Memasak Tempe dan Tahu Bacem

Tadi pagi pagi sekali saya bingung mau masak apa. Biasanya kalau hari Jum’at saya selalu memasak spesial sayur bening kesukaan suami, karena pas siang suami pulang untuk sholat Jum’at dan balik ke kantor lagi setelahnya, intinya sichhh tiap hari Jum’at suami makan siang di rumah. Karena kemarin sudah memasak sayur bayam, jadilah akhirnya saya putuskan untuk memasak sayur asem kacang panjang dan labu siang juga kecambah kedelai (campur campur tapi beneran segerrr banget). Sayur asem selalu paling cocok dimakan bareng dengan tempe bacem… 
Biasanya yang bikin bacem adalah emak. Hari ini pengen nyoba bikin sendiri , resepnya tanya sana sini, heheeee… Tanya ibu mertua, tanya mbak ipar, tanya emak juga, resep gabungan jadinya… Oke, langsung ke proses memasaknya ya ^^
Setelah menggoreng tahu setengah mateng saya kemuadian menyiapkan tempe untuk diiris sesuai selera, juga bumbu-bumbunya: 

  • Bawang merah 3 siung ukuran sedang
  • Bawang putih 3 siung ukuran sedang
  • Lengkuas secukupnya , 3 cm an saya pakainya 
  • Kencur sedikit
  • Ketumbar secukupnya 
  • Daun jeruk 1 lembar 
  • Daun salam 2 lembar
  • Garam secukupnya 
  • Gula merah secukupnya 
  • Minyak goreng secukupnya 

Semua bahan di atas dihaluskan kecuali daun salam dan minyak, minyak untuk menggoreng bumbunya , daun salam baru saya masukkan ketika bumbu matang dan sudah diberi air…

Setelah itu tumis bumbunya sampai harum kemudian masukkan air sedikit juga daun salamnya. Setelah mendidih baru masukkan tempe dan tahunya, tunggu hingga saat (airnya habis), kemudian tambahkan lagi minyak , setelah serasa cukup kecoklatan baru diangkat (tadi saya kurang coklat warnanya , tapi rasanya lumayan unik pemula… Heheee). Hidangkan bersama sayur asem… Hmmmmm…. 
Pas saya tanya suami juga ibu mertua komentarnya rasanya enak cuma ya itu kurang coklat warnanya…. Gt aja sudah sueeeneengggg… Lain kali pengen bikin lagi… Pengen bikin yang bisa seenak bikinan emak… ^^
NB: tidak ada foto , karena saya kelupaan menggambil foto hingga tempe dan tahu bacemnya habis…. ^^

*Postingan ini saya tulis spesial untuk Lek Nung juga adikku Roziq…. Hahaaaa…. Saya mau bilang , “aku bisa masak bacemmmmm”… #penting  ^^

Paling Enak Memang Masakan Sendiri

Judul di atas bukan untuk meremehkan masakan orang lain, karena masakan orang kadang lebih terasa enak, karena lidah kita merasakan hal yang tidak biasa. Mungkin begitu. Tapi saya bukan mau cerita itu.
Kadang memang kita perlu bereksperimen dengan hal yang sederhana dalam keseharian kita, seperti saya pagi tadi, dari pagi sudah belanja, tapi tidak sempat memasak karena waktu memasak saya gunakan untuk pergi keluar membeli nasi pecel. Karena sejak 2 hari yang lalu suami pengen banget nasi pecel yang di jual di dekat jalan raya. 

Karena sudah siang saya tidak sempat memasak. Biasanya sempat saja memasak. Tapi hari ini ada acara keluar rumah, dan lagi karena tadi malam lembur nyetrika saya jadi ngantuk berat, wes akhirnya beneran tidak jadi masak sampai sore, dan di meja makan tidak ada apa-apa kecuali nasi dan sayur yang dimasak emak karena nunggu saya tidak masak sampai siang. Tapi lainnya tidak ada sama sekali, di situ saya merasa kalau tempe dan tahu goreng rasanya sangat berharga.

Nonton “Fall in Love” Movie 

Sepertinya malam ini mood Ngeblog lagi sangat bangus. Jadi, bisa posting 2 postingan sekaligus , padahal beberapa kali anak kedua saya yang masih 7 bulan bangun, biasane kalau sudah begitu ikutan tidur, eh ini mata masih saja tidak mau terpejam.^^

Postingan kedua saya malam ini masih tentang film, 2 hari yang lalu, malam Jum’at kemarin saya nonton tv dan ketemu sama film ini, awalnya biasa juga karena lama banget tidak nonton film romantis, jadi tidak ngeh awalnya kalau film ini romantis bangettt… 

Beberapa dialog di film ini mengingatkan saya  pas masa SMA dulu, pernah berfikir tentang seperti apa ya jodoh saya, jangan jangan kita pernah bertemu atau paling tidak pernah berpapasan namun tidak saling sapa karena memang tidak saling kenal.
Ya, di film ini ceritanya flashback, saya nonton serius waktu adegan si cewek patah hati karena cowok yang dikira jodohnya ternyata bertemu dengan cewek lain yang selama ini ia cari, terus ia ke dokter gigi buat nyabut giginya, gak nyambung kan??? Nah biar nyambung dari sini dilanjut ke kisah cowoknya… 

Penasaran???

Saya menemukan link filmnya , kapan hari Nemu di YouTube tapi hanya bisa ditonton dengan buka YouTube di UC Browser.

Nonton Film Pendek “Surat Cinta untuk Starla”

Pertama tahu dengan lagu “surat cinta untuk Starla” itu dari suami, waktu itu suami pinjam hp saya untuk streaming karena hpnya masih di-charge. Saya hanya tanya lagu apa itu yah. Ya dia bilang lagunya bagus yang nyanyi vokalisnya Last Child, Virgoun (jadi ingat adik kelas pas SD namanya sama. Heheeee ^^) tapi karena saya belum pernah dengar ya biasa saja, sampai kemudian saya dikirimi kutipan lagu itu oleh suami

Barulah kemudian saya penasaran dengan lagu itu, lanjut nyari di YouTube

Bagus banget liriknya, dan secara nggak sengaja (bahasanya “gak sengaja”) Nemu juga film pendeknya, yang meranin jadi tokoh utamanya aka Hema adalah Jefri Nichol… Jadilah tertarik untuk nonton film ini ^^,

Saya sudah nonton sampai chapter 7, ^^
Jadi temanya hari ini malam Minggu nonton film pendek “Surat Cinta untuk Starla”. 

Ibu Rumah Tangga Tulen

Menjadi ibu rumah  tangga seperti bukan sebuah profesi yang keren jika ditulis di kolom pekerjaan di KTP. Dalam kenyataan itu tidak masalah bagi sebagian orang. Setiap perempuan yang sudah menikah berhak menentukan arah perjalannya kemudian, ingin tetap berkarir atau memilih mengurus rumah dan anak anak juga suami di rumah. Setiap pilihan insyaAlloh baik. Karena tentu sudah dipertimbangkan sebelumnya, wanita berkarir atau menjadi ibu rumah tangga tulen tetap saja keren semua, yang berkarir insyaAlloh bisa memberikan manfaatnya lebih kepada orang lain, dan yang menjadi ibu rumah tangga saja bisa memberikan semua hal untuk keluarga secara maksimal. Jadi tetap bangga jadi istri, ibu atau juga wanita karir insyaAlloh selalu bisa bermanfaat bagi sesama.

Oh ya kapan hari sempet ngobrol banyak dengan teman teman kuliah di grup wa, ya bahas tentang karir juga beberapa cerita tentang pengalamannya jadi ibu rumah tangga tulen, yang bisa dipastikan meninggalkan karirnya , saat itu teman saya ada yang bilang kalau Rizki bukan hanya berupa materi seperti uang, tapi Rizki juga bisa berupa kesehatan, kelapangan untuk beribadah, kebahagian dengan hal yang sederhana, juga waktu luang bersama keluarga, dan karena itu misalnya seorang ibu rumah tangga tidak mendapat uang di waktu yang ia lewati ia mendapatkan waktu untuk bersama anak anaknya juga mengurus hal di rumah sendiri. Itu juga bisa disebut Rizki ^^.

Waktu Membaca

Saya suka sekali membaca, ya membaca buku tentunya , setahun yang lalu masih sering ke puasa pinjam buku yang ada di sana, selama beberapa tahun menjadi anggota ousda belum pernah nemuin buku buku yang lagi trending. Bukunya kebanyakan buku yang sudah trending di tahun sebelumnya, atau mungkin saya tidak tahu dan buku buku baru sudah dipinjam anggota lain yang lebih sering ke perpus… 

Dulu masih punya 1 anak rasanya waktu membaca masih lumayan banyak, sekarang juga masih sama, tapi entah kenapa sekarang belum menemukan semangat yang menggebu gebu untuk membaca seperti pada tahun sebelumnya, mungkin karena bacaan yang saya punya masih itu itu saja, akses ke buku bacaan baru juga masih sedikit, kalau mau membaca buku baru ya harus beli, dulu dulu masih bisa pinjam ke teman , ke toko buku sudah jarang bingit, baru kalau bener bener kepengen banget berangkatlah ke toko buku .
Oh iya saya pengen cerita tadi malam baca novel Dilan, senyum senyum sendiri pas baca, ada ya orang kayak Dilan… Pengen lanjut baca lagi pekerjaan rumah sudah manggil manggil, cepat selesaikan aku, katanya . 
Waktu membaca paling pas memang pas malam hari sepertinya, pas semua sudah pada bubuk, hanya ada saya dan buku ^^.

Ayo Semangat membaca lagi….

Setelah Perlahan Mulai Sehat Kembali

Beberapa hari ini adalah hari yang penuh cerita, berawal dari seminggu lalu saat pulang ke Ambulu dan Nay tidak diajak ikut serta (alasan dia gak diajak karena seperti mau turun hujan, dan lagi ke Ambulu nya juga tidak lama, hanya kondangan ke saudara), dan Nay nangis sampai saya dan suami mau balik lagi (maafkan Mama tahu gitu kan ikut sayang). Dan besok nya dia mulai sakit, demam, nyeri telan, pusing, dan mulai terlihat lemas, hati Seninnya akhirnya tidak masuk sekolah, malam selasa nya demamnya bahkan sampai menggigil, kondisi yang sangat bahaya, alarm panas tinggi kalau sampai menggigil, dan benar sampai 40,1 ° C , langsung saya siapkan kompres hangat dan mengompresnya , setelah itu memberinya obat penurun demam dan setelahnya suhu badannya mulai berangsur turun. 

Setelah Nay kondisi nya semakin membaik adiknya, Dek Ain gantian sakit… Kalau anak bayi sakit pilek plus batuk orang tua mah sedih banget. Karena kalauntidur selalu merasa tidak nyaman disebabkan hidung buntu, sedang sekret alias cairan lendir yang biasa disebut ingus itu tidak bisa keluar dari hidung … Alhasil beberapa hari saya lumayan begadang.

Semoga besok sudah sehat semua ya… Dek Ain juga… Aamiin…
NB: postingan kali ini saya buat seadanya sebagai obat kangen nulis di blog, setelah lama tidak posting  ^^

Ayo Semangat Memberi Asi!!!^^

Waktu buka Instagram eh ketemu postingan di atas, jadi ingat kapan hari pengen nulis pengalaman saya memberikan ASI.
Sudah baca artikel tentang partikel ASI yang ternyata berbeda dengan susu formula? partikel ASI ternyata hidup. Yang belum baca artikel tentang ini monggo silakan browsing ^^.

Tahun kemarin di tahun 2016 Saya melahirkan putri kedua saya , yang istimewa adalah bb alias berat badan Putri kedua saya berada di bawah normal, jika biasanya bayi lahir dengan berat normal itu ada di atas berat 2500 gr, maak Putri saya lahir dengan berat 2400 gr, padahal kehamilan kedua saya merasa lebih banyak den seneng makan daripada kehamilan pertama saya, tapi tetep saja Puteri saya kecil di dalam kandungan.

Setelah lahir sempet was was karena biasane bayi dengan berat kurang dari normal rentan kuning, karenanya saya menolak tawaran dibantu sufor bermerek ketika ASI saya belum keluar, yang keluar masih kolostrum dan itu sedikit, mungkin ada ibu yang khawatir dengan nutrisi yang didapat bayi ketika ASI belum keluar, kemudian memutuskan untuk dibantu sufor dan ASI malah tidak jadi keluar, anaknya akhirnya tergantung pada sufor . Sebuah mata rantai yang harus diputus.

Sejak hamil putuskan dan yakinkan diri untuk memberikan ASI ketika anak lahir nanti, nutrisi yang  ada d ASI benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan anak. Kembali ke cerita saya, setelah saya pulang kerumah bersama adik bayi, ASI saya belum keluar masih kolostrum yang keluar, sedikit, tapi Puteri saya semangat netek. Meskipun (maaf) payudara tidak ngrengsemi (seperti mau memproduksi ASI) sampai keesokan harinya saya tetap menetek i Puteri saya tiap 2 jam sekali masih was was akan resiko kuning atau dalam istilah lainnya ikterus, selain itu saya juga menjemurnya tiap pagi . 

Di hari kedua itu pun malam hari ASI mulai keluar dan semakin lama semakin berlimpah, terbukti kan, kalau produksi ASI semakin banyak ketika kita terus menetek i bayi.

Intinya selama sebulan perjuangan menaikkan bb si adik, BB-nya adik naik semakin baik tiap bulannya, sekarang bahkan ia bisa dikatakan cukup gemol, agak bulet, sampai kadang tidak membayangkan bisa gini, dulunya pas baru lahir kelihatan kecil banget.

Terima kasih Ya Alloh telah menciptakan ASI.

Dapat Bonus Kuota Internet

Saya adalah pelanggan setia Axis, sejak pegang hp Android dan setelah sempat mencoba membeli paket kuota internet di beberapa operator seluler saya, saya akhirnya memakai paket kuota internet dari Axis tepatnya sejak setahun yang lalu. Paket kuota internet Axis tergolong murah meriah.

Axis selalu punya Rabu Rawit. Rawit kepanjangan dari Rabu wajib irit ^^. Jadi setiap hari Rabu selalu ada promo paketan yang harganya WOW banget, nyenengin bagi para pemburu paket Internet murah .

Oh iya kembali ke gratisan paket Internet kemarin, saya kemarin dapat sms dari Axis yang begini isinya

Dan saya beli saja pulsa, bisa buat jaga-jaga untuk besok ^^. Dan beneran setelahnya dapat balasan dari operator Axis 

Saya sebelumya juga pernah dapat waktu ikut paket Rabu Rawit kapan hari. Jadi yang kedua kalinya saya coba lagi dan bisa lagi ^^.

Kuota internet yang beli belum berkurang sama sekali. Persiapan nonton geet dan drama kalau sempat.  

Paket belum berkurang sama sekali^^

Yang mencari paketan murah mungkin bisa jadi salah satu referensi , yang perlu di perhatikan kalau paketan Axis ya hari daftar paketan internet harus hari rabu kalau ingin irit, karena itu adalah hari promo produk nya Axis, kuota paketan internet ^^.

Memasak “Jangan Santen” untuk Pertama Kalinya ^^

Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dalam dunia memasak saya, seperti judul di atas , hari ini saya berhasil memasak “jangan santen” untuk pertama kalinya.
Tahu “jangan santen”??? Ini adalah masakan yang memakai santan untuk kuahnya, isinya tergantung yang masak, bisa pepaya muda, tahu, tempe, dan masih banyak lagi, kalau orang jawa biasanya menyebutnya “jangan santen”. Santen itu santan ^^.
Jangan santen adalah masakan yang tidak pernah saya masak, selain ribet, masih harus mmemarut dan memeras kelapa, saya juga belum pd alias percaya diri membuat bumbunya, hingga tadi pagi memberanikan diri untuk mencoba, dan hasilnya cukup lumayan rasanya bagi seorang pemula seperti saya, besok-besok masak lagi, ye…. Akhirnya “jangan santen” bisa saya takhlukkan ^^.

Bumbunya saya tidak pakai ribet kok, atas saran ibu mertua saya, bumbunya hanya bawang merah, bawang putih, cabai merah, lengkuas, kunir, cabai rawit tidak usah diuleg dibiarkan utuh saja biar bisa jadi options yang pengen pedes, dan daun jeruk atau daun salam , ya jangan lupa bahan yang mau dimasak bisa tempe atau tahu, minyak goreng buat menumis bumbu, dan air santan hasil perasan dari kelapa yang diparut, kalau tidak ada bisa pakai santan instan ^^.
Selamat mencoba 🙂