Yang tak Terlupakan ^^

“pLettonic” adalah sebutan untuk fans grup band Letto, dan kalau boleh dibilang aku adalah salah satunya. Meski aku gak aktif dan gak ikutan di fans klub nya, bolehkan menjadi pLettonic.

Sebenarnya bukan hanya itu yang ingin kuceritakan, tapi ada beberapa hal yang ku lakukan ketika aku sangat ngefans sama Letto, dari membeli kasetnya, hingga ada satu hal yang tak terlupakan (yang ingin kuceritakan di sini).

Salah satu yang buat aku seneng sekali (ngefans sekali dengan) Lettoband adalah karena lirik lagunya yang gak usah diragukan lagi kedalaman maknanya (menurutku), selain itu enak di dengar saat gundah gulana, sedih (Sandaran Hati), saat galau (sebenarnya cinta), dan masih banyak lagi.

Suatu hari, aku menulis sebuah surat yang kutujukan untuk Letto (Noe), hehehe… sebenarnya surat itu untuk ku baca-baca sendiri, awalnya tak pernah terpikirkan olehku untuk mengirimnya, aku ingat sekali saat itu aku menulisnya saat berada di asrama. Saat liburan dan pulang, aku bersama temanku (Mbak Miftah) saat itu bosan, dan ingin mengerjakan hal-hal yang tidak biasa, dan kemudian muncullah ide untuk berangkat ke kantor pos, yang jaraknya gak begitu jauh dari tempatku tinggal.

Sudah bisa ditebak apa yang akan ku lakukan kan??? Ya, aku akan mengirimkan surat yang ku tulis untuk Noe itu, kemana akan mengirim??? Pepatah bilang ada banyak jalan menuju Roma, ya begitu pula ada banyak jalan untuk mendapat alamatnya Noe, gak dapat dari internet, ya akhirnya aku dapat alamat penerbit bukunya Cak Nun, ya dan ku kirim surat itu ke alamat Cak Nun (penerbitnya mungkin, yang ada di buku, yang jelas di Jogja), hehehe… ^^

Sampai sekarang hal tersebut masih sulit kuterima dengan nalar, bisa-bisanya sampai segitu aku ^^. Eh, tapi isi suratku bukan surat khas dari fans ke idola, suratku isinya, hanya pertanyaan2 tentang lirik-lirik lagunya Letto dan isinya. Meski begitu, hal tersebut menjadi suatu yang sangat berkesan dan tak terlupakan. Dan ada sedikit perasaan malu juga jika surat itu benar-benar sampai dan dibaca. Karena isinya, absurd. ^^

Sumber gambar: plettonic.lettolink.com

AnaAnum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s