Karena Meminta dan Menuntut Lebih Banyak

Saat masih kecil rasanya suatu yang disebut kebahagian itu sederhana sekali, diperbolehkan hujan hujanan, menang dalam permainan bekel, atau juga jalan jalan ke sawah kemudian mandi di sungai … Menghabiskan waktu itu dengan teman masa kecil rasanya sudah sangat senang , hati rasanya bahagia sekali, dan setelah melewati hari panjang sebagai anak kecil dalam benak kita hanya soal permainan apa lagi yang akan kita mainkan dengan teman, ya pikiran anak kecil sesederhana itu, kebahagiaan yang tidak muluk muluk.

Dan semakin usia bertambah hal hal yang lebih rumit masuk kedalam pikiran kita… Menjadi remaja kemudian masuk usia dewasa… Kebahagiaan kita sepertinya tak lagi sesederhana itu, atau sebenarnya kita sendiri yang membuatnya menjadi tidak sederhana… Untung saja kita tidak bisa kembali ke masa lalu, kalau bisa mungkin banyak orang yang ingin kembali ke masa kanak kanak mereka ^^, kalau bisa begitu jadi manusia mungkin tidak belajar ya, jadi ingat satu cuplikan kalimat di sebuah drama,

Kehidupan memang dirancang tidak selalu sesuai dengan keinginan kita.

Dengan begitu kita bisa belajar ^^ untuk mencari kebahagiaan kita ^^.

Lebaran

Sudah lebaran…

H+3 ini dan baru sempat mengucapakan

“Minal aidzin wal Faizin mohon maaf lahir dan batin , selamat Idul Fitri teman-teman semua yang merayakan”.


Postingan Ramadan sepertinya belum terpenuhi, dan tiba-tiba sudah lebaran, terkejut?!!! Tidak juga sebenarnya, hanya kadang merasa kenapa cepet banget ya waktu berjalan… Belum ini belum itu eh sudah lebaran, niat hati pengen bikin kue nastar tapi apalah daya, sibuk sekali kemarin pas di hari hari mendekati lebaran. Tidak mudik kemana-mana tapi kok ya tetap sibuk…
Rasa-rasanya pengen Ramadan terus, karena suasana Ramadhan selalu spesial, semuanya… Dari sahur, puasa pertama, menyiapakan menu berbuka, berburu cincau untuk takjil, sholat tarawih , suara orang tadarus di masjid… Semuanya spesial, tidak akan sama dengan hari hari di bulan lain… Dan satu lagi suasana menjelang lebaran juga menambah spesialnya bulan Ramadhan…
Apa saya saja ya yang merasa satu tahun ini rasanya cepat sekali, setahun yang lalu lebaran mudik ke Solo, tapi rasanya kok masih kemarin ya… Hmmmm… Dan juga di bulan Syawal tahun lalu Putri kedua saya lahir, sekarang sudah mau satu tahun saja… Cepet besar ya ndukkk… ^^
Tulisan kali ini adalah tulisan pertama setelah rasanya lama sekali tidak ngeblog, baik posting maupun blogwalking… Terlalu sibuk di dunia nyata… Jadi kurang perhatian dengan dunia maya… Alasannnnn ^^

Menu Buka Puasa 

Alhamdulillah sudah masuk hari keempat puasa Ramadhan, baru bikin blogpost, padahal rencananya pengen pas puasa bikin blogpost tiap hari, tapi apalah daya dunia nyata sangat menyibukkan, Alhamdulillah.
Sejak awal puasa penfgn sekali posting tulisan tentang menu buka tiap hari, dan akan saya rapel sekarang menu berbuka dari 3 hari kemarin, siapa tahu bisa bantu nyari ide bagia yang bingung mau masak apa. 
Karena saya hanya ibu rumah tangga biasa yang masih dalam proses belajar memasak, masakan saya pun masih sangat sederhana , langsung saja ya…
Puasa hari pertama, saya membuat sayur bayam kemangi jagung manis, sayur bening kami biasanya menyebutnya, lauknya perkedel jagung, tahu dan tempe. Jangan lupa sambel terasi dan tomatnya. Esnya, buat es blewah sendiri, suegeeer bingit pakai gula putih dan air saja… Kalau pakai sirup kadang aroma buahnya ilang tertutupi dengan aroma sirup rasa-rasa.
Puasa hari kedua, saya bikin rawon daging dikasi labu Siem, hmmmm gak tahu kenapa kok bisa enak banget tuh rawon, seger bangettt… Nay sampai nambah beberapa kali, padahal biasanya makannya gak banyak ^^. Lauknya pakai tempe goreng, rawon emang paling enak disantap dengan tempe juga nasi tentunya. Es nya bikin es cincau. Pakai air putih dan gula biasa juga, rasanya segerrr bingitsss. Kayak es cincau kalengan yang biasa dijual di toko-toko. 
Puasa hari ketiga alias kemarin, saya memasak sayur sop, perkedel kentang , tahu goreng juga sambel tomat , es nya balik lagi sama dengan yang hari Senin es blewahhhh … Yang segernya gak ngebosenin … Bikin pengen nambah terus… Kalau pas buka lho ya… ^^
Demikianlah menu buka puasa versi saya, sederhana saja ^^, oh iya kalau ada yang tanya cara bikin es blewah dan es cincau seger pakai bingitsss langsung bisa hubungi saya lewat komentar ya… ^^

Sibuk 

Iya sibuk… ^^

Sampai rasanya pegang hp aja hal yang lumayan jarang jika dibanding dulu. Tidak sesering dulu, sehari cukup nge-charge satu kali saja rasanya cukup, bahkan hp masih hidup untuk besok paginya lagi. Padahal hp yang saya miliki baterainya kapasitasnya tidak terlalu besar . 
Momong 2 anak memang sesuatu rasanya ^^, Mbak yang 5 tahun sekolah RA dan sorenya ngaji, membantu menyiapkan semua keperluannya, selain itu saya juga mengurus adiknya yang masih bayi yang mulai aktif kemana-mana, semua itu bener bener membuat saya kadang lupa dengan hp ^^, dan sekarang malah mulai tidak begitu merasa aneh  ketika tidak memegang dan memakai hp dalam waktu yang lama, saya mulai menikmati aktifitas di dunia nyata dibanding di dunia maya mungkin, atau juga saya sudah mulai bosan dengan keseringan update status di medsos.
Jadi , kesibukan saya yang bertambah mungkin ada hikmahnya juga, saya jadi tidak begitu ngereken dengan dunia maya ^^.
Semoga bisa selalu menikmati kesibukan sebagai nikmat dari Alloh SWT. Aamiin…

Kadang Diam Lebih Baik

Pernah suatu ketika saat hari pengelot an arisan ibu ibu berkumpul untuk ngelot arisan, sambil menunggu jam pas nya kadang mereka berbincang bincang dari hal-hal yang remeh hingga kadang membicarakan orang ini orang itu… Dan akhirnya jadilah arisan yang bergosip… 

Waktu saya mendengar apa yang dibicarakan saya merasa hal itu benar benar tidak penting , membicarakan kejelekan orang yang sebenarnya gak ada sangkut pautnya dengan kita, dan meski seandainya hal itu tidak diomongkan yang ngomong juga tidak rugi, saya merasa hal seperti itu tidak penting, merasa seolah ada saja kejelekan orang , eh lupa sama diri sendiri tidak dikoreksi, sudah pantas belum berbicara begitu …
 Saya menilai orang yang seperti itu setelah membicarakan kejelekan orang dengan kita, jangan jangan saaat tidak ada kita, ia malah membicarakan kejelekan kita juga… Hmmmm…

Jadi, menurut hemat saya lebih baik diam, dan jika belum bisa mulai belajar untuk diam, diam untuk hal yang tidak penting seperti itu, bukan diam untuk sesuatu yang membutuhkan suara kita lho ya…

Lebih baik diam, dari pada bicara tapi yang keluar dari mulut kita adalah berbicara tentang kejelekan orang …

sabar atau tidak???

Ini cerita sudah lama pisan tersimpan di draft… Baru sempat meneruskan lagi lanjutannya, jadi begini kapan hari kira-kira sebulan yang lalu Putri saya sakit, lumayan sering dalam kurun kurang dari sebulan demam 3 kali, dan salah satunya demam waktu di rumah sedang ada acara. Alhasil saya ya hanya bantu bantu sebisanya, bayi sakit kadang memang butuh perhatian lebih, karena sakit dan rewelnya agak lama saya kadang juga ngeluh… “Kok gak sembuh-sembuh to nduk???” Kadang juga nangis, rasanya pengen gantiin sakit nya saja…
Dan siang itu ada tamu, Ibuk tetangga, di rumah, waktu saya gendong si adik, Ibuk itu bilang, “kok gendong???rewelll???” Karena kelihatan dan kedengaran waktu si adik nangis, “Iya buk. Ini agak gak enak badan,” jawab saya, “Yo arek emang kadang gt, pas ada acara di rumah malah sakit, itu menguji sabar tidaknya orang tua.” Itu membuat saya berpikir , benar juga wejangan ibuk tetangga itu, ketika anak sakit maka semua telunjuk mengarah pada kita sebagai orang tua, “wes sabar durung???” (Sudah sabar atau belum ???)
Semoga kita bisa menjadi orang tua yang diberikan kesabaran dalam mendidik dan mengasuh anak anak kita… Aamiin…

Janganlah Berganti

Dengarkan atau juga nonton lagu ini selalu seolah terbawa ke masa beberapa tahun silam, saat kebahagian rasanya cukup hanya dengan menghabiskan waktu bermain bersama teman teman, tak perlu berlibur ke banyak tempat cukup belajar berenang di kali atau juga menyeberang sungai kemudian naik ke atas bukit melihat panjangnya aliran sungai yang terlihat mengkilat dari atas bukit, belajar kelompok bareng yang berakhir rujak an seadanya, jambu air, mangga muda. Atau juga saat ke tegalan (ladang) sedang panen semangka dan kita memecah semangka di gubuk yang ada di sana dan dimakan bareng bareng, dan lagi kalau sudah musim hujan rasanya adalah surganya anak anak yang suka sekali dengan hujan, rasanya gak ada anak yang gak seneng kalau pas hujan deras, semua pengen hujan hujanan.
Kenangan masa kecil selalu membekas diingatan, kenangan adalah hal yang selalu kita simpan dan tidak akan berubah. Semoga saya bisa menjadi ibu yang baik untuk anak anak saya sehingga masa kecil mereka  pun bisa diisi dan  diwarnai dengam hal-hal yang menggembirakan, yang baik, dan yang membahagiakan. Aamiin…

Jalan-jalan ^^

“Yah, besok pas hari libur kita jalan-jalan yuk!” Ajak saya pada suami sebelum weekend kemarin… Eh ternyata hari Ahad kemarin ada acara di kantornya , sudahlah rasanya hari libur tak terasa libur kalau suami tidak libur…. Sampai nulis status bbm yang isinya kurang lebih begitu, dan dikomentari suami, seharusnya aku yang buat status begitu …. Hehehehe… Yang tidak libur kan aku… ^^
Tapi, beneran kok keluarga itu satu paket yang satu libur lainnya ikut merasa libur juga, yang satu senang yang lain juga, begitu seterusnya… 
Jadi, niat jalan jalan dan menghabiskan waktu di akhir pekan bersama sepertinya tidak sesuai rencana , ya sudahlah… InsyaAlloh tetap bisa seneng bareng kumpul di rumah ae tidak perlu jalan jalan, lagian juga masih tanggal tua ^^. Kalau sudah tanggal muda mungkin bisa terealisasi … Aamiin …

Nah , pas hari seninnya saya malah sibuk masak di dapur sampai siang, karena tanggal merah saya merasa nyantai aja, maklum yang  masuk sekolah kan libur, jadi saya tidak diburu waktu buat nyiapin sarapan, sempet ke pasar juga beli ikan laut rencana untuk dibakar dan berakhir dengan hanya dipanggang (males nyiapin arang buat bakar nya, kelupaan tidak beli waktu di pasar ), karena hasil panggangan ikan masih terasa amis suami tetep gak doyan sama ikan lautnya. Tahu gt kan saya masak sesuai rencana sayur bening plua pekedel jagung kesukaan suami. Namanya juga nyoba bikin menu baru yang tidak biasa ^^.

Saya selesai masak ternyata sudah jam 10 an. Untung sarapan beli lontong botok di pasar, jadi tinggal makan siang ^^. Belum nyuci baju, tapi masih ada tugas dari ibuk yang membuat saya dan suami jalan-jalan dengan keperluan bukan refresing… Hehehehe… 
Malam harinya jadinya kami baru keluar jalan-jalan berdua , iya berdua saja, kalau sudah malam anak-anak sudah tidur semua, niat hati ingin beli cilok fovorit yang ternyata penjualnya ikut liburan pisan… Karena pengen pulang bukan dengan tangan hampa, saya dan suami mampir ke minimarket untuk membeli indomie yang baru saya rasakan rasanya , gak penting banget sepertinya cuma beli indomie, ya kadang melakukan hal yang random gini lucu juga, kita milih mie Indomie dengan rasa yang belum pernah kita makan tapi dengan perkiraan rasanya enak…

Indomie yang rasa rasanya baru kami kenal ^^

Saya dan suami milih milih indomie. Yang kami beli diantaranya indomie goreng rasa sambel marah (sebelumnya suami pernah nyoba dan enak. Saya pengen nyoba juga), indomie goreng rasa sambal rica rica, dan satu lagi yang tidak kefoto karena keburu dimasak adalah indomie goreng pedas (rasanya kaya mie instan yang lagi tenar belakangan karena rasa pedasnya. Tapi pedasnya mie ini level biasa, lebih pedas sedikit dari indomie goreng biasanya. Jika pengen lebih pedas tambakan irisan cabai atau boncabe) . Rasa lainnya sebenarnya banyak banget yang belum kami coba tapi karena favorit mie goreng beli yang mie goreng saja.

   

Dari minimarket saya mampir sebentar ke toko aksesoris yang juga menjual sandal dan tas , saya ingat kapan hari janjiin Nay untuk membelikan sandal kuda poni kesukaan nya. Dan ternyata tinggal satu pasang sandal jepit kuda poninya , nomornya juga sesuai dengan kakinya Nay , langsung beli bungkus dan pulang ….
Yeee… Jalan jalan juga… Kan ini namanya ^^.

NB: padahal rencananya mau ngemall… ^^

Ternyata Bikin “Terang Bulan” tak Sesulit yang Saya Bayangkan ^^

Judulnya panjang benerrrr… Biar sudah lagi seneng nichhh si empunya blog ^^, setelah dari kemarin ini aplikasi blog tidak bisa membalas komentar akhirnya sekarang sudah bisa, masalahnya adalah karena saya belum upgrade ke versi wordpress terbaru (hahhahahaa… Males bingitsss acara download mendownload. Terlebih kadang gangguan sinyal internetnya).
Hal yang bikin seneng lainnya adalah karena saya berhasil bikin kue terang bulan, sebutan lainnya martabak manis… Saya coba bikin yang mini…

Terang bulan mini rasa keju, coklat, susu

Berawal dari perbincangan dengan ibuk mertua juga kakak ipar , ibuk bilang kalau paket cetak an kue nya itu ternyata di dalamnya ada cetak an untuk kue lumpur juga bisa untuk terang bulan, saya awalnya ngeyel kalau tidak ada karena kapan hari pas nyoba bikin brownies dengan memakai salah satu cetakan, sepertinya cetakan bulet bulet itu tidak ada, akhirnya dicek dan benar ternyata ada… Berarti waktu itu saya kurang fokus juga kurang perhatian dengan cetakan kuenya. ^^

Cetakan pasca dipakai bikin kue terang bulang ^^

Tahu ada cetakan untuk membuat terang bulan mini, jadilah saya pengen bikin, kebetulan ada keju yang tidak kepakai waktu kapan hari bikin kue. Cari resep duku di cookpad. Dan Nemu resep terang bulan mininya Mbak Diah Wulansari. Kurang lebih ini bahan bahannya:

  • 10 sdm tepung terigu
  • 4 sdm gula
  • 1 butir telur
  • 1 sdt bp
  • 1 sdt soda kue
  • 1 sdt fermipan
  • 1 sdm mertega cairkan
  • Vanilli secukupnya 
  • Air satu gelas yang ada pegangannya

Topping yang terserah , saya pakai messiss, keju, dan skm putih.

Cara bikinnya campur semua bahan hingga tercampur rata, tunggu 15-20 menit, sambil nunggu saya gunakan untuk menyiapkan cetakannya. Setalah itu cetak dan tungu matang, kalau sudah matang tinggal ngasi toppingnya sesuai selera. Hasil buatannya saya seperti foto terang bulan di atas, fotonya tidak banyak. Karena terlalu asyik makan mungkin baru teringat untuk menggambil foto saat kuenya tinggal 3 biji, heheeee… Satu resep di atas bisa jadi 10 bijian. Jadi malam kemarin kita makan terang bulan uenak bikinan saya (hahahaha *terlalu berlebihan memuji diri). Ya biasa kalau bikinan sendiri meski rasanya standart rasanya istimewa banget dan itu mungkin yang bikin tuh kue rasanya enak banget…
Terus siangnya, alias tadi siang masih penasaran kenapa seratnya yang waktu malam tidak bisa sebanyak terang bulan yang dijual jual itu, jadilah siang bikin setengah resep di atas tapi tanpa telur. Hasilnya enak pisan. Bahkan belum sampai di bawa pergi keluar dapur tuh terang bulan mau habis tinggal 2 biji an.
Rasanya saya senang sekali bisa bikin terang  bulan. Karena sebelumnya saya juga pernah bikin tapi jadinya hancur , gosongggg. Dan sekarang bisa dibilang lumayan sukses bikin terang bulan mininya. Jadi lain kali kalau Mbak Nay pengen terang bulan Mamanya siap bikinin… Yeee…
Ternyata bikin “terang bulan” tidak sesulit yang saya bayangkan ^^
Yes sukses ^^