Untuk sebuah “Rasa”, saya butuh… ^^

Pengalaman memang mahal harganya. Sebenarnya bisa kita dapat dengan gratis, dengan menanyai orang lain, atau juga dengan membaca buku untuk pengalaman yang kurang enak, semisal pengalaman tidak sengaja nyempung got pas lagi asyik-asyinya baca bbm, untuk pengalam ini mending nanya sama yang sudah merasakan, pastinya kita tidak mau mengalami hal serupa… Namun untuk beberapa pengalaman, apalagi jika itu suatu yang positif sepertinya akan lebih afdhol jika kita mendapatkannya sendiri, seperti cerita yang akan saya bagikan pada cerita ini.

Perdebatan tentang “mie ayam” mana yang paling enak masih terus berlangsung meski dalam diam, dan seperti di lupakan, tapi ketika obrolan yang sensitif mengenai mie ayam ini keluar pastilah masing-masing pihak akan kuekeh terhadap argumennya masing-masing, suami saya mengatakan mie ayam A yang paling enak, apalagi jika hanya dibandingkan dengan mie ayam B, tetep mie ayam B tidak bisa menandingi kelezatan mie ayam A. Mbak ipar saya sebaliknya… Ia akan dengan segala daya upaya mengungkapkan kalau mie ayam B tetap jadi fovoritnya. Ya dan perdebatan itu berakhir karena bunyi notofikasi hp, hehehe….

Saya sebagai penonton debat kusir itu hanya menyimpan rasa penasaran dalam hati, tidak bisa ikut serta membela salah satu pihak, karena saya hanya pernah merasakan rasa mie ayam A, belum pernah merasakan rasanya mie ayam B.

Jadi, tadi malam itu ceritanya saya dan keponakan ingin mengobati rasa penasaran itu dengan membeli dan merasakan lezatnya mie ayam B. Dan setelah perjalan panjang dari membelinya, kejadian tak terduga di tempat penjual mienya, sampai akhirnya pulang dengan membawa 6 bungkus mie siap santap, saya memakannya.

Dari mana mbak ipar saya bilang jika mie ayam B lebih enak??? Jawabannya saya tidak tahu, karena masing-masing orang memang punya pendapat yang berbeda untuk satu hal yang sama sekalipun, begitu pula mbak ipar saya. Tapi, sungguh mie ayam A tetep yang paling enak, karena dari 6 bungkus mie ayam yang ku beli yang menikmatinya mempunyai pendapat yang sama, mir ayam B belum bisa seenak dan selezat mie ayam A.

Dan untu pengalaman merasakan mie ayam B, saya butuh merogoh kecek sebesar …K, plus parkir kurang 100 rupiah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s