Mesin Waktu

Mesin waktu, dalam pengertian ilmiahnya bisa dicari di Google. Mesin waktu yang akan saya bahas kali ini adalah mesin waktu yang hanya bisa bekerja di dalam diri kita, di dalam pikiran kita akan masa lalu, dan semua itu ada dalam bentuk kenangan. Jadi mesin waktu yang akan membuat kita kembali mengenang masa lalu kita ^^ lah yang akan saya bahas.

Sangat canggih kan otak manusia itu, juga segala yang ada di dalam tubuhnya itu sangat amazing, SUBHANALLOH…

—————————————-

Ada banyak hal dalam hidup yang bisa menjadi mesin waktu, ada musik, buku, lukisan, tempat, makanan, dan masih banyak lagi. Dan semua bisa kita gunakan ketika kita ingin menengok kenangan kita saat di masa lalu.

Tulisan ini sebenarnya saya tulis karena akhir-akhir ini saya sering menemui sesuatu yang berbau Harry Potter, dari buku sampai filmnya di TV. Dan itu mengingatkan saya akan sebuah masa dimana hari-hari hampir dihiasi dengan cerita-cerita seputar si ganteng berkacamata itu, ya si Harry Potter ^^, masa SMA. Ini benar-benar tentang Harry Potter, bukan tentang teman sekolah yang mirip Harry, bukan, karena satupun teman-teman SMA saya memang tidak ada yang punya kemiripan dengan Harry Potter.

Buku Harry Potter lah yang menjadi bagian kenangan saat masa SMA, pernah mengantar teman nyewa bukunya, dan mengantre setelahnya untuk baca ^^, tapi sampai lama gak baca keseluruhan juga, karena hanya boleh dibaca pas di kelas, sudah harus dikembalikan beberapa hari kemudian ^^. Jaman dulu masih ada tempat penyewaan buku di kota kecilku, Ambulu, sekarang sepertinya sudah tidak ada.

Berselang lama barulah saya bisa membaca buku Harry Potter, 3 buku sekaligus, bukan hasil dari menyewa, tapi dari teman ngaji yang baik hati meminjamkan ke teman sekolahnya yang punya buku-buku itu. Saat itu seneng sekali, meski harus lembur karena lagi-lagi dikejar dengan DL hari pengembalian buku. Ya, wajar sichhh meminjamkan buku Harry Potter ke teman memang harus begitu, kalau misalnya temannya lupa tidak segera mengembalikannya, lumayan lah kalau beli lagi ^^.

Dari situ kemudian, malah jadi tambah ketagihan pengen baca buku seri Harry Potter berikutnya. Dan beneran bisa baca buku keseluruhannya waktu masih duduk di bangku SMA, meski yang buku terakhir belum secara keseluruhan membacanya.

NB: tulisan ini ditulis sambil mendengarkan musik, dan benar sepertinya tidak bisa membagi konsentrasi dengan musik, apalagi jika musiknya memang tidak berhubungan dengan tulisan ^^. Lanjut kapan2, tulisan ini dibuat untuk belajar nulis, jadi mungkin masih ada kurang nyambung, harap maklum.

Membaca dan Menulis

Membaca dan menulis adalah sesuatu yang saling terkait, kegiatan membaca lah yang biasanya menjadi salah satu sumber untuk menulis. Banyak membaca membuat kegiatan menulis menjadi tambah asyik karena membaca bisa menjadi salah satu sumber bertambahnya kosa kata yang kita miliki, kita sadari ataupun tidak. ^^

Sudah beberapa hari tidak posting di blog, padahal sebenarnya ide hampir tidak pernah tidak hadir menyapa. Tapi, akhir-akhir ini sedang pengen banget membuat sebuah cerita fiksi, entah cerpen atau cerbung, beberapa akhirnya bisa tertuang dalam sebuah rangkaian kata dalam cerita, namun beberapa ada yang ilang karena belum sempat tertulis.

Beberapa hari ini lagi pengen baca sebanyak-banyaknya cerita, hal itu dimulai dari meminjam buku-buku di perpus, dan juga membaca novel yang sudah ada di rumah, mengulang membacanya kembali. Di sela kegiatan membaca kadang tiba-tiba kepala penuh banget dengan ide untuk nulis, tapi tidak tertuliskan karena memang pengen bener-bener hanya membaca saja, itu hal yang kurang baik sebenarnya, tapi saat ide nulis cerita fiksi itu muncul, ada hal yang sama yang membuatku batal menuliskannya, bagaimana endingnya???

Ya, sepertinya saya harus bisa lebih memaksakan diri untuk tetap menuliskan apa yang ada di dalam imajinasi (suatu cerita) meski terkesan belum begitu jelas, ya saya harus memaksakannya, supaya terbiasa menyusun kata-kata itu menjadi sebuah cerita.

Happy writing ^^