Tak Seberat yang Kita Pikirkan

Sering mendengar atau membaca pastinya bahwa sesuatu yang kita pikirkan berat/ sulit, tapi saat kita melakukannya tak sesulit dan tak seberat yang kita pikirkan. Hal tetrsebut banyak sekali kita jumpai di buku hikmah dan buku-buku motivasi. Tapi berikut bukan hanya sekedar kata buku. ^^

Sindrom malas sering kali mampir tatkala mau berangkat ke mushola untuk sholat tarawih. 23 roka’at, kalau dipikirkan pasti capek, soalnya tiap sholat biasa hanya 4 roka’at atau 6-8 rokaat paling banyak kalau ditambah dengan sholat sunnah. Lha sholat tarawih plus sholat witir ada 23 roka’an (ada yang 9 rokaat juga, aku sholat tarawih 23 rokaat, jadi bahasnya yang 23 rokaat ya ^^). Sungguh membayangkan sholat 23 rokaat belum-belum sudah capek duluan, dan ujungnya males…

Tapi, seperti kata orang bijak, males gak boleh dituruti, itu adalah penyakit kronis yang bisa menyerang berbagai bidang bahkan berbagai usia, dan bisa menimbulkan akibat yang fatal juga kerugian yang tidak sedikit. Ya, sekali lagi malas harus dilawan. ^^

Karena itulah meski ada rasa malas untuk berangkat ke musholat, aku tetap berangkat. Dan di mushola menjalankan sholat tarawih yang 20 rokaat plus 3 rakaat witir pun berjalan lancar, tak seberat apa yang terpikirkan saat kemalasan meracuni pikiran sebelum berangkat ke mushola.

Benar sekali kan kata orang yang sudah banyak makan asam garam dalam hidup ” bahwa kadang sesuatu ketika kita jalankan itu tidak seberat apa yang kita pikirkan, karena itu lakukanlah/ kerjakanlah, jangan hanya berfikir.”

Semangat pagi!!! ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s