Sering Batal

Akhir-akhir jarang sekali update blog, sebenarnya sekali waktu pengen update tapi sering gagal. ^^

Disibukkan dengan banyak hal di dunia nyata jadi jarang update blog.

Biar…

Biarlah…
Biarlah…

Biarlah angin membawa kemana semua ini mengalir…
Mengalir mengikuti belaian lembutnya…
Bermuara…

Pada angin
Rasakan lembutnya…
Hanya itu caranya…

Novel dan Cerpen yang Belum “Pernah” Selesai

Menulis, kegiatan yang sangat aku sukai seperti juga membaca. Aku seneng sekali dengan cerita dalam buku atau media cerita online, dengan catatan ceritanya menarik dan tidak biasa, atau cerita biasa yang dikemas dengan sangat luar biasa. Tak jarang setelah membaca membuatku ingin menulis cerita juga.

Banyak ide tentang suatu cerita fiksi yang mucul, hanya beberapa yang akhirnya dituangkan dalam tulisan, dan semuanya mandeg di tengah cerita. Aku menerapkan metode “menulislah apa yang ingin kau tulis”, dan aku menulis apa-apa yang muncul sehubungan dengan ide cerita, belum selesai cerita satu kadang muncul ide lagi dan ide baru jika digabungkan dengan cerita sebelumnya terasa aneh, hingga lahirlah cerita baru… *makin aneh ceritanya* (penulis amatir yang belum berhasil menyelesaikan ceritanya).

Sampai sekarang sudah ada beberapa cerita dan semuanya belum rampung, semuanya masih tersimpan rapi dalam file-file hp, yang di komputer beberapa malah hilang. Saking lamanya gak diterusin, kadang ketika membacanya terasa aneh, dan muncul dalam benak, “beneran ini aku yang nulis…??? ^^

Menulis sunggung menyenangkan… Semoga bisa menyelesaikan satu saja cerita, kemudian cerita-cerita selanjutnya… ^^

Kembali Blogwalking ^^

Siapa sih yang gak kenal istilah blogwalking, sudah akrab di dunia maya lah yang namanya blogging, kegiatan berkunjung ke blog-blog nya para blogger, entah yang memang favorit atau juga karena sedang mencari tahu tetang sesuatu hal dan berkunjung ke blog/web tempat apa yang kita cari ada di situ.

Entah untuk beberapa waktu dan itu lumayan lama aku gak berkunjung ke blog favoritku, borkmark yang ilang karena penginstalan aplikasi browser, dll sebabnya. Sampai kemarin aku membuka dashboard blogku, dan aku ketemu dengan blog favoritku yang lama tidak kukunjungi. Akhirnya sorenya aku iseng buka, dan ternyata aku sudah ketinggalan banyak update an blognya. Tapi, tetep seneng akhirnya bisa kembali lagi blogwalking ^^.

Absen Ngeblog

Lagi-lagi, beberapa waktu gak posting tulisan di blog. Bukan tidak ada waktu atau juga gak ada ide, tapi entahlah untuk beberapa saat ketika akan memposting tiba-tiba gagal, tulisan yang sudah diketik dengan banyak kata harus urung diposting karena si penyusun kata tiba-tiba blank dan merasa tidak ingin memposting tulisan itu. Alhasil, berkali-kali niat hati ingin posting tapi dalam perjalanannya batal.

Semoga ke depan bisa lebih konsisten lagi memposting hal-hal yang lebih bagus dan baik isinya. ^^

Lebaran Sebentar Lagi

“Lebaran sebentar lagi…” Banyak terdengar lagu itu didendangkan terlepas bener atau tidak liriknya lho ya… Ya sepertinya lirik yang bener “Ramadhan sebentar lagi…” Atau yang pertama, aku lupa… ^^ ???!!!

Dilema, di Penghujung Bulan Ramadhan

Rasanya-rasanya baru kemarin aku nulis tentang #ceritaRamadhanku, karena tidak tiap hari update tulisan tiba-tiba tidak terasa sudah berada di hari-hari penghujung bulan Ramadhan, yang berarti sebentar lagi bulan Ramadhan akan segera digantikan dengan bulan syawal (Hari Raya Fitri).

Siapa sich yang gak seneng dengan Hari Raya??? Rasa-rasanya hampir semua umat Islam menyambut dengan gembira datangnya Idul Fitri, ya seperti juga penuh gembiranya menyambut bulan Ramadhan. Tapi, siapa juga yang ingin ditinggalkan dengan bulan Ramadhan??? Kita umat Islam tentulah tak ingin bulan Ramadhan berlalu, inginnya Ramadhan terus ada, tapi Alloh tentulah ingin mengajari kita banyak hal dengan ini, dengan dilema, dilema antara kegembiraan menyambut lebaran, dan kesedihan karena Ramadhan segera usai…

buat kue itu…???

Membuat kue itu??? Ribet pertama, kudu nyiapin bahan-bahannya sampai lengkap, kap, kap itu pasti, menguras tenaga yang tidak sedikit (tidak bisa dipungkiri), siap gagal ketika pertama mencoba (gak boleh lupa), dan terakhir menyenangkan (ini upah yang tak ternilai ^^, karena meski kita gagal membuat kue tetep ada kepuasan, dan pengen nyoba lagi, terlebih jika sukses kuenya pasti senengnya bukan kepalang).

Tidak terasa bulan Ramadhan telah memasuki hari-hari menuju tanggal tua, dan itu berarti jarak kita dengan lebaran semakin dekat, 7 hari lagi, sungguh tidak terasa… (Pengen Ramadhan terussssss).

Menjelang Lebaran banyak sekali persiapan yang biasa dilakukan (secara harfiah apa yang ku bahas berikut, karena secara lahiriah panjang bahasannya, dan saya masih awam dan sedikit ilmu untuk menjelaskan itu). Diantara persiapan itu adalah menyiapkan baju baru, cat rumah baru, juga tradisi yang sudah biasa menjelang lebaran yaitu menyiapkan kue lebaran.

Dulu jaman aku kecil aku sangat menikmati moment-moment membuat kue di rumah (bukan aku yang buat, tapi seneng ikut icip-icip saja waktu kecil). Karena jaman itu belum banyak orang jualan kue seperti sekarang, jadi dulu kuenya kebanyakan kue bikinan sendiri. Masih ingat sekali kala itu, almarhum nenekku (yang biasa ku panggil “mbok”) seneng sekali membuat opak gapit, kue bolu kecil-kecil, krecek (makanan sejenis krupuk yang terbuat dari ketela kukus yang diiris dijemur, digoreng, dikasi rasa bisa pedes atau manis, atau juga original), kripik ketela, kripik pisang, marning (jagung yang telah digoreng kering), kacang goreng kupas (kacang yang sebelum digoreng kulit arinya dibuang, sehingga setelah digoreng warnanya menjadi putih kekuningan), krupuk kromoleo (kerupuk dari ketela pohon), roti/ biskuit kacang, rengginang, dmbl (dan masih banyak lagi) seingatku hanya segitu, yang jelas tiap menjelang lebaran hampir tidak pernah absen membuat kue. Itu semua adalah moment yang tak kan terlupa. Ya dibanding dengan saat sekarang, jajanan tradisional yang seperti jaman dulu sudah sangat jarang baik yang membuat apalagi yang menjual, orang bilang jajanan ndeso, padahal rasanya tak kalah sama jajanan masa kini, malah jajanan tradisional hampir gak gampang mboseni kalau orang bilang. Mungkin, karena takut dibilang ndeso atau juga banyak yang gak sempet membuat jajanan tradisional itu jaman sekarang sudah banyak ditinggalkan. Meski begitu beberapa orang masih tetep membuat kue lebaran sendiri, lebih puas dan ingin belajar membuat kue adalah salah satu alasannya. ^^ seperti aku… Meski banyak gagalnya ketika membuat kue, cukup senang dengan hasilnya, meski kurang maksimal juga kurang memuaskan… Tetep seneng aja^^.

Tak Seberat yang Kita Pikirkan

Sering mendengar atau membaca pastinya bahwa sesuatu yang kita pikirkan berat/ sulit, tapi saat kita melakukannya tak sesulit dan tak seberat yang kita pikirkan. Hal tetrsebut banyak sekali kita jumpai di buku hikmah dan buku-buku motivasi. Tapi berikut bukan hanya sekedar kata buku. ^^

Sindrom malas sering kali mampir tatkala mau berangkat ke mushola untuk sholat tarawih. 23 roka’at, kalau dipikirkan pasti capek, soalnya tiap sholat biasa hanya 4 roka’at atau 6-8 rokaat paling banyak kalau ditambah dengan sholat sunnah. Lha sholat tarawih plus sholat witir ada 23 roka’an (ada yang 9 rokaat juga, aku sholat tarawih 23 rokaat, jadi bahasnya yang 23 rokaat ya ^^). Sungguh membayangkan sholat 23 rokaat belum-belum sudah capek duluan, dan ujungnya males…

Tapi, seperti kata orang bijak, males gak boleh dituruti, itu adalah penyakit kronis yang bisa menyerang berbagai bidang bahkan berbagai usia, dan bisa menimbulkan akibat yang fatal juga kerugian yang tidak sedikit. Ya, sekali lagi malas harus dilawan. ^^

Karena itulah meski ada rasa malas untuk berangkat ke musholat, aku tetap berangkat. Dan di mushola menjalankan sholat tarawih yang 20 rokaat plus 3 rakaat witir pun berjalan lancar, tak seberat apa yang terpikirkan saat kemalasan meracuni pikiran sebelum berangkat ke mushola.

Benar sekali kan kata orang yang sudah banyak makan asam garam dalam hidup ” bahwa kadang sesuatu ketika kita jalankan itu tidak seberat apa yang kita pikirkan, karena itu lakukanlah/ kerjakanlah, jangan hanya berfikir.”

Semangat pagi!!! ^^

Tak Seberat yang Kita Pikirkan

Sering mendengar atau membaca pastinya bahwa sesuatu yang kita pikirkan berat/ sulit, tapi saat kita melakukannya tak sesulit dan tak seberat yang kita pikirkan. Hal tetrsebut banyak sekali kita jumpai di buku hikmah dan buku-buku motivasi. Tapi berikut bukan hanya sekedar kata buku. ^^

Sindrom malas sering kali mampir tatkala mau berangkat ke mushola untuk sholat tarawih. 23 roka’at, kalau dipikirkan pasti capek, soalnya tiap sholat biasa hanya 4 roka’at atau 6-8 rokaat paling banyak kalau ditambah dengan sholat sunnah. Lha sholat tarawih plus sholat witir ada 23 roka’an (ada yang 9 rokaat juga, aku sholat tarawih 23 rokaat, jadi bahasnya yang 23 rokaat ya ^^). Sungguh membayangkan sholat 23 rokaat belum-belum sudah capek duluan, dan ujungnya males…

Tapi, seperti kata orang bijak, males gak boleh dituruti, itu adalah penyakit kronis yang bisa menyerang berbagai bidang bahkan berbagai usia, dan bisa menimbulkan akibat yang fatal juga kerugian yang tidak sedikit. Ya, sekali lagi malas harus dilawan. ^^

Karena itulah meski ada rasa malas untuk berangkat ke musholat, aku tetap berangkat. Dan di mushola menjalankan sholat tarawih yang 20 rokaat plus 3 rakaat witir pun berjalan lancar, tak seberat apa yang terpikirkan saat kemalasan meracuni pikiran sebelum berangkat ke mushola.

Benar sekali kan kata orang yang sudah banyak makan asam garam dalam hidup ” bahwa kadang sesuatu ketika kita jalankan itu tidak seberat apa yang kita pikirkan, karena itu lakukanlah/ kerjakanlah, jangan hanya berfikir.”

Semangat pagi!!! ^^