Bahagia itu…

Malam itu suasana memang lumayan sepi, kendaraan yang melintas di jalan depan rumah tidak begitu banyak…

Malam yang dingin sehabis mahgrib saya pergunakan untuk menyetrika baju, Nay main bersama ayahnya… Main tarik-tarik’an selendangnya yang biasanya ia pergunakan untuk menggendong bonekanya, suara tawanya saat itu bahkan mengalahkan suara TV yang sedang menyala tapi dicuekin tidak ditonton itu…

Sesekali Nay mengambil semprotan tempat pewangi dan pelicin pakaian kemudian menyemportkannya ke baju yang ku pakai, ketika ditegur ia langsung tertawa, tanda bahwa ia memang sengaja melakukan itu, setelahnya biasanya ia akan mengulanginya, sampai saya meraihnya untuk dipeluk sambil dikelitiki juga disayang… Ayah (suamiku) meminum kopi susu yang baru kubuatkan sambil sesekali menonton acara TV yang menanyangkan kartun.

Setelah bosan menggodai mamanya Nay akan bermain bersama ayahnya, apasaja yang menurutnya menarik, dari nyanyi-nyanyi sampai ayun-ayunan, juga saling gelitik sampai geli… Tidak jarang mereka engkel-engkelan akan siapa yang menang dalam permainan, Nay selalu menyebut dirinya pihak yang menang, meski dalam aturan permainan ia kalah… Namanya juga anak-anak….

Malam itu dalam hatiku saya mengucap,”Saya bahagia, suara keceriaan Nay bermain bersama ayahnya, setrikaan baju yang lumayan banyak, tapi saya melakukan semuanya untuk mereka, seperti itu sudah sangat sempurna, menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang kita cinta,”

Terima kasih Ya Alloh, atas setiap rasa bahagia ini… ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s