. Akulah yang menjaganya.'” (Hal. 145)  

“Cinta yang dirasakan Raina pada Pram, bukan cinta yang sama saat dia bersama Raka. Kehadiran Pram sebagai suaminya, membuatnya harus jatuh bangun untuk tahu apa yang dirasakan laki-laki itu. Satu yang tak akan pernah terbantahkan, Pram rela mengorbankan dirinya sendiri untuk membuat Raina bahagia. Meninggalkan kariernya dan membuang semua prinsip hidupnya tentang pernikahan.” (Hal. 166)

“Bukan Raina yang beradaptasi pada dirinya. Tapi justru Pram-lah yang berusaha mengimbanginya. Memainkan perannya secara total dengan sangat sempurna. Dan gadis itu selalu menjadi dirinya sendiri. Tersenyum dengan caranya dan memandang hidup dengan terbuka. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh Pram.” (Hal. 182)  

“…Tidak ada kebahagiaan yang instan itu memang benar, karena sejatinya harus ada pengorbanan dari tiap kebahagiaan.” (Hal. 195)  

Hadiah GA yang Pertama

Sebelum-sebelumnya saya tidak pernah sekalipun menang GA, dan saat ikut GA dalam rangkaian  blog tour bukunya Mbak Asri Tahir inilah saya akhirnya untuk pertama kali menang GA, yang paling amazing hadiahnya adalah buku yang memang paling saya pengeni karena penasaran sangat dengan lanjutan kisah Pram dan Raina.

image

Buku dan souvenir cantiknya

image

Ini isinya souvenir cantiknya

Dan yang paling spesial bagi saya adalah ini

image

Tanda tangan dan quotes dari Mbak Asri

Terima kasih Mbak Asri, hadiahnya… ^^

Nonton TFiOS (The Fault in Our Stars)

the-fault-in-our-stars-2014_091757413

TFiOS

Pertama kali tahu film ini dari membaca blognya salah satu anggota BBI. Ada film yang diadaptasi dari buku yang sangat booming pada tahun 2012 itu, film ini sendiri rilis tahun lalu, tahun 2014. Penulisnya tahun ini juga memfilmkan buku “Paper Town” karyanya, produktif sekali Mr. Green ini ya…

——————————————-

Saya sebenarnya tidak pernah menyangka bisa menonton film ini, karena memang kemungkinan film ini akan tayang di bioskop kecil di kota saya yang ada di pelosok negeri ini adalah sangat kecil, atau kalaupun tayang di bioskop itu sudah sangat terlambat, karena saya baru menjadi sangat tertarik dengan TFiOS awal tahun ini.

Dan saat bulan Januari tahun ini ada iklan di salah satu chanel tv di rumah, langsung seneng, mungkin bisa nonton jika tidak lupa kapan film itu tayang -saya sering sekali lupa nonton, padahal sehari bahkan beberapa jam sebelumnya sudah ingat, dan akan nonton di jam…, eh malah kadang di jam itu keluar atau ketiduran, baru ingat saat film itu sudah habis tak bersisa bahkan senyum pemain atau pemandangan di ending ceritanya sudah tak terlihat lagi alias sudah berganti dengan acara lain- . Jadi, saat itu ya sudahlah… Jika berjodoh untuk nontok aku akan nonton, jika pun tidak ya sudahlah…

Setelah beberapa hari lupa dengan film itu, di suatu sore saat nonton tv dan memilih chanel secara acak eh malah ketemu dengan Gus dan Hazel, jadilah nonton untuk pertama kalinya hingga mrebes mili, meski ada di beberapa part di awal yang gak nonton karena saya harus ke dapur untuk beberapa urusan yang tidak bisa ditinggalkan, tapi tetap saja film itu sukses membuat saya jadi terharu di bagian akhir.

Film ini sukses membuat saya ingin membeli bukunya.

Selamat Idul Fitri 1436 H

Minal Aidzin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin ya teman-teman blogger semua, Selamat Idul Fitri untuk semua yang merayakan ^^.

Setelah sebulan berpuasa Alhamdulillah kita bisa saling menyapa dan bersalam-salaman dengan sanak saudara di hari yang fitri ini. Rasa-rasanya tidak terasa, selalu rasanya baru kemarin saya posting pernak pernik cerita tentang hal-hal yang jadi cerita pada bulan Ramadhan kali ini, ya selalu rasanya baru kemarin, tapi lakok pas buka blog, itu bukan lagi kemarin tapi sudah tanggal 11 Juli kemarin terakhir saya posting, dan sekaran sudah tanggal 19 yang berarti sudah 8 hari yang lalu.

Kemarin hari raya pertama, tanggal 17 Juli 2015, sebenarnya sudah posting untuk mengobati kerinduan ngeblog setelah beberapa hari gak ngeblog, tapi ternyata tidak terupload postingan yang saya buat, gara-gara kelupaan menghidupkan modem. Jadi waktu nulis di blog, internet masih aktif, nah begitu diajak ke rumah saudara internet langsung saya matikan, eh waktu mau mematikan komputer ternyata tulisan yang saya tulis belum terupload, langsung saja dipublish, eh baru nyadar kalau internetnya sudah tidak aktif, alhasil karena keburu sudah ditunggu suami, saya memutuskan untuk tidak mengupload tulisan itu. Jadilah, batal posting ^^.

Buka Puasa

Selamat berbuka kawan-kawan semua, yang tadi pagi sampai waktu buka, berpuasa.

Pengen makan segala yang ada di meja saat berbuka, selalu begitu, jadilah bb alias berat badan-yang jadi momok belakangan karena bertahan di angka yang amazing- malah gak turun-turun selama puasa, tapi emang puasa kan niatnya bukan niat diet tooo… Puasa ya puasa lillahita’ala (kita semua pengen niatnya gitu).

Berbuka puasa emang paling enak berkumpul sama keluarga, meski lauknya sederhana hanya tahu tempe goreng, ditambah ikan asing yang digoreng kering, sambel tomat, dan jangan lupa sayur bayemnya itu semua sudah terasa spesial, kalau makannya barengan pas waktu buka. Jadi, ingat abah kalau sudah berbuka puasa di luar pasti pulang lebih awal, dan kemudian berbuka dengan masakan ibu. Begitu juga seperti yang diungkakan ayah (panggilan untuk suami) ketika berbuka kapan hari, ia mengatakan jika berbuka memang moment untuk berkumpul, kebersamaan saat berbukalah yang membuat buka semakin spesial.

Ya selamat berbuka puasa ^^.