Tips Mengatasi Rasa Bosan pada Hp yang Kita Punya

Bosan dengan hp yang dipunya dan pengen ganti hp keluaran terbaru yang sebenarnya “TIDAK PERLU”, berikut tipsnya:

1. Gantilah jenis font di hp, membuat suasana hp jadi baru…

2. Ganti tema,

3. Jika puyeng dengan harga paketan internet yang hampir selalu naik mengikuti kenaikan harga BBM, sekali-sekali abaikan sms operator yang menyarankan untuk isi ulang pulsa dan perpanjang paketan, maksimalkan fitur-fitur di hp, yang tidak kalah menarik dari internetan (yang sepertinya sudah bersatu dengan aliran darah kita, juga udara yang kita hirup *abaikankelebayan ini ^^), fitur itu seperti game sudoku, wordmole, breakbraker, game download’an bagi yang seneng ngegame, dan bagi yang suka nulis masih ada docoments to go yang siapa diorat-oret, dimodal-model dengan berbagai font yang bikin pemakainya insyaAlloh gak bosen, yang hpnya tidak mempunyai aplikasi itu, bisa memanfaatkan pojok memo di hp untuk mencatat tulisan-tulisannya.

image

Documents to go

4. Dengerkan musik fovorite di hp, sambil baca buku ^^

image

Media pemutar musij

5. Syukurilah hp yang ada sekarang selama masih bisa dipakai untuk telpon, sms, dan internetan (kalau bisa), meski terkadang terlena untuk memperbaruinya, karena bukankah sesuatu yang berlebihan itu dilarang,

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.(QS. Al A`raaf :31)

Iklan

Penyejuk Saat Kita Haus akan Semangat Nulis ^^

image

Judul buku : Creative Wisdom for Writers
Penulis : Roland Fisherman
Penerjemah : Dorothea Rosa Herliany
Penerbit : Indonesia Tera
Cetakan pertama 2005
ISBN : 979-775-000-1

“We are all crative.”
“Semua orang memiliki daya cipta” (hal.4)

“Thinking about writing or talking about writing or worrying about writing is not writing”
“Berpikir tentang menulis atau hanya berbicara tentang menulis atau terlalu cemas tentang apa yang ditulis adalah tidak menulis sama sekali. (Hal. 6)

“Commit”
“Kerjakan sekarang juga.” (Hal.10)

“Writing is a way of life”
“Menulis adalah jalan hidup.” (Hal.12)

“Writing is a mood- canging activity”
“Menulis itu kegiatan mengubah suasana hati” (hal. 50)

—————————————-

Qoutes di atas adalah bagian dari isi buku ini. Di halaman genapnya ada qoutes yang menarik seperti di atas, dan di halaman ganjil buku ini ada quotes dari penulis-penulis juga tokoh dunia yang sudah tidak diragukan lagi tulisan-tulisan juga karya-karyanya.

Ernest Hemingway:
Kita semua adalah seseorang yang sedang belajar untuk menjadi ahli; tidak ada satu pun yang langsung menjadi pakar di bidangnya tanpa melalui proses belajar dan latihan. (Hal.107)

Henry Miller:
Selalu mulailah hidupmu dengan menulis. Sesudah itu, lakukan lainnya, melukis, musik, teman-teman dan nonton film. (Hal.151)

George Eliot:
Tidak pernah ada kata terlambat untuk mencapai apa yang sudah lama kamu impikan. (Hal. 179)

Albert Einstein:
Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. (Hal.205)

Anton Chekov:
Suatu saat kamu perlu untuk tidak memikirkan kesuksesan atau kegagalan. Jangan biarkan hal tersebut mengganggu dirimu. Yang harus kamu kerjakan adalah menulis dan menulis hari demi hari. Kamu harus siap mental menghadapi kesalahan dalam tulisanmu, yang sulit dihindari, dan siap menerima kegagalan. (Hal. 123)

—————————–

Banyak quotes yang bisa menjadi penyejuk dahaga bagi siapa saja yang sedang malas nulis, jadi sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin terus semangat menulis ^^. Yang sedang malas nulis ayuuukkk baca buku ini! 🙂

Jangan Bersedih!

image

Judul Buku: La Tahzan, Jangan Bersedih!
Penulis: Dr. ‘Aidh al-Qarni
Penerjemah : Samson Rahman
Desain Sampul : Tim Qisthi Press
Penerbit: Qisthi Press
Cetakan : ke-56
ISBN : 979-3715-05-7
Harga: 105K

“Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita,
Dan wajah zaman berlumuran debu hitam,
Ku sebut nama- Mu dengan lantang di saat fajar menjelang,
Dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah
(hal.1)

“Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf,
Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah
Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna, akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabb-ku,
(hal.2)

Ya Alloh, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.(hal.3)

———————————————–

Buku La Tahzan yang ditulis oleh Dr. ‘Aidh al-Qarni adalah buku motivasi yang pertama kali saya baca juga yang pertama kali saya beli ^^, tepatnya ketika duduk di bangku SMA… dan buku itu sudah menjadi salah satu buku favorit ibu… setelah menikah dan tinggal dengan suami, saya membeli buku ini, supaya ketika ingin membaca tidak harus menunggu saat berkunjung ke rumah ibu. ^^

Isinya sangat-sangat bagus, dan benar-benar memotivasi siapa saja baik yang sedang sedih, galau atau yang memang sedang haus akan kata-kata motivasi.

Tiap babnya tidak terlalu panjang dan meski membaca langsung ke bab bagian tengah tetap saja kita akan mendapatkan motivasi yang kita inginkan.

Buku yang sangat “amazing” bagi saya pribadi, dan insyaAlloh bagi pembaca yang lain juga. Recomendasi bagi siapapun yang ingin tetep mendapatkan sejuknya embun pagi di tengah panasnya hiruk pikuk dunia, juga yang sedang dirundung kesedihan, ingatlah…

“La Tahzan, InnaAllaha ma’ana”

-jangan bersedih, sesungguhnya Alloh bersama kita- (Q.S.At-Taubah: 40)

Ketika Kemalasan Melanda

Belakangan lagi rame sekali kata “malas” diutarakan (dalam dunia saya ^^), dan “malas” tidak perlu dicarakan kata pengganti yang menghaluskannya seperti “writer’s block”, karena “malas” ya tetep saja “malas” entah apa pun alasannya.

Saya menyadari kapan mulainya saya tidak rajin posting, pertengahan bulan lalu, dan akhir bulan lalu sebenarnya sudah mau memulai rajin lagi, tapi ada sebuah kejadian yang berpengaruh entah secara langsung atau tidak, yaitu nasi yang saya tanak tidak matang sempurna, malah jadi bubur. Sebagai orang yang pernah mendengarkan lagu “firasat” juga banyak mendengar hal yang jadi “firasat” saya ingin menjadikan moment itu bukan sebuah “firasat” untuk suatu kejadian, saya ingin menjadikan peristiwa itu sebuah pertanda juga pengingat bahwa saya kadang juga salah perhitungan, bahkan ketika merasa sangat mahir mengukur perbandingan air di dalam dandang, air di dalam wadah beras, dan beras yang saya tanak. Mungkin ada sedikit kesombongan yang menjelma menjadi keyakinan bahwa nasinya akan baik-baik saja, sampai kemudian saat jam 06.00 WIB, saya buka malah bubur yang saya jumpai. Dan bagi yang belum sepenuhnya percaya arti dari pribahasa “nasi sudah menjadi bubur” adalah sesuatu yang mustahil untuk dirubah, setelah tahu dan merasakan apa arti “nasi sudah menjadi menjadi bubur”, percayalah ada hal-hal yang memang mustahil untuk dirubah, karena pasca kejadian itu akhirny si bubur nasi malah berakhir menjadi lontong, karena sekeras apa pun usaha saya, si bubur nasi sudah kepalang jadi lembek.

Ya, sejak peristiwa itu saya jadi lebih hati-hati ketika menanak nasi, tidak lagi kebanyakan airnya, yang awalnya itu semua didasari alasan saya agar supaya tidak asat air di dandang, sekarang semua harus saya usahakan tidak terlalu banyak airnya, baik yang di dandang atau juga yang ditempat ngetim nasi. ^^

Malah cerita nasi, padahal judulnya saja “Ketika Kemalasan Melanda”, ^^

Hehehe…