Ikhlas Apa Tidak???

Pengertian ikhlas, seperti yang dulu disebutkan dalam buku PPKn saat sekolah, adalah berbuat suatu kebaikan tanpa mengharapkan imbalan apapun. Ya itu definisi ikhlas yang sering kita pelajari saat sekolah, kalau dalam hal beribadah, definisinya kurang lebih sama, penjabaran lebih lengkapnya bisa bertanya pada google search atau membuka buku-buku yang membahas itu, karena yang ingin saya tuliskan setelah ini adalah sebuah cerita, bukan definisinya ^^.

Saya pernah membaca atau mendengar sebuah cerita saat duduk di bangku kelas dasar dulu (entah membaca atau dapat dari cerita Pak Guru saya lupa, yang jelas saya sangat ingat cerita ini). Banyak contoh perbuatan ikhlas jika dikaitkan dengan kejadian-kejadian yang sering kita jumpai tiap hari, menolong orang tanpa minta ongkos (kalau minta ongkos bantuin orang kelihatan sekali kalau orang itu perhitungan sangat ^^).

Kembali lagi pada cerita, sebuah pertanyaan sebelum cerita dimulai, misalnya kamu mengadakan acara pengajian di rumah, dan masak banyak sekali, eh ujung-ujungnya yang datang hanya sedikit, dan makanan yang kamu siapkan jadi nganggur alias gak kemakan (kecuali kalau kemudian dibagi-bagikan ke tetangga), bagaimana perasaanmu kala itu??? Saat memasak banyak dan enak buat keluarga, dan ternyata makanannya gak kemakan karena ternyata kita sekeluarga diundang ke hajatannya tetangga, dan di sana kita dijamin makan seharian, gmn perasaannmu??? Ya biasa sajalah… Lebay banget sepertinya kalau pertanyaan itu dibahas di sini…

Tapi bener yang sering kejadian (sering terjadi di sekiat kita) adalah saat menyiapakan makanan untuk hajatan di rumah (misalnya arisan atau pengajian) yang jumlahnya pasti sejumlah perkiraan kita pada seluruhnya yang akan datang, jika tidak takut kurang saat dibagikan. Dan ternyata yang datang hanya beberapa, itu membuat makanan yang kita siapkan jadi seperti sia-sia… (Sia-sia jika kita gak ikhlas… Begitu penjelasannya ^^).

Jadi, setelah kita menyiapkan makanan dengan begitu banyaknya, yang harus kita lakukan adalah menyerahkan kejaidan setelahnya kepada Alloh, ya kalau perkiraan kita sesuai, kita pasti seneng, karena persiapan kita tidak sia-sia. Dan jika ternyata yang datang di bawah perkiraan kita, kita juga gak perlu kecewa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s