Quotes dari Buku Assalamualaikum Beijing

%3D%3Futf-8%3FB%3FMjAxNTAyMjVfMDczNTMxLmpwZw%3D%3D%3F%3D-763176

Jangan membiarkan ketidakpastian memenjarakanmu pada kesedihan. Jangan membiarkan sesuatu yang sia-sia membebani hidupmu yang indah. (Hal. 27)


“Ya, menyenangkan jika bisa berbagi perjalanan spesial ini dengan seseorang. Berbagi momen istimewa dan botol minum serta kamera DSLR-nya yang beberapa kilo beratnya.” (Hal. 57)


“Congratulations! Kata pepatah Cina, dengan menaiki tembok besar, seseorang telah lulus dari ujian dan menjadi manusia sejati.” (Hal. 59)


“Manusia tempatnya khilaf, tetapi tidak berarti setiap orang bebas mengeliminasi tanggung jawab moral yang mesti ditanggungnya, lalu berbicara seolah-olah kesalahan adalah sesuatu yang lumrah dan dengan enteng dapat ditoleransi.” (Hal. 64)


“Tak perlu kau cari surga sebab ia tersembunyi dalam hatimu.” (Hal. 67)


“Patah hati perkara manusiawi, tetapi tidak boleh berlarut-larut. Sebab ketika seseorang berlama-lama dalam perasaan nelangsa, dia kehilangan fokus pada semesta kebaikan yang Allah limpahkan.” (Hal. 134)


“Berpikir begitu, dia mulai memberi deadline pada kesedihan. ……
…. Deadline ini, dia sendiri yang menentukan. Dia sendiri yang harus menyanggupi. Perlu latihan kedisiplinan, logika yang benar, hingga seseorang tahu kepala dan hatinya adalah dua bagian penting dan berharga yang tidak boleh dipenuhi apalagi dirusak oleh hal-hal tidak penting.” (Hal. 135)


“Sebab memberikan harapan kepada seorang gadis, sebelum lelaki tahu persis apa yang diinginkannya adalah sebuah kejahatan.” (Hal. 147)


“All these Chinese love stories show Chinese people seek for their love and how brave people are to fight for their love.” (Hal.203)… Ya. Seharusnya demikian. Setiap kita yang mencari cinta, setelah menemukan harus menyertainya dengan keberanian dalam memperjuangkan dan mempertahankan cinta yang ada. (Hal. 204).”


“Sebab getaran hati memilih frekuensinya sendiri. ” (Hal.204)


“Dan setiap gema yang dibawa angin, adalah bisikan cinta dari kekasihnya. Kebersamaan sederhana, tetapi cukup untuk menjaga lelaki itu tetap setia dengan satu cintanya, tanpa merasa perlu berpaling terhadap yang lain. ” (Hal. 205)


“Dan, satu penyakit tak seharusnya memadamkan semangat kehidupan. Begitu pula perasaan patah hati. Sebab begitu manusia mengangkat wajah dan melihat ke diri serta sekeliling, maka ada berlimpah karunia yang mustahil dihitung, dan tak seharusnya terluput dari rasa syukur.” (Hal. 210)


“Kita tidak bisa menghindari takdir yang Allah berikan, tetapi bisa memilih cara bagaimana menghadapinya.” (Hal. 242)


“Hidayah itu Allah yang memberi, dia tidak akan meletakkan hati pada daerah yang berbahaya, tidak dalam kondisi saat ini. Laki-laki itu akan dia titipkan kepada Allah, lewat pelukan do’a.” (Hal. 242)


“Kamu menutup pintu masa lalu tanpa berusaha membuka pintu ke masa depan. Padahal itu mungkin tiket untuk menjadi lebih bahagia.” (Hal.271)

“Seperti kemarin, pagi ini aku terbagung dan menemukan wajahnya di sisi pembaringan.

Seperti kemarin, dia mengejutkanku dengan senyum dan dengan nada yang nyaris sama ditikamnya rasa percayaku, “Saya suamimu!” Katanya.

Dan seperti kemarin, aku memandangnya dengan keraguan yang terus menggelepar. Jika benar laki-laki itu takdirku, kenapa potretnya tak berbekas dalam ingatan? ” (Hal. 313)

“I know, it’s beautiful. Tapi, kecuali kamu mau saya gendong ke sana, berdiri di sampingmu juga tak kalah indah.” (Hal. 326)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s