Tanggal 25 November

Tanggal 25 November,

Selamat Hari Guru Nasional, terima kasih Bapak Ibu Guru yang telah menjadi pelita dalam hidup kami, yang mengajari kami banyak hal yang tidak kami ketahui pada awalnya, yang membuka mata kami untuk melihat cakrawala ilmu pengetahuan yang begitu luasnya, terima kasih…

Terima kasih…

Untuk ketelatenan saat mengajari kami murid-muridmu,
Untuk kesabaran atas tiap kebandelan atau keriuhan di ruang kelas saat suasana belajar…

Terima kasih…

Untuk segalanya…
Untuk semuanya…

Selamat Hari Guru Nasional,
25 November 2014

Iklan

Karena Kejadian Kecil pun Punya Makna

Kemarin saat masuk kamar mandi air dalam bak diisi sampai kepenuhan, jadi aku mematikannya, entahlah siapa yang ngisi dan lupa mematikannya, padahal sepertinya belum ada yang mau mandi. ^^

Pasca hujan aku ingin memandikan putriku, yang ternyata lagi gak pengen mandi, alhasil ia sampai nangis pas mau ku ajak mandi, karena hujan putriku yang biasa mandi di bak deket sumur, aku mandikan di dalam kamar mandi yang airny penuh itu. Ternyata karena tahu air penuh, putriku gak nangis lagi, dan malah main-main dengan air yang penuh itu. ^^

Akhirnya aku tahu bahwa air kamar mandi yang biasanya gak penuh tiba-tiba penuh karena semua itu untuk menghibur putriku yang sedang gak mau mandi supaya mau mandi.

Mungkin hal sepele yang kita temua bisa menjadi sesuatu yang membantu memecahkan masalah-masalah kita.

Jadi, jangan sepelekan hal-hal kecil. ^^

Tips Semangat Nulis

Kemarin baca tips menulis dari Mbak Helvy Tiana Rosa, sungguh sangat berkesan ketika membacanya, membuat semangat nulis kembali setelah akhir-akhir ini mulai redup, yeee… Semangat nulis…

Oh iya tipsnya bisa liat dan baca di sini.

Hari ini, Selasa di 18 November 2014

Hari ini mungkin bukan hari spesial bagi sebagian orang, tapi bagi sebagian yang lain bisa jadi hari ini hari yang spesial, spesial karena banyak hal.

Hari ini untuk pertama kalinya aku merasakan bahwa harga tiap menit begitu berharga, dan semua itu berasal dari kesalahanku memperkirakan lama perjalananku ke kotanya Minak Jonggo, ya ke Bumi Blambangan, Banyuwangi. Jadilah aku telat mengikuti test cpns, ya untuk pelajaran, itulah hikmah yang bisa ku ambil dari perjalanan hari ini.

Orang tua sempet marah dan kecewa, karena aku tidak bisa memperkirakan kapan harusnya aku berangkat. Tapi, kalau sudah terjadi, apa yang bisa kulakukan.

Kata suami, ya dengan menikmati perjalanan ke Kota Blambangan ini, mungkin bisa sedikit terhibur, meski gak menghapus rasa sedihku.

Aku tahu peluang untuk bisa lolos di test cpns ini mungkin tidak besar, mengingat betapa banyak kontestannya, tapi mencoba kan tidak ada salahnya. Entahlah, saat ini aku merasa kalah sebelum berperang, tapi jika menengok ke belakang lagi, selama perjalanan ini, ini sudahlah bagian dari mengikuti test, meski telat, ya ini bagian dari usahaku yang sudah maksimal sebisaku. Bukankah setelah berusaha maksimal kita akan menyerahkan hasilnya pada Alloh.

Perjalanan kali ini mungkin salah satu cara Alloh menunjukkan padaku akan jalan ke depan yang masih harus aku lalui dengan penuh semangat. Ya, satu kegagalan hendaknya tak menyurutkan semangat kita untuk terus maju…

Semangat…

Malam Minggu, Nasi Goreng, dan Mati Lampu

Sepertinya malam Minggu memang sarat akan cerita, sebenarnya malam-malam lain juga sich… hanya saja malam Minggu kali ini bener-bener banyak cerita.

Semua dibuka dengan keluar ke apotek mencari minyak angin rasa parfum ^^, entah kenapa sepulang dari sana kok rasa-rasanya sulit banget saat hendak nyebrang, “ada apa sebenarnya kok sepertinya malam ini rame banget??? What happen???” dalam hati hanya bertanya-tanya. Hingga tiba saat di tempat penjual nasi goreng, eh ramenya malah parah tuh jalan hingga lama nunggu hanya untuk sekedar nyebrang, “gak seperti biasa-biasanya malam ini, kok rame banget sich??? What happen??” masih tetep bertanya dalam hati. Pas habis nyebrang baru nyadar kalau malam ini tuh Malam Minggu saudara… *tepukjidat… “Makanya rame… ”

Ya, seperti biasa hari-hariku memang selalu tak lepas dari keponakan, terlebih jika urusan keluar nyari makanan. Malam ini pun aku keluar dengan keponakan nyari nasgor, sebelum pesen terlebih dahulu tukeran pin sama yang jual, hehehe… Eitsss jangan mikir macem-macem, yang jual soalnya sepasang suami istri, jadi jauh dech dari hal yang macem-macem… ^^, tukeran pin dulu supaya enak buat pesen nasgor besok-besoknya, biar tinggal ngambil gak perlu nunggu lama-lama kalau sudah punya pin bbmnya. ^^… Horeeee… Sosial media sangat membantu pemasaran ini ceritanya. Halahhhh nulis apa tho ini…

Selain beli nasgor, sebenarnya pas keluar tadi juga sempet beli gorengan, tapi sepertinya lebih baik gak diceritakan karena endingnya kurang memuaskan, kehabisan tempe goreng.

Setelah sampai di rumah langsung meluncur ke dapur untuk membuat temen nasgor, yaitu telur mata sapi, hehehe… Padahal biasanya gak pernah buat kya’ gt meski beli nasi goreng, itung-itung biar nasgornya tambah spesial.

Setelah makan-makan, nonton tv lanjut lagi, eh waktu seru-serunya pandawa mau perang tiba-tiba “gelap”, pemadaman… Langsunglah bergerak cepan mencari lilin, damar, juga senter untuk penerangan.

Ya, jadilah malam minggu kali ini dipenuhi dengan cerita akan nasi goreng juga pemadaman.

Malam minggu selalu punya cerita ^^

Tanjung PAPUMA

Tajung Papuma adalah salah satu tempat wisata favorite di daerah jember. Keindahan pantainya gak usah diragukan lagi… Tiap akhir pekan di sini selalu ramai pengunjung, beberapa menggelar tikar dan menata makanan di atasnya untuk piknik. Pantai pasir putihnyalah yang membuat … Baca lebih lanjut

Kangen Pusda

Pusda, sudah pada tahu kan apa itu Pusda, pasti sudahlah, jaman gini gak ngerti pusda???!!! Pastilah rumahnya jauh dari pusda, jadi harap maklum kalau ada orang gak tahu. Pusda itu nama beken dari Perpustakaan Daerah, itu tu tempat pinjam buku gratis… Hehehe… Kalau di Jember letaknya di dekat SMA 1 dan kantor keimigrasian, diapit sama 2 bangunan ini lah tempatnya.

Di pusda bukunya macem-macem, dari sejarah, psikologi, komputer, novel, buku anak-anak, buku masak-masak, wes banyak macemnya, yang penting sebelum pinjam harus punya kartu anggotanya. Dan cara buatnya cukup mudah, isi formulir yang telah disediakan, jika umum formulir tersebut perlu tanda tangan RT/RW tempat kita tinggal.

Lakok malah cerita tentang pusda, lha kan awalnya mau cerita kalau aku itu lagi kangen banget sama pusda, khilaf ceritanya kok jadi kemana-mana.

Sudah beberapa bulan belakangan jarang banget ke pusda, mungkin karena gak ada yang nganter, tapi sepertinya bukan itu alasan utamanya, tapi stock bacaan di rumah masih lumayan ada (gak banyak sich), dan masih ada beberapa hal yang harus ku baca sebelum aku meluncur ke pusda, karena kalau sudah pinjam ke pusda eman kalau gak kebaca (meski gratis), jadi mending minjam kalau pas waktu baca bener-bener banyak. ^^

Oh ya perlu diketahui, kalau di pusda maksimal itu minjam 2 buku, karena biasanya aku dianter suami, dan suamiku hanya minjam 1 buku, jadilah aku bisa minjam 2 + 1 buku (1 bukunya ngampung di suami) ^^, dan waktu pinjam tiap buku itu 1 minggu, jadi kalau minjam cuma 1 buku ya dalam waktu 1 minggu harus dikembalikan, kalau minjam 2, maksimal waktu pengembaliannya ya 2 minggu.

Kangen pusda…

Malam Minggu dan Semangkok Mie Kuah ^^

Malam Minggu, akhir pekan…

Saat malam Minggu, bahkan setelah berkeluarga pun masih tetep ada yang tanya, malam Minggu mau kemana??? Dan dengan senyuman jawab, “gak kemana-mana”, hehehe… Ya meski malam Minggu atau malam apapun sepertinya sama saja, gak akan kemana-mana kalau memang gak ada keperluan buat keluar. ^^

Saat dulu masih di Bogor, malam Senin lah yang malah sering keluar jalan-jalan, bukan Malam Minggu, jadi saat itu Malam Senin lah yang terasa beda dengan malam-malam lainnya.

Malam Minggu, tadi sebenarnya sempat hujan saat sore-sore menjelang petang semakin deras, baru berhenti menjelang sholat Isya’, saat masih hujan tadi malah keponakanku bilang semoga hujan, hehehe… (Do’a orang-orang yang gak merasa malam Minggu lebih spesial dari malam-malam lainnya), supaya pada ngumpul di rumah saja orang-orang yang biasanya malam mingguan.

Hmmmmm… Malam ini pengen keluar sichhh, tapi liat jam sepertinya mepet banget sama tutupnya tempat yang pengen ku datangi, jadilah besok-besok saja, dan lagi Nay sudah mau bubuk, itu artinya malam ini memang sebaiknya dihabiskan di rumah dengan semangkok mie rebus rasa soto.

^^