buat kue itu…???

Membuat kue itu??? Ribet pertama, kudu nyiapin bahan-bahannya sampai lengkap, kap, kap itu pasti, menguras tenaga yang tidak sedikit (tidak bisa dipungkiri), siap gagal ketika pertama mencoba (gak boleh lupa), dan terakhir menyenangkan (ini upah yang tak ternilai ^^, karena meski kita gagal membuat kue tetep ada kepuasan, dan pengen nyoba lagi, terlebih jika sukses kuenya pasti senengnya bukan kepalang).

Tidak terasa bulan Ramadhan telah memasuki hari-hari menuju tanggal tua, dan itu berarti jarak kita dengan lebaran semakin dekat, 7 hari lagi, sungguh tidak terasa… (Pengen Ramadhan terussssss).

Menjelang Lebaran banyak sekali persiapan yang biasa dilakukan (secara harfiah apa yang ku bahas berikut, karena secara lahiriah panjang bahasannya, dan saya masih awam dan sedikit ilmu untuk menjelaskan itu). Diantara persiapan itu adalah menyiapkan baju baru, cat rumah baru, juga tradisi yang sudah biasa menjelang lebaran yaitu menyiapkan kue lebaran.

Dulu jaman aku kecil aku sangat menikmati moment-moment membuat kue di rumah (bukan aku yang buat, tapi seneng ikut icip-icip saja waktu kecil). Karena jaman itu belum banyak orang jualan kue seperti sekarang, jadi dulu kuenya kebanyakan kue bikinan sendiri. Masih ingat sekali kala itu, almarhum nenekku (yang biasa ku panggil “mbok”) seneng sekali membuat opak gapit, kue bolu kecil-kecil, krecek (makanan sejenis krupuk yang terbuat dari ketela kukus yang diiris dijemur, digoreng, dikasi rasa bisa pedes atau manis, atau juga original), kripik ketela, kripik pisang, marning (jagung yang telah digoreng kering), kacang goreng kupas (kacang yang sebelum digoreng kulit arinya dibuang, sehingga setelah digoreng warnanya menjadi putih kekuningan), krupuk kromoleo (kerupuk dari ketela pohon), roti/ biskuit kacang, rengginang, dmbl (dan masih banyak lagi) seingatku hanya segitu, yang jelas tiap menjelang lebaran hampir tidak pernah absen membuat kue. Itu semua adalah moment yang tak kan terlupa. Ya dibanding dengan saat sekarang, jajanan tradisional yang seperti jaman dulu sudah sangat jarang baik yang membuat apalagi yang menjual, orang bilang jajanan ndeso, padahal rasanya tak kalah sama jajanan masa kini, malah jajanan tradisional hampir gak gampang mboseni kalau orang bilang. Mungkin, karena takut dibilang ndeso atau juga banyak yang gak sempet membuat jajanan tradisional itu jaman sekarang sudah banyak ditinggalkan. Meski begitu beberapa orang masih tetep membuat kue lebaran sendiri, lebih puas dan ingin belajar membuat kue adalah salah satu alasannya. ^^ seperti aku… Meski banyak gagalnya ketika membuat kue, cukup senang dengan hasilnya, meski kurang maksimal juga kurang memuaskan… Tetep seneng aja^^.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s