Jeda itu…

Jeda itu A,
Jeda itu B,
Jeda itu C,
Jeda itu ini,
Jeda itu itu,
Jeda itu kata,
Jeda itu senang,
Jeda itu sedih,
Jeda itu senyum,
Jeda itu tangis,

Seperti kertas putih,
Jeda bisa menjadi A, B, C, D… Z
Bisa menjadi Aku, kamu,…. Semua…
Bisa menjadi apa saja…
yang ada di dalamnyalah yang akan menentukannya…

Jeda itu….

^^

AnaAnum

Iklan

Jeda itu…

Jeda itu A,
Jeda itu B,
Jeda itu C,
Jeda itu ini,
Jeda itu itu,
Jeda itu kata,
Jeda itu senang,
Jeda itu sedih,
Jeda itu senyum,
Jeda itu tangis,

Seperti kertas putih,
Jeda bisa menjadi A, B, C, D… Z
Bisa menjadi Aku, kamu,…. Semua…
Bisa menjadi apa saja…
yang ada di dalamnyalah yang akan menentukannya…

Jeda itu….

^^

AnaAnum

Sebuah Cerita bersama Radio di Sudut Rumahku

Tiba-tiba terbersit untuk menuangkan cerita ini ke dalam sebuah tulisan, dengan begini aku bisa membukanya kembali dalam lembaran-lembaran kumpulan tulisan di blog.

Sebuah Cerita bersama Radio di Sudut Rumahku…

Radio itu (tidak tahu sekarang keberadaannya dimana), radio jaman dulu, terekam jelas diingatanku bagaimana bentuknya, juga suara kemrosok yang dihasilkannya manakala sinyal radionya lemah (kalau orang jawa bilang gak tepak), juga Alm. Mbahnangku si empunya radio, yang selalu leyeh-leyeh duduk di dekat radio sambil makan ketela pohon rebus, aku masih sangat mengingatnya.

Tiap leyeh-leyeh, mbahnang senang sekali mendengarkan radio, mencari acara kesukaannya, drama radio, kadang aku yang kala itu masih kecil penasaran dan ikut duduk di dekatnya. Sekali waktu mbahnang mematikan radionya dan mendongeng, berkisah, bercerita banyak hal, cerita tentang tangannya yang terkena petasan dan gak bisa pulih seperti sedia kala (karena itu jangan pernah main petasan), cerita jaman penjajahan Belanda, bagaimana beliau lari dari kejaran belanda, bersembunyi di tumpukan jerami, dan masih banyak lagi.

Mbahnang selalu membawa radionya kemana-mana, setelah mbokku(nenekku) meninggal, sepertinya radio itulah hiburan satu-satunya, beliau memutarnya saat menjelang tidur, mendengarkan acara apa saja yang ada, syukur-syukur kalau ada acara wayang kesukaannya, bisa melek’an semalan, mendengarkan wayang di radio.

Ingat sebuah kata-kata di komik “Detektif Conan” yang pernah temanku kutip:

“Jika kenangan itu adalah kenangan yang berarti, janganlah dilupakan, sebab saat orang meninggal, mereka akan tetap hidup dalam kenangan orang-orang yang mencintai mereka.”
(Tidak mirip dengan kutipan aslinya, tapi kurang lebih, memang begini isinya)

Mbahnang, dan embok meski telah meninggal, tapi mereka tetap hidup di hati kami, orang-orang yang mencintainya.

AnaAnum

Oh Malam

Ketika malam datang
Sunyi perlahan-lahan
Hinggap pada pekatnya malam…
Menyelimuti sudut-sudut tiap ruang

Krik, krik, krik…
Hanya suara jangkrik yang terdengar
Suara-suara gaduh
seolah tertelan oleh sunyinya malam

Malam,
Andai sunyimu bisa,
Andai,
Andai bisa menelan suara,
Suara yang akhir-akhir ini mengotori banyak mata, telinga, bahkan yang terbaru menyusup ke pikiran… Semoga tak sampai ke hati…

Suara aneh itu telah menjadikan
Yang benar, jadi salah, yang hitam tiba-tiba jadi merah muda
Yang putih, malah jadi hitam…

Semoga suara-suara itu bisa tertelan, tengelam dalam kesunyianmu…

Oh… Malam…

AnaAnum