Semangat!!! ^^

Belakangan ini, rasa-rasanya benar-benar sedang diuji segala sesuatu yang berhubungan dengan “Semangat!!!“, bagaimana tidak??? Saat rencana nulis blog yang sudah ada di dalam kepala, eh lakok jlintrungane kebanyakan mikirin sempurnanya tulisan ^^ (padahal sempurnya tulisan itu gak ada, seperti juga istilah “No body perfect, memang tidak ada tulisan yang sempurna).

Aku tidak berpikir terlalu lama lagi setelah itu, bagitu ada waktu dan pengen nulis, langsung ku tulis, masalah apa tulisannya itu nomer kesekian… ^^

Bagaiman pun semua ini harus diawali, lagi, dan lagi…

Semangat, where are you??? I’m fine thank you ^^

Why???

Pengen banget nulis, tapi beneran nggak tahu apa yang mau ditulis, jadilah niat nulis apa aja, semengalirnya ^^. Karena saat begini biasanya untuk memulai saja adalah sesuatu yang tidak mudah, setelah merasa lama tidak menulis.

Pengen banget bisa kontinue nulis saban hari, saban ada waktu luang, ada paketan internet, dll, tapi lagi-lagi saat berhadapan dengan app blog ini, mandek… Apa sichh sebenarnya yang ingin aku tulis…

Tentang keseharian??? Banyak sebenarnya… ^^

Tentang apa yang aku pelajari saban hari…???

Tentang sebenarnya hidup itu adalah tentang ikhlas, dan masih banyak lagi…

Malam ini sebenarnya ditemani dengan roti bakar kacang strawberry, hasil dari kesalahpahaman dengan penjualnya. Jadi, ceritanya tadi Mbakku beli roti goreng sebelum pulang ke rumahnya, dan anaknya pengen yang rasa kacang strawberry, sedang punyanya Nay, putriku rasa cokelat, eh dijadikan satu sama mbak yang jual. Dan ketika ditanyai mana yang cokelat mana yang kacang, mbaknya malah nunjuk roti rasa cokelat, jadilah keponakanku dan Nay pulang dengan membawa roti bakar kacang strawberry.

Itu berarti emang rejekinya roti bakar strawberry.

Pengan baca-baca juga blogwalking, tapi lagi belum pengen baca yang serius, pengen yang lucu-lucu.

Ngantuk…

………………………………………..

Belajar Memasak ^^

Belajar memasak adalah kegiatan yang hampir pasti dilakukan oleh semua orang, baik laki-laki maupun perempuan yang pengen bisa masak.

Kapan tepatnya kamu belajar memasak???

Saya… Hmmmm

Dulu waktu masih duduk di bangku SD, ibu sudah sedikit demi sedikit mengajari saya memasak. Dari kegiatan yang sederhana seperti menyalakan api di pawon dengan kayu, yang memang selalu memerlukan keahlian khusus, terutama jika musim hujan dimana kayu yang disimpan di belakang rumah jadi lembab dan sulit dinyalakan, sampai memasak nasi dengan berbagai macam metode, cieee metode, cara lebih tepatnya ^^. Ada istilah adang, ada istilah ngroncong, dan ngetim nasi, kesemuanya sudah saya pelajari ketika duduk di bangku SD, ketika ibu sedang sibuk di luar rumah dan di rumah nasi sudah habis, biasanya setelah tidur siang saya mulai menyalakan api di tumang, seneng rasanya jika ada ranting kayu kecil-kecil, karena biasanya ranting kecil itu mudah dibakar dan api bisa cepat menyala, proses memasak bisa lebih cepat. Ya, saat itu kompor gas masih tergolong barang mewah, dan ibu termasuk orang yang belum punya kompor gas saat itu, seperti juga tetangga-tetangga juga sebagian besar ibu-ibu di desa saya saat itu, karenanya tumang dan kayulah yang jadi hal pokok yang harus ada dalam memasak.

Tapi, proses belajar memasak terhenti saat masuk bangku sekolah menengah pertama, karena saya tinggal berjauhan dengan orang tua, dan urusan masak diwakilkan ke para penjual nasi bungkus, juga nasi piringan, meski sesekali masih memasak, masak mie instan tepatnya, tetep saja kemampuan saya memasak terhenti di situ, tanpa diasah dan masih sedikit, hingga pantaslah saya menyebut diri sebagian seorang yang belum bisa masak.

Lanjut ke masa SMA, di masa ini ternyata saya dipertemukan lagi dengan dunia memasak, karena saya tinggal di pesantren dimana santrinya biasa memasak makanan sendiri, karena memang tidak ada yang menjual nasi bungkus di sekitar pondok, mungkin karena jumlah santrinya yang tidak terlalu banyak, juga sambil melatih santriwati terbiasa dengan pekerjaan sehari-hari yang berhubungan dengan dirinya sebagai seorang perempuan.

Saat itu saya mulai belajar cara membuat tumis, dan review belajar masak nasi ^^.

Selanjutnya adalah masa kuliah, dan saya benar-benar absen yang namanya belajar masak, kuliah sudah sibuk (sok buk menyibuk), dan lagi di asrama sudah disediakan nasi untuk makan, jadi tidak perlu repot memasak, tapi efeknya adalah aku balik lagi tidak bisa masak.

Dan saat menikahlah saya benar-benar belajar memasak, meski baru bener bisa dikatakan suatu masakan hasil memasakku baru setelah sekitar 3 tahun usia perniakahan… Lama sekali belajarnya, ya sampai sekarang pun masih terus belajar.

Ya, semua butuh proses ^^. Terus belajar 🙂

Membaca, Membaca dan Membaca

Niat hati menulis cerita, tapi apalah daya idenya lagi madek di tengah jalan cerita.

Saya selalu pengen bisa menyelesaikan cerita yang saya tulis. Namun, dari beberapa cerita yang saya tulis, bisa dihitung dengan jari cerita yang telah selesai mencapai ending. Karena itu, sejak tiba-tiba belum nemu lagi ide nulis cerita, saya putuskan untuk banyak membaca bacaan dari cerpen cerpen sampai novel, yang kebanyakan memang isinya cerita fiksi. Saya akan membaca sebanyak-banyaknya hingga saya gregetan dengan jalan cerita dari buku yang saya baca, dan berharap melampiaskannya dengan menuliskan cerita versi diri sendiri.

Mesin Waktu

Mesin waktu, dalam pengertian ilmiahnya bisa dicari di Google. Mesin waktu yang akan saya bahas kali ini adalah mesin waktu yang hanya bisa bekerja di dalam diri kita, di dalam pikiran kita akan masa lalu, dan semua itu ada dalam bentuk kenangan. Jadi mesin waktu yang akan membuat kita kembali mengenang masa lalu kita ^^ lah yang akan saya bahas.

Sangat canggih kan otak manusia itu, juga segala yang ada di dalam tubuhnya itu sangat amazing, SUBHANALLOH…

—————————————-

Ada banyak hal dalam hidup yang bisa menjadi mesin waktu, ada musik, buku, lukisan, tempat, makanan, dan masih banyak lagi. Dan semua bisa kita gunakan ketika kita ingin menengok kenangan kita saat di masa lalu.

Tulisan ini sebenarnya saya tulis karena akhir-akhir ini saya sering menemui sesuatu yang berbau Harry Potter, dari buku sampai filmnya di TV. Dan itu mengingatkan saya akan sebuah masa dimana hari-hari hampir dihiasi dengan cerita-cerita seputar si ganteng berkacamata itu, ya si Harry Potter ^^, masa SMA. Ini benar-benar tentang Harry Potter, bukan tentang teman sekolah yang mirip Harry, bukan, karena satupun teman-teman SMA saya memang tidak ada yang punya kemiripan dengan Harry Potter.

Buku Harry Potter lah yang menjadi bagian kenangan saat masa SMA, pernah mengantar teman nyewa bukunya, dan mengantre setelahnya untuk baca ^^, tapi sampai lama gak baca keseluruhan juga, karena hanya boleh dibaca pas di kelas, sudah harus dikembalikan beberapa hari kemudian ^^. Jaman dulu masih ada tempat penyewaan buku di kota kecilku, Ambulu, sekarang sepertinya sudah tidak ada.

Berselang lama barulah saya bisa membaca buku Harry Potter, 3 buku sekaligus, bukan hasil dari menyewa, tapi dari teman ngaji yang baik hati meminjamkan ke teman sekolahnya yang punya buku-buku itu. Saat itu seneng sekali, meski harus lembur karena lagi-lagi dikejar dengan DL hari pengembalian buku. Ya, wajar sichhh meminjamkan buku Harry Potter ke teman memang harus begitu, kalau misalnya temannya lupa tidak segera mengembalikannya, lumayan lah kalau beli lagi ^^.

Dari situ kemudian, malah jadi tambah ketagihan pengen baca buku seri Harry Potter berikutnya. Dan beneran bisa baca buku keseluruhannya waktu masih duduk di bangku SMA, meski yang buku terakhir belum secara keseluruhan membacanya.

NB: tulisan ini ditulis sambil mendengarkan musik, dan benar sepertinya tidak bisa membagi konsentrasi dengan musik, apalagi jika musiknya memang tidak berhubungan dengan tulisan ^^. Lanjut kapan2, tulisan ini dibuat untuk belajar nulis, jadi mungkin masih ada kurang nyambung, harap maklum.

Membaca dan Menulis

Membaca dan menulis adalah sesuatu yang saling terkait, kegiatan membaca lah yang biasanya menjadi salah satu sumber untuk menulis. Banyak membaca membuat kegiatan menulis menjadi tambah asyik karena membaca bisa menjadi salah satu sumber bertambahnya kosa kata yang kita miliki, kita sadari ataupun tidak. ^^

Sudah beberapa hari tidak posting di blog, padahal sebenarnya ide hampir tidak pernah tidak hadir menyapa. Tapi, akhir-akhir ini sedang pengen banget membuat sebuah cerita fiksi, entah cerpen atau cerbung, beberapa akhirnya bisa tertuang dalam sebuah rangkaian kata dalam cerita, namun beberapa ada yang ilang karena belum sempat tertulis.

Beberapa hari ini lagi pengen baca sebanyak-banyaknya cerita, hal itu dimulai dari meminjam buku-buku di perpus, dan juga membaca novel yang sudah ada di rumah, mengulang membacanya kembali. Di sela kegiatan membaca kadang tiba-tiba kepala penuh banget dengan ide untuk nulis, tapi tidak tertuliskan karena memang pengen bener-bener hanya membaca saja, itu hal yang kurang baik sebenarnya, tapi saat ide nulis cerita fiksi itu muncul, ada hal yang sama yang membuatku batal menuliskannya, bagaimana endingnya???

Ya, sepertinya saya harus bisa lebih memaksakan diri untuk tetap menuliskan apa yang ada di dalam imajinasi (suatu cerita) meski terkesan belum begitu jelas, ya saya harus memaksakannya, supaya terbiasa menyusun kata-kata itu menjadi sebuah cerita.

Happy writing ^^

Membaca itu…

Membaca itu…

Hobi untuk sebagian orang, dan hal lain untuk sebagian yang lain. Hal lain ini bisa jadi bukan hobi, tapi kewajiban dan ketidak sengajaan mungkin, misalnya saat harus belajar biologi untuk ulangan sekolah, harus baca kan??? Dan bisa juga membaca papan iklan di jalan yang kita lewati, itu salah satu contoh ketidaksengajaan, yang mau tidak mau terbaca juga apa yang di papan iklan.

Waduh!!! Kok kemana-mana ceritanya…

Menikmati Musik

“I miss taste of the sweet life
I miss the conversation
I’m searching for a song tonight
I’m changing all of the stations
I like to think that, we had it all
We drew a map to a better place
But on that road I took a fall
Oh baby why did you run away?

I was there for you
In your darkest times
I was there for you
In your darkest nights

But I wonder where were you
When I was at my worst
Down on my knees
And you said you had my back
So I wonder where were you
All the roads you took came back to me
So I’m following the map that leads to you”

Lirik di atas adalah bagian dari lirik lagunya Maroon 5 “Maps”. Tapi saya malah mengenalnya pertama kali dari saat mencari tahu tentang Kurt Hugo Schneider, saat nonton video yang telah ia cover ulang, diantaranya yang langsung memikat adalah “Just A dream”, “Bruno MarsMedley”, “Beauty and the Beat”, “Human”, “Fix You”, dan masih banyak lagi.

Jadi ceritanya pasca beberapa hari nonton video-video yang dicover ulang oleh Kurt saya pergi ke Gramedia janjian dengan sahabat saya Nurul untuk mencari-cari buku, saat asyik milih dan baca-baca buku lagu yang diputar itu lagu-lagu Bruno Mars “Just the Way You Are”, Maroon 5 “Maps” secara bergantian, saya merasa tidak asing dengan itu semua, dan benar lagu-lagu itu adalah lagu yang pernah saya tonton di youtube kemarin. Sejak itu saya suka lagu “Maps” nya Maroon 5, suka liriknya. Versi asli memang enak banget didengar, secara suaranya Adam Levine khas banget. Dan versi yang dicover ulang oleh Kurt Schneider yang dinyanyikan Max Schneide juga Alyson Stoner itu jauh lebih rame, membuat saya jatuh cinta dengan lagu ini, meski video klipnya tak bercerita tentang liriknya, tapi lagi-lagi Kurt telah membuat video yang bisa membuat orang menikmati sebuah musik dengan cara lain ^^.

Kenal Musik Lagi ^^

Berawal dari sesuatu yang tidak sengaja, sebut saja begitu. Hanya karena sebuah tweet yang saya baca saat membuka twitter semua ini bermula. Tweet itu isinya adalah tentang kerennya lagunya AJR-Invinity yang dicover ulang oleh Kurt Schneider dan dinyanyikan AJR ft. Macy Kate , plus dengan link langsung ke youtube, karena penasaran saya melihatnya, dan beneran bagus.

Dari situ saya lama sekali hanya mengganggap video video bagus tanpa menganalisanya, hingga kemudian ketika iseng nonton video klip aslinya, terasa beda, entah apa yang beda, dan baru nggeh ketika tahu bahwa “cover ulang” itulahyang menjadikan video klip AJR bersama Kurt Schneide & Macy Kate jadi beda dangan versi aslinya, lebih bagus yang cover ulang, mungkin karena suaranya semakin rame ^^, dengan latar yang terlihat natural. Tapi, beneran video klip asli dan cover ulang itu mempunya kelebihan masing-masing.

Kejadian tidak sengaja yang berawal dari twitter itulah yang akhirnya membuat saya penasaran dengan sosok Kurt Hugo Schneider, dan dengan bantuan google saya jadi tahu sedikit-sedikit tentangnya, seorang musisi yang hebat, dan kreatif menurutku ^^. Dan lagu-lagu yang ia cover ulang telah sukses membuat saya bisa menikmati musik dengan cara yang baru.

Kopi ^^

Kopi, memang adalah elemen penting dalam hidup bagi siapapun yang mengaku dirinya sebagai penikmat juga pecinta si hitam pahit ini (tambah gula biar manis, atau liat saya aja yang sudah manis, hihhihihi :D). Tidak minum kopi rasanya ada yang kurang bahkan jiwa levelnya sudah cinta mati sama kopi bisa beneran uring-uring’an ketika si kopi di dalam wadahnya kosong waktu pagi hari yang notabene hampir toko-toko yang menjual bubuk kopi masih tutup.

Punya cerita tentang si hitam pahit manis harum ini ^^????

Saya punya…. ^^

Beberapa hari yang lalu kakanda tiba-tiba bercerita kalau pagi tadi dia sempet muntah pasca minum kopi, dan ternyata kejadiaanya sudah 2 hari dengan kemarin tepatnya. Usut punya usut, dan juga katanya orang rumah penyebabnya adalah karena kakanda sedang bermasalah dengan lambungnya yang tidak kuat konsumsi kopi “asli”. Lho emang ada kopi “tidak asli”???

Bubuk kopi itu ada 2 (kalau di rumah), ada yang terbuat dari bijih kopi semua (yang kalau sudah diselep alias dihaluskan disebut kopi asli), dan satunya lagi dari kopi yang sudah dicampuri dengan beras juga beras jagung (ini biasanya kalau sudah dalam bentuk bubuk disebut kopi campuran). Kopi campuran inilah opsi bagi yang tidak kuat dengan kopi asli. Penikmat kopi campuran biasanya adalah orang-orang dengan masalah lambung.

Jadi, ketika suamiku bercerita kalau dia muntah sehabis minum kopi, saya membuatkan kopi campuran di hari berikutnya, dan hanya diminum sedikit dari satu mug. Beberapa hari begitu terus, selalu ada sisa di gelas kopinya ketika sudah berangkat kerja. Hingga pagi tadi, saat masih dini hari saya mebuatkannya kopi, karena di dalam wadah kopi, kopi campurannya sedang kosong, jadilah saya membuatkannya kopi asli dengan gelas biasa, bukan mug, dan ketika suami sudah berangkat kerja, ternyata si kopi sudah ludes dari dalam gelas… Mungkin karena rasanya beda dengan kopi campuran, hingga dia habis segelas, entah tahu atau tidak kalau tuh kopi bukan kopi campuran. ^^Sudah tidak bermasalah mungkin lambungnya ^^. Alhamdulillah