Ngeblog di Laptop, Why not????

entah nanti judul sesuai dengan isi atau tidak… yang jelas aku pengen nulis aja sekarang…. yeyyeyeyeeyeyeyeye…. ^^

DSC00971

Jadi sebenarnya pengen banget bisa ngeblog dengan laptop, pengen ngebiasain tepatnya,,, ya itung-itung sambil belajar ngetik sepuluh jari yang sempat terhenti belajarnya… membuat banyak draft di laptop kemudian pasngeblog di posting, pengen banget kayak gitu….

Tapi ya gitu setiap adakesempatan buat ngenet, eh malah yang ada laptopnya dipakai main sama anak… jadilah waktu yang ada hanya saat anak sudah tidur,,,,, dan saatitu kebanyakan atau biaasanya aku juga ngantuk… jadilah harapan tinggallah harapan…sampai kalau bener-bener maubela-belain ngnet tengah malam… saking kepinginnya…barulah bisa ngenet sama laptop… atau juga seperti sekarang saat anak sedang main dan lagi santai alias gak terlalu banyak kerjaan rumah, karena beberapa kerjaan rumah sudah rampung.. aku bisa ngenet ^^

Iklan

Nay, saat Menyanyi “Bintang Kecil”

Cerita ini aku dapat dari “Mbak Ririn”, yang berarti adalah Budhe nya Nay, putri kecilku.

Saat menyanyi bintang kecil, Nay bersama Budhenya….

“bintang kecil…
Dilangit yang biru…
Amat banyak menghias angkasa…
Aku ingin TERBANG dan menari…

Begitu tiba di lirik itu Nay, putri kecilku, langsung bilang ke budhenya…

Nay : “Lho yang terbang itu burung, bukan aku…”

Budha : “Lho ini kan cuma lagu nduk…”

Nay tetep gak terima… Meski itu lagu… Karena menurutnya yang bisa terbang itu hanya burung ^^, ia soalnya pernah mencoba menggerak-gerakkan tangannya biar terlihat seperti burung, tapi tidak benar-benar terbang…

Pinternya Nay… ^^ di usianya yang ke – 33 bulan… 3 bulan lagi 3 tahun sayank…

Ngantuk…

Baca judulnya, beneran ini hal gak penting banget… Dan memang bukan hal penting sichhh yang mau ku tuliskan, jika ukuran suatu itu disebut penting adalah “wajib dibaca” / “wajib ditulis”… Maka tulisan setelah ini beneran gak penting, sangat….

Ngantuk…

Itu berarti adalah tanda agar segera “tidur”, atau paling gak segera menuju ke atas bantal lah, rebahan… Tiduran…

Ngantuk… Ya begitulah kondisiku saat ini, jam segini, pukul 22.35 WIB di jam dinding kamarku, pastilah mata pengen segera terpejam, apalagi kalau siangnya gak bubuk… » Keliatan banget kalau kebiasaan bubuk siang… ^^, jadi wes bisa dibayankan ngantuk soro jam segini…

Dari tadi muter-muter tulisannya…

Intinya sichhh sebenarnya pengen posting tulisan apa aja hari ini. Karena aku merasa sangat-sangat gimana gitu… Saat liat tanggal postinganku bulan ini, bener-bener jarang… Padahal saat awal bulan pengen banget bisa tiap hari posting… Lagi-lagi harapan tinggallah harapan saat males posting melanda… Bawaannya hapus tulisan saat akan posting, atau juga pada pertengahan nulis…

Ngantuk… Kata yang diulang-ulang dari tadi hanya untuk menjelaskan kondisiku saat ini.

Ya meski ngantuk aku pengen banget buka laptop, yang pasti bukan untuk nulis, tapi pengen liat Chaeki… Hahaha… Jadi, ku bela-belain… Selain itu alasan selanjutnya adalah karena pengen begadang malam ini… Yeeee… (Tapi, kalau mata sudah gak kuat pengen bubuk aja lah… Karena besok masih harus jadi Master Chef ^^ *lebay, padahal masakan rasanya masih kemana-mana » belum jelas enaknya :D), dan ternyata masih ada yang sedikit menguji kesabaran (bahkan malam-malam begini), yaitu laptopnya lupa gak dimatikan dan harus memulai proses yang lama (error) untuk bisa kembali hidup… Ya… Harus nunggu beberapa saat, dan beberapa saat itu adalah waktu untuk menulis semua tulisan ini…

Dan sekarang laptopnya sudah hidup… ^^

NB: sunggung tulisan gak penting ^^

Sesuatu yang “Aneh” Part Kesekian

Cerita… Nggak, cerita, nggak… Cerita, nggak…

Hmmmmm…

Cerita saja lahhhh….

Setelah sekian lama gak “sering” ketindien (istilah untuk keadaan gak bisa bergerak pasca tidur, kadang merasa bagun tapi tidak bisa bergerak), tadi malam tiba-tiba saat sedang baca-baca aku merasa tertidur, dan ketika bangun (setengah bangun) badanku gak bisa digerakkan semua, dan entahlah aku merasa sedikit ngeri karena banyak suara-suara yang terdengar, dan merasa ada sesuatu yang seakan ingin masuk (masuk ke dalam mimpi setengah sadar), yang jelas badan jadi berat sangat untuk sekedar di gerakkan.

Yang aneh adalah hal yang terjadi bersamaan dengan itu, biasanya saat melek (mata membuka) aku melihat penampakan (kondisi setengah sadar meski mata membuka alias bangun), tapi tadi malam aku gak melihat apa-apa, hanya ada banyak suara, dan suara yang sangat terdengar adalah suara orang mengaji, membaca surat Al Fatihah…

Setelah beberapa saat aku akhirnya terbangun, dan memikirkan sejenak atas apa yang terjadi, merasa sedikit takut sebenarnya… Mikir-mikir sebentar pas mau ke belakang (kamar mandi yang letaknya di belakang), tapi karena dengar pintu belakang baru ditutup, yang berarti ibu belum tidur, aku kebelakang dengan rasa takut yang sudah sedikit meluntur.

Sampai di kamar aku sempetin buat berdo’a, juga membaca ayat kursi (ya, padahal tadi sebelum tidur yang sedikit ada keanaehan, aku juga sudah baca do’a tapi minus ayat kursi, karena memang gak niat bubuk, niatnya tiduran sambil baca-baca, baca do’anya sambil nemenin Nay berdo’a sebelum bubuk). Kepikiran buat tuker tempat tidur, tapi melihat suami sangat nyenyak niat itu kuurungkan, sebagai penangkal aku membaca ayat kursi serta ta’awud sambil mengibaskan tangan ke tempatku tidur (dapat dari buku yang pernah ku baca dulu, katanya memang sebelum tidur kita harus membersihkan tempat tidur kita dengan penebah atau dengan tangan sambil membaca ta’awud, ya karena tempat tidur yang tidak ditiduri akan ditempati jin, namanya juga hidup berdampingan kan…), setelah itu membalik bantal (heee… Kalau ini sichh tips dari orang-orang katanya kalu ketindien bantalnya harus dibalik).

Dan setelah itu semua aku tidur-tiduran sambil baca-baca, karena memang biasanya pasca peristiwa ketindien, apalagi yang agak fenomenal (gak biasa), aku berniat gak pengen tidur, tapi tidur juga ternyata…. Sampai menjelang adzan subuh baru bangun… Alhamdulillah nyenyak ^^.

Ketika Merasa “Aneh”

Untuk pertama kalinya merasakan sesuatu dengan sangat “aneh”… Tadi malam tepatnya kejadiannya…

Akhir-akhir ini males banget liat Jodha Akbar, drama kolosal yang sebenarnya jadi favoritku sebelum tahu episodenya akan sangat panjang ke belakang, bahkan aku tidak tahu sampai sekarang di negara asalnya masih tayang atau tidak, terakhir streaming masih ada di episode 400an… Wah… Kok malah cerita Jodha… ^^

Intinya sichhh menghindari Jodha dengan mengunci diri di kamar, maklum kalau gak ditutup rapat (dikunci) bisa terdengar percakapan di TV, kok… Jodha terus ceritanya (»jangan2 ini efek dari hal yang “aneh” tadi malam…, sadar diri dan banguuuuunnnn). Setelah putriku bubuk ku putuskan untuk membaca sambil tiduran, dari sinilah keanehan muncul, cerita yang kubaca emang lucu habisss….. Somplak, kocak, dan apapun istilah untuk menggambarkan suatu cerita yang bisa bikin perut sakir karena ketawa… Aku sampai kepingkal-pingkal karena tokoh2 dalam cerita yang kubaca aneh semua… Dan sepertinya menular pada pikiranku tadi malam, hingga aku ketiduran dan bangun merasa setengah sadar, karena dering telpon yang ternyata adalah suami, yang minta dibukain pintu, karena ku kunci pintunya. Dengan kondisi setengah sadar aku keluar kamar dan ketemu ibu yang baru mengunci pintu, sambil berjalan menuju kamarnya ibu bertanya, “mase neng endi, kok belum datang???”… Dalam hati ini seng aneh siapa sichhh… Bukane suami tercinta sudah di depan pintu dan apa ibu gak liat atau denger suara derap langkah kakinya kah??? Bahkan saat ibu buka jendela untuk lihat di luar rumah sepertinya barengan sama suami masuk… Kok gak tahu ya…

Sesaat setelah pikiran anehku yang dalam kondisi setengah sadar itu muncul, aku membukakan pintu untuk suami, dan sedikit kaget ketika suami memberikan sebuah bungkusan, dan bertanya dengan nada sedikit kaget, “apa itu yah???” Suami hanya tersenyum dan menjawab, “Lho katanya nitip mie Anda, ya iki mie nya…” Dan seketika aku jd sadar sepenuhnya kalau barusan aku masih terbawa dengan kondisi pasca bangun mendadak. Hmmmmm….

“nggak apa-apa…”

“Nggak apa-apa…” Dalam kata lainnya “tidak apa-apa…”

Akhir-akhir ini kata-kata itu menghiasi pikiranku… ^^ karena putri kecilku yang mengucapkannya… Dan itu sangat menakjubkan… Sejenak aku ingat “All izz well” nya Rancho di film 3 idiots yang kurang lebih artinya dalam Indonesia “semua akan baik-baik saja”.

Jadi, ceritanya Nay, putriku, biasanya selalu nangis kalau jatuh meski gak terluka, terkadang yang di sekitarnya mengalihkannya dengan bilang “Lho kodok’e mlayu” (lho kataknya lari)… Karena ia tahu gak ada kodok mungkin jadi setelah mendengarnya, biasanya nangisnya berlanjut… Tapi, akhir-akhir ini aku memperhatikannya… Ia tidak lagi gampang nangis saat jatuh, bahkan ketika ada yang melihat ia jatuh, ia akan menatap orang yang melihatnya, sambil bangkit dan tersenyum ia akan bilang, “Nay nggak apa-apa…”.

Kadang ketika aku terkena sesuatu yang berakibat sakit, misalnya kejedot, atau tangan ketetap meja saat lewat, secara reflek bilang “aduh…” Bila Nay mendengar dan tahu kejadiaanya ia juga akan selalu bilang, “mama ndakk apa-apa…” Dan tatapan matanya seakan mengatakan “all izz well, jadi jangan nangis…”

Itu sangat menakjubkan…

Pun ketika aku berdiri dan menjatuhkan remot di pangkuan tanpa sengaja… Nay langsung bilang, “romotnya ndak apa-apa…” Sambil senyum padaku, seolah mengatakan jangan khawatir ma, remotnya nggak pa-pa meski jatuh…

All izz weel…

Tambah pinter ya sayank… ^^

Peluk cium buat Nay sayank :*

lha…

sudah berada di epan laptop… dan beneran mau nulis apa ini, hmmmm bercerita??? atauuuuuuu…. diam saja mentelengin tab link-link yang ku buka… ahhh sudahlah nulis aja, entah itu akan menghasilkan cerita atau sekedar coret-coret saja… ayyyoooo cepetan batas paket akan berakhir jam 24.00 WIB dan kuotanya masih ada……

Kopi dan Kopi

Kopi, mengenalnya, dan menyadari adanya.

Sejak menikah, aku ingin belajar membuat kopi yang enak… Karena suamiku adalah seorang penikmat kopi.

Oh iya sebenarnya hari ini, kenapa menjadi semacam “Hari Kopi” untukku karena dari pagi aku sudah dihadapkan dengan perbincangan mengenai “kopi”, saat membuatkan kopi suami, emak (neneknya suami, yang berarti nenekku juga yang lebih sering dipanggil emak), yang saat menyeduh kopi mengungkapkan kekecewaannya atas rasa kopi “sekarang” yang tidak sama dengan dulu-dulu. Aku yang tidak begitu mengerti kopi, hanya menyimpan tanya dalam hati, “apa iya??? mungkin saja iya, karena aku bukan penikmat kopi sejati seperti emak, jadi aku gak tahu, atau lebih tepatnya gak menyadarinya.

Tiap pagi selepas sholat Subuh, aku biasanya menyalakan kompor untuk memasak air, sambil menunggu air mendidih aku mengambil beras untuk ditanak, membersihkannya kemudian menanaknya di di dalam dandang, setalah itu meracik gula dan kopi untuk diseduh dengan air… Tanpa ukuran yang pasti tentunya, aku suka bagian ini, terkadang racikan kopi dan gulanya terasa sedikit pahit, terkadang juga terlampau manis, aku suka meraciknya dengan ilmu kira-kira, karena tiap hari ada kopi dengan rasa berbeda dengan cinta di dalamnya… Bagian yang terakhirlah yang tetep sama, cinta dalam racikan kopi di pagi hari… ^^ untuk suami…

Cerita tentang kopi masih berlanjut hingga siang, saat aku hampir putus asa karena gak ada orang yang bisa nganter ke perpusda, ternyata ada keponakanku ngajak servis sepeda, dan juga mau nganter aku ke pusda, di sanalah aku ketemu dengan “kopi” selanjutnya dalam bentuk buku, ya aku ketemu dengan buku “Filosofi Kopi” nya Dee.

Aku merasa hari ini benar-benar “hari yang penuh dengan kopi dan kopi” ^^.

Di hari penuh kopi,
Gebang, 7 Januari 2015

Baca Cerita Remaja itu….???

Baca cerita remaja itu jadi ingat pas waktu SMA, tapi kisah SMA ku gak begitu rame dengan kisah cinta-cinta ala remaja, malah kental dengan cinta dengan sahabat, sering diskusi banyak hal dengan teman-teman, dan memang kala itu masih membentengi dengat “pusat rotasiku di masa lalu”. Saat SMA aku selalu bilang pada diriku, “jika aku gak dapat seseorang yang seganteng dan sepinter ia…”, atau bahkan “… Kalau bukan dia, maka gak…” Mungkin hatiku begitu, seseorang yang sunggu aku merasa sulit teraih, bahkan meski hanya sekedar menyapanya… Owhhhhh… Padahal mencintai itu tentu bukan karena ganteng dan embel-embel lainnya, hanya karena “cinta” kan, waktu SMA sebenarnya aku tidak memiliki kriteria seseorang yang “… Aku jatuh cinta padanya…” Tapi, lagi-lagi demi membentengi diriku untuk gak pacaran aku berkilah begitu… Jadilah masa SMA ku gak rame dengan “kisah cinta”, karena dalam hati entah bagaimana kerjanya “pusat rotasiku” masih tetap sama, bahkan ketika aku tidak menyebutnya dalam do’a-do’aku seperti dulu, ia tetep hadir, hadir di sela-sela tiap do’a meski kadang samar.

Jadi, ingat film “a crazy little thing called love”, setelah nonton film itu aku jadi sadar akan sesuatu, segala sesuatu dalam hidup ini harus disyukuri bahkan ketika dulu sesuatu itu terasa sangat memalukan “a crazy little thing”, tapi sekarang “a crazy little thing” itu malah akan menjadi kenangan tak terlupakan, suatu hal gila yang di luar nalar yang kita lakukan (tapi masih dalam batas ya…). Terang-terang ditolak, dan tetep melakukan tips-tips dari teman untuk nunjukin kalau lo itu sayang banget sama someone, sungguh sangat memalkukan… Tapi, ya bagaimana lagi itu adalah masa remaja yang tak terlupakan…

*Terima kasih untuk gerimis di sore hari kala itu, sehingga aku bisa tahu bahwa cowok berbaju pink yang bermain bola di bawah gerimis itu…. “Handsome” seperti kata laili…

*untuk cinta tak kan pernah terlupakan saat SMP, my “crazy little thing”

Pengunjung Blog

Blogging, ngeblog, pasti gak asing dengan istilah pengunjung blog yang biasanya bisa dilihat dari jumlah tampilan, juga kalau mau lebih rinci liat statistik blog. Salah satu hal yang bikin semangat ngeblog adalah jumlah pengunjung ini, apalagi jika blognya memang dibuat dengan tujuan menarik pembaca… Kalau aku belum sampai ke tahap itu, karena oh karena masih pengen bermesraan sama tulisan bebas ini, hehehe…

Oh iya, mau cerita sedikit terkait pengalamanku dengan yang namanya pengunjung blog, saat awal-awal dulu aku buka dashboard sering liat jumlah pengunjung blogku/yang buka halaman blogku hanya belasan saja, dan dari belasan itu aku yakin, yang terbanyak adalah aku sendiri, hahaha ^^, efek gak tenar blog’ke dadi dikunjungi dewe, eh bukan kok, karena aku buka juga karena alasan lain, bukan karena pengen memperbanyak pengunjung blog, alasanku waktu itu hanya ngecek postingan, apa benar sudah terpublish… takut gak sukses posting, hehehe…

Aku dulu gak begitu peduli sebenarnya dengan jumlah pengunjung, soale memang jarang ngecek. Hehehe 🙂

Dan aku mulai peduli, saat aku hampir memutuskan untuk pindah blog, karena pengen buat blog baru yang bisa diakses dengan hp… Saat aku mau pindah eh pengunjung blogku meningkat lumayan drastis, ada ratusan lah, dua ratusan, heheheehe… Untuk blogger pemula sepertiku, it’s amazing ^^, dan aku mulai semangat untuk posting lagi, setelah sekian lama pengunjung blogku bertambah mesti gak signifikan, ya bertahan pada angka empat ratusan cukup lama.

Suatu hari aku buka blog punya temanku dan jumlah tampilan blognya 32 rb an… Aku langsung penasaran, dan banyak bertanya padanya, tapi itu pun gak berpengaruh banyak pada pengunjung blogku, karena saat ditanya temanku hanya bilang, ” biasa wae iki, ya posting saja kalau memang pengen posting, terus mencobalah posting dengan tema yang jelas, jadi blognya pun isinya gak sembarangan…” Dan aku yang masih sangat seneng nulis (yang dituangkan dalam blog tulisannya, sehingga jelaslah isinya blogku itu ya tulisan yang agak curhat habis-habisan) merasa belum bisa membuat blog dengan tema-tema tertentu saat itu juga sekarang, karena menurutku, belajar menulis itu salah satu caranya adalah menuliskan apapun yang kita ingin tulis, hal itu bisa hal apa yang kita jumpai, atau juga hal apa yang kita rasakan, jadi aku belum bisa mengikuti saran temanku intinya…